23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenangan, Ketidakpastian, Obat Penawar, dan Lain-lain

Julio Saputra by Julio Saputra
February 5, 2018
in Esai
Kenangan, Ketidakpastian, Obat Penawar, dan Lain-lain

Om swastiastu

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Nammo Buddhaya

Salam Sejahtera untuk kita semua

SALAM BUDAYAAAA!!!!!!

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan nikmat, rahmat, serta karunia-Nya yang diberikan kepada kita semua, terutama nikmat sehat dan nikma panjang umur, sehingga syukur alhamdullilah kita semua berkesempatan untuk menyaksikan bersama-sama proses kreatif Teater Kalangan dari awal sampai akhir.

Pembaca yang terhormat, Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara saudari sebangsa dan setanah air.

Atas nama Teater Kalangan saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu, adik-adik, kakak-kakak, suadara sebangsa setanah air yang telah menyempatkan diri untuk hadir menonton pementasan Teater Kalangan (terutama pementasan Monolog Anjing Gila karya Putu Wijaya pada tangggal 26 Desember 2017 di Wantilan Kampus Bawah Undiksha), baik itu dari awal sampai akhir atau hanya beberapa bagian saja, dan terima kasih serta apreasiasi sebesar-besarnya juga kepada saudara-saudari pembaca yang telah meluangkan waktunya untuk membaca dan membuang sedikit kuota internetnya. Jika tak ada kalian yang menonton dan membaca, tentu tidak akan berarti apa-apa. Maka dari itu saya sebenarnya berhutang budi pada kalian semua. Entah bagaimana cara saya membalas budi kalian.

Yang kedua saya mohon maaf sebesar-besarnya jika sekiranya sambutan saya ini tidak berfaedah apa-apa. Hahahaha

Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara saudari sebangsa dan setanah air yang dimulaikan Tuhan

Percaya atau tidak, akhir-akhir ini tak henti-hentinya saya memanjatkan puja dan puji syukur (di dalam lubuk hati yang paling dalam) kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat Beliau saya dapat bertemu dengan Teater Kalangan. Ah, bukan bertemu. Maksud saya berproses kreatif bersama Teater Kalangan. Kepada Tuhan dan Teater Kalangan saya ucapkan terima kasih. Jujur,saya banyak berhutang budi, terutama kepada Tuhan karena banyak hal lain yang diberikan selain mempertemukan saya dengan Teater Kalangan.

Tapi cukuplah Teater Kalangan saja yang saya bahas kali ini. Tak ada banyak waktu. Butuh waktu bertahun-tahun kalau saya harus cerita hal lain, semisal perihal patah hati saya ditinggal calon pacar atau diputusin gebetan sebelum nembak. Ah, lupakan.

Namun, harus diakui bahwa ada banyak sekali kenangan manis saya dengan Teater Kalangan selama menjalani proses kreatif bersama-sama. Mulai dari latihan tengah malam, nongkrong tengah malam, diskusi tengah malam, menata panggung tengah malam, pulang pergi Singaraja Denpasar tengah malam, makan tengah malam, mengobrol tengah malam, ketemuan tengah malam dan masih banyak hal tengah malam lainnya. Jujur saya sendiri juga tak begitu mengerti mengapa itu semua dilakukan tengah malam. Tak sedikit juga kenangan pahitnya, seperti ngaret waktu atau salah paham, tapi ya pada akhirnya akanmanis juga, tanpa diperlu ditambahkan pemanis gula batu atau stevia.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara saudari sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan banggakan

Kalau boleh saya jujur lagi sebenarnya saya masih mempertanyakan dimensi saya di Teater Kalangan. Saya ini juga memiliki kejelasan yang tidak jelas. “Sebenarnya saya ini Teater Kalangan atau bukan?” itulah yang sering saya tanyakan dalam batin saya. I Wayan Sumahardika, seorang pemuda tampan dan rupawan juga gagah berani, yang juga menjadi setir dan setang kemudi Teater Kalangan, tidak pernah mengajak saya secara jelas untuk tergabung menjadi anggota Teater Kalangan.

Malam itu, malam yang menjadi awal pertemuan saya dengan Teater Kalangan (waktu itu bernama Teater Tebu Tuh), Suma mengajak saya untuk ikut terlibat dalam garapannya yang akan dipentaskan di sebuah acara kampus Universitas Mahasarawasti, Denpasar. Setelah terlibat di sana, saya diajak lagi ikut dalam produksi pementasan Rintrik dalam Mimbar Teater Indonesia V di Solo. Setelah itu saya diajak ikut lagi, diajak lagi, dan diajak lagi, sampai pada pementasan monolog Pidato Gila karya Putu Wijaya bulan Desember kemarin. Nah, saya masih mengganggap saya bukan anggota yang resmi, karena saya merasa selama ini saya diajak untuk ikut terlibat, bukan ikut sebagai anggota.

