12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gala Teater 2025 ISI Padangpanjang: Ruang Apresiasi, Belajar, dan Kolaborasi Lintas Negara

Angelique Maria Cuaca by Angelique Maria Cuaca
October 9, 2025
in Panggung
Gala Teater 2025 ISI Padangpanjang: Ruang Apresiasi, Belajar, dan Kolaborasi Lintas Negara

Gala Teater 2025 ISI Padangpanjang: Ruang Apresiasi, Belajar, dan Kolaborasi Lintas Negara

INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang akan menggelar Gala Teater 2025 pada 10–12 Oktober 2025 di Gedung Program Studi Seni Teater, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang-Sumatera Barat.

Helatan ini menjadi ruang temu lintas budaya antara Indonesia dan Malaysia, menghadirkan kolaborasi tiga kampus kampus: Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang, Faculty of Music and Performing Arts, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) dan Fakulti Teater, Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA).

Menurut Dr. Dede Pramayoza, S.Sn., M.A., Kaprodi Teater ISI Padangpanjang, kerja sama dengan UPSI dan ASWARA telah terjalin sejak tahun lalu. “Gala Teater adalah bentuk nyata dari kolaborasi tersebut, yang kami siapkan sejak Juni 2025,” ujarnya (9/10).

Kolaborasi ini bukan hanya bertukar karya, tetapi juga membuka percakapan kreatif lintas batas—antara pengalaman, pendekatan artistik, dan gagasan tentang teater hari ini.

Tahun ini, Gala Teater menampilkan enam pertunjukan: satu kolaborasi antara ISI Padangpanjang dan ASWARA, satu karya dari UPSI, serta empat karya hasil kurasi Open Call untuk akademisi dan alumni teater se-Indonesia.

Menurut Tatang Rusmana, S.Sn., M.Sn., koordinator acara sekaligus ketua dewan kurator, penilaian karya didasarkan pada kualitas artistik, keberagaman pendekatan kreatif, kesiapan produksi, serta relevansi gagasan dengan dinamika teater kontemporer.

Empat karya terpilih berasal dari berbagai kota dan generasi: “Pintu” karya Yusril, “The Ballad of Sumarah” oleh Enrico Alamo, “Migrasi Perempuan” garapan Wen Hendri, dan “Terbuang dalam Waktu” oleh Teater Balai Bukittinggi.

“Sebetulnya ada satu karya lagi yang lolos, 20 Tahun Ingatan oleh Willy Fwi (alumni Teater IKJ), namun berhalangan hadir di waktu yang ditentukan panitia,” jelas Tatang.

Setiap karya menawarkan cara pandang berbeda terhadap persoalan manusia hari ini.

Lewat “Pintu”, Yusril mengajak penonton merenungkan kehidupan pascapandemi—saat teknologi digital mengubah cara kita memahami batas ruang. Teknologi memang mendekatkan, tetapi juga menciptakan jarak baru yang membuat manusia kian terasing. Di sini, pintu tak lagi sekadar batas fisik, melainkan ambang virtual antara koneksi dan kesendirian—simbol dunia yang bergerak menjauh dari kenyataan.

Dari ruang personal menuju politik, Enrico Alamo lewat monolog “The Ballad of Sumarah” menghadirkan kisah perempuan pekerja migran Indonesia di Arab Saudi yang menghadapi kekerasan dan hukuman mati. Latar belakang Sumarah—yang tersisih akibat trauma politik 1965—memperlihatkan bagaimana sejarah dan kekuasaan masih membentuk nasib perempuan hingga kini. Enrico menampilkan Sumarah bukan sekadar korban, melainkan sosok yang berani melawan ketidakadilan dan kekerasan yang lahir dari sistem yang menindas.

Sementara itu, Wen Hendri dalam “Migrasi Perempuan” menyoroti perempuan Minangkabau yang memilih merantau karena tanah kelahirannya tak lagi memberi ruang. Dalam adat yang menempatkan perempuan sebagai penjaga rumah gadang, keputusannya untuk pergi menjadi bentuk perlawanan halus terhadap tradisi. Namun perjalanan itu juga memperlihatkan sisi pahit perjuangan, kehilangan, dan makna pulang.

