26 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tiga Air Terjun yang Eksotik, Pemikat Wisata di Desa Munduk-Buleleng

Putu Ayu Ariani by Putu Ayu Ariani
September 4, 2025
in Khas
Tiga Air Terjun yang Eksotik, Pemikat Wisata di Desa Munduk-Buleleng

Air Terjun Tanah Barak di Desa Munduk | Foto: Ariani

DESA Munduk, salah satu desa wisata yang terkenal di wilayah  Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng-Bali. Desa pegunungan ini berada pada ketinggian sekitar 800 meter dengan udaranya sejuk, pemandangan hijau kebun dan hutan memanjakan mata, dan pesona air terjun yang sangat memikat para wisatawan.

Dari Denpasar menuju Desa Munduk ditempuh sekitar 2-2,5 jam melewati obyek wisata Bedugul, melewati Danau Beratan, Danau Buyan dan Danau Tamblingan.

Jika bergerak dari Denpasar ke Desa Munduk, suasana akan terasa sangat berubah. Dari udara panas di kota, kita menikmati udara sejuk sejak mulai dari daerah Bedugul.

Jalanan yang berliku khas pegunungan dengan tanjakan dan turunan landai, sesekali tajam,  kita lewati dengan asyik. Apalagi jalan-jalan itu dikelilingi oleh hutan, perkebunan sayur, dan pemandangan danau.

Para wisatawan bisa berhenti sejenak menikmati pemandangan Danau Beratan, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan. Jalur menuju Munduk terkenal sangat indah namun jalannya cukup menantang sehingga banyak wisatawan lebih memilih menggunakan jasa sopir lokal ketimbang mengendarai mobil sendiri.

“Kalau pagi hari kabutnya masih tebal di atas danau tapi justru disitulah keindahanya seperti berada di atas awan,” kata Kadek Hendry, sopir wisata yang sering menjemput tamu dari Denpasar untuk diantar ke Desa Munduk.

Di Desa Munduk, wisatawan bisa menikmati suasana desa yang asri dengan pemandangan bukit-bukit melingkari desa. Belakangan, banyak wisatawan yang menikmati suasana air terjun di desa itu, termasuk suasana perjalanan menuju ke air terjun.

Untuk menuju lokasi air terjun, wisatawan berjalan kaki sembari menikmati pemandangan kebun kopi serta cengkeh. Jalan yang dilalui adalah jalan setapak yang di kiri-kanan dipenuhi pepohonan.

Air Terjun Tanah Barak di Desa Munduk | Foto: Ariani

Air terjun yang paling populer di Desa Munduk adalah air terjun Tanah Barak atau Redcolar waterfal. Air terjun ini menjulang dengan ketinggian sekitar 15 meter. Airnya jatuh begitu deras menimpa bebatuan yang memunculkan kabut- kabut halus. Itu membuat udara terasa semakin sejuk dan segar.

Air terjun Tanah Barak ini lebih banyak digemari para wisatawan dari airv terjuan lain di Desa Munduk karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dati jalan raya. Wisatawan biasanya duduk di bebatuan sambil menikmati air terjun yang menyejukkan.

Air terjun yang lebih tinggi dari Tanah Barak adalah Air Terjun Melanting. Letaknya tidak jauh dati Air Terjun Tanah Barak, hanya membutuhkan waktuk 20 menit berjalan kaki.

Air Terjun Melanting termasuk air terjun tertinggi di Desa Munduk dengan ketinggian kurang lebih 20 meter. Di sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Melanting banyak terdapat perkebunan kopi, cengkeh dan berbagai jenis buah-buahan  lokal. Sayangnya di air terjun ini para wisatawan tidak bisa berenang seperti di Air Terjun Tanah Barak. Meski begitu, para wisatawan tetap ingin mengunjungi air terjun ini karena terpikat dengan ketinggian tebing dan curah airnya.

