27 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 26, 2026
in Panggung
Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di PKB 2026

Rasa penasaran tampak jelas dari raut wajah ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026. Mereka larut dalam Rekasadana Tari Legong yang dipersembahkan Komunitas Seni Ni Pollok pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII. Legong memang ditunggu-tunggu semua penonton yang hadir.

Itu wajar, karena pergelaran ini menghadirkan rekonstruksi Tari Legong Keraton Lasem gaya klasik Kelandis yang pernah dibawakan maestro legong Ni Pollok pada 1928, berdasarkan warisan gerak yang diwariskan langsung oleh gurunya dan disesuaikan dengan karakter tubuh serta kecantikannya.

Sejak tabuh pembuka dimainkan, ribuan pasang mata terpaku ke panggung. Kalangan Angsoka telah dipenuhi penonton jauh sebelum pertunjukan dimulai. Seniman, budayawan, akademisi hingga wisatawan rela bertahan di tempat duduk demi menyaksikan kebangkitan salah satu warisan seni Bali yang telah lama terpendam. Tak sedikit penonton yang ikut menari, walau itu hanya menggeraka kepala atau jemarinya.

“Melalui pementasan ini, Komunitas Ni Pollok berhasil menghidupkan kembali Legong Keraton Lasem gaya klasik Kelandis dengan tetap mempertahankan keaslian pakem, kekuatan energi tari, serta penafsiran kisah Raden Panji yang presisi,” kata Koordinator Komunitas Ni Pollok, Kadek Sandra Widari.

Komunitas seni yang berbasis di Banjar Kelandis, Desa Sumerta Kauh, Denpasar Timur, itu menyajikan pertunjukan yang sarat nilai filosofis dan spiritual, selaras dengan tema PKB tahun ini, “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha.” Pementasan tersebut menggambarkan perjalanan spiritual manusia menuju penyucian jiwa, melepaskan diri dari belenggu kegelapan hingga mencapai kesadaran suci yang paripurna.

Pertunjukan dibuka dengan Gending Jagul Bebarongan gaya Pagan yang merepresentasikan pergolakan batin manusia melalui gerak yang tegas, ritmis, dan penuh energi. Ketegangan yang tercipta menjadi simbol pertarungan antara dharma dan adharma sebagai bagian dari proses penyadaran diri.

Nuansa spiritual semakin kuat saat Tari Barong Ket ditampilkan sebagai simbol dharma sekaligus pelindung keseimbangan alam semesta. Pertemuan Barong dengan unsur-unsur negatif tidak dimaknai sekadar pertarungan antara baik dan buruk, melainkan refleksi perjalanan manusia dalam menemukan harmoni batin hingga mencapai kondisi siddha parisudha, yaitu kesadaran suci yang terbebas dari kekotoran pikiran dan keterikatan duniawi.

Selanjutnya, penonton disuguhkan Tabuh Petegak Palegongan Janger Omang-Omang yang menghadirkan dinamika kehidupan manusia di dunia sekala. Irama gamelan yang ritmis menggambarkan perjalanan manusia menghadapi godaan, kegelisahan, sekaligus harapan dalam menjalani kehidupan.

Puncak pertunjukan ditandai dengan pementasan Tari Legong Keraton Lasem yang mengisahkan perjalanan cinta Diah Rangkesari dan Raden Panji Inu Kertapati. Kisah tersebut juga menghadirkan Prabu Lasem yang jatuh hati kepada Diah Rangkesari. Namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena sang putri telah bertunangan dengan Panji Inu Kertapati. Penolakan itu memicu peperangan yang berujung pada kehancuran Prabu Lasem akibat kesombongan dan ketidakmampuannya membaca pertanda alam.

Kadek Sandra Widari mengatakan, dirinya menerima materi legong langsung dari pelatihan intensif bersama Ni Pollok semasa hidupnya. Sebagai menantu dari cucu Ni Pollok yang juga seorang lulusan seni, ia mampu menyerap seluruh teknik gerak halus hingga ekspresi dinamis sang maestro, yang kemudian diperkuat dengan dokumentasi video arsip masa lalu.

“Melalui harmoni gerak dan tabuh bergaya 1930-an, pementasan ini tidak sekadar menjadi tontonan estetis, melainkan sebuah tuntunan spiritual yang menyelaraskan batin manusia dengan nilai-nilai luhur Atma Kerthi,” ucap Kadek Sandra Widari.

Penata tari pementasan, Ida Ayu Gede Sastrani Widiastuti mengungkapkan, berdasarkan riset yang dilakukannya, kemunculan sosok Rangda tersebut secara struktural menggambarkan puncak kekuatan magis dan kemarahan Raden Inukertapati. “Tokoh Rangda ini menggambarkan kekuatan Raden Inukertapati yang diwujudkan dalam bentuk Rangda. Hal itu terlihat pula dari ucap-ucapannya ketika memaki,” jelas Ida Ayu Gede Sastrani Widiastuti.

