6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Son Lomri by Son Lomri
August 31, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Peluru Coklat Putih

Ilustrasi tatkala.co

Peluru Coklat Putih

: Randa

Timah timah
Bekas peluru ditembakkan
Di lapang itu,

Kita gali seperti
Menggali kubur dengan
Badan setengah merunduk
Hingga tangan belepotan tanahtanah.

“Bisa dijual itu timah,” katamu.
Lima puluh meter dari tentara kemarin sore
—kurang ajar menembaki gundukan tanah.

Tapi kita mau menjilati
Malam sampai
Ke dubur pagi

Kita berdoa banyak perang terjadi
Hari esok agar banyak peluru bisa digali

Biar besok tidak sulit makan
Biar besok tidak sulit minum arak

Mari kita belajar
Menghitung
Peluru pada tanah
Sebelum mayat mayat
Dadanya terbuka ketika
Hari perang sudah tiba.

Dalam perang,
Peluru tak ada harganya
Seperti nyawa perut kosong
Menatap nyalang hidup
Minum arak sisa semalam
Lalu berjalan sempoyong keluar ke pantai
Untuk menurunkan baju jirah perang
Pada angin pada ombak
Pada gagang panci piring gelas milik ibu

Mari kita hitung waktu mundur,
Pada hari hari maaf di jalanan;

Di jalan raya,
Di sampingnya gereja
Tuhan menatap kita
Seperti domba tersesat
Mencuri coklat di padang rumput
Milik orangorang pelit di toko toko zaman

Tuhan agaknya tersenyum
Menyaksikan pencuri kecil
Sedang menuntaskan rasa laparnya
Mencabik coklat putih panjang
Setelah menjilati malam ke dubur pagi

Di mana lagi waktu chaos itu,
Bisa dilumat seperti coklat
Putih tahun lalu?

Singaraja, Juli 2025

Jalan ke Rumahku


: Randa

Jalan pulang menuju rumahku itu,
Melewati 10 tiang listrik
Dari pangkalan ojek
Pengkolan Minggu

Melewati rumah rumah tetangga
Dengan pagar kayu penuh daun
Juga besi karatan

Melewati beberapa mushola
Dan hamparan luas sawah
Dilingkari gunung-gunung itu,
juga jalan menuju rumahku.

Berbeton jalannya lurus berbelok
Dan sungai warnanya kuning
Mengalir di sisinya menguarkan
Bau tanah—getih kelahiran.

Bayangkan itu, kau
Ikut pulang ke rumahku
Dengan langit biru diiringi lagu
Bin Idris – Bebas Hambatan.

Turun dari kereta, misalnya,
Pergi kita menaiki angkot dari Palima.
Diantar Mang Sopir ke tempat tempat tadi,
Juga tempat duduk kecil terpisah sepanjang jalan
Pinggiran sawah;

Tempat para remaja nakal itu menyandarkan motornya
Usai balap liar sore—lanjut terus mabok malam.

Juga anak-anak kecil,
Belajar nakal menghisap rokoknya sebelum berangkat mengaji
Mereka, juga duduk di sana bergantian sebelum Maghrib.

Tapi beberapa rumah mungkin sudah kosong
Ditinggal anak-anak sebesarku sekarang.

Jauh-pergi melewati hari raya
Melewati hari libur

Meninggalkan tempat duduknya
Dan inti sari botol botol kosong,
Juga rokok melingkar sebaya
Sudah padam.

Sepuluh anak anak kecil itu juga sekarang,
Barangkali sudah besar besar. Pergi,
Melewati tidur siangnya seperti aku.

Tapi di mana aku sekarang,
Di mana mereka
Di mana jalan masuk ke rumahku
Lalu bagaimana kabar ibuku kabar abahku,
Dan tetanggaku juga sawah
Samar aku ingat—sekarang.

Sekarang, rasanya aku hanya bisa mengingat sekilas,
Dan mencium aliran sungai bau basah tanah
Dari kiriman bekal orang tua semakin sedikit.

Tapi, bagaimana kabarmu?

Singaraja, Juli 2025

Kota Tua Pesisir Berjalan di Kakimu

: Pemulung Perempuan

Perempuanku,
Aku mengerti keadaanmu sekarang.
Di kesepian kau duduk dan matamu terlepas
jatuh ke sungai deras.
Sementara di keramaian–asing dengan udara panas
Kota tua pesisir berjalan di kakimu
Menyusul dadamu terjatuh pada jurang
Paling hampa dari hidup yang licin.
Orang-orang mendongak tak pernah ke bawah memang,
Karena habis meliuk malam—pagi hari. Dan,
Ia datang setelahnya meraih sesuatu,
Lalu menemuimu
Di antara sisa sisa bar dan resto
Yang sulit dimengerti di tepi pantai
Dan sawah menggantikan bintang bulan
Kunang kunang,
2–3 kilo sisasisa,
Kau menimbangnya pada nasib.
Aku tahu rasanya dihimpit angka besar uang kecil,
Yang membuat tubuhmu semakin menciut.
Lantas kau pergi pulang-tidur,
Diantar angin dipeluk malam. Dan,
Tubuhmu merebah pada kasur
Sehalus mimpi di kamar rumah gubuk kita.

