2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangan Retak Perahu Negeriku, Jatuh ke Penguasa Tidak Amanah

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
September 16, 2025
in Esai
Jangan Retak Perahu Negeriku, Jatuh ke Penguasa Tidak Amanah

Ahmad Sihabudin

Perahu negeriku perahu bangsaku, menyusuri gelombang. Semangat rakyatku kibar benderaku menyeruak lautan, langit membentang cakrawala di depan melambaikan tantangan. Di atas tanahku dari dalam airku tumbuh kebahagiaan di sawah kampungku di jalan kotaku, terbit kesejahteraan tapi ku heran di tengah perjalanan. Muncullah ketimpangan aku heran aku heran yang salah dipertahankan, aku heran aku heran yang benar disingkirkan.

Senandung Franky Sahilatua dalam lagu “Perahu Retak” yang rilis tahun 1996 bercerita tentang kondisi kontradiksi sosial, politik, dan hukum di Indonesia pada era 70-an dan 80-an, satu lagu keprihatinan sosial politik, ekonomi tentang negeri ini. Para seniman tidak bosan-bosannya berteriak mengumandangkan penyadaran pada para pengelola negara ini, yang dituntut hal mendasar, kesejahteraan sosial untuk semua anak bangsa.

“Perahu Retak” secara metaforis menggambarkan kondisi bangsa Indonesia yang mengalami berbagai masalah dan ketidaksesuaian dalam aspek sosial, politik, dan hukum. Rakyat sangat sensitif terhadap para pengelola negara, akhir-akhir ini karena banyaknya fakta ketimpangan kaya miskin, yang selalu dipertontonkan, kesan glamour para elite saat mengahadiri satu acara atau resepsi tetentu, tampak nyata perbedaan kelas elite dan rakyat kebanyakan.

Buktinya hari ini masih terjadi demonstrasi penyampaian aspirasi untuk menggantikan menteri keuangan yang baru dilantik satu dua hari ini. Hari pertama dianggap publik pernyataannya sudah melukai hati rakyat. Pendemo minta sang menteri mundur dan diganti. Rakyat sedang mudah marah atas ketidakadilan sosial ini.

“Perahu Retak”, menurut pencipta lagu ini, adalah negeri tercinta, di atasnya menumpang rakyat Indonesia dari beragam suku, agama, dan adat-istiadat. Di hadapan perahu itu, kata Franky, membentang cakrawala, kekayaan Nusantara yang seharusnya membawa   kemakmuran, dan kebahagiaan pada penumpangnya. Nahkoda dan kru yang dipercaya memegang kendali perahu dari masa ke masa, belum dapat memenuhi dahaga dan lapar sepenuhnya penumpang, masih belum tersebar merata, muatan logistiknya masih banyak yang dibajak oleh anak buah kapal.

Dalam proses menuju ke sana dikhawatirkan Franky terjadi; keretakan dinding perahu. Tanah Negeri tak lagi menumbuhkan kebahagiaan. Tanah Pertiwi anugerah Ilahi, jangan ambil sendiri. Sawah-sawah juga tak lagi menerbitkan kesejahteraan.

Di sana-sini muncul perpecahan, penyingkiran, diskriminasi, dan ketimpangan. Perahu negeri dibajak oleh segelintir elite penguasa. Sementara mayoritas rakyat penumpang terancam terbuang, terhempas dari perahu besar ini.

Menurut penulis lirik lagu saat itu sudah mulai ada keretakan dinding perahu negeri nampak di segala hal, saat lagu ini ditulis. Negeri dan bangsa Indonesia, yang tersusun dari beragam suku, agama, dan adat-istiadat, mulai terkoyak-koyak akibat berbagai konflik komunal, gerakan separatis Aceh Merdeka, Papua Merdeka. Saat itu terjadi juga konflik kepercayaan agama, seperti penganut Ahmadiyah dan Syiah harus terbuang dari perahu negeri hanya karena perbedayaan keyakinan.

Kemerdekaan beragama dan berkeyakinan juga terusik. Rumah ibadah, tempat penganut agama berhubungan dengan Tuhan-nya, tidak bisa berdiri karena ditolak oleh warga yang terkena hasutan. Lebih parah lagi, beberapa kepala daerah ikut ambil-bagian dalam pelarangan itu.

***

Kebijakan perekonomian dan pembangunan menciptakan tersisihnya mayoritas rakyat dari sumber-sumber kehidupan. Tanah tempat manusia hidup, dan memuliakan dirinya dengan kerja, kini makin terkonsentrasi pada segelintir orang kapitalis dan konglomerat.

Penguasaan lahan yang semena-mena banyak terjadi di negeri ini, sekitar wilayah Jabodetabek, dan di kota-kota besar Indonesia disulap menjadi pemukiman elite, di luar pulau Jawa ribuan hectare hingga ratusan ribu hektare juga dikuasai segelitir pemilik modal disulap perkebunan, hak pengelolaan hutan (HPH). Inilah yang diteriakkan Franky dalam liriknya satu kenyang seribu kelaparan.

Kebijakan ekonomi pembangunan nasional dalam tiga dekade terakhir pasca masuk arus pasar bebas yang sangat kapitalis, juga menyumbangkan keretakan perahu negeri ini. Kue pembangunan tidak merata dinikmati, mayoritas rakyat terpinggirkan dari lapangan produksi, dan menjadi penonton yang lapar dan kehausan di negeri sendri yang subur dan kekayaan alamnya melimpah.

Untuk negeri sebesar dan sekaya Indonesia, tidaklah patut dan pantas rakyatnya mengais-ngais rizki di Negeri Jiran, dan luar negeri lainya.

Lagu ini dapat kita katakan mewakili dan mengiringi perubahan karakter bangsa Indonesia yang sudah mulai luntur semangat gotong royong sebagai simbol representasi nilai luhur Pancasila. Apalagi saat menjelang suksesi kepemimpinan baik nasional maupun daerah, kerap kali muncul narasi-narasi politik identitas, keberagaman Indonesia tercoreng dengan munculnya narasi-narasi rasis, pribumi – nonpribumi, pendatang, kami – mereka dan lain sebagainya.

Cita-cita masa depan, yakni masyarakat adil dan makmur sebagai tujuan nusa damai perahu kita, jangan sampai hilang dari cakrawala kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita tak boleh membiarkan hal itu terjadi. Perahu negeri ini, yang dibuat dengan pengorbanan para pejuang kita, tidak boleh jatuh ke tangan kaum serakah dan penguasa yang tidak amanah. Kendali perahu negeri ini harus dikembalikan kepada pemiliknya yang sah: Rakyat Indonesia (https://www.berdikarionline.com/retaknya-perahu-negeriku/)

Dalam Undang-Undang Dasar kita tertulis jelas bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 

Artinya, negara bertanggung jawab mengelola sumber daya alam demi kepentingan dan kesejahteraan seluruh rakyat, bukan untuk keuntungan pribadi atau jangka pendek. Tanah pertiwi anugerah Ilahi, jangan ambil sendiri. Tanah pertiwi anugerah Ilahi jangan makan sendiri. Untuk Indonesia jaya berkeadilan sosial. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

Tags: demokrasiFranky Sahilatuanegara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Namanya Berlian, Tapi Dia Berkilau Emas di Cabor Karate Porprov Bali 2025

Next Post

Festival Film Indonesia: Antara Panggung Gemerlap dan Ruang Kritik

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Festival Film Indonesia: Antara Panggung Gemerlap dan Ruang Kritik

Festival Film Indonesia: Antara Panggung Gemerlap dan Ruang Kritik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co