2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perang Iran dan Kebangkrutan Solidaritas Multipolar

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
March 10, 2026
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

OPERATION Epic Fury sudah berjalan sebelas hari. Lebih dari 1.700 orang tewas. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dibunuh dalam serangan pembukaan 28 Februari 2026. Sebuah sekolah dasar di Minab dihantam yang mengakibatkan168 anak tewas. Kini diselidiki Human Rights Watch sebagai kemungkinan kejahatan perang. Selat Hormuz praktis ditutup. Harga minyak Brent menembus $119 per barel. Putra Khamenei, Mojtaba, ditunjuk sebagai pengganti ayahnya.

Dan di mana Tiongkok dan Rusia, dua negara yang selama ini mengklaim diri sebagai penyeimbang hegemoni Amerika Serikat?

Moskow mengeluarkan kecaman. Beijing menyerukan penghentian operasi militer. Keduanya meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB. Selesai. Tidak ada mobilisasi militer. Tidak ada ultimatum. Tidak ada konsekuensi nyata bagi Washington. Sebelas hari berlalu, dan yang berubah hanyalah jumlah korban.

Ini bukan persoalan taktis. Ini adalah bukti bahwa tatanan multipolar yang selama satu dekade digembar-gemborkan oleh poros Moskow-Beijing-Teheran tidak pernah benar-benar ada.

Multipolaritas yang Tidak Pernah Ada

Mari kita periksa faktanya. Rusia dan Iran menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif pada Januari 2025. Tiongkok dan Iran memiliki perjanjian kerja sama 25 tahun. Ketiganya rutin menggelar latihan militer bersama, terakhir di Samudra Hindia pada akhir Februari, hanya beberapa hari sebelum serangan dimulai. Para pemimpin ketiga negara bahkan berkumpul di Beijing pada September 2025 dalam parade militer yang dimaksudkan sebagai demonstrasi kekuatan bersama.

Semua itu ternyata tidak berarti apa-apa ketika bom benar-benar jatuh.

Rusia tidak punya kapasitas untuk bertindak. Perang Ukraina telah menguras habis sumber daya militernya. Putin sendiri bahkan tidak mengeluarkan pernyataan langsung, hanya Kementerian Luar Negerinya yang bicara. Ini bukan sekadar kehati-hatian diplomatik; ini adalah ketidakmampuan struktural. Rusia sedang memprioritaskan negosiasi dengan AS soal Ukraina, dan tidak akan mengorbankan posisi itu demi Teheran.

Yang lebih problematis: Moskow justru diuntungkan oleh perang ini. Lonjakan harga minyak global langsung mengalir ke kas negara Rusia yang bergantung pada ekspor energi untuk membiayai perangnya di Ukraina. Penderitaan Iran menjadi keuntungan ekonomi bagi sekutunya sendiri: sebuah kontradiksi yang sulit dibantah.

Beijing: Solidaritas Tanpa Ongkos

Kasus Tiongkok lebih menarik karena lebih kalkulatif. Beijing memiliki kepentingan material yang besar di Iran. Hampir seluruh ekspor minyak Iran berakhir di Tiongkok; sekitar 13% total impor minyak mentah via lautnya. Infrastruktur Belt and Road di Bandar Abbas terancam. Tiongkok sampai harus membatasi ekspor diesel dan gasolin domestik serta melarang ekspor rare earth untuk keperluan militer.

Tetapi semua respons itu bersifat protektif, bukan solidaristik. Beijing melindungi dirinya sendiri, bukan membela Teheran.

Mengapa? Karena ada kalkulasi yang lebih besar. KTT Trump-Xi dijadwalkan dalam waktu dekat. Perang dagang tarif sedang memanas. Tiongkok tidak akan mempertaruhkan ratusan miliar dolar hubungan dagangnya dengan Amerika demi Iran. Seorang analis dari National University of Singapore, Ja Ian Chong, mengatakan dengan tepat: Iran memang mitra lama Tiongkok, tetapi posisinya “jauh dan bukan sesuatu yang eksistensial” bagi Beijing.

