28 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (2)

I Ngurah Suryawan by I Ngurah Suryawan
October 27, 2018
in Esai
Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (2)

Penanaman pohon mangrove saat air laut meti (surut). (foto: I Ngurah Suryawan)

KAMPUNG Ambumi tidak benar-benar terisolir. Buktinya adalah perusahaan kayu masuk menerabas hutan-hutan alami di sekitar mereka. Kampung tetangga, yaitu Naikere menjadi sasaran perusahaan kayu dan tidak jarang para pembalak liar. Kantor semi permanen perusahaan kayu terbangun di pinggiran Kali Wosimi. Kampung Yerinusi, tetangga Kampung Ambumi akan pindah ke lokasi lokpon (pelabuhan) tempat kantor perusahaan kayu yang beroperasi di kawasan Ambumi dan Yerinusi.

Saat ini di lokasi lokpon telah berdiri kantor Distrik Kuri Wamesa, beberapa rumah-rumah penduduk dari marga Mariai juga memilih menetap di lokpon. Saat saya mengunjungi lokpon, beberapa rumah-rumah sederhana dari penduduk telah berdiri. Kebun-kebun pun sudah terlihat dibabat oleh masyarakat dan siap untuk ditanami. Kantor perusahaan kayu yang beroperasi di kawasan Ambumi dan Naikere juga berdiri megah dengan rumah-rumah kayu. Beberapa orang tampak duduk-duduk bercengkrama. Potongan-potongan kayu besar tertumpuk menunggu untuk dikirim, sementara sepanjang jalan menuju lokpon alat-alat berat tampak terlantar.

Saya melewati jalan menuju lokpon dari Distrik Naikere. Jalanan yang berliku dan kanan kiri jalan dipenuhi dengan pohon-pohon dan tumbuhan yang lebat. Barak-barak para tukang sensor (pemotong kayu) kayu banyak terlihat. Potongan-potongan kayu dari yang paling besar hingga kecil serta deru suara mesin sensor tampak terdengar ketika mobil truk yang saya tumpangi memecah jalan di are pegunungan kawasan Teluk Wondama. Tampak juga beberapa alat-alat berat yang tak terurus dan terlantar dan sudah mengkarat. Alat-alat berat tersebut sepertinya digunakan untuk mengangkut material untuk jalan, mengangkat kayu dan kegiatan untuk membuka kawasan hutan di pedalaman Teluk Wondama.

Merawat Mangrove

Muara Kali Wosimi sebagai tempat asal mula dari Kampung Ambumi kini banyak ditumbuhi pohon mangrove di pinggir kali. Saat air meti (surut), akan terlihat beberapa pohon mangrove muda yang ditanam oleh masyarakat Kampung Ambumi. Penanaman ini bekerjasama dengan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat. Saya mengikuti kegiatan penanaman pohon mangrove tersebut bersama masyarakat di Kampung Ambumi dan Yerinusi.

Saat pagi hari ketika air masih pasang, masyarakat dengan menggunakan perahu dari Kepala Kampung Ambumi, Dominggus Kiri mengangkat pohon-pohon mangrove yang telah ditanam oleh masyarakat untuk dinaikkan ke atas kapal. Beberapa pohon dibawa di dalam kapal kemudian dengan beberapa anak muda ikut dalam rombongan untuk melempar pohon-pohon mangrove tersebut di pinggiran muara Kali Wosimi. Kami kemudian kembali lagi ke kampung untuk mempersiapkan diri pada penanaman mangrove menunggu air meti (surut).

Sebagian warga Kampung Ambumi dan Yerinusi yang melakukan kegiatan penanaman pohon mangrove di muara Kali Wosimi. (foto: I Ngurah Suryawan)

Beberapa anak muda dan kelompok masyarakat lainnya yang bergabung dalam penanaman mangrove, berkumpul di rumah Kepala Kampung Ambumi. Secara kebetulan yang menjadi koordinator dari penanaman mangrove itu adalah anak tertua dari Kepala Kampung Ambumi yang bekerja sebagai tenaga PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) di kampungnya sendiri. Melalui hubungan saudara dengan seorang staf Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, maka ia ditugaskan untuk menjadi koordinator penanaman pohon mangrove di kawasan Kampung Ambumi yang merupakan bagian dari kawasan Teluk Cenderawasih.

