SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk jenjang S1, S2, S3, profesi, dan vokasi. Jumlah itu bertambah dari kuota tahun-tahun sebelumnya.
Penambahan daya tampung dilakukan secara bertahap dan telah disesuaikan dengan evaluasi kementerian, termasuk mempertimbangkan ketersediaan ruang belajar dan jumlah tenaga pendidik. Penambahan daya tampung mahasiswa baru bukan semata-mata berorientasi pada keuntungan institusi, melainkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Begitulah hal yang disampaikan jajaran pimpinan Undiksha dalam kegiatan temu media, Senin, 8 Juni 2026, terkait penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026.
Rektor Undiksha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. menegaskan perguruan tinggi tidak memandang kampus lain sebagai kompetitor, melainkan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Undiksha tetap berkomitmen menjadi ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat dengan tetap menjaga mutu akademik dan pelayanan kampus.
“Tugas utama perguruan tinggi adalah memberikan ruang akses pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat. Karena itu, kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, fasilitas pembelajaran, dan kenyamanan akademik,” ujar Lasmawan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I. menjelaskan, saat ini jumlah mahasiswa aktif Undiksha berada pada kisaran 6.500 orang dengan dukungan sekitar 700 dosen, termasuk dosen ASN, PPPK, dan tenaga kontrak kinerja. Dengan komposisi tersebut, rasio dosen dan mahasiswa berada pada kisaran 1:9 atau satu dosen membimbing sekitar 9 hingga 10 mahasiswa.
Rasio tersebut dinilai sangat ideal dan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan standar minimum yang ditetapkan BAN-PT melalui Surat Edaran BAN-PT Nomor 1041/BAN-PT/LL/2020, rasio yang ideal adalah 1:30 untuk bidang eksakta dan 1:45 untuk bidang sosial. Kondisi itu menunjukkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan kampus masih sangat memadai untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan terarah.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan total daya tampung yang mencapai 8.484 mahasiswa, rasio dosen dan mahasiswa tetap berada pada angka yang sangat baik, yakni sekitar 1:12. Dengan komposisi tersebut, kampus dinilai masih memiliki kemampuan yang kuat dalam menjaga kualitas layanan pendidikan, baik dalam proses pengajaran, pembimbingan akademik, maupun pengembangan kompetensi mahasiswa.
“Penambahan daya tampung tidak dilakukan sembarangan. Selalu disesuaikan dengan jumlah dosen dan ruang belajar yang tersedia. Tidak ada gunanya menerima mahasiswa banyak kalau layanan pendidikan tidak bisa dijaga,” tegas Rasben.

Selain memperluas akses pendidikan, Undiksha juga terus memperkuat kualitas akademik melalui pengembangan laboratorium, peningkatan fasilitas pembelajaran, penguatan digitalisasi kampus, hingga internasionalisasi pendidikan.
Undiksha yang kini memiliki tujuh lokasi kampus juga menegaskan bahwa kampus Undiksha di Denpasar merupakan bagian resmi dan terintegrasi dari institusi, bukan kelas jauh seperti yang kerap dipersepsikan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, pimpinan Undiksha juga menyampaikan bahwa kampus telah masuk dalam pemeringkatan dunia seperti QS Ranking dan World University Ranking. Secara nasional, Undiksha disebut berada pada jajaran perguruan tinggi terbaik berdasarkan capaian akreditasi, prestasi mahasiswa, serta kinerja institusi.
Meski demikian, pihak kampus menegaskan bahwa fokus utama bukan mengejar peringkat, melainkan memastikan kualitas layanan pendidikan terus meningkat dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Akademik itu juga menegaskan, perluasan akses pendidikan tinggi tidak boleh mengurangi esensi utama perguruan tinggi sebagai institusi akademik yang berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Nah, karena ini adalah institusi akademik, dharma yang paling penting adalah dharma pertama, yaitu pendidikan dan pembelajaran. Itu dharma yang paling penting. Mudah-mudahan kami bisa menjadi ruang bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kualitas akademik,” kata Rasben. [T]
Reporter/Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Nyoman Budarsana






























