24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gede Buda, Sosok di Balik Enam Medali Emas Muay Thai Buleleng di Porprov Bali 2025

Son Lomri by Son Lomri
September 12, 2025
in Persona
Gede Buda, Sosok di Balik Enam Medali Emas Muay Thai Buleleng di Porprov Bali 2025

Gede Buda, pelatih Tim Muay Thai Buleleng di Porprov Bali 2025 | Foto: tatkala.co/Son

TIM Muay Thai Buleleng angkut 6 medali emas, 7 perak, dan 2 medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025.

Di balik perolehan yang gemilang itu, tentu, tidak lepas dari tangan sosok yang melatih, bagaimana ia melatih, juga bagaimana ia meyakinkan, memotivasi, para atlet supaya bermental juara. Itu semua adalah kunci—selain kegigihan para atlet tentu saja.

Sosok pelatih itu ialah Gede Sudarma, atau lebih dikenal Gede Buda. Buda adalah pelatih yang berhasil membawa Muay Thai Buleleng ke ladang juara.

Lelaki kelahiran Kalibukbuk, 19 April 1974 itu, memiliki beragam akar beladiri tradisional yang kental. Sehingga mampu menjadikan murid-muridnya sebagai atlet dengan rasa kepercayaan diri yang kuat.

“Saya tidak memandang siapa pun ketika belajar beladiri. Mau anak saya atau anak siapa pun, saya akan berikan yang terbaik sampai siap tampil. Saya gembleng mereka dengan kerja keras saat latihan, tanpa ampun. Haha,” kata Gede Buda.

Gede Buda, pelatih Tim Muay Thai Buleleng di Porprov Bali 2025 | Foto: tatkala.co/Son

Tapi itu masih belum seberapa, Gede Buda masih menakar kemampuan para atletnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Berbeda dengan nasibnya dulu ketika dilatih oleh sang ayah.

“Saya belajar silat Cimande dari bapak, dari kecil, umur delapan tahun. Dan itu wajib hukumnya saya belajar silat, dipaksa bapak,” ujarnya.

Sebagai seorang pendekar, Gede Buda belajar silat pada ayahnya, Wayan Mustara, yang disebutnya sebagai maha guru.

Semua keluarganya pesilat. Gede Buda memiliki 13 saudara tiri dari 13 ibu tiri. Ia anak tunggal dari ibu kandungnya. Semua keluarganya adalah pendekar. Ayahnya memiliki 14 istri dengan 14 anak (termasuk dia di dalamnya).

“Bapak saya keras dalam mendidik saya di silat, dulu. Kami, semua anak-anaknya, dipaksa untuk belajar, hukumnya wajib. Kalau tidak, bapak bisa marah,” kisah Buda. “Bapak memang dikenal sebagai jawara silat Cimande, dulu. Keras,” sanbungnya.

Sewaktu kecil, di umur delapan tahun, Gede Buda belajar silat Cimande Tari Kolot Kebun Djeruk Hilir (KESTI TTKKDH), sebuah beladiri asli Jawa Barat, sekali lagi, pada sang ayah.

Semua jusrus dikuasai oleh Gede Buda, kemudian sang ayah mengajarinya silat Walet Putih yang dibuat ayahnya, juga dikuasai Gede Buda dengan baik.

Di antara sanak-keluarganya, Gede Buda menjadi generasi terakhir yang masih mendedikasikan hidupnya pada ranah kependekaran.  “Meneruskan warisan leluhur. Kalau tidak, saya kuwalat nanti,” kata Gede Buda.

Wayan Mustara, Maha Guru Silat Walet Putih atau guru Gede Buda | Foto: Istimewa

Tak hanya dua aliran silat itu yang ia kuasai dari sang ayah, dengan latihan yang keras tentunya, aliran silat Sitembak Tujuh Harian (silat Bali), Silat Depok, terus Silat Harimau Putih, juga diberikan sang ayah padanya. Kemudian dikuasainya juga.

Sekitar tahun 1998, Gede Buda kemudian membuka padepokan Walet Putih di rumahnya, di Kalibukbuk, Lovina, Buleleng, dengan nyambi menjadi atlet yang juga sering ikut lomba selain melatih orang lain untuk lomba.

Gede Buda pernah mendapatkan Juara 1 Piala Tetap IPSI Buleleng (2006), Juara Umum 3 Bupati Cup III Antar Perguruan Se-Kabupaten Buleleng (2010), dan Juara 2 Piala Bupati Cup III (2012).

Namun, melihat perkembangan kompetisi dunia persilatan telah banyak mengalami perubahan, Gede Buda akhirnya berdialog dengan keadaan, untuk mencoba aliran silat lain yang berasal dari luar, yaitu Muay Thai dan Wushu.

“Yang mengarahkan saya ke Muayhtai itu teman, Wayan Suwita dan Gede Betran sekitar tahun 2014,” kata Gede Buda.

Dua aliran beladiri itu juga dikuasainya dengan baik. Dengan begitu, padepokannya berubah nama menjadi Walet Fight Club sejak tahun 2015.

“Tapi sekarang lebih fokus untuk Muayhthai daripada Wushu. Tapi di Wushu juga beberapa kali murid saya sabet juara. Anak saya yang pertama, itu raih medali emas beberapa tahun lalu,” kata Gede Buda.

Sampai di situ, Gede Buda juga menjelaskan, melihat kemampuan para muridnya yang kurang mendapatkan tempat untuk bersaing secara kompetitif di silat tradisional, dialihkan pada Muay Thai—dengan silat lokal sebagai akarnya.

Gede Buda dan tim Muay Thai Buleleng di Porprov Bali 2025 | Foto: KONI Buleleng

“Sebenarnya, tidak terlalu jauh berbeda antara silat tradisional dengan Muay Thai itu. Tinggal kita memperdalam apa yang beda, dan silat tradisional juga masih kami gunakan sebagai dasar,” jelas Gede Buda.

Di arena perlombaan, pertandingan silat cenderung memiliki aturan yang lebih ketat. Berbeda dengan Muay Thai, beladiri asal Thailand itu, justru terkesan lebih terbuka, alias boleh memukul daerah apa saja kecuali kemaluan, mata, kepala bagian belakang, dan yang paling penting jangan menggigit area tubuh mana pun.

Seni beladiri Muay Thai juga kerap disebut sebagai seni beladiri delapan tungkai. Yang menggunakan delapan titik kontak tubuh untuk menyerang. Antara lain, kedua kaki (tulang kering), kedua siku, dan kedua tinju.

“Sehingga, di Muay Thai bisa lebih ngeri ketika di pertandingan,” kata Gede Buda.

Sampai di situ, ia juga menjelaskan apa yang biasa terjadi di pertarungan Muay Thai adalah luka berat. Mata bisa keluar oleh sabetan kaki, hidung bisa pecah, bahkan kepala bisa bocor oleh elbow atau dihantam dengan lutut.

Oleh karena itu, ia menekankan kepada setiap muridnya agar fokus pada ketahanan fisik supaya memiliki pertahanan bagus selain menyerang dalam persiapan Porprov Bali tahun ini.

“Satu hari, mereka disesuaikan kemampuannya untuk berlari 15 km,” Buda menjelaskan. “Latihan fisik lainnya seperti dipukul perut dengan tebu, mereka juga mesti menjaga pola makan dengan baik. Harus tahan dengan godaan makanan,” lanjutnya.

Apa yang dikatakan Gede Buda kepada atlet Muay Thai Buleleng ternyata betul. Kekuatan tubuh memang menjadi modal utama selain penguasaan teknik. Emas, perak, perunggu, adalah hasil gemblengannya selama empat bulan. Terima kasih Gede Buda. Terima kasih para atlet. Panjang umur. Merdeka.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Tags: Gede BudaKONI BulelengMuay ThaiPekan Olahraga Provinsi (Porprov) BaliPorprov BaliPorprov Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seruan Introspeksi Politik

Next Post

Refleksi Banjir, Hilmar Farid: Bali Harus Kembali ke Akar Melalui Humaniora

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Banjir, Hilmar Farid: Bali Harus Kembali ke Akar Melalui Humaniora

Refleksi Banjir, Hilmar Farid: Bali Harus Kembali ke Akar Melalui Humaniora

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co