INI pasangan atlet dance sport dari Buleleng yang benar-benar kompak. Pasangan itu, Dewa Made Dimas Satria Wicaksana dan Komang Gendys Tari Prameswari.
Atas kekompakan mereka yang sempurna, mereka diganjar medali emas FFA Rising Star Standard, Cabang Olahraga Dance Sport, pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025, Senin, 9 September.
Penampilan mereka di ajang Porprov itu memang sempurna. Mereka berlaga di salah satu ruangan di Univeritas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, dan pada panggung laga itu, dengan anggun Dimas Satria menggandeng Komang Gendys ke arena dansa.
Penonton menyaksikan seperti tak berkedip. Ketika sebuah lagu Summertime Sadness dari Lana Del Rey itu diputar, mereka seperti sedang ektase pada sebuah tarian slow foxtrot.
Romansa gerakan mereka sangat mengalir, mereka seperti berdansa di sebuah acara pernikahan yang mewah—dengan penuh keanggunan tentu saja.

Ketika itu, mereka menarikan dalam kategori Rising Star Standard yang meliputi empat jenis dansa secara bertahap, yakni waltz, tango, slow foxtrot, dan quickstep.
Keempat dansa itu memiliki karakter yang khas. Seperti waltz, misalnya, itu cenderung tarian yang lemah lembut dan halus. Sementara tango, cenderung lebih garang atau seolah-olah sedang bermusuhan, dilakukan secara tegas dan patah-patah gerakannya.
Berbeda lagi dengan slow foxtrot, menurut Dimas, temponya itu justru lebih mirip seperti waltz namun sedikit lebih halus dan mengalir. Kemudian tarian yang paling ceria atau enjoy, itu ada pada quickstep, terdapat akrobatik atau seperti gerakan melompat-lompat, ya, tarian ini sangat energik.
“Setiap tarian atau dansa memiliki musik yang berbeda. Musiknya juga beda dengan latin. Untuk kostumnya yang perempuan itu mengenakan gaun panjang, sedang pria mengenakan tuksedo dan setelan jas tiga potong,” tambah Komang Gendys Tari Prameswari.
Dance sport, memang cabang olahraga yang memadukan antara seni tari dan olahraga. Sehingga setiap pasangan atau perorangan menampilkan kemampuan menari mereka dengan mengutamakan kekuatan fisik, kelincahan, koordinasi, dan kerja sama tim dalam kompetisi yang terstruktur.
Tentu, olahraga ini memiliki dua jenis dansa, yaitu dansa latin dan ballroom standard.
“Tarian ballroom standard itu berakar dari Eropa yang memiliki fokus pada keanggunan, gerakan halus, pelukan erat, dan tarian berpasangan yang menjaga posisi tertutup,” jelas Gendys.

Gendys juga menjelaskan perbedaan ballroom standard dengan tarian latin dengan akarnya Amerika Latin dan Karibia yang menampilkan gerakan pinggul yang dinamis, ritme cepat, tarian yang ekspresif, dan gerakan yang lebih lepas.
“Dalam tari Latin pula kostumnya biasanya lebih berwarna, terbuka, dan dirancang untuk meningkatkan gerakan dan gaya tarian. Payet, rumbai, dan warna-warna cerah sering terlihat dalam pakaian tari latin,” lanjut Gendys.
Pada Porprov tahun ini, mereka berlatih sejak bulan Mei-September untuk tampil sangat maksimal. Walaupun sempat kesulitan di stamina dan tingkat atletisitas, tapi mereka mampu menjadi pasangan yang saling membantu ketika di arena dansa.
“Koordinasi dan keselerasan sama pasangan juga harus baik. hal itu dilakukan untuk menghasilkan gerakan yang sinkron, agarn terciptanya tarian yang harmonis, bukan tabrakan,” cerita Gendys soal kesulitan di arena dansa yang bisa diatasi dengan komunikasi yang baik, dan latihan yang maksimal.
Proses Kreatif Dimas dan Gendys
Dewa Made Dimas Satria Wicaksana, atau biasa disapa Dimas, bergabung di cabang olahraga dance sport sejak kelas 2 SMP tahun 2018.
Kemudian berpasangan dengan Gendys ketika bermain pertama di Porprov 2019, dengan hasil medali perunggu di nomor FFA Waltz U-13.
“Porprov 2022 main lagi dan berpasangan sama Gendys dapet medali perak di FFA Tango dan medali perunggu di Amateur Standard. Main di Babak Kualifikasi PON dapet medali perak di FFA Tango,” kata Dimas.

