26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
in Panggung
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

Pagelaran Tanah Lot Art & Food Festival | Foto: Istimewa

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang bakal digelar selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, ini tidak sekadar menawarkan hiburan bagi wisatawan, tetapi juga menghadirkan kembali kekayaan budaya masyarakat Tabanan melalui pertunjukan seni, parade gebogan, kuliner tradisional, serta produk kerajinan lokal.

Tanah Lot Art & Food Festival dalam pelaksanaan ke-7 ini mengusung tema “Samudrasakti Raksanam Jagat Samyana”. Festival tahun ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kekuatan tradisi dengan dinamika pariwisata. Dalam pelaksanaan 2026 ini, berbagai sajian dihadirkan, dan Parade Gebogan menjadi salah satu daya tarik utama yang berlangsung setiap hari.

Jro Bendesa Adat Beraban, I Ketut Sujana, dalam konferensi pers di Natya Hotel Tanah Lot, Senin, 24 Agustus 2026, mengatakan pelaksanaan parade gebogan tahun ini memiliki konsep berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya melibatkan desa-desa se-Kecamatan Kediri, kali ini parade secara khusus melibatkan masyarakat Desa Adat Beraban. “Sebanyak 15 banjar adat di Desa Beraban yang akan terlibat,” katanya.

Setiap hari, ada lima banjar yang akan bergantian menampilkan parade dengan melibatkan masing-masing 20 peserta pilihan dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Beraban. Para peserta mengenakan busana seragam yang manis dan membawa gebogan dengan bentuk yang telah ditentukan.

Gebogan disusun bertingkat tiga dengan ukuran tinggi yang sama. Buah dan jajan yang menghiasinya menggunakan nuansa tridatu, yakni merah, putih, dan hitam. Keseragaman tersebut bukan semata untuk menciptakan tampilan visual yang menarik, tetapi juga memberikan identitas khas dalam parade budaya masyarakat Beraban. “Bentuk gebogan itu sama, termasuk sampiannya juga sama,” ucap Jro Bendesa Sujana.

Barisan perempuan pembawa gebogan tersebut akan berjalan diiringi gamelan beleganjur. Gerak langkah, bunyi gamelan, serta susunan gebogan menciptakan sebuah pertunjukan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tradisi Bali tetap hidup melalui keterlibatan masyarakat.

Konferensi pers Tanah Lot Art & Food Festival ke-7 di Natya Hotel Tanah Lot, Senin, 24 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Keterlibatan masyarakat tersebut sejalan dengan arah festival yang tetap menempatkan budaya lokal sebagai bagian penting dari keseluruhan acara. Ketua Panitia Tanah Lot Festival ke-7, Manik Tenaya, mengatakan konsep tahun ini tetap berpijak pada seni budaya dan kuliner khas Tabanan, meski terdapat sejumlah perubahan dalam desain dan rangkaian acaranya. Paling menarik, festival ini juga menjadi ruang bagi seni lokal untuk tampil lebih dekat dengan wisatawan. “Tanah Lot Festival akan tetap menjadi festival yang paling ditunggu. Penuh hiburan, kuliner, dan menata desain photoshoot untuk media sosial dengan konsep all in one,” ujarnya.

Manik Tenaya menambahkan, semangat I Love Local menjadi salah satu dasar dalam penyusunan program pertunjukan. Seniman-seniman lokal Bali mendapatkan ruang untuk memperkenalkan karya mereka kepada wisatawan dan masyarakat.

Pertunjukan dibagi menjadi dua segmen. Sunset in Paradise berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 18.30 WITA dan menyasar wisatawan yang datang ke Tanah Lot hingga menikmati panorama matahari terbenam. Setelah itu, mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WITA, panggung beralih pada pertunjukan musik dan bebonderesan yang lebih ditujukan bagi masyarakat umum. Namun, kekuatan festival tidak berhenti pada seni pertunjukan. Kuliner menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan kembali cita rasa lokal Tabanan.

Puluhan stan kuliner menghadirkan makanan yang bersumber dari kearifan lokal, berdampingan dengan produk-produk kerajinan masyarakat. Salah satu program yang menarik adalah Ikon Kuliner, yang menggantikan konsep Klinik Kuliner pada pelaksanaan sebelumnya.