Ini mengungkapkan sesuatu yang fundamental: multipolaritas versi Tiongkok hanya beroperasi di ruang yang aman; forum PBB, deklarasi bersama, retorika diplomatik. Ketika situasi menuntut tindakan nyata yang berisiko konfrontasi dengan Washington, Beijing mundur. Prinsip non-intervensi yang selama ini dijunjung tinggi berubah fungsi menjadi alasan untuk tidak melakukan apa-apa.

Ada yang berargumen bahwa Tiongkok dan Rusia sesungguhnya sudah “membantu” — melalui transfer teknologi sebelum perang, tekanan di DK PBB, dan embargo rare earth. Argumen ini justru memperjelas masalahnya. Memasok senjata sebelum perang lalu diam ketika perang tiba bukan solidaritas; itu investasi yang ditinggalkan. Pre-war enablement bukan wartime support.

Konsekuensinya serius. Jika dua anggota tetap DK PBB tidak mampu melindungi mitra strategis terdekat mereka, negara yang memiliki arsenal rudal balistik dan jaringan proksi regional, siapa lagi yang akan percaya pada jaminan keamanan multipolar? Semakin Tiongkok dan Rusia tidak bertindak, semakin lemah daya tarik tatanan alternatif yang mereka tawarkan. Secara paradoks, kelumpuhan mereka justru memperkuat posisi unilateralisme AS.

Apa Artinya bagi Indonesia?

Pelajaran bagi Indonesia sangat konkret. Pertama, perang Iran langsung mengguncang posisi diplomatik Jakarta. Pemerintahan Prabowo telah menangguhkan partisipasi dalam Board of Peace bentukan Trump. Menlu Sugiono menyatakan semua diskusi “on hold.” Presiden Prabowo menawarkan mediasi ke Teheran dan tidak ada yang merespons. Dilema ini memperlihatkan betapa rapuhnya posisi Indonesia ketika mencoba berdiri di antara Washington dan krisis global.

Kedua, di tingkat ASEAN, respons kawasan memperlihatkan pola yang sudah terlalu familiar. Pernyataan bersama ASEAN memang menunjukkan keberanian tidak biasa: secara eksplisit menyatakan perang diinisiasi AS dan Israel. Tetapi di balik itu, Malaysia mengutuk keras sementara Filipina dan Singapura jauh lebih hati-hati. Fragmentasi ini bukan hal baru, tetapi dalam konteks krisis sebesar ini, ia menjadi semakin sulit dimaklumi.

Ketiga, dan ini yang paling langsung mengancam: pengalihan fokus militer AS ke Iran telah menurunkan sekitar 30% sortie pesawat pengintai Amerika di Laut China Selatan. Perang Iran bukan peristiwa yang jauh dari kita, ia langsung menggerus kehadiran militer AS di kawasan yang menjadi perhatian utama keamanan Indonesia.

Perang Iran 2026 membuktikan bahwa jaminan keamanan dari kekuatan besar mana pun, baik Barat maupun non-Barat, pada dasarnya bersyarat dan bisa ditarik kapan saja. Indonesia tidak bisa mendasarkan strategi keamanannya pada asumsi bahwa akan ada pihak lain yang melindungi kepentingannya. Yang dibutuhkan adalah apa yang saya sebut “kedaulatan strategis yang realistis”: penguatan kapasitas diplomatik sendiri, diversifikasi kemitraan, dan ketahanan energi domestik.

Tragedi Iran seharusnya bukan tontonan. Ia adalah peringatan. [T]

Penulis: Elpeni Fitrah
Editor: Adnyana Ole

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Tags: hubungan internasionalhukum internasionalperangperang Iransolidaritas
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Marwah yang Tak Terbeli

Next Post

Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co