Saya bahkan masih mempertanyakan apakah sebenarnya saya pantas tergabung dalam Teater Kalangan. Saya tidak bisa apa-apa. Tidak bisa main musik. Tidak bisa mengendarai motor dengan kopling. Tidak bisa menyutradari. Tidak bisa menata panggung. Saya tidak bisa apa-apa. Jadi MC masih dan bermain peran pun masih di bawah kategori “bagus”. Kalau masalah berjualan ya saya jago. Saya bisa jual apa saja, jual kupon bazzar, jual tiket, jual kaset, jual album, jual buku dan lain-lain. Naluri saya sebagai orang cina benar-benar bisa diandalkan.

Selain tidak bisa apa-apa, saya juga tidak mengerti apa-apa. Saya selalu akan bengong sendiri jika sudah tergabung dalam diskusi yang Suma dan kawan-kawan lakukan. Saya tak pernah paham apa yang mereka bicarakan. Mereka berbicara tentang konsep ruang, konsep tubuh, konsep segala konsep, tawaran akting, ruang adalah teks, ini adalah teks, itu adalah teks, semua adalah teks, arrrghhhh pokoknya saya tidak mengerti. Saya hanya mengerti cara membuat proposal penggalian dana, pembuatan surat pertanggungjawaban, surat undangan, surat peminjaman tempat dan tidak banyak lagi. Itu saja. Menyedihkan sekali.

Dan lagi, saya selalu benci kalau sudah diminta melakukan pemanasan oleh Suma. Pemanasan versi Suma benar-benar melelahkan. Lelah fisik lelah batin. Saya diminta berlari sambil tetap menjaga tempo tapi sambil mengucapkan monolog atau dialog yang akan saya mainkan nanti. Aduh, bagaimana ya menjelaskannya. Derap langkah saya saat berlari itu seperti menjadi ketukan, ritme, atau tempo bagi saya. Jadi saya tidak bisa santai dalam mengucapkan monolog atau dialog, selalu dipengaruhi ketukan langkah saya, dan karena saya berlari tentu saja ketukan langkah saya itu cepat. Ya merasakannya cepat dan saat mengucapkan monolog atau dialog juga menjadi agak cepat.

Belum lagi bagian perut bawah sebelah kanan akan terasa nyeri lebih cepat karena saya berlari dan saya berucap, ditambah waktu lari yang katanya 15 menit malah menjadi 25 menit atau 30 menit dan ditambah Suma yang galak. Dan yang paling parah, setiap berlari (biasanya di Taman Kota) saya selalu bertemu dengan mantan pacar, mantan calon pacar, dan beberapa orang-orang yang saya punya hubungan tidak baik dengan saya. Pokoknya malu. Sekali malu, malu sekali. Tebek tiang tebek. Terkadang saya juga kesal sendiri, kenapa Suma tak pernah ikut lari ya? Ah, lupakan. Pada akhirnya, saya mengenang semua itu dengan manis. Berat di awal, manis di akhir. Hahahaha

Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara saudari sebangsa dan setanah air yang saya kasihi.

Harus saya akui, Teater Kalangan bagi saya lebih dari sekedar komunitas teater yang belajar teater kemudian mempertunjukan teater kepada para penikmat teater. Teater Kalangan bagi saya adalah obat. Obat bagi segala kesepian saya. Penawar bagi semua luka batin saya yang membunuh. Pembasuh bagi setiap memar dan lebam hidup dan kehidupan saya. Yah agak alaymemang, tapi saya bisa melupakan sejenak masalah-masalah yang membebani pikiran saya. Saya ucapkan terima kasih banyak karena sudah menemani saya sepanjang kebersamaan kita bersama. Meski saya tidak tahu apa-apa, saya tetep tresna Teater Kalangan.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara saudari sebangsa dan setanah air yang berbahagia, masih semangat?

Demikianlah sepatah dua patah dari saya tentang Teater Kalangan. Semoga saudara-sudara tidak mengantuk membaca tulisan saya yang lebih mirip curhat awal tahun ketimbang catatan awal tahun. Saya mohon saudara-saudara agar senantiasa mendoakan saya dan teman-teman saya juga Teater Kalangan selalu menjadi inshan yang kreatif, unggul dan memiliki daya saing tinggi, juga berguna bagi nusa dan bangsa. Hahaha. Akhir kata saya ucapkan terima kasih

Om Santhi Santhi Santhi Om

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Nammo Buddhaya

Salam Sejatera untuk kita semua

SALAM BUDAYA (T)

Tags: kenanganTeaterTeater Kalangan
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Harian Sugi Lanus# Gelar Berjejer Kok Nyontek?

Next Post

“Sang Kala” Monez & Ninus, dan Gairah Pulang pada Takut yang Jujur

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
“Sang Kala” Monez & Ninus, dan Gairah Pulang pada Takut yang Jujur

“Sang Kala” Monez & Ninus, dan Gairah Pulang pada Takut yang Jujur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co