23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangan Retak Perahu Negeriku, Jatuh ke Penguasa Tidak Amanah

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
September 16, 2025
in Esai
Jangan Retak Perahu Negeriku, Jatuh ke Penguasa Tidak Amanah

Ahmad Sihabudin

Perahu negeriku perahu bangsaku, menyusuri gelombang. Semangat rakyatku kibar benderaku menyeruak lautan, langit membentang cakrawala di depan melambaikan tantangan. Di atas tanahku dari dalam airku tumbuh kebahagiaan di sawah kampungku di jalan kotaku, terbit kesejahteraan tapi ku heran di tengah perjalanan. Muncullah ketimpangan aku heran aku heran yang salah dipertahankan, aku heran aku heran yang benar disingkirkan.

Senandung Franky Sahilatua dalam lagu “Perahu Retak” yang rilis tahun 1996 bercerita tentang kondisi kontradiksi sosial, politik, dan hukum di Indonesia pada era 70-an dan 80-an, satu lagu keprihatinan sosial politik, ekonomi tentang negeri ini. Para seniman tidak bosan-bosannya berteriak mengumandangkan penyadaran pada para pengelola negara ini, yang dituntut hal mendasar, kesejahteraan sosial untuk semua anak bangsa.

“Perahu Retak” secara metaforis menggambarkan kondisi bangsa Indonesia yang mengalami berbagai masalah dan ketidaksesuaian dalam aspek sosial, politik, dan hukum. Rakyat sangat sensitif terhadap para pengelola negara, akhir-akhir ini karena banyaknya fakta ketimpangan kaya miskin, yang selalu dipertontonkan, kesan glamour para elite saat mengahadiri satu acara atau resepsi tetentu, tampak nyata perbedaan kelas elite dan rakyat kebanyakan.

Buktinya hari ini masih terjadi demonstrasi penyampaian aspirasi untuk menggantikan menteri keuangan yang baru dilantik satu dua hari ini. Hari pertama dianggap publik pernyataannya sudah melukai hati rakyat. Pendemo minta sang menteri mundur dan diganti. Rakyat sedang mudah marah atas ketidakadilan sosial ini.

“Perahu Retak”, menurut pencipta lagu ini, adalah negeri tercinta, di atasnya menumpang rakyat Indonesia dari beragam suku, agama, dan adat-istiadat. Di hadapan perahu itu, kata Franky, membentang cakrawala, kekayaan Nusantara yang seharusnya membawa   kemakmuran, dan kebahagiaan pada penumpangnya. Nahkoda dan kru yang dipercaya memegang kendali perahu dari masa ke masa, belum dapat memenuhi dahaga dan lapar sepenuhnya penumpang, masih belum tersebar merata, muatan logistiknya masih banyak yang dibajak oleh anak buah kapal.

Dalam proses menuju ke sana dikhawatirkan Franky terjadi; keretakan dinding perahu. Tanah Negeri tak lagi menumbuhkan kebahagiaan. Tanah Pertiwi anugerah Ilahi, jangan ambil sendiri. Sawah-sawah juga tak lagi menerbitkan kesejahteraan.

Di sana-sini muncul perpecahan, penyingkiran, diskriminasi, dan ketimpangan. Perahu negeri dibajak oleh segelintir elite penguasa. Sementara mayoritas rakyat penumpang terancam terbuang, terhempas dari perahu besar ini.

Menurut penulis lirik lagu saat itu sudah mulai ada keretakan dinding perahu negeri nampak di segala hal, saat lagu ini ditulis. Negeri dan bangsa Indonesia, yang tersusun dari beragam suku, agama, dan adat-istiadat, mulai terkoyak-koyak akibat berbagai konflik komunal, gerakan separatis Aceh Merdeka, Papua Merdeka. Saat itu terjadi juga konflik kepercayaan agama, seperti penganut Ahmadiyah dan Syiah harus terbuang dari perahu negeri hanya karena perbedayaan keyakinan.

Kemerdekaan beragama dan berkeyakinan juga terusik. Rumah ibadah, tempat penganut agama berhubungan dengan Tuhan-nya, tidak bisa berdiri karena ditolak oleh warga yang terkena hasutan. Lebih parah lagi, beberapa kepala daerah ikut ambil-bagian dalam pelarangan itu.

***

Kebijakan perekonomian dan pembangunan menciptakan tersisihnya mayoritas rakyat dari sumber-sumber kehidupan. Tanah tempat manusia hidup, dan memuliakan dirinya dengan kerja, kini makin terkonsentrasi pada segelintir orang kapitalis dan konglomerat.

Penguasaan lahan yang semena-mena banyak terjadi di negeri ini, sekitar wilayah Jabodetabek, dan di kota-kota besar Indonesia disulap menjadi pemukiman elite, di luar pulau Jawa ribuan hectare hingga ratusan ribu hektare juga dikuasai segelitir pemilik modal disulap perkebunan, hak pengelolaan hutan (HPH). Inilah yang diteriakkan Franky dalam liriknya satu kenyang seribu kelaparan.

Kebijakan ekonomi pembangunan nasional dalam tiga dekade terakhir pasca masuk arus pasar bebas yang sangat kapitalis, juga menyumbangkan keretakan perahu negeri ini. Kue pembangunan tidak merata dinikmati, mayoritas rakyat terpinggirkan dari lapangan produksi, dan menjadi penonton yang lapar dan kehausan di negeri sendri yang subur dan kekayaan alamnya melimpah.

Untuk negeri sebesar dan sekaya Indonesia, tidaklah patut dan pantas rakyatnya mengais-ngais rizki di Negeri Jiran, dan luar negeri lainya.

Lagu ini dapat kita katakan mewakili dan mengiringi perubahan karakter bangsa Indonesia yang sudah mulai luntur semangat gotong royong sebagai simbol representasi nilai luhur Pancasila. Apalagi saat menjelang suksesi kepemimpinan baik nasional maupun daerah, kerap kali muncul narasi-narasi politik identitas, keberagaman Indonesia tercoreng dengan munculnya narasi-narasi rasis, pribumi – nonpribumi, pendatang, kami – mereka dan lain sebagainya.

Cita-cita masa depan, yakni masyarakat adil dan makmur sebagai tujuan nusa damai perahu kita, jangan sampai hilang dari cakrawala kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita tak boleh membiarkan hal itu terjadi. Perahu negeri ini, yang dibuat dengan pengorbanan para pejuang kita, tidak boleh jatuh ke tangan kaum serakah dan penguasa yang tidak amanah. Kendali perahu negeri ini harus dikembalikan kepada pemiliknya yang sah: Rakyat Indonesia (https://www.berdikarionline.com/retaknya-perahu-negeriku/)

Dalam Undang-Undang Dasar kita tertulis jelas bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 

Artinya, negara bertanggung jawab mengelola sumber daya alam demi kepentingan dan kesejahteraan seluruh rakyat, bukan untuk keuntungan pribadi atau jangka pendek. Tanah pertiwi anugerah Ilahi, jangan ambil sendiri. Tanah pertiwi anugerah Ilahi jangan makan sendiri. Untuk Indonesia jaya berkeadilan sosial. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

Tags: demokrasiFranky Sahilatuanegara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Namanya Berlian, Tapi Dia Berkilau Emas di Cabor Karate Porprov Bali 2025

Next Post

Festival Film Indonesia: Antara Panggung Gemerlap dan Ruang Kritik

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Festival Film Indonesia: Antara Panggung Gemerlap dan Ruang Kritik

Festival Film Indonesia: Antara Panggung Gemerlap dan Ruang Kritik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co