2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenangan, Ketidakpastian, Obat Penawar, dan Lain-lain

Julio Saputra by Julio Saputra
February 5, 2018
in Esai
Kenangan, Ketidakpastian, Obat Penawar, dan Lain-lain

Om swastiastu

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Nammo Buddhaya

Salam Sejahtera untuk kita semua

SALAM BUDAYAAAA!!!!!!

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan nikmat, rahmat, serta karunia-Nya yang diberikan kepada kita semua, terutama nikmat sehat dan nikma panjang umur, sehingga syukur alhamdullilah kita semua berkesempatan untuk menyaksikan bersama-sama proses kreatif Teater Kalangan dari awal sampai akhir.

Pembaca yang terhormat, Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara saudari sebangsa dan setanah air.

Atas nama Teater Kalangan saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu, adik-adik, kakak-kakak, suadara sebangsa setanah air yang telah menyempatkan diri untuk hadir menonton pementasan Teater Kalangan (terutama pementasan Monolog Anjing Gila karya Putu Wijaya pada tangggal 26 Desember 2017 di Wantilan Kampus Bawah Undiksha), baik itu dari awal sampai akhir atau hanya beberapa bagian saja, dan terima kasih serta apreasiasi sebesar-besarnya juga kepada saudara-saudari pembaca yang telah meluangkan waktunya untuk membaca dan membuang sedikit kuota internetnya. Jika tak ada kalian yang menonton dan membaca, tentu tidak akan berarti apa-apa. Maka dari itu saya sebenarnya berhutang budi pada kalian semua. Entah bagaimana cara saya membalas budi kalian.

Yang kedua saya mohon maaf sebesar-besarnya jika sekiranya sambutan saya ini tidak berfaedah apa-apa. Hahahaha

Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara saudari sebangsa dan setanah air yang dimulaikan Tuhan

Percaya atau tidak, akhir-akhir ini tak henti-hentinya saya memanjatkan puja dan puji syukur (di dalam lubuk hati yang paling dalam) kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat Beliau saya dapat bertemu dengan Teater Kalangan. Ah, bukan bertemu. Maksud saya berproses kreatif bersama Teater Kalangan. Kepada Tuhan dan Teater Kalangan saya ucapkan terima kasih. Jujur,saya banyak berhutang budi, terutama kepada Tuhan karena banyak hal lain yang diberikan selain mempertemukan saya dengan Teater Kalangan.

Tapi cukuplah Teater Kalangan saja yang saya bahas kali ini. Tak ada banyak waktu. Butuh waktu bertahun-tahun kalau saya harus cerita hal lain, semisal perihal patah hati saya ditinggal calon pacar atau diputusin gebetan sebelum nembak. Ah, lupakan.

Namun, harus diakui bahwa ada banyak sekali kenangan manis saya dengan Teater Kalangan selama menjalani proses kreatif bersama-sama. Mulai dari latihan tengah malam, nongkrong tengah malam, diskusi tengah malam, menata panggung tengah malam, pulang pergi Singaraja Denpasar tengah malam, makan tengah malam, mengobrol tengah malam, ketemuan tengah malam dan masih banyak hal tengah malam lainnya. Jujur saya sendiri juga tak begitu mengerti mengapa itu semua dilakukan tengah malam. Tak sedikit juga kenangan pahitnya, seperti ngaret waktu atau salah paham, tapi ya pada akhirnya akanmanis juga, tanpa diperlu ditambahkan pemanis gula batu atau stevia.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara saudari sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan banggakan

Kalau boleh saya jujur lagi sebenarnya saya masih mempertanyakan dimensi saya di Teater Kalangan. Saya ini juga memiliki kejelasan yang tidak jelas. “Sebenarnya saya ini Teater Kalangan atau bukan?” itulah yang sering saya tanyakan dalam batin saya. I Wayan Sumahardika, seorang pemuda tampan dan rupawan juga gagah berani, yang juga menjadi setir dan setang kemudi Teater Kalangan, tidak pernah mengajak saya secara jelas untuk tergabung menjadi anggota Teater Kalangan.

Malam itu, malam yang menjadi awal pertemuan saya dengan Teater Kalangan (waktu itu bernama Teater Tebu Tuh), Suma mengajak saya untuk ikut terlibat dalam garapannya yang akan dipentaskan di sebuah acara kampus Universitas Mahasarawasti, Denpasar. Setelah terlibat di sana, saya diajak lagi ikut dalam produksi pementasan Rintrik dalam Mimbar Teater Indonesia V di Solo. Setelah itu saya diajak ikut lagi, diajak lagi, dan diajak lagi, sampai pada pementasan monolog Pidato Gila karya Putu Wijaya bulan Desember kemarin. Nah, saya masih mengganggap saya bukan anggota yang resmi, karena saya merasa selama ini saya diajak untuk ikut terlibat, bukan ikut sebagai anggota.

