13 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
in Panggung
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

Penampilan Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026│Foto: tatkala.co/Dede

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan musiknya. Di hadapan penonton yang sebagian besar menyimak dari jarak dekat, piano, kontrabas, dan drum membangun percakapan yang perlahan berkembang melalui melodi dan improvisasi.

Dodot Trio tampil pada hari penutupan festival, Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 19.40 WITA. Penonton tampak mengikuti permainan ketiga musisi itu dengan saksama. Sebagian penonton mancanegara terlihat mengangguk atau menggeleng mengikuti alur musik. Tepuk tangan sesekali terdengar ketika salah satu pemain menyelesaikan bagian improvisasinya.

Di atas panggung, Dodot Atmojo memainkan piano bersama Helmy Agustrian pada kontrabas dan Wisnu Priambodo pada drum. Mereka membawakan sejumlah karya dari album ‘The Story of White Piano’, album debut Dodot Atmojo yang baru dirilis setelah perjalanan panjangnya sebagai musisi.

Format yang mereka pilih adalah piano trio, salah satu format klasik dalam jazz. Komposisi orisinal bertemu dengan standar jazz, sementara ruang improvisasi memberi kesempatan bagi ketiga pemain untuk saling merespons. Musik tidak dibangun hanya dari permainan piano sebagai pusat, tetapi dari hubungan antara piano, kontrabas, dan drum.

Dodot Atmojo│Foto: tatkala.co/Dede

 

Penampilan Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Dodot, album tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan bermusiknya. Pianis yang bernama lengkap Dodot Soemantri Atmodjo, kelahiran Malang, Jawa Timur, itu telah lebih dari empat dekade berkiprah di skena jazz. Ia pindah ke Bali pada awal dekade 1980-an dan sejak itu pula ia menjalani aktivitas bermusik di berbagai hotel ternama di Bali.

Dalam perjalanan tersebut, Dodot terbiasa memainkan berbagai jenis musik, mulai dari standar jazz, Top 40, hingga lagu-lagu permintaan tamu. Pengalaman panjang sebagai solo pianis kemudian membentuk dirinya sebagai entertainer yang terbiasa membaca suasana dan kebutuhan panggung.

Namun, selama lebih dari empat dekade berkarya, Dodot tidak menyebut dirinya sebagai seniman. Ia memilih istilah ‘pekerja seni’ karena memandang aktivitas bermusik sebagai pekerjaan yang juga memiliki tanggung jawab untuk melayani.

Penampilan Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Keinginan untuk memiliki rekaman karya sendiri justru datang belakangan. Ada dorongan dari orang-orang di lingkar terdekat yang mempertanyakan posisinya sebagai musisi tanpa diskografi. Sebuah kalimat terus terngiang di telinganya: “kalau kamu seorang seniman, kamu harus punya karya”.

Kalimat tersebut mendorong Dodot masuk ke studio rekaman dan mulai mendokumentasikan musiknya. Ia kemudian menggarap ‘The Story of White Piano’ bersama Helmy Agustrian pada kontrabas dan Wisnu Priambodo pada drum. Produksi album dikerjakan bersama Anom Darsana (Co-founder SUVJF) di Antida Music Productions.

Album tersebut memuat enam track, terdiri atas tiga komposisi orisinal dan tiga standar jazz. Secara musikal, Dodot menempatkannya dalam koridor jazz dengan format piano trio. Komposisi-komposisi itu kemudian berkembang melalui improvisasi yang menjadi bagian penting dari permainan mereka.

Dari kiri ke kanan, Dodot Atmojo, Helmy Agustrian, dan Wisnu Priambodo│Foto: tatkala.co/Dede

 

Penampilan di SUVJF menjadi ruang untuk mempertemukan karya tersebut dengan penonton secara langsung. Dodot sendiri bukan nama baru dalam festival ini. Ia hampir setiap tahun terlibat dalam penyelenggaraan SUVJF dan melihat festival tersebut sebagai salah satu ruang penting bagi keberlangsungan musik jazz di Bali.

“Saya hampir setiap tahun terlibat di SUVJF. Harapan saya perhelatan ini agar selalu ada. Karena di sinilah kita bisa menemukan sesuatu yang benar-benar jazz. Jadi saya menghargai teman-teman SUVJF karena telah konsisten sampai saat ini,” ujar Dodot Atmojo.

Menurutnya, keberadaan festival juga berkaitan dengan regenerasi jazz. Ia melihat masih banyak musisi muda yang membutuhkan ruang untuk memainkan musik mereka dan bertemu pendengar.

“Dari sini banyak bermunculan regenerasi jazz. Karena mereka awalnya tidak punya wadah, dan SUVJF bisa menjadi wadah itu,” ungkap Dodot.

Dodot Trio menutup penampilannya di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Dodot, perjalanan bermusiknya belum berhenti pada album perdana. Ia masih ingin terus berkarya bersama rekan-rekannya dan berharap karya tersebut menemukan pendengar.

“Untuk seterusnya, saya akan terus berkarya bersama teman-teman. Dan yang paling penting, semoga ada yang mau mendengarkan dan menikmati karya-karya kami,” tandasnya.

Ia juga turut berpesan kepada para musisi jazz muda agar tetap konsisten menjalani apa yang telah dipilih, karena hasil tidak akan datang secara instan. Menurut Dodot, menjadi pekerja seni juga berarti mampu menikmati proses dan seni yang dijalani, bukan semata-mata mengejar kepentingan komersial.

Malam itu, Dodot Trio menutup penampilannya dengan cara yang sejalan dengan perjalanan Dodot selama puluhan tahun: bermain, mendengarkan, dan memberi ruang bagi musik untuk berinteraksi. Di tengah festival yang mempertemukan banyak warna jazz, penampilan tersebut menjadi bagian dari perjalanan seorang musisi yang baru mendokumentasikan karyanya setelah berpuluh tahun berada di blantika musik. Dan bagi Dodot, perjalanan itu masih berlanjut, dan akan terus berlanjut.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzmusik jazzSthala Ubud Village Jazz FestivalSthala Ubud Village Jazz Festival 2026UbudUVJFUVJF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

Next Post

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
0
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

Read moreDetails

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
0
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal...

Read moreDetails

LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
0
LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ALIRAN Sungai Wos turut mengiringi LaDju ketika memainkan musiknya di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF), Jumat, 7...

Read moreDetails

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

by Nyoman Budarsana
August 11, 2026
0
Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

GERAKANNYA ritmis dan begitu indah. Ekspresinya hidup karena setiap gerakan ditarikan dengan penuh penjiwaan. Musik seolah menyatu dalam gerak, menghadirkan...

Read moreDetails

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
0
Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

Read moreDetails

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails
Next Post
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih
Ulas Musik

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

by Mahesa Putra
August 13, 2026
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’
Panggung

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
Sekali Lagi tentang Dirgahayu
Bahasa

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

by I Made Sudiana
August 13, 2026
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   
Esai

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal
Esai

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”
Opini

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar
Kesehatan

Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar

Saat Pendukung Sebaya Juga Butuh Didukung DI sebuah ruangan sederhana di Kota Denpasar, lima belas orang duduk melingkar. Mereka bukan...

by tatkala
August 12, 2026
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan
Panggung

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital
Esai

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal...

by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

by Chusmeru
August 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co