26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
in Khas
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

Diskusi mengenal dunia editorial bersama Andi Tarigan di Beranda Pustaka, Festival Seni Bali Jani 2026│Foto: Dok. Beranda Pustaka & FSBJ 2026

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21 Juli 2026. Di hadapan para peserta, sebuah layar besar menampilkan wajah Andi Tarigan yang berbicara dari Jakarta melalui sambungan daring. Rencana awal menghadirkannya secara langsung harus berubah menjadi diskusi hibrida karena suatu hal. Kendati demikian, antusiasme peserta tidak surut. Justru ada pengalaman baru yang membuat sesi itu terasa berbeda.

Di sisi panggung, dua juru bahasa isyarat (JBI), Stary Brasnan dan Eka Pudji Astuti, menerjemahkan setiap kalimat yang saya ucapkan dan setiap penjelasan yang disampaikan narasumber. Itu adalah pengalaman pertama saya memandu sebuah diskusi yang didampingi juru bahasa isyarat. Rasanya menyenangkan menyaksikan bagaimana percakapan tentang buku dan dunia editorial dapat diakses lebih luas, termasuk oleh kawan-kawan Tuli—membuat diskusi hari itu menjadi ruang yang lebih inklusif. 

Sesi yang diselenggarakan Beranda Pustaka dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026 itu mengangkat tema “Mengenal Dunia Editorial: Dari Naskah Menjadi Buku”. Topik yang terdengar ringan, tetapi sesungguhnya menyimpan banyak pertanyaan yang acap muncul di kalangan penulis: mengapa sebuah naskah diterima penerbit, sementara naskah lain ditolak? Apa sebenarnya yang dilakukan editor? Sejauh mana editor ikut menentukan lahirnya sebuah buku?

Dari kiri ke kanan, Stary Brasnan, Eka Pudji Astuti, Dede Putra Wiguna (saya)│Foto: Dok. Beranda Pustaka & FSBJ 2026

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang dijawab satu per satu oleh Andi Tarigan, Kepala Redaksi Gramedia Pustaka Utama (GPU), yang telah lebih dari satu dekade berkecimpung di dunia penerbitan. Selama kariernya, ia menangani berbagai naskah, mulai dari filsafat, sejarah, politik, biografi, hingga bisnis. Pengalamannya memperlihatkan bahwa perjalanan sebuah buku ternyata jauh lebih panjang daripada sekadar selesai ditulis. 

Andi membuka paparannya dengan membongkar gambaran yang selama ini kerap luput dari perhatian penulis. Banyak orang mengira buku lahir setelah naskah selesai ditulis. Padahal, penulisan justru baru merupakan titik awal.

“Satu naskah biasanya menempuh lima tahap utama, mulai dari akuisisi, penyuntingan, produksi, cetak dan distribusi, hingga pemasaran. Proses itu bisa memakan waktu enam sampai dua belas bulan,” jelasnya.

Tahapan tersebut menunjukkan bahwa sebuah buku merupakan hasil kerja panjang banyak orang, bukan hanya penulisnya. 

Lantas, apa sebenarnya dicari editor ketika membaca sebuah naskah?

Andi mengatakan, editor tidak langsung terpikat oleh tebal-tipisnya naskah ataupun nama besar penulis. Ada enam pertanyaan mendasar yang selalu mereka ajukan sejak halaman pertama.

“Apakah premisnya kuat? Apakah penulis memiliki suara yang khas? Siapa target pembacanya? Apakah strukturnya rapi? Apa orisinalitasnya? Dan, apakah naskah ini punya potensi pasar?” paparnya.

Enam pertanyaan itu menjadi gerbang awal sebelum editor memutuskan apakah sebuah naskah layak diteruskan ke tahap berikutnya.

Stary Brasnan dan Eka Pudji Astuti (Juru Bahasa Isyarat) saat membersamai diskusi│Foto: Dok. Beranda Pustaka & FSBJ 2026

Bagian tentang premis menjadi salah satu pembahasan menarik. Andi menilai masih banyak penulis yang menyamakan premis dengan tema, padahal keduanya berbeda.

“Premis bukan sekadar tema. Premis adalah inti cerita atau argumen yang bisa diringkas dalam satu atau dua kalimat, tetapi langsung membuat orang ingin tahu lebih jauh.”

Menurutnya, premis yang baik harus menghadirkan ketegangan, memiliki arah yang jelas, serta menawarkan sudut pandang yang berbeda. Namun, ia mengingatkan bahwa premis yang kuat saja belum cukup.