Sepanjang perjalanan menuju muara Kali Wosimi, saya melihat perbukitan yang dipenuhi dengan kebun-kebun masyarakat dari Kampung Ambumi dan Kampung Yerinusi. Ternyata betul saja, di samping Kali Wosimi yang terbentang dari Kampung Ambumi terdapat dusun-dusun sagu dan kebun-kebun masyarakat. Beberapa masyarakat kami jumpai tengah mendayung perahu mereka yang ukurannya kecil-kecil untuk menuju ke kebun atau dusun sagu. Kepemilikan kebun-kebun tersebut sesuai dengan hak-hak ulayat masing-masing marga, sehingga masing-masing marga dan seluruh anggota memiliki kebun di sepanjang muara Kali Wosimi. Terdapat juga wilayah pemakaman masyarakat yang juga terletak di sepanjang muara Kali Wosimi.

 

BACA JUGA: 

  • Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (1)

 

Saat hari menjelang siang, kurang lebih pukul 11.00, kami diberitahu agar bersiap untuk menuju muara Kali Wosimi melakukan penanaman pohon mangrove. Sebelumnya, beberapa anak muda keluar dari rumah panggung yang bersebelahan dengan rumah kepala kampung. Mereka telah dijamu oleh anak kepala kampung dengan makan mie instan dan nasi sebelum melakukan penanaman mangrove. Jumlah mereka cukup banyak kurang lebih 8 orang dengan menggunakan satu perahu besar dilengkapi dengan bekal air minum, biskuit, dan saguer (minuman lokal dari air kelapa yang diawetkan).

Penanaman pohon mangrove saat air laut meti (surut). (foto: I Ngurah Suryawan)

Sesampainya di muara Kali Wosimi, air sudah meti (surut). Pohon-pohon mangrove yang sebelumnya telah dibuang tampak jelas terlihat ketika air meti. Saat itu kami kurang lebih berjumlah 30-an orang terdiri dari anak-anak muda dan warga Kampung Ambumi dan Yerinusi. Ada yang menggunakan perahu Waruri milik kepala Kampung Ambumi dan ada juga dengan perahu sendiri menuju muara Kali Wosimi dan bergabung untuk menanam mangrove.

Langkah yang pertama dilakukan adalah mengukur penanaman pohon mangrove. Beberapa warga mencari ranting-ranting di daratan sebagai penyangga pohon mangrove yang masih kecil. Saat itu target dari penanaman mangrove adalah sepanjang pinggiran muara Kali Wosimi. Namun untuk hari pertama ini, jumlah pohon mangrove yang dibawa tidak begitu banyak. Mereka memperkirakan bisa menyelesaikan penanaman mangrove di seluruh pinggiran muara Kali Wosimi selama seminggu.

Penanaman pohon mangrove saat air laut meti (surut). (foto: I Ngurah Suryawan)
Tags: eksplorasiekspoitasikonservasiPapua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (1)

Next Post

Kujadikan Kau Dongeng Sebelum Tidur

I Ngurah Suryawan

I Ngurah Suryawan

Antropolog yang menulis Mencari Bali yang Berubah (2018). Dosen di Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat.

Related Posts

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails
Next Post
Kujadikan Kau Dongeng Sebelum Tidur

Kujadikan Kau Dongeng Sebelum Tidur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival
Panggung

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda
Esai

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

by Angga Wijaya
September 27, 2026
Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI
Pendidikan

Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

KECERDASAN buatan semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mencari informasi, memahami materi, menemukan ide, hingga membuat rangkuman kini dapat dilakukan dengan...

by Dede Putra Wiguna
September 27, 2026
Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”
Pop

Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

SINGARAJA pernah menjadi pintu masuk bagi Gede Angga Prasaja untuk memperkenalkan musiknya. Lewat “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja”,...

by Rusdy Ulu
September 27, 2026
Mengurai Gnosis Perupa Payangan
Ulas Rupa

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

by I Wayan Westa
September 27, 2026
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi
Khas

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co