11 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Zona Nyaman, PIlihan, dan 3 Lingkaran

Putu Nata Kusuma by Putu Nata Kusuma
October 13, 2018
in Esai
Zona Nyaman, PIlihan, dan 3 Lingkaran

SESUNGGUHNYA ini merupakan keresahan lama saya prihal zona nyaman yang kerap beberapa orang utarakan kepada saya. Dikarenakan ini keresahan lama yang sempat saya kubur di dalam benak, lantas bagaimana bisa muncul kembali ke permukaan?

Tentunya hal itu bukanlah tanpa musabab. Singkat cerita, saya menelepon seorang teman. Ya, dia perempuan. Lantas? Sudahlah jangan kau tanyakan statusku dengannya apakah kami lebih dari teman atau kurang dari teman.

Malam itu tepat sekitar pukul 22.00 waktu setempat, kami bercengkrama via Whatsapp ditemani sedikit suara bising dari gawai kami masing-masing. Saya dengan suara AC di kamar yang katanya terdengar di telepon, dan dari gawainya yang terdengar suara kipas angin yang jujur saja membuat bulu kuduk merinding ketika mendengarnya via telepon.

Entah kemana arah percakapan membimbing kami pada malam itu, yang jelas ada satu topik yang memicu pemikiran lama saya itu keluar. Dia berkesah tentang mata kuliah konsentrasi yang ada di jurusan kami.

Bagi kami mahasiswa semester 7, mata kuliah konsentrasi adalah wajib untuk kita ambil. Ini semacam skill tambahan jikalau kami nanti sudah lepas dari jurusan ini. Ada 3 mata kuliah konsentrasi; Tourism, TEYL dan Creative Writing. Tourism tentang kepariwisataan, TEYL tentang mengajar anak-anak di jenjang TK dan SD sedangkan Creative Writing adalah tentang menulis kreatif.

Singkat kata, teman saya mengambil Tourism dan saya mengambil konsentrasi TEYL. Kurang lebih kesahnya seperti ini..

“Duh, aku bingung. Padahal aku mau ambil TEYL, tapi orang tua ku nyuruh aku ambil Tourism,” keluhnya

“Lho kok gitu?” tanyaku dengan nada yang penasaran

“Kata mereka kan aku udah kuliah di jurusan kependidikan nih, ya sekarang biar ada ilmu tambahan di luar itu. Ya udah, aku disuruh milih Tourism. Selain itu emang sih aku juga niatnya nyari pariwisata setelah tamat nanti. Tapi ya… aku sebenarnya suka ngajar anak-anak. Apalagi di TEYL itu ada buat buat media gitu kan? Duh pasti asik banget,” sahutnya dengan penuh semangat

Mendengar jawaban teman saya, sejenak terlintas di benak saya sebuah pernyataan.

“Kamu pernah gak dinasehatin orang kayak gini, ‘Kamu tuh harus keluar dari zona nyaman mu. Jangan disitu-situ aja’, ” tanyaku.

“Pernah, pernah. Terus?” tanyanya lebih dalam lagi

“Tapi di saat yang sama, ada juga orang yang bilang ‘tekunin apa yang kamu suka. Fokus di sana’, ” jawabku yang ingin sekali membuatnya kebingungan

Inilah asal muasal bagaimana keresahan saya prihal zona nyaman itu muncul. Dalam konteks nya mengenai lingkup pelajaran dan hal-hal yang kita gemari, hal ini kerap menjadi tembok pembatas bagi sebagian orang. Tembok yang seolah-olah membuat siapapun yang hendak melewatinya merasa bingung. Haruskah saya terobos atau berputar arah?

Pertama-tama mari kita sepakati terlebih dulu apa zona nyaman itu dilihat dari konteks hal-hal yang kita gemari. Menurut saya, zona nyaman ialah hal-hal yang kita lakukan atas dasar kegemaran dan secara tak sadar mampu melatih diri menjadi lebih unggul. Mengapa tidak lebih baik? Jelas, baik itu relatif. Terlebih ini mengenai hal yang digemari jadi sudah barang tentu merajut pada hal-hal yang membuat pribadi menjadi lebih unggul.

Nah, jikalau sudah demikian, lantas yang dikatakan keluar dari zona nyaman itu seperti apa?

Mari kita gunakan analogi permainan bola volley. Beberapa atlet volley tentunya memiliki kelebihan tersendiri dalam gaya permainan atau teknik bermainnya. Ada pemain yang unggul di passing bawah, ada yang unggul di smash, ada yang unggul di blocking dan mungkin ada yang unggul di 2 jenis teknik bermain atau lebih.

Ketika seorang pemain unggul pada permainan passing bawah dimana dari passing bawahnya tersebut, ia sudah berhasil mencetak puluhan angka di setiap pertandingan dan ketika kelak ia mencoba untuk bermain menggunakan passing atas yang notabene bukan keahliannya maka atlet tersebut layak dikatakan telah keluar dari zona nyaman.

Keluar dari zona nyaman tak melulu tentang keluar mencari sesuatu yang benar-benar baru yang secara sadar ataupun tidak, itu dipaksakan agar nyaman kedalam diri kita masing-masing.