Lalu, Teater Balai dari Bukittinggi menampilkan “Terbuang dalam Waktu”, saduran bebas dari “Nyanyian Angsa” karya Anton P. Chekhov yang disutradarai Ravi Razak. Kisah tentang Vasilli, aktor tua yang hidup dari tawa orang lain namun menanggung kesepian panjang, menjadi refleksi tentang nasib seniman yang terpinggirkan oleh waktu dan sistem yang tak berpihak. Melalui tokoh ini, Ravi menghadirkan kisah tentang manusia yang terus mencari arti “pulang” di tengah dunia yang berubah dan sering melupakan mereka yang berada di pinggiran.

Selain 4 karya kurasi, UPSI Malaysia menampilkan “JEBAT”, tafsir baru atas kisah klasik Melayu. Dalam versi ini, Jebat tak lagi sekadar soal pengkhianat atau pahlawan, tetapi manusia yang berani mempertanyakan keadilan, kuasa, dan harga diri bangsanya. Di mana kejujuran kejujuran sering dihukum dan kebenaran disembunyikan atas nama ketaatan. Di antara kesetiaan dan pemberontakan, Jebat menantang pandangan lama—mengajak penonton merenung: benarkah diam itu setia, atau justru bentuk perlawanan yang paling sunyi?

Kolaborasi ISI Padangpanjang dan ASWARA akan menutup rangkaian pertunjukan dengan “Perempatan Perempuan (extended)”—lakon karya Wendy H.S. yang dikembangkan oleh Dede Pramayoza. Pertunjukan ini menyoroti empat perempuan dari latar berbeda yang menghadapi tekanan, stereotip, dan ketidakadilan, namun tetap bersuara lewat luka dan keteguhan. Karya ini menjadi refleksi universal tentang pilihan untuk bertahan di tengah dunia yang tak selalu berpihak pada perempuan.

Rangkaian pertunjukan akan dibagi menjadi tiga hari: “The Ballad of Sumarah” dan “Migrasi Perempuan” pada 10 Oktober, “Jebat” dan “Pintu” pada 11 Oktober, serta “Perempatan Perempuan” dan “Terbuang dalam Waktu” pada 12 Oktober 2025.

Tak berhenti di panggung, Gala Teater juga membuka ruang belajar lewat workshop dan diskusi interaktif. Menurut Wendy H.S, S.Sn., M.A., ketua panitia, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa ISI Padangpanjang, UPSI, dan ASWARA untuk saling berbagi pengalaman penciptaan teater.

Workshop olah tubuh, vokal, dan kolaborasi akan diisi oleh dosen serta alumni ISI Padangpanjang, diantaranya Tatang Rusmana, Sulaiman Juned, Yuniarni, Dede Pramayoza, Wendy H.S, Abdul Rosid Batubara, Fauzan Moham, Husin, dan Farido Yuda.

“Melalui sesi ini, kami ingin menghadirkan ruang kritis bagi perkembangan praktik dan pendidikan teater hari ini,” tutup Wendy. [T]

Penulis: Angelique Maria Cuaca
Editor: Adnyana Ole

Tags: ISI Padang PanjangTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyelami “The Varieties of Religious Experience”: Agama sebagai Pengalaman Personal

Next Post

Suksesnya Kegiatan PA Padang GMKI Komisariat FMIPA UNIMED Tahun 2025

Angelique Maria Cuaca

Angelique Maria Cuaca

Atau, Tjoa Sian Hui. Lahir di Padang-Sumatera Barat. Penulis, peneliti, penggiat seni dan Hak Asasi Manusia.

Related Posts

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails
Next Post
Suksesnya Kegiatan PA Padang GMKI Komisariat FMIPA UNIMED Tahun 2025

Suksesnya Kegiatan PA Padang GMKI Komisariat FMIPA UNIMED Tahun 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co