Saya bahkan masih mempertanyakan apakah sebenarnya saya pantas tergabung dalam Teater Kalangan. Saya tidak bisa apa-apa. Tidak bisa main musik. Tidak bisa mengendarai motor dengan kopling. Tidak bisa menyutradari. Tidak bisa menata panggung. Saya tidak bisa apa-apa. Jadi MC masih dan bermain peran pun masih di bawah kategori “bagus”. Kalau masalah berjualan ya saya jago. Saya bisa jual apa saja, jual kupon bazzar, jual tiket, jual kaset, jual album, jual buku dan lain-lain. Naluri saya sebagai orang cina benar-benar bisa diandalkan.

Selain tidak bisa apa-apa, saya juga tidak mengerti apa-apa. Saya selalu akan bengong sendiri jika sudah tergabung dalam diskusi yang Suma dan kawan-kawan lakukan. Saya tak pernah paham apa yang mereka bicarakan. Mereka berbicara tentang konsep ruang, konsep tubuh, konsep segala konsep, tawaran akting, ruang adalah teks, ini adalah teks, itu adalah teks, semua adalah teks, arrrghhhh pokoknya saya tidak mengerti. Saya hanya mengerti cara membuat proposal penggalian dana, pembuatan surat pertanggungjawaban, surat undangan, surat peminjaman tempat dan tidak banyak lagi. Itu saja. Menyedihkan sekali.

Dan lagi, saya selalu benci kalau sudah diminta melakukan pemanasan oleh Suma. Pemanasan versi Suma benar-benar melelahkan. Lelah fisik lelah batin. Saya diminta berlari sambil tetap menjaga tempo tapi sambil mengucapkan monolog atau dialog yang akan saya mainkan nanti. Aduh, bagaimana ya menjelaskannya. Derap langkah saya saat berlari itu seperti menjadi ketukan, ritme, atau tempo bagi saya. Jadi saya tidak bisa santai dalam mengucapkan monolog atau dialog, selalu dipengaruhi ketukan langkah saya, dan karena saya berlari tentu saja ketukan langkah saya itu cepat. Ya merasakannya cepat dan saat mengucapkan monolog atau dialog juga menjadi agak cepat.

Belum lagi bagian perut bawah sebelah kanan akan terasa nyeri lebih cepat karena saya berlari dan saya berucap, ditambah waktu lari yang katanya 15 menit malah menjadi 25 menit atau 30 menit dan ditambah Suma yang galak. Dan yang paling parah, setiap berlari (biasanya di Taman Kota) saya selalu bertemu dengan mantan pacar, mantan calon pacar, dan beberapa orang-orang yang saya punya hubungan tidak baik dengan saya. Pokoknya malu. Sekali malu, malu sekali. Tebek tiang tebek. Terkadang saya juga kesal sendiri, kenapa Suma tak pernah ikut lari ya? Ah, lupakan. Pada akhirnya, saya mengenang semua itu dengan manis. Berat di awal, manis di akhir. Hahahaha

Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara saudari sebangsa dan setanah air yang saya kasihi.

Harus saya akui, Teater Kalangan bagi saya lebih dari sekedar komunitas teater yang belajar teater kemudian mempertunjukan teater kepada para penikmat teater. Teater Kalangan bagi saya adalah obat. Obat bagi segala kesepian saya. Penawar bagi semua luka batin saya yang membunuh. Pembasuh bagi setiap memar dan lebam hidup dan kehidupan saya. Yah agak alaymemang, tapi saya bisa melupakan sejenak masalah-masalah yang membebani pikiran saya. Saya ucapkan terima kasih banyak karena sudah menemani saya sepanjang kebersamaan kita bersama. Meski saya tidak tahu apa-apa, saya tetep tresna Teater Kalangan.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara saudari sebangsa dan setanah air yang berbahagia, masih semangat?

Demikianlah sepatah dua patah dari saya tentang Teater Kalangan. Semoga saudara-sudara tidak mengantuk membaca tulisan saya yang lebih mirip curhat awal tahun ketimbang catatan awal tahun. Saya mohon saudara-saudara agar senantiasa mendoakan saya dan teman-teman saya juga Teater Kalangan selalu menjadi inshan yang kreatif, unggul dan memiliki daya saing tinggi, juga berguna bagi nusa dan bangsa. Hahaha. Akhir kata saya ucapkan terima kasih

Om Santhi Santhi Santhi Om

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Nammo Buddhaya

Salam Sejatera untuk kita semua

SALAM BUDAYA (T)

Tags: kenanganTeaterTeater Kalangan
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Harian Sugi Lanus# Gelar Berjejer Kok Nyontek?

Next Post

“Sang Kala” Monez & Ninus, dan Gairah Pulang pada Takut yang Jujur

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
“Sang Kala” Monez & Ninus, dan Gairah Pulang pada Takut yang Jujur

“Sang Kala” Monez & Ninus, dan Gairah Pulang pada Takut yang Jujur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co