Seperti misalnya ketika seseorang berbakat dalam volley, lalu kemudian “dipaksakan” belajar bermain basket. Seseorang yang berbakat dalam basket lalu kemudian “dipaksakan” bermain musik. Apakah hal-hal tersebut salah? Tentu tidak. Itu tergantung dari area nya. Masalah nya adalah, banyak orang yang belum tau batasan-batasan sebuah zona. Menurut hasil pengamatan saya, kata “Keluar dari Zona Nyaman” memiliki 3 area.

Ibaratkan sebuah lingkaran, “keluar dari zona nyaman” memiliki 3 lingkaran luar.

Pertama lingkaran inti yaitu zona nyaman itu sendiri. Kedua, lingkaran I yaitu zona di luar zona nyaman tetapi masih dalam satu jenis yang sama. Contohnya, orang yang mahir bermain menggunakan passing bawah sekarang harus belajar menggunakan passing atas dalam permainan volley.

Orang yang mahir bernyanyi menggunakan nada tinggi sekarang harus belajar menggunakan nada rendah. Orang yang mahir bercerita panjang selama 20 menit kini harus mampu bercerita panjang selama 10 menit.

Hal-hal tersebut sudah bisa dikatakan sebagai keluar dari zona nyaman, hanya saja ruang lingkupnya yang masih kecil. Ketiga, lingkaran II yaitu zona diluar zona nyaman tetapi masih dalam satu bidang yang sama.

Misalnya, orang yang mahir bermain gitar kini harus mencoba bermain drum dalam sebuah band. Orang yang gemar menulis opini bebas kini harus mencoba menulis karya ilmiah. Orang yang biasanya menjadi penyerang kini belajar menjadi penjaga gawang dalam permainan sepak bola. Itu juga merupakan keluar dari zona nyaman hanya saja ruang lingkupnya masih seputaran bidang yang digeluti.

Nah, yang terakhir adalah lingkaran III. Mungkin area ini yang paling ekstrem sekaligus yang paling sering banyak orang tangkap mengenail definisi “keluar dari zona nyaman” itu sendiri. Misalnya, anak yang berbakat di pelajaran bahasa inggris kini harus belajar tentang fisika lagi. Orang yang passion nya menjadi seorang guru kini disuruh melamar pekerjaan marketing.

Kesimpulannya ialah kita sebagai individu atau sebagai orang tua kelak harus sadar betul akan area-area pada zona diluar zona nyaman tersebut. Jadi, memahami betul area-area tersebut sangatlah penting agar kita tidak terjatuh pada sebuah keadaan dimana keinginan kita sebenarnya adalah untuk mengembangkan diri namun malah “menjatuhkan” diri sendiri.

Keluar dari zona nyaman tak hanya tentang lingkaran III, namun bisa juga mengambil langkah kecil untuk keluar ke lingkaran I maupun II. Saya teringat dengan perkataan paman saya yang merupakan seorang dosen di salah satu kampus pelayaran di Semarang. Beliau berkata:

“Kadang mereka yang tetap berada di sekitaran zona nyaman (lingkaran I dan II) adalah mereka yang lebih hebat daripada mereka yang keluar jauh dari zona nyaman (lingkaran III) nya. Karena kita tahu, di dunia ini tak ada yang abadi selain perubahan. Tak terkecuali perubahan yang terjadi di dalam zona nyaman. Hanya orang-orang yang bertahan di dalam perubahan-perubahan dan tidak meninggalkan zona-nya lah yang bisa dikatakan manusia yang kuat” (T)

Tags: kehidupanPendidikanPengetahuan
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Kimchi: Foto, Keabadian dan Ketiadaan – Catatan dari Minikino Film Week 2018

Next Post

Yang Tidak Boleh Dilontarkan Kepada Penyair

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma

Putu Nata Kusuma, S.Pd., Mahasiswa S2 Pascasarjana Program Ilmu Manajemen Undiksha. Hobi: menulis, menyanyi, membuat video, dan mencintai diam-diam.

Related Posts

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

by Angga Wijaya
June 11, 2026
0
Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

Read moreDetails

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
0
Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

Read moreDetails

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

by Chandra Manikan
June 10, 2026
0
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

Read moreDetails

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
0
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

Read moreDetails

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
0
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

Read moreDetails

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
0
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

Read moreDetails

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

Read moreDetails

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

by Dede Putra Wiguna
June 8, 2026
0
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber...

Read moreDetails

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

by Putu Arya Nugraha
June 7, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

BERDASARKAN data, selain kasus kekerasan seksual dan kasus HIV/Aids, kasus pernikahan anak juga termasuk paling tinggi di Buleleng. Sebagai ketua...

Read moreDetails
Next Post
Yang Tidak Boleh Dilontarkan Kepada Penyair

Yang Tidak Boleh Dilontarkan Kepada Penyair

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri
Esai

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

by Angga Wijaya
June 11, 2026
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional
Lingkungan

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng
Tualang

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
Tempe dan Ekonomi yang Teriris
Esai

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
Fiksi

Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik

BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat...

by Chusmeru
June 11, 2026
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan
Esai

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

by Chandra Manikan
June 10, 2026
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co