6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

Adwan SA by Adwan SA
September 6, 2026
in Esai
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

Pemutaran film Rawa Gambut di Palembang

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan, khususnya gambut, Teater Potlot sudah lebih dulu mendorong kita untuk mengecap rasanya menjadi gambut melalui naskah Rawa Gambut miliknya. Pementasan teater yang dilangsungkan di Taman Budaya Lampung pada 30 September 2017 itu kembali diputar di Roemah Tumbuh Kembang yang digagas oleh Komunitas Opus Sastra. Barangkali menjadi penting untuk kita semua ketahui, bahwa Rawa Gambut sudah pernah dipentaskan beberapa kali oleh Teater Potlot, yakni di Kota Palembang, Jambi, Lampung, juga Padang.

Sembari disesak oleh kabut asap yang dengan betah mengepung sudut-sudut Kota Palembang sedari pagi, para penonton diajak untuk menyelami kehidupan gambut yang kini banyak terbakar adanya. Bagaimana rasanya menjadi sebuah rawa gambut yang tubuhnya banyak cacat dan rentan luka disebabkan oleh perilaku ekstraktif manusia? Sesak. Sesak ialah satu kata yang bisa saya rasakan selama dan setelah menonton video berdurasi 1 jam 26 menit itu.

Rawa gambut pada pementasan itu tidak digambarkan layaknya matahari yang menjelma pemalu sebab menyembunyikan dirinya di balik kabut yang tebal sekali. Ia vokal dan lantang bersuara lalu berteriak atas tubuhnya sendiri. De-ngan dia-log yang ga-gap, gam-but men-coba men-jadi di-ri-nya sen-diri dan bersu-ara a-tas apa yang ia ras-sakan.

Uniknya lagi, jauh sebelum Tuan Presiden berteriak Antek-antek Aseng, Teater Potlot sudah meneriakkan kata asing melalui tokoh aku pada naskah garapan Almarhum Coni Sema ini. Sebuah anomali yang tidak diketahui dari mana asal dan apa tujuannya, secara misterius datang dan mengubah rawa gambut menjadi bentuk baru. Mendorong tokoh aku, yang di sini adalah gambut, berteriak “asing” sebab mereka tidak pernah tahu apa yang sedang berada di hadapannya itu. Meskipun sebagai penonton, kita semua paham betul bahwa itu adalah manusia.

Pada hari itu, Sabtu, 05 Oktober 2026, kami semua jelas terdampak akan adanya kabut asap yang disebabkan oleh karhutla. Meskipun begitu, agenda nonton bareng Rawa Gambut ini tidak urung di pertengahan jalan. Di tengah maraknya kasus ISPA yang melonjak, Opus Sastra merespon hal tersebut dengan mencoba menilik arsip-arsip kebudayaan yang sudah sejak lama dipentaskan lalu mendiskusikannya sebagai bentuk dorongan kesadaran sebagai manusia.

Selama menonton, saya menyadari bahwa kerja-kerja pemegang kekuasaan masih saja bergumul pada tragedi yang sama dan terulang setiap tahunnya: kebakaran hutan dan lahan. Olehnya, pandangan kita terus-menerus dipaksa untuk hanya mampu melihat tidak lebih dua meter; cuping hidung direduksi untuk bernapas layaknya puasa Senin-kamis; juga ruang-ruang akademik menjemput hari libur, meskipun dapur tetap mengepul dan ompreng masih berbunyi.

Saya sejenak berpikir, apakah kasus kebakaran hutan dan lahan ini memang tiada satu solusinya. Sebab, saban tahun pemerintah bahkan masyarakat selalu kalang kabut menanganinya. Atau sekadar bukti bahwa kita masih terlalu gagap dalam mengerti dan membicarakan gambut yang notabene adalah pembentuk sela-sela kehidupan kita selama ini.

Menjawab pertanyaan tersebut, dalam sesi diskusi, Yudi Semai mengatakan bahwa solusi penanganan kasus semacam ini adalah dengan membasahi gambut itu sendiri.

“Jangan jadikan gerakan pelestarian gambut ini sebagai proyek pembuatan kanal, embel-embel restorasi gambut, atau apapun itu yang sifatnya hanya seremonial belaka. Sebab sampai sekarang apa yang mereka katakan itu tidak pernah benar dilakukan. Tugas kita adalah terus menjaga gambut itu tetap basah dan jangan sekali-kali mencoba membakarnya,” ujar Yudi Semai yang saat ini menjadi pimpinan Teater Potlot itu.

Diskusi

Menilik lebih dalam kalimat yang Yudi Semai sampaikan, dapat kita ketahui bahwa gambut memiliki peran sosio-ekonomi yang signifikan terhadap kehidupan manusia. Mulai dari penjagaan hutan hujan tropis, perawatan rawa, pemanfaatan lahan basah, dan lain sebagainya akan dapat terus manusia rasakan dalam upaya melestarikan rawa gambut.

Karena jika kita tidak lagi memiliki lahan gambut, bumi akan kehilangan fungsi penyedot karbon terbaiknya. Dan jika karbon tidak lagi diserap dengan baik, jelas keseimbangan hidup akan merosot dan lekas menuju kepunahan massal.

Rawa Gambut dipungkasi dengan adegan di mana tokoh yang merupakan bentuk metafora gambut sedang menyiramkan air pada tubuhnya sendiri. Sama seperti narasi yang mereka gaungkan, yakni “Lahan gambut, rawa lebak adalah aku. Juga dirimu!” mendorong kita untuk menjaga gambut mulai dari diri sendiri.[T]

Palembang, 06 September 2026.

Tags: PalembangTeaterTeater Potlot
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

Next Post

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Adwan SA

Adwan SA

Seorang mahasiswa yang sedang menekuni dunia kepenulisan. Berasal dari daerah bernama Jalur di Kabupaten Banyuasin. Anggota aktif Komunitas Opus Sastra di Kota Palembang. Bercita-cita menjadi petani yang mencangkul dengan buku dan menanam benih-benih pengetahuan. Instagram: adwan.sa__

Related Posts

SARASWATI DI INDIA

by Sugi Lanus
November 6, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

Read moreDetails

Karman dan Wajah di Balik Gorden

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

Read moreDetails

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

Read moreDetails

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

Read moreDetails

LONTAR USADA KERALA

by Sugi Lanus
November 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 1 Nov 2026 * Kerala (sebuah negara bagian di India Selatan) memiliki kesamaan kultural yang...

Read moreDetails

Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

by Hartanto
November 4, 2026
0
Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

SILATURAHMI, sembari menghitung almanak yang tanggal demi tanggalnya bergerak seirama dengan perputaran jarum jam dan garis edar matahari, kami—saya, dr....

Read moreDetails

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
0
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

Read moreDetails

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co