Program ini dibuat lebih sederhana dengan mengangkat kuliner tradisional Tabanan yang mulai jarang ditemui. Wisatawan tidak hanya dapat mencicipinya, tetapi juga menyaksikan proses pembuatannya melalui sesi tutorial. Hasil masakan kemudian dibagikan secara gratis kepada wisatawan dan masyarakat.

Tanah Lot, Tabanan, Bali | Foto: Istimewa

Pilihan untuk mengangkat makanan yang mulai jarang ditemui membuat kuliner tidak sekadar menjadi pelengkap festival. Di dalamnya terdapat pengetahuan tentang bahan, cara mengolah, resep, dan cita rasa yang tumbuh dari kehidupan masyarakat Tabanan.

Beragam kuliner otentik yang dapat ditemukan antara lain Jukut Gonda, Lindung Metunu Sambal Bejek, Kakul Suna Cekuh, Pesan Testes, Kuah Kakul, Rujak Bir, Jaje Uli Tape, Rujak Tibah (mengkudu), dan Loloh Cem Cem.

Setelah sajian kuliner dan berbagai pertunjukan berlangsung sejak siang, kemeriahan berlanjut hingga malam melalui Evening Market di sekitar Panggung Utama. Area ini menghadirkan beragam pilihan, mulai dari kuliner urban, produk fashion, stan sponsor, hingga area bermain anak. “Konsep tersebut merupakan pengembangan dari uji coba pada festival tahun sebelumnya yang mendapat respons positif dan mampu mendatangkan banyak pengunjung, terutama pada hari terakhir,” ucap Manik.

Manager Operasional Daya Tarik Wisata Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan festival tahun ini melibatkan 40 stan Industri Kecil Menengah (IKM) dan 26 stan Night Market. Pengelola menargetkan sekitar 10 ribu kunjungan selama festival berlangsung. Di tengah meningkatnya aktivitas wisata, aspek kebersihan juga menjadi perhatian. Sebanyak 129 petugas disiapkan untuk menjaga kebersihan kawasan sejak pukul 07.00 WITA.

Pengelolaan sampah dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga serta DLHK Kabupaten Tabanan, dengan tujuh kontainer disiapkan sebagai tempat penampungan.

Pengelolaan festival yang melibatkan banyak unsur tersebut tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan menjadikan kegiatan budaya sebagai bagian dari penguatan destinasi. Bagi pemerintah daerah, keberlanjutan acara menjadi penting agar promosi tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan.

Pagelaran Tanah Lot Art & Food Festival | Foto: Istimewa

Sekda Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, yang hadir mewakili Bupati Tabanan, menegaskan bahwa festival sebagai ruang promosi perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan. “Festival ini sebagai ajang promosi, maka ini harus dilanjutkan tak mesti harus besar,” ucapnya.

Tanah Lot memang telah lama dikenal hingga mancanegara. Namun, daya tarik sebuah destinasi tidak hanya bertumpu pada panorama alam. Selalu ada alasan bagi wisatawan untuk kembali ketika sebuah tempat mampu menghadirkan pengalaman baru.

Di Tanah Lot, pengalaman tersebut hadir melalui perjumpaan dengan masyarakat, tradisi, seni, dan kuliner. Keindahan alam berpadu dengan keramahan masyarakat serta hidangan yang lahir dari kehidupan agraris Tabanan, termasuk sajian ulam carik, menu yang berkaitan dengan hasil dari persawahan.

Tanah Lot Art & Food Festival 2026 memperlihatkan bahwa tradisi tidak harus ditempatkan sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan masa kini. Gebogan yang diusung perempuan Beraban, gamelan beleganjur yang mengiringi langkah, hingga makanan tradisional yang mulai jarang ditemukan menjadi bagian dari kebudayaan yang terus hidup ketika diberi ruang untuk tampil, dinikmati, dan diwariskan.

Di tengah gemerlap pariwisata Tanah Lot, festival ini memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah destinasi bukan hanya terletak pada apa yang indah untuk dilihat, tetapi juga pada budaya yang masih hidup dan masyarakat yang terus menjaganya.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: GebogantabananTanah LotTanah Lot Art & Food FestivalTanah Lot Art & Food Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

Next Post

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co