Ada juga air terjun yang disebut Golden Valley Waterfall. Di lokasi air terjun  ini terdapat sebuah restoran yang bernama Eco Cafe. Di situ kita bisa minum kopi atau makan siang sambil menikmati pemandangan air terjun. Air terjun ini termasuk air terjun yang kecil tetapi sangat indah dan memukau. Dengan ketinggiannya yang berkisar antara 8 sampai 10 meter, air terjun ini cukup indah untuk dinikmati sambil minum secangkir kopi.

Steven, wisatawan yang berasal dari Prancis mengatakan Munduk tenang, sepi dan asri.

“Saya datang ke Bali untuk melihat alam, bukan hanya melihat pantai. Di Munduk saya juga bisa merasakan suasana pedesaan, mencoba kopi lokal dan melihat air terjun yang sangat memukau rasanya seperti surga kecil,” kata Steven.

Sementara itu Nora, wisatawan yang berasal dari Belanda mengaku jatuh cinta dengan jalur treking menuju air terjun.

“Di sepanjang jalan saya bisa lihat perkebunan, berkenalan dengan orang-orang di sekitar air terjun, bahkan saya mencoba buah lokal yang ada di sana. Bagi saya treking ke air terjun di sini rasanya seperti sedang berolahraga,” katanya.

Bagi Nora treking di Munduk menuju air terjun bukan hanya aktivitas fisik saja tapi kesempatan berinteraksi dengan alam di Desa Munduk.

Linda, wisatawan lokal yang berasal dari Jakarta juga terpesona melihat keindahan Munduk, dia mengaku Munduk memberikan pengalaman baru baginya.

“Biasanya kalau ke Bali, pasti ketemu dengan pantai, Kuta, Seminyak, dan Canggu yang sangat ramai, tapi setelah saya coba ke Bali bagian utara ternyata di sini jauh lebih tenang udaranya sangat sejuk cocok banget buat healing untuk melepaskan penat,” katanya.

Menurut Putu Yudiantara, pemandu wisatawan di Desa Munduk, mengatakan air terjun di Desa Munduk bukan hanya sumber daya alam tetapi juga warisan yang harus dijaga.

“Kami di desa bekerja sama untuk menjaga kebersihan jalur treking menuju ke air terjun. Kami juga memasang papan petunjuk dan menyediakan homestay sederhana agar para wisatawan lebih senang lagi datang ke Munduk,” katanya.

Air Terjun Melanting di Desa Munduk | Foto: Ariani

Putu Yudiantara juga menekankan bahwa masyarakat Desa Munduk aktif mejaga kebersihan, masyarakat Munduk juga selalu bersih-bersih bersama- sama setiap hari Jumat yang diberi nama Jumat Bersih sekaligus memastikan suasana tetap alami.

Pemilik warung kecil dekat air terjun yang menjual rempah- rempah, Wayan Tami, mengatakan usahanya semakin ramai sejak Munduk dikenal sebagai desa wisata.

“Dulu jarang ada yang datang untuk membeli rempah-rempah tapi sekarang sudah lumayan banyak yang membelinya,  seperti cengkeh, cabai dan kopi yang sudah kering-kering ini sangat membantu perekonomian keluarga saya,” katanya.

Wayan Tami sangat merasakan dampak dari datangnya para wisatawan ke Desa Munduk, karena dengan meningkatnya kunjungan wisatawan membuat usahanya semakin berkembang.

Dengan udara pegunungan yang segar dan deretan air terjun yang sangat menawan serta keramahan masyarakat Munduk menjadikan Desa Munduk seperti permata tersembunyi di Bali Utara, sebuah desa yang alamnya masih asri dan kehidupan pedesaan yang masih sangat harmonis. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Reporter/Penulis: Putu Ayu Ariani
Editor: Adnyana Ole

Tags: air terjunDesa MundukPariwisatapariwisata balipariwisata buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hikayat Penyelamat Naskah Tetralogi Buru Pramoedya Ananta Toer — Obituari Oei Hiem Hwie

Next Post

Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja: Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Putu Ayu Ariani

Putu Ayu Ariani

Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja:  Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja: Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co