KADEK Berlian Adi Pranatha, atau biasa disapa Berlian itu, ukir medali emas usai empat kali bertanding versus jagoan asal Jembrana, Denpasar, Gianyar dan Bangli, pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025, Jumat, 12 September.
Pertandingan itu ditarungkan di GOR Mengwi, Badung. Ketika di final melawan I Gede Pastika delegasi dari Bangli, Berlian agak kecut sedikit—karena dirasa latihannya kurang maksimal.
Tapi di arena, rasa kecut itu justru menjadi sesuatu yang manis di dalam dirinya. Di final Kumite -67 Kg Putra melawan I Gede Pastika dari Bangli, Berlian menggunakan sarung tangan warna merah dan lawannya, I Gede Pastika, menggunakan sarung tangan berwarna biru.

Ia banyak sekali melakukan serangan. Di akhir pertandingan, kaki Berlian menyerang begitu lincah ngangkat ke udara, menghantam dada lawannya. Lawannya pun keder mundur ke belakang, dadanya kena. Berhenti sejenak. Suara penonton di gelanggang olahraga itu riuh seketika.
Pertandingan kemudian berlangsung kembali setelah wasit memulai. Kali ini lawannya mempersiapkan diri untuk serangan balik, tapi Berlian berkelid memutar balik badan, lalu kaki diangkat ke udara menghantam leher Gede Pastika. Brak! Lawannya mundur ke belakang.
“Waaahh…” teriak salah satu penonton melihat keberhasilan Berlian menumbangkan lawannya dengan skor 10-0.

Berlian lahir dan besar di Singaraja, 19 Januari 2000. Ia tinggal di Singaraja, dan karate, itu mengapa ia lincah menyerang, memang sudah dilakoninya sejak SD kelas 1.
“Saya mengikuti karate sejak dini, karena kebetulan orang tua saya seorang pelatih karate. Keras dulu Bapak melatih saya, kalau jam latihan, ya, latihannya harus serius. Kalo engga serius, pasti Bapak marah,” cerita Berlian.

Berlian anak kedua dari dua bersaudara. Ia dirawat oleh tangan ibu penuh kasih, Ni Made Suastuti. Dan apa yang ditanamkan oleh bapaknya, Putu Arga, pun telah membuahkan hasil yang pantas—setelah anaknya tumbuh dewasa menjadi seorang pendekar banyak prestasi.
Beberapa tahun terakhir saja, misalnya, Berlian pernah sabet kejuaraan bergengsi, seperti; Juara 2 kumite -67 kg putra OPTK STAN (2022), Juara 1 kumite -67 Senior Putra Kejurnas Inkai (2022), Juara 1 kumite -67 kg Putra Sirkuit 3 Jabar (2022).
Menyusul Juara 3 kumite -67 kg Putra Kejurnas PB Forki Padang (2022), Juara 1 Kumite -67 kg Putra Porprov Bali (2022). Terus Juara 1 kumite -67 kg Putra Piala Raja Yogyakarta (2022), dan terakhir, adalah Medali Emas—Juara 1 Kumite -67 kg Putra Porprov Bali (2025).
“Lebih dari sekadar olahraga, karate juga menekankan disiplin, pengembangan diri, dan nilai-nilai seperti rasa hormat, kesopanan, dan kehati-hatian,” kata Berlian mengapa dirinya bertahan di cabang olahraga Karate walaupun sibuk bekerja di Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Bali.



Apa yang telah ditorehkan oleh Berlian tentu menambah catatan manis untuk FORKI Buleleng di Porprov Bali, juga menambah satu alasan kuat jika Buleleng sangat layak menjadi tuan rumah di Porprov selanjutnya.
Apalagi Berlian tak hanya menorehkan satu emas di kumite perorangan, tapi di tim beregu, dengan Berlian sebagai kaptennya, juga sabet emas di Kumite Beregu.
Berikut ini prestasi FORKI Buleleng di Porpvrov Bali 2025—setelah menurunkan dua puluh atlet terbaiknya, salah satunya Berlian.
Untuk medali emas, ditambang oleh Kadek Berlian Adi Pranatha (Kumite -67 Kg Putra), I Gusti Putu Ngurah Widiyawan (Kumite +84 Kg Putra), Gusti Ayu Rahadian Pradnyani Parameswari (Kumite -50 Kg Putri), dan Komang Dina Kartika (Kumite -61 Kg Putri).
Satu emas dari Kumite Beregu Putra yang diperkuat oleh Kadek Berlian Adi Pranatha (kapten), Komang Bagus Suryadana, Made Dwi Suardana, I Made Dwi Dipra Adnyana, Komang Caesar Wira Adnyana, Putu Agus Aditya Pratama, dan Gede Dhani Kusuma Adnyana.
Ketika itu, mereka melawan tim beregu dari Tabanan dengan skor 3-0 , kedua Gianyar 3-1, kemudian final bertemu dengan Denpasar menghasilkan poin 3-1.
“Sistemnya 1 team 5 orang, nanti banyakan menang cari 3 kemenangan dalam 1 team, misal 3-1 berarti udah menang yang teamnya 3x menang,” jelas Berlian, kapten tim.

Selepas Emas, ada juga perak. Medali perak digasak oleh Putu Suardana (Kata Perorangan Putra), trio Putu Suardana, I Made Dwi Dipra Adnyana, dan Kadek Surya Saputra (Kata Beregu Putra), dan Komang Bagus Suryadana (Kumite -60 Kg Putra).
Pokoknya, selamat untuk Buleleng, juga para atlet, dan—tentu saja untuk Berlian. Namanya Berlian, tapi berkilau emas. Mengapa tidak? Buleleng nih bwos, swenggol dwong. Hehe. Merdeka. [T]
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole



