Nilai mistis dan kehadiran topeng sakral inilah yang dinilai Kurator memberikan determinasi taksu yang kuat pada pementasan tersebut. Selain aspek struktural, keunikan pementasan ini terletak pada teknik gerak (abah) yang sangat spesifik milik mendiang Ni Pollok. Karakter tarian Ni Pollok dikenal memiliki energi yang meluap (over power) tanpa mengorbankan kelenturan.

Karakteristik ini meliputi gerakan badan, bahu yang lentur, serta kaki yang bergerak lincah dan sedikit diangkat (ngumbang) namun tetap kukuh pada pakem legong. “Ketajaman ekspresi mata (sledet) yang khas—tajam, namun tidak sampai mendelik—serta teknik gerak bergeser cepat (nyregseg) dan nguntang laras yang bergetar hingga ke bagian bancangan menjadi identitas utama yang berhasil dihidupkan kembali,” paparnya.

Maestro seni sekaligus Kurator Pesta Kesenian Bali, Prof. Dr. I Made Bandem mengatakan, pementasan ini merupakan sebuah capaian monumental dalam mengembalikan estetika lawas tanpa kehilangan kesakralannya. Komunitas Ni Pollok berhasil merekonstruksi, dan menghidupkan kembali legong klasik dari Kelandis yang ditarikan oleh Ni Pollok pada waktu itu.

“Komunitas ini merekonstruksi dan merevitalisasi Legong Klasik Lasem dengan cerita yang sangat tepat. Sekali lagi saya ucapkan selamat, baik kepada penari maupun penabuhnya. Gayanya sudah kembali pada gaya 1930-an,” ujar Prof. Bandem.

Kekhasan utama yang menjadi diferensiasi Legong Lasem Kelandis ini terletak pada struktur akhir pementasan. Berbeda dengan pakem Legong Lasem pada umumnya yang menampilkan tokoh burung Garuda (kedis goak) atau struktur gedong, versi Kelandis memunculkan sosok Rangda di akhir cerita. Kehadiran Rangda ini sempat memicu teka-teki akademis, namun berdasarkan penelitian mendalam, sosok tersebut merupakan manifestasi teologis dan psikologis yang spesifik.

Sementara itu, maestro seni tari Bali, Prof. Dr. I Wayan Dibia, mengaku terkesan dengan sajian yang ditampilkan. Budayawan asal Gianyar ini menilai pertunjukan tersebut menunjukkan kekhasan yang membedakannya dari kelompok seni lainnya. “Yang saya sukai adalah tabuh bernuansa janger yang menjadi ciri khas sekaa ini. Kehadiran variasi-variasi seperti ini membuktikan bahwa PKB tidak monoton. Justru di dalam kontennya terdapat kreativitas dan kekhasan yang sangat menarik untuk dinikmati,” sebutnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Banjar Kelandislegonglegong klasikNi PollokPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

Read moreDetails

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
0
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

Read moreDetails

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
0
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

Read moreDetails

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

Read moreDetails

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

Read moreDetails

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
0
Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Ini pergelaran tari Bali biasa, tetapi orang-orang yang hadir justru membludak. Maklum, pentas seni itu dibawakan oleh anak-anak dari Sekolah...

Read moreDetails

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
0
Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

GEMERLAP cahaya panggung di Gedung Ksirarnawa mempertegas para penari tampil dengan karakter dan busana yang berbeda. Beragam busana itu tentu...

Read moreDetails

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

by Nyoman Budarsana
June 19, 2026
0
Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan...

Read moreDetails

Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

by Nyoman Budarsana
June 18, 2026
0
Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang...

Read moreDetails

Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
0
Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026:  Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Rasa penasaran tampak jelas dari raut wajah ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026....

by Nyoman Budarsana
June 26, 2026
Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’
Esai

Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’

"Di mata Sang Guru, tidak ada dosa yang tidak dapat ditebus, tidak ada jiwa yang berada di luar pelukan kasih-Nya."...

by Agung Sudarsa
June 26, 2026
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro
Cerpen

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu
Puisi

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali
Kritik Seni

Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

“Tradisi tidak mati karena berubah; ia mati ketika berhenti dipikirkan.” PELESTARIAN seni tradisional di Bali tidak dapat berhenti pada estetika...

by Wayan Gde Yudane
June 26, 2026
Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali
Esai

Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) memerlukan media massa untuk publikasi dan dokumentasi, sedangkan media massa memerlukan PKB untuk menunjukkan tanggung jawab...

by I Nyoman Darma Putra
June 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Negeri Pesugihan

SIDANG pembaca yang budiman, coba anda buka Netflix atau platform streaming apa pun yang sedang populer. Tidak perlu menggulir lama-lama,...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 26, 2026
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?
Khas

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co