Ia juga pernah ikut lomba ke Malaysia di event Crystal Open DanceSport Championship dan sabet medali emas di Novice I (W, Q), medali emas Novice II (T, F), Youth U-21 (W, T, F, VW, Q), dan medali perak Pre-Amateur (W, T, Q).
“Untuk persiapan Porprov 2025 juga sebenarnya kami jarang bisa latihan bersama karena faktor jarak, saya sendiri lagi berkuliah di Surabaya sedangkan Gendys berkuliah di Singaraja,” lanjutnya.
Walaupun demikian sulitnya bertemu, tapi Dimas masih bisa menyempatkan diri, yaitu ketika di hari libur 4-5 hari ia sempatkan datang ke Singaraja untuk latihan.
“Dan latihan yang intens berdua itu 3 minggu sebelum hari H porprov,” kata Dimas.
Tapi, walaupun dengan hambatan jarak dan waktu, Dimas bagi Gendys adalah pasangan yang kompak, dan ia merasa cocok ketika di arena itu bersama Dimas—walaupun dengan waktu latihan tidak terlalu lama.
Gendys terlibat di cabang olahraga dance sport sudah sejak kecil, sebagaimana ia dulu suka menari.
“Awalnya saya menekuni dalam tari Bali lalu saya mencoba di bidang lain dan saya akhirnya tertarik dan menekuni cabor dance sport ini sejak kelas 5 SD, dan dari situ saya mulai mengikuti berbagai perlombaan,” cerita Gendys.
Sampai di situ, ia juga menjelaskan terdapat perbedaan anara tarian Bali dengan Dance Sport Eropa.
Tarian Bali dengan ekspresi wajah yang kuat, dan diiringan gamelan, jari-jari tangan yang lentik, serta posisi tubuh yang kokoh namun fleksibel, menjadi satu pakem yang khas, yang meliputi agem, tandang, tangkep dan tangkis.
“Sementara itu, dance sport adalah cabang olahraga yang memadukan seni tari dan olahraga, di mana pasangan atau perorangan menampilkan kemampuan menari mereka dengan mengutamakan kekuatan fisik, kelincahan, koordinasi, dan kerja sama tim dalam kompetisi yang terstruktur,” jelas Gendys.
Dance sport bagi Gendys bersifat kompetitif, dengan fokus pada teknik, ketepatan ritme, dan kekompakan pasangan.
Dalam dance sport juga dilatih untuk menari menggunakan sepatu heels, menjaga postur tubuh yang tepat, serta mampu tampil dengan berbagai koreografi berbeda secara bersamaan di satu lantai kompetisi (floor), yang menuntut konsentrasi tinggi dan penguasaan ruang.
Dan pada ajang perlombaan bergengsi, Gendys banyak sekali menorehkan prestasi. Antara lain prestasi-prestasi itu; Juara 3 FFA Waltz Porprov Bali (2019).
Kemudian Juara 1 Standard Solo Under 16 Tanggo Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023), Slow Foxtrot Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023), Juara 2 Standard Solo Under 16 Waltz dan Quickstep Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023).

Selain itu, Juara 1 Novice I Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023), Juara 1 Novice II Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023), Juara 1 Youth Under 21 standard Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023), dan Juara 2 dalam ajang Pre Amateur Standard Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023).
Di babak Kualifikasi PON XXI di Jogja (2023), Gendys sabet Juara 2 FFA Tanggo. Terus di Fornas Jawa Barat VII (2023), ia Juara 3 FFA QUICKSTEP.
Selanjutnya Juara 2 FFA Waltz di Kejurnas (2022), Kejuaraan DanceSport Bali Open VII (2022), Juara 1 Solo Tango (2022), Juara 1 FFA Tango (2022), Juara 1 Novice A Standard (2022).
Juara 1 FFA Tango Kejuaraan DanceSport Bali Open VIII (2024), Juara 1 Solo Tango Kejuaraan DanceSport Bali Open VIII (2024), Juara 2 FFA Tango Porprov Bali (2022), Juara 3 Amateur Standard Porprov Bali (2022).
Juara 1 Syllabus Chacha Porjar Bali (2023), Juara 2 FFA Waltz Porjar Bali (2023), Juara 1 FFA Quickstep Porjar Bali (2024), Juara 1 FFA Waltz Porjar Bali (2024), Juara 1 Solo Quickstep Porjar Bali (2025), Juara 1 Syincronize Waltz Porjar Bali (2025), dan terakhir Juara 1 FFA Rising Star Standard Porprov Bali (2025).
Tapi apa yang membuat Gendys dan Dimas kompak, ya, sebagaimana mereka sudah berlatih—berpasangan sejak 2019. Selamat Gendys dan Dimas. Teruslah berdansa…[T]
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole



























