Pelancong Gersang
Aku berhenti memikirkanmu.
Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;
berlarian masuk rumah.
Aku berhenti memikirkanmu.
Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,
memanen percakapan tentang dolar dan minyak.
Sesuatu rupa membuat aku berhenti memikirkanmu.
Tumpahan cat dan bekas kuas yang sering tergeletak
di meja kerjamu, menjadi oase tempat segala
pelancong gersang meminum airnya.
Tempat segala peristiwa yang ditangkap detik jam,
oase itu terbentuk dari cekung matamu yang
setiap malam memakamkan rasa lapar.
Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Tidak ada yang menghitung berat badanmu.
Sejak makan bergizi gratis; tubuh-tubuh perempuan
ke samping dan lebar; gemoi.
Tubuh laki-laki nyaris sepikul; gemoi.
Timbangan digital merekap angka-angka yang keluar
dari tubuhmu. Naasnya, timbangan digital itu konslet
kelebihan beban anggaran:
Kepala badan gizi copot
Keracunan massal
Orkestra dapur
Dan timah-timah melintas
Catatan Proyek Konslet
Ajari aku cara membaca; bagaimana membuka dapur?
Nasib yang tergeletak di kios-kios kantin, roti dan susu.
Makanan saset, salak, pisang, ayam goreng, dan telur rebus.
Ajari aku cara membaca; bagaimana memberi makan ternak?
Di hadapan ompreng; 19 juta lapangan pekerjaan meledak;
jadi TNI, jadi polisi, jadi pegawai gizi, jadi pegawai koperasi desa, jadi komcad.
Ajari aku cara membaca; ini proyek punya siapa?
Menghafal Waktu dan Geografis
Sisa bom atom di rumahmu Magrib.
Subuh Hormuz terlentang merebah.
Anak-anak waktu Zuhur melafal kata-kata,
memantrai laut merah dan asksara paku.
Ashar penuh asap di laut giok mencari mutiara.
Gema Isya metronome malam menjelang bpm;
yang jadi stroke di akhir bulan.
Penulis: Mahesa Putra
Editor: Adnyana Ole






