Singaraja, 2025

Ratu Amélia—Cahyani

: Kekasihku dulu

Telah melewati banyak tahun
Bunga layu masih aku bawa
Ke mana saja. Diselip di kantong,
Diselip di buku.

Baunya masih tetap sama
Kelopaknya utuh
Warnanya merah
Seperti dipotek kali pertama
Disisipkan pada surat
Diantar malu malu kencan kita
Di warung bakso makan dengan uang
Masih patungan.

Bunga layu itu aku bawa
Melewati banyak bentuk jalan hidup

Disimpan seperti ajimat
Penangkal lupa
Penangkal ingkar

Mataku satu perih menahan asing
Rasa ngilu mimpi indah janji janji

Yang sekarang jadi kering,
Tangkainya hilang entah ke mana.

Singaraja, Agustus 2025

Nanti Saja Aku Pulang

Bu,

Masih
ngisi-
Kolom
Tekateki

Singaraja, Agustus 2025

Menumbuhkan Liar Aku

Robek dagingku
Dilempar
Batu karang kayukayu

Di sela daging menganga
Tulangku nyaris nongol

Langit mengerang
Kesakitan

Menjatuhkan banyak sekali bintang
Bintang di pundak
Kaki dengkul—
Merobek kulitku itu,
Membentuk seperti palung.

Dan laut menjerit tumpahkan
Garam angin sakit
Di dalamnya bau tubuhku
Kemarau panjang.

Tanah juga berdarah
Warnanya coklat
Bau getah pepohonan

Engkau 20 sifat wujud
99 nama baik di belantara
Tempat keluh kesah tumbuh
Memborok rasa sakit manusia

Dengar ini bukan doa
Tapi semacam hutang

Aku mau minta hujan
Satu gelas kopi pait
Dua batang rokok eceran
Seporsi tipat pengganjal rasa lapar
Rasa panas rasa dingin

Puahkan kepadaku itu.

Dibayar kontan nanti—
Selepas getahgetah
Mengering seperti
Kulit kulit mati mengering
Terkelupas sekujur tubuhku

Atau kontan
Di hari-hari
Mati
Waktu
Satu
Satunya
Yang setia akan datang. Setelah,
Tak lagi liar hidupku ditutup
Tanah ditaburi bunga bunga duka. Yang,
Merebahkan aku menciumMu mesra
Lebih dekat lebih dalam—tanah.

Puah,
Puahkan kepadaku hujan deras
Tubuhku panas kemarau panjang
Dilewati ular tikus kadal liar dalam kejaran.

Robek. Sumuk.

“Aku tak pernah
mengelak
Aku terus berjalan
Tumbuh
Membau,”

Aku gulma kering di tepi jalan jalan tandus
Yang dilewati mata kaki buta mereka—
Malam tiba gigil tubuhku

Dan,
Aku menutup mata
Membayangkan itu
Kematian dekat
Memeluk satu-satunya
Lebih hangat dan wangi

Dan mereka berhenti berjalan,
Datang kepadaku menabur bunga
Mengembalikan bintang bintang di pundak
Kaki-kengkul di mata kakiku—
Semula, ke langit.

Singaraja, Agustus 2025

.

Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Made Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hidupkan Malam Banjar Jawa, Singaraja:  STT Yowana Taruna Wirahita Luncurkan Sanggar Seni Adi Bajra Hita

Next Post

Lawon | Cerpen Juli Prasetya

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

by Chusmeru
February 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak...

Read moreDetails

Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

by I Wayan Kuntara
February 15, 2026
0
Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

by Made Bryan Mahararta
February 14, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

by Maria Utami
February 13, 2026
0
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras...

Read moreDetails

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

by Karst Mawardi
February 8, 2026
0
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

AKTUAL preseden dan prediksijadi 2 sisi koin logammereka lemparkan itubukan buat ditangkap peristiwa jadi gentingtatkala koin mendaratmemaksa kita berpikirmelulu soal...

Read moreDetails
Next Post
Lawon | Cerpen Juli Prasetya

Lawon | Cerpen Juli Prasetya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co