13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Purnama, Pengetahuan, Profesor dan Pendeta

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
August 8, 2025
in Esai
Purnama, Pengetahuan, Profesor dan Pendeta

Ilustrasi tatkala.co

PURNAMA adalah kondisi saat bulan terlihat bulat sempurna. Leluhur Bali meyakini bulan dan cahayanya adalah pantulan dari matahari cahayanya. Disebut cahaya karena bisa dilihat, diketahui dan dipahami dari pandangan mata biasa. Bentuk cahaya bulan yang berubah-ubah setiap hari, memberi pengetahuan dan pemahaman tentang bentuk utuh bulan yang bulat, seperti halnya bumi dan planet-planet.

Selain bentuk yang bulat, leluhur Bali juga memberi pengetahuan tentang kondisi situasi bulan dalam hubungannya dengan bumi, matahari dan benda-benda angkasa lainnya, yang terlihat lebih kecil, sedang besar, sangat besar, redup, terang dan sangat terang, seperti yang dituliskan dalam lontar dalam bentuk karya-karya sastra . Pengetahuan tentang bulan Purnama ini dengan sangat detail dituliskan oleh sastrawan Bali asal Klungkung, almarhum I Dewa Raka Kusuma dalam cerpennya yang berjudul “Ngambar Bulan” (Menggambar Bulan).

Bulan

Sinar bulan yang lembut, terasa sejuk membuat kita betah berlama-lama memandang dan mengaguminya. Lewat pandangan mata, sinar bulan terserap dan masuk ke dalam jiwa. Menjadi inspirasi bagi manusia dalam mengembangkan pengetahuan lahir maupun batin.

Bulan seperti halnya bumi, matahari, planet-planet, manusia, binatang dan tumbuhan bersifat material dan spiritual.

Manusia modern, terutama para profesor (ilmuan yang sudah profesional di bidangnya) berusaha menggali pengetahuan tentang bulan sebagai material dengan berusaha menyentuh material dan unsur-unsurnya secara langsung, menelitinya untuk mendapatkan pengetahuan tentang benda-benda langit, bumi, manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan sebagai bagian dari alam semesta.

Manusia tradisional, para spiritual (Pendeta di Bali misalnya) berusaha menggali pengetahuan tentang bulan sebagai spiritual, dengan berusaha merasakan, meresapi menikmati sinarnya, untuk mendapatkan pengetahuan tentang sinar bulan, matahari, planet-planet, bumi, manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan sebagai bagian dari alam semesta.

Profesor dan Pendeta

Untuk menjadi seorang Profesor, seorang intelektual /orang yang memiliki kecerdasan tinggi dan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta kreatif, terutama dalam memahami dan memecahkan masalah yang kompleks, harus melalui pendidikan formal, melakukan penelitian-penelitian, menemukan dan menyebarkan hasil penelitiannya melalui seminar-seminar, jurnal-jurnal ilmiah, buku dan lain-lain.

Istilah brahmana disebutkan berasal dari akar kata brahman yang berarti realitas tertinggi, sumber segala sesuatu, dan prinsip kosmik yang kekal dan tidak terbatas (Tuhan dengan segala aspeknya material maupun spiritual). Yang menjalani pembelajaran tentang segala aspek brahman disebut brahmana. Dalam kontek agama Hindu di Bali, brahmana kemudian dipergunakan sebagai istilah untuk menyebut seseorang atau sekelompok orang dengan bernama depan ida, yang puncak pencapaian tertingginya disebut Pendeta.

Intelektual dan Brahmana

Manusia adalah pelaku, subyek dari pengetahuan modern maupun tradisionil. Seorang Intelektual umumnya menjadikan bulan, matahari, planet, bumi, manusia binatang, tumbuh-tumbuhan dan semua aspek yang ada dan terkait dengannya obyek penelitian. Seorang “brahmana” konon menjadikan dirinya sendiri sebagai obyek penelitian.

Diri sebagai obyek penelitian untuk mendapatkan pengetahuan didasari oleh keyakinan bahwa Brahman (percikan Brahman) ada dalam diri manusia dan mahluk hidup lainnya, umat Hindu di Bali menyebutnya Atman, umat beragama lain menyebut Roh Kudus, Nur Muhammad Nur Illahi dan lain-lain.

Penelitian ke luar dan ke dalam bertujuan untuk mencapai kebahagian lahir dan batin.

Tantangan bagi Intelektual dan Brahmana adalah bagaimana mempergunakan pengetahuannya untuk memberikan dampak positif bagi dunia, manusia, binatang, pohon, alam sekitar, bumi dan alam semesta. Penggunaan pengetahuan yang hanya untuk menguntungkan diri sendiri dan kelompok, hanya mengakibatkan penderitaan lahir dan batin.

Ajiwera

Mungkin itu sebabnya, pengajaran tentang pengetahuan oleh “brahmana”/ Pendeta, tidak diberikan secara sembarangan (ajiwera), hanya diberikan oleh guru kepada murid melalui tahapan pengujian yang disebut diksa pariksa (pengujian mental spiritual).
Dalam ujian mental-spiritual biasanya yang paling krusial adalah ketulusiklasan yang bersangkutan untuk menjalankan pengetahuan Brahman/Tuhan /Spiritual. Guru biasanya akan mengingatkan agar murid yang telah menguasai pengetahuan agar tidak tergoda menjadi Balian, penyembuh pribadi yang menerima upah.

Tetapi hanya sebagai pengantar/penyampai doa yang hanya menerima sari (seirup nafas yang wangi), bukan menerima pajak sebagai prosentase dari pengelolaan sumber daya (fee), bukan menerima nilai tukar dari kerajinan tubuh, atau bahkan menerima bati (keuntungan dari prosentase penjualan dan pembelian).

Bersyukur

Kita mesti bersyukur beberapa orang di Bali, Nusantara, Asia dan dunia, masih menjaga, memelihara dan mengembangkan adat, tradisi dan budaya dalam sistem belajar untuk mendapatkan, menerapkan dan mengembangkan pengetahuan demi kebaikan manusia alam dan sekitar.

Semoga Perayaan Purnama kali ini bisa menjadi sinar yang memantulkan diri kita sebagai manusia, alam dan semesta, untuk menerima dan memaafkan kesalahan diri, orang lain, bangsa, negara dan alam semesta, agar bisa memperbaiki diri, alam dan semesta untuk menjadi lebih baik, aman, nyaman dan damai. [T]

Denpasar, 08.08.2025

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Tri Hita Karana, Kemalasan Tubuh, dan Kebebasan Pikiran
Uang Bolong dan Kecongkakan Manusia
Tumpek Kandang, Manusia dan Alam Semesta
Bali, Pemimpin, Sampah dan “Campah”
Kelapa, Kepala, Warna dan Permainan Makelar
Tags: bulan purnamapendetaPendidikanPengetahuanProfesor
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ngakan Made Kasub Sidan, Peraih Bali Jani Nugraha 2025, Penjaga Sastra  Inspiratif dari Klungkung

Next Post

Membangun Kedamaian dan Konsentrasi Belajar melalui Transcendental Meditation di SMKN 1 Petang

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Membangun Kedamaian dan Konsentrasi Belajar melalui Transcendental Meditation di SMKN 1 Petang

Membangun Kedamaian dan Konsentrasi Belajar melalui Transcendental Meditation di SMKN 1 Petang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co