27 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NGANDANG NGANJUH: ‘Unconscious Incompetence’ dalam Masyarakat Bali —Renungan Malam Kuningan

Sugi Lanus by Sugi Lanus
June 27, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh.

Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksakan diri maju (nganjuh).

Dalam konteks perilaku, istilah Ngandang Nganjuh disematkan kepada seseorang yang sebenarnya tidak memahami suatu perkara atau tidak memiliki keahlian, namun dengan sangat percaya diri mendesak masuk, memotong pembicaraan, mendebat asal mendebat, atau merasa paling tahu dalam sebuah forum. Di dunia medsos prilaku ini dicirikan dengan seringnya merekam diri mengomentari dan mendebat semua hal yang sebenarnya tidak ia pahami, tapi merasa diri ahli yang wajib didengar oleh masyarakat luas. Padahal, masyarakat yang memantau seperti sepakat jika omongan Si Ngandang Nganjuh ini isi hanya bualan dan semburan sampah yang muncuat dari kebingungannya sendiri.

Dunning-Kruger Effect — Fase Bodoh tapi Percaya Diri Penuh

Jika ditarik ke dalam ranah psikologi perkembangan kognitif modern, Ngandang Nganjuh adalah pengejawantahan sempurna dari fase Unconscious Incompetence (Ketidakmampuan yang Tidak Disadari).

Ini adalah fase di mana seseorang tidak hanya kekurangan informasi atau membawa informasi yang keliru, tetapi mereka juga sepenuhnya buta terhadap ketidaktahuan mereka sendiri. Celakanya, kebutaan kognitif ini sering kali memicu tingkat rasa percaya diri yang melambung tinggi—sebuah fenomena yang dalam dunia sains populer dikenal sebagai Dunning-Kruger Effect.

Akar Universal dan Manifestasi Lokal

Unconscious Incompetence bukanlah cacat kultural masyarakat Bali saja; ini adalah cacat bawaan dalam struktur kognitif seluruh umat manusia.

Namun, manifestasinya selalu mengambil bentuk sesuai dengan panggung budaya tempat manusia itu berpijak. Dalam masyarakat Bali yang kental dengan budaya komunal (krama), ruang-ruang diskusi seperti paruman (rapat desa), balai banjar, hingga ‘door-stop’ pejabat, kolom komentar media sosial lokal, menjadi arena di mana fenomena ‘Ngandang Nganjuh’ ini kerap makin kentara meluas di Bali.

Ketika sebuah isu sensitif mencuat—mulai dari tata ruang pariwisata, ritual keagamaan, hingga regulasi ekonomi kreatif—sering kali suara yang paling lantang bukan datang dari para ahli yang merunduk dalam kontemplasi, melainkan dari individu yang berada di puncak “Gunung Kebodohan” (Peak of Mount Stupid). Si Ngandang Nganjuh berbicara tanpa landasan data, mereduksi kompleksitas masalah, dan dengan keras kepala ‘nganjuh’ (memaksakan) argumennya yang ‘ngandang‘ (melintang/tidak nyambung).

Kenapa Makin Meluas di Bali?

Secara psikologis, ada dua faktor utama yang menyuburkan perilaku Ngandang Nganjuh di era modern:

  1. Media sosial memberikan akses instan terhadap cuplikan informasi. Seseorang yang membaca satu utas di X (Twitter), mendengar cuplikan berita FB, atau menonton video singkat di TikTok selama 30 detik merasa telah menguasai satu disiplin ilmu utuh. Mereka tidak tahu betapa dalamnya jurang keilmuan tersebut, sehingga mereka melompat langsung untuk berargumen.
  2. Kesadaran Da Ngaden Awak Bisa — Jangan Mengaku Diri Paham — sepertinya telah sirna di Bali. Sosmed memberikan panggung bahkan kepada si paling tidak paham untuk mengungkapkan pendapatnya. Ini memberikan peluang pada orang tidak berkompeten ingin terlihat dan merasa “harus” terlihat tahu segalanya. Mengakui kalimat “Tiang nenten uning” (Saya tidak tahu) kini dianggap menjatuhkan wibawa diri, sehingga opsi yang ditempuh adalah ‘nganjuh’ alias memaksakan diri kelihatan gagah dan kompeten — padahal hanya bermain drama di ruang medsos.

Mulat Sarira & Melajahang Dewek

Istilah ‘Ngandang Nganjuh’ lahir sebagai kritik sosial dan self critic dalam budaya Bali. Kebudayaan Bali sendiri sebenarnya telah menyediakan penawar internal yang sangat kuat untuk mengobati Unconscious Incompetence ini. Filosofi itu adalah Mulat Sarira (introspeksi diri secara mendalam).

Ketika seseorang mempraktikkan ‘Mulat Sarira’, ia dituntun naik dari fase Unconscious Incompetence menuju Conscious Incompetence —sebuah fase krusial di mana manusia dengan berani dan jujur berkata: “Saya sadar bahwa saya belum tahu banyak hal.”

Dalam tradisi intelektual Bali tradisional, proses belajar dinamakan sebagai usaha untuk Melajahang Dewek (membuka diri untuk pembelajaran diri). Seseorang yang benar-benar belajar akan menyadari bahwa realitas itu berlapis-lapis. Kesadaran inilah yang melahirkan timbang rasa secara kognitif: menghargai perspektif orang lain karena tahu dan sadar akan keterbatasan diri sendiri.

Eling ring Dewek

Ungkapan ‘Ngandang Nganjuh’ adalah tamparan yang tajam bagi orang Bali yang merasa diri paham, padahal “beginner” dan sedang menyebarkan informasi dan opini sesat. Ungkapan ‘Ngandang-Nganjuh’ mendeskripsikan betapa memprihatinkan jika seseorang mengedepankan diri sendiri dengan jalan melintang menghalang jalan orang lain demi memuaskan ego ketidaktahuannya.

Menghadapi era informasi yang kian bising, tantangan terbesar masyarakat modern—termasuk masyarakat Bali—bukan lagi memerangi buta aksara, melainkan memerangi ilusi pengetahuan.

Orang yang sudah mulai sadar diri akan segera menyudahi dorongan untuk bersikap ‘ngandang-nganjuh’ dalam hal-hal yang tidak kita kuasai. Sebaliknya, mari kita kembali duduk di balai-balai banjar pemikiran kita, melakukan Mulat Sarira, dan dengan lapang dada membuka ruang bagi diri kita masing-masing untuk tidak terjebak ‘Ngandang-Nganjuh’, dan berlapang dada membelajarkan diri sebelum berkomentar baik di ranah keluarga ataupun di ranah sosmed atau ranah lainnya.

Semoga renungan malam Kuningan bukan merefleksikan diri penulisnya ‘Ngandang-Nganjuh’: Selamat Hari Raya Kuningan. Waras Seger Oger. Rahayu. [T]

Tags: balifilosofi bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tergopoh-gopoh di Hari Kuningan

Next Post

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
0
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

Read moreDetails

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

by Chusmeru
August 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

Read moreDetails

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

by Dharma Yuda
August 26, 2026
0
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

Read moreDetails

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

Read moreDetails

Ibu Memasak di Kota

by Angga Wijaya
August 25, 2026
0
Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

Read moreDetails

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

by Sugi Lanus
August 25, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

Read moreDetails

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails
Next Post
Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede
Esai

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

by Dharma Yuda
August 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co