23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Storynomics Tourism”: Tutur Cerita dalam Wisata

Chusmeru by Chusmeru
May 24, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK pertimbangan wisatawan berkunjung ke satu destinasi wisata. Selain potensi alam dan budayanya, daya tarik destinasi wisata terletak pada kelengkapan informasi yang diperoleh wisatawan. Meski objek wisata memiliki potensi menarik, namun tidak diinformasikan secara baik, akan kurang dikenal wisatawan.

Beragam cara digunakan wisatawan untuk mendapatkan informasi tentang destinasi wisata. Kekinian, wisatawan lebih memilih mencari sumber informasi wisata dari media sosial. Apalagi media sosial saat ini banyak digunakan untuk promosi pariwisata.

Kalangan industri pariwisata sendiri berupaya menyajikan informasi selengkap, semenarik, dan sejelas mungkin. Salah satu cara yang sering digunakan oleh industri pariwisata adalah dengan menarasikan objek dan daya tarik wisata di satu destinasi. Cara seperti ini biasa disebut dengan storynomