26 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tiga Air Terjun yang Eksotik, Pemikat Wisata di Desa Munduk-Buleleng

Putu Ayu Ariani by Putu Ayu Ariani
September 4, 2025
in Khas
Tiga Air Terjun yang Eksotik, Pemikat Wisata di Desa Munduk-Buleleng

Air Terjun Tanah Barak di Desa Munduk | Foto: Ariani

DESA Munduk, salah satu desa wisata yang terkenal di wilayah  Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng-Bali. Desa pegunungan ini berada pada ketinggian sekitar 800 meter dengan udaranya sejuk, pemandangan hijau kebun dan hutan memanjakan mata, dan pesona air terjun yang sangat memikat para wisatawan.

Dari Denpasar menuju Desa Munduk ditempuh sekitar 2-2,5 jam melewati obyek wisata Bedugul, melewati Danau Beratan, Danau Buyan dan Danau Tamblingan.

Jika bergerak dari Denpasar ke Desa Munduk, suasana akan terasa sangat berubah. Dari udara panas di kota, kita menikmati udara sejuk sejak mulai dari daerah Bedugul.

Jalanan yang berliku khas pegunungan dengan tanjakan dan turunan landai, sesekali tajam,  kita lewati dengan asyik. Apalagi jalan-jalan itu dikelilingi oleh hutan, perkebunan sayur, dan pemandangan danau.

Para wisatawan bisa berhenti sejenak menikmati pemandangan Danau Beratan, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan. Jalur menuju Munduk terkenal sangat indah namun jalannya cukup menantang sehingga banyak wisatawan lebih memilih menggunakan jasa sopir lokal ketimbang mengendarai mobil sendiri.

“Kalau pagi hari kabutnya masih tebal di atas danau tapi justru disitulah keindahanya seperti berada di atas awan,” kata Kadek Hendry, sopir wisata yang sering menjemput tamu dari Denpasar untuk diantar ke Desa Munduk.

Di Desa Munduk, wisatawan bisa menikmati suasana desa yang asri dengan pemandangan bukit-bukit melingkari desa. Belakangan, banyak wisatawan yang menikmati suasana air terjun di desa itu, termasuk suasana perjalanan menuju ke air terjun.

Untuk menuju lokasi air terjun, wisatawan berjalan kaki sembari menikmati pemandangan kebun kopi serta cengkeh. Jalan yang dilalui adalah jalan setapak yang di kiri-kanan dipenuhi pepohonan.

Air Terjun Tanah Barak di Desa Munduk | Foto: Ariani

Air terjun yang paling populer di Desa Munduk adalah air terjun Tanah Barak atau Redcolar waterfal. Air terjun ini menjulang dengan ketinggian sekitar 15 meter. Airnya jatuh begitu deras menimpa bebatuan yang memunculkan kabut- kabut halus. Itu membuat udara terasa semakin sejuk dan segar.

Air terjun Tanah Barak ini lebih banyak digemari para wisatawan dari airv terjuan lain di Desa Munduk karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dati jalan raya. Wisatawan biasanya duduk di bebatuan sambil menikmati air terjun yang menyejukkan.

Air terjun yang lebih tinggi dari Tanah Barak adalah Air Terjun Melanting. Letaknya tidak jauh dati Air Terjun Tanah Barak, hanya membutuhkan waktuk 20 menit berjalan kaki.

Air Terjun Melanting termasuk air terjun tertinggi di Desa Munduk dengan ketinggian kurang lebih 20 meter. Di sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Melanting banyak terdapat perkebunan kopi, cengkeh dan berbagai jenis buah-buahan  lokal. Sayangnya di air terjun ini para wisatawan tidak bisa berenang seperti di Air Terjun Tanah Barak. Meski begitu, para wisatawan tetap ingin mengunjungi air terjun ini karena terpikat dengan ketinggian tebing dan curah airnya.

Ada juga air terjun yang disebut Golden Valley Waterfall. Di lokasi air terjun  ini terdapat sebuah restoran yang bernama Eco Cafe. Di situ kita bisa minum kopi atau makan siang sambil menikmati pemandangan air terjun. Air terjun ini termasuk air terjun yang kecil tetapi sangat indah dan memukau. Dengan ketinggiannya yang berkisar antara 8 sampai 10 meter, air terjun ini cukup indah untuk dinikmati sambil minum secangkir kopi.

Steven, wisatawan yang berasal dari Prancis mengatakan Munduk tenang, sepi dan asri.

“Saya datang ke Bali untuk melihat alam, bukan hanya melihat pantai. Di Munduk saya juga bisa merasakan suasana pedesaan, mencoba kopi lokal dan melihat air terjun yang sangat memukau rasanya seperti surga kecil,” kata Steven.

Sementara itu Nora, wisatawan yang berasal dari Belanda mengaku jatuh cinta dengan jalur treking menuju air terjun.

“Di sepanjang jalan saya bisa lihat perkebunan, berkenalan dengan orang-orang di sekitar air terjun, bahkan saya mencoba buah lokal yang ada di sana. Bagi saya treking ke air terjun di sini rasanya seperti sedang berolahraga,” katanya.

Bagi Nora treking di Munduk menuju air terjun bukan hanya aktivitas fisik saja tapi kesempatan berinteraksi dengan alam di Desa Munduk.

Linda, wisatawan lokal yang berasal dari Jakarta juga terpesona melihat keindahan Munduk, dia mengaku Munduk memberikan pengalaman baru baginya.

“Biasanya kalau ke Bali, pasti ketemu dengan pantai, Kuta, Seminyak, dan Canggu yang sangat ramai, tapi setelah saya coba ke Bali bagian utara ternyata di sini jauh lebih tenang udaranya sangat sejuk cocok banget buat healing untuk melepaskan penat,” katanya.

Menurut Putu Yudiantara, pemandu wisatawan di Desa Munduk, mengatakan air terjun di Desa Munduk bukan hanya sumber daya alam tetapi juga warisan yang harus dijaga.

“Kami di desa bekerja sama untuk menjaga kebersihan jalur treking menuju ke air terjun. Kami juga memasang papan petunjuk dan menyediakan homestay sederhana agar para wisatawan lebih senang lagi datang ke Munduk,” katanya.

Air Terjun Melanting di Desa Munduk | Foto: Ariani

Putu Yudiantara juga menekankan bahwa masyarakat Desa Munduk aktif mejaga kebersihan, masyarakat Munduk juga selalu bersih-bersih bersama- sama setiap hari Jumat yang diberi nama Jumat Bersih sekaligus memastikan suasana tetap alami.

Pemilik warung kecil dekat air terjun yang menjual rempah- rempah, Wayan Tami, mengatakan usahanya semakin ramai sejak Munduk dikenal sebagai desa wisata.

“Dulu jarang ada yang datang untuk membeli rempah-rempah tapi sekarang sudah lumayan banyak yang membelinya,  seperti cengkeh, cabai dan kopi yang sudah kering-kering ini sangat membantu perekonomian keluarga saya,” katanya.

Wayan Tami sangat merasakan dampak dari datangnya para wisatawan ke Desa Munduk, karena dengan meningkatnya kunjungan wisatawan membuat usahanya semakin berkembang.

Dengan udara pegunungan yang segar dan deretan air terjun yang sangat menawan serta keramahan masyarakat Munduk menjadikan Desa Munduk seperti permata tersembunyi di Bali Utara, sebuah desa yang alamnya masih asri dan kehidupan pedesaan yang masih sangat harmonis. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Reporter/Penulis: Putu Ayu Ariani
Editor: Adnyana Ole

Tags: air terjunDesa MundukPariwisatapariwisata balipariwisata buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hikayat Penyelamat Naskah Tetralogi Buru Pramoedya Ananta Toer — Obituari Oei Hiem Hwie

Next Post

Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja: Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Putu Ayu Ariani

Putu Ayu Ariani

Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
0
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

Read moreDetails

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

Read moreDetails

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails
Next Post
Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja:  Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja: Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro
Cerpen

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu
Puisi

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali
Kritik Seni

Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

“Tradisi tidak mati karena berubah; ia mati ketika berhenti dipikirkan.” PELESTARIAN seni tradisional di Bali tidak dapat berhenti pada estetika...

by Wayan Gde Yudane
June 26, 2026
Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali
Esai

Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) memerlukan media massa untuk publikasi dan dokumentasi, sedangkan media massa memerlukan PKB untuk menunjukkan tanggung jawab...

by I Nyoman Darma Putra
June 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Negeri Pesugihan

SIDANG pembaca yang budiman, coba anda buka Netflix atau platform streaming apa pun yang sedang populer. Tidak perlu menggulir lama-lama,...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 26, 2026
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?
Khas

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co