“Premis yang kuat perlu dieksekusi dengan tuntas dan meyakinkan,” tegas Andi.

Pembahasan kemudian bergeser pada persoalan yang acap disalahpahami penulis, yakni orisinalitas. Selama ini banyak orang menganggap sebuah karya baru harus menghadirkan ide yang belum pernah ada sebelumnya. Andi justru melihatnya dari sudut yang berbeda.

“Orisinalitas bukan berarti menemukan ide yang sama sekali baru. Yang dicari editor adalah sudut pandang baru terhadap tema yang sudah jamak.”

Ia kemudian mengajak peserta membayangkan rak toko buku yang dipenuhi judul-judul serupa. “Kalau naskah ini ditaruh di sebelah lima buku sejenis, apa yang membuatnya berbeda?” tanyanya.

Pertanyaan itu menjadi ukuran apakah sebuah naskah memiliki identitas yang cukup kuat untuk bersaing dengan karya lain. Orisinalitas, menurutnya, lahir dari cara penulis memandang persoalan, menggabungkan berbagai unsur, serta menghadirkan gaya bertutur yang khas. 

Setelah membahas bagaimana editor menilai sebuah naskah, Andi mengajak peserta melihat apa yang sebenarnya dikerjakan editor. Selama ini, profesi editor sering dipersempit hanya sebagai orang yang memperbaiki salah ketik.

“Penyuntingan bukan hanya memperbaiki salah ketik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyuntingan berlangsung dalam tiga lapis. Penyuntingan substansi membedah struktur besar naskah, memastikan alur cerita maupun argumen tersusun logis dan tidak saling mengulang. Setelah itu dilakukan copyediting untuk memperbaiki kalimat, diksi, ejaan, serta konsistensi istilah sesuai gaya selingkung penerbit. Tahap terakhir adalah proofreading, yakni pemeriksaan detail sebelum naskah naik cetak agar tidak ada lagi kesalahan teknis yang tersisa.

Dari kiri ke kanan, Dede Putra Wiguna (saya), Wulan Dewi Saraswati (panitia, pegiat seni pertunjukan), Andi Tarigan (narasumber)│Foto: Dok. Beranda Pustaka & FSBJ 2026

Agar penjelasannya lebih konkret, Andi memberikan sejumlah contoh. Sebuah tema yang sama bisa terasa segar ketika ditulis dari sudut pandang yang tidak biasa. Kisah pekerja migran, misalnya, dapat menjadi lebih menyentuh ketika diceritakan melalui mata anak yang ditinggalkan di kampung halaman. Begitu pula buku sejarah atau politik akan terasa lebih hidup ketika menghadirkan tokoh-tokoh yang selama ini berada di balik layar, bukan hanya tokoh besar yang sudah sering dibahas. Bagi editor, pengalaman yang autentik dan kedekatan penulis dengan tema menjadi kekuatan yang sukar ditiru. 

Salah satu bagian yang memancing pertanyaan peserta adalah alasan sebuah naskah ditolak penerbit. Andi menjawabnya dengan lugas.

Menurutnya, naskah sering kali gagal karena premisnya terlalu umum, belum melalui swasunting, target pembacanya tidak jelas, atau bab-bab awal belum cukup kuat untuk membuat editor terus membaca. Tidak sedikit pula penulis yang mengabaikan pentingnya sinopsis, surat pengantar, maupun riset terhadap buku-buku pembanding yang telah beredar di pasaran. 

Menjelang akhir sesi, Andi memberikan bekal praktis bagi siapa pun yang ingin menerbitkan buku.

“Pastikan naskah sudah selesai, riset penerbit yang sesuai, susun sinopsis yang tajam, poles bab-bab awal, ikuti pedoman pengiriman, lalu bersabar. Terus menulis dan jangan berhenti pada satu naskah.”

Pesan itu merangkum keseluruhan proses yang telah dipaparkannya sepanjang diskusi. Menerbitkan buku bukan perkara keberuntungan, melainkan perjalanan yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kemauan untuk terus memperbaiki karya. 

Ketika diskusi usai, saya memandang kembali layar yang perlahan dipadamkan. Diskusi sore itu tidak hanya memperkenalkan dunia editorial, tetapi juga mengubah cara pandang saya terhadap sebuah buku. Selama ini perhatian pembaca sering berhenti pada nama penulis yang tercetak di sampul. Padahal, di balik setiap buku yang baik, ada editor yang membaca lebih teliti, mempertanyakan lebih kritis, dan membantu penulis menemukan bentuk terbaik dari gagasannya.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: Andi TariganFestival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

Next Post

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails
Next Post
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co