13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gala Teater 2025 ISI Padangpanjang: Ruang Apresiasi, Belajar, dan Kolaborasi Lintas Negara

Angelique Maria Cuaca by Angelique Maria Cuaca
October 9, 2025
in Panggung
Gala Teater 2025 ISI Padangpanjang: Ruang Apresiasi, Belajar, dan Kolaborasi Lintas Negara

Gala Teater 2025 ISI Padangpanjang: Ruang Apresiasi, Belajar, dan Kolaborasi Lintas Negara

INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang akan menggelar Gala Teater 2025 pada 10–12 Oktober 2025 di Gedung Program Studi Seni Teater, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang-Sumatera Barat.

Helatan ini menjadi ruang temu lintas budaya antara Indonesia dan Malaysia, menghadirkan kolaborasi tiga kampus kampus: Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang, Faculty of Music and Performing Arts, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) dan Fakulti Teater, Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA).

Menurut Dr. Dede Pramayoza, S.Sn., M.A., Kaprodi Teater ISI Padangpanjang, kerja sama dengan UPSI dan ASWARA telah terjalin sejak tahun lalu. “Gala Teater adalah bentuk nyata dari kolaborasi tersebut, yang kami siapkan sejak Juni 2025,” ujarnya (9/10).

Kolaborasi ini bukan hanya bertukar karya, tetapi juga membuka percakapan kreatif lintas batas—antara pengalaman, pendekatan artistik, dan gagasan tentang teater hari ini.

Tahun ini, Gala Teater menampilkan enam pertunjukan: satu kolaborasi antara ISI Padangpanjang dan ASWARA, satu karya dari UPSI, serta empat karya hasil kurasi Open Call untuk akademisi dan alumni teater se-Indonesia.

Menurut Tatang Rusmana, S.Sn., M.Sn., koordinator acara sekaligus ketua dewan kurator, penilaian karya didasarkan pada kualitas artistik, keberagaman pendekatan kreatif, kesiapan produksi, serta relevansi gagasan dengan dinamika teater kontemporer.

Empat karya terpilih berasal dari berbagai kota dan generasi: “Pintu” karya Yusril, “The Ballad of Sumarah” oleh Enrico Alamo, “Migrasi Perempuan” garapan Wen Hendri, dan “Terbuang dalam Waktu” oleh Teater Balai Bukittinggi.

“Sebetulnya ada satu karya lagi yang lolos, 20 Tahun Ingatan oleh Willy Fwi (alumni Teater IKJ), namun berhalangan hadir di waktu yang ditentukan panitia,” jelas Tatang.

Setiap karya menawarkan cara pandang berbeda terhadap persoalan manusia hari ini.

Lewat “Pintu”, Yusril mengajak penonton merenungkan kehidupan pascapandemi—saat teknologi digital mengubah cara kita memahami batas ruang. Teknologi memang mendekatkan, tetapi juga menciptakan jarak baru yang membuat manusia kian terasing. Di sini, pintu tak lagi sekadar batas fisik, melainkan ambang virtual antara koneksi dan kesendirian—simbol dunia yang bergerak menjauh dari kenyataan.

Dari ruang personal menuju politik, Enrico Alamo lewat monolog “The Ballad of Sumarah” menghadirkan kisah perempuan pekerja migran Indonesia di Arab Saudi yang menghadapi kekerasan dan hukuman mati. Latar belakang Sumarah—yang tersisih akibat trauma politik 1965—memperlihatkan bagaimana sejarah dan kekuasaan masih membentuk nasib perempuan hingga kini. Enrico menampilkan Sumarah bukan sekadar korban, melainkan sosok yang berani melawan ketidakadilan dan kekerasan yang lahir dari sistem yang menindas.

Sementara itu, Wen Hendri dalam “Migrasi Perempuan” menyoroti perempuan Minangkabau yang memilih merantau karena tanah kelahirannya tak lagi memberi ruang. Dalam adat yang menempatkan perempuan sebagai penjaga rumah gadang, keputusannya untuk pergi menjadi bentuk perlawanan halus terhadap tradisi. Namun perjalanan itu juga memperlihatkan sisi pahit perjuangan, kehilangan, dan makna pulang.

Lalu, Teater Balai dari Bukittinggi menampilkan “Terbuang dalam Waktu”, saduran bebas dari “Nyanyian Angsa” karya Anton P. Chekhov yang disutradarai Ravi Razak. Kisah tentang Vasilli, aktor tua yang hidup dari tawa orang lain namun menanggung kesepian panjang, menjadi refleksi tentang nasib seniman yang terpinggirkan oleh waktu dan sistem yang tak berpihak. Melalui tokoh ini, Ravi menghadirkan kisah tentang manusia yang terus mencari arti “pulang” di tengah dunia yang berubah dan sering melupakan mereka yang berada di pinggiran.

Selain 4 karya kurasi, UPSI Malaysia menampilkan “JEBAT”, tafsir baru atas kisah klasik Melayu. Dalam versi ini, Jebat tak lagi sekadar soal pengkhianat atau pahlawan, tetapi manusia yang berani mempertanyakan keadilan, kuasa, dan harga diri bangsanya. Di mana kejujuran kejujuran sering dihukum dan kebenaran disembunyikan atas nama ketaatan. Di antara kesetiaan dan pemberontakan, Jebat menantang pandangan lama—mengajak penonton merenung: benarkah diam itu setia, atau justru bentuk perlawanan yang paling sunyi?

Kolaborasi ISI Padangpanjang dan ASWARA akan menutup rangkaian pertunjukan dengan “Perempatan Perempuan (extended)”—lakon karya Wendy H.S. yang dikembangkan oleh Dede Pramayoza. Pertunjukan ini menyoroti empat perempuan dari latar berbeda yang menghadapi tekanan, stereotip, dan ketidakadilan, namun tetap bersuara lewat luka dan keteguhan. Karya ini menjadi refleksi universal tentang pilihan untuk bertahan di tengah dunia yang tak selalu berpihak pada perempuan.

Rangkaian pertunjukan akan dibagi menjadi tiga hari: “The Ballad of Sumarah” dan “Migrasi Perempuan” pada 10 Oktober, “Jebat” dan “Pintu” pada 11 Oktober, serta “Perempatan Perempuan” dan “Terbuang dalam Waktu” pada 12 Oktober 2025.

Tak berhenti di panggung, Gala Teater juga membuka ruang belajar lewat workshop dan diskusi interaktif. Menurut Wendy H.S, S.Sn., M.A., ketua panitia, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa ISI Padangpanjang, UPSI, dan ASWARA untuk saling berbagi pengalaman penciptaan teater.

Workshop olah tubuh, vokal, dan kolaborasi akan diisi oleh dosen serta alumni ISI Padangpanjang, diantaranya Tatang Rusmana, Sulaiman Juned, Yuniarni, Dede Pramayoza, Wendy H.S, Abdul Rosid Batubara, Fauzan Moham, Husin, dan Farido Yuda.

“Melalui sesi ini, kami ingin menghadirkan ruang kritis bagi perkembangan praktik dan pendidikan teater hari ini,” tutup Wendy. [T]

Penulis: Angelique Maria Cuaca
Editor: Adnyana Ole

Tags: ISI Padang PanjangTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyelami “The Varieties of Religious Experience”: Agama sebagai Pengalaman Personal

Next Post

Suksesnya Kegiatan PA Padang GMKI Komisariat FMIPA UNIMED Tahun 2025

Angelique Maria Cuaca

Angelique Maria Cuaca

Atau, Tjoa Sian Hui. Lahir di Padang-Sumatera Barat. Penulis, peneliti, penggiat seni dan Hak Asasi Manusia.

Related Posts

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails
Next Post
Suksesnya Kegiatan PA Padang GMKI Komisariat FMIPA UNIMED Tahun 2025

Suksesnya Kegiatan PA Padang GMKI Komisariat FMIPA UNIMED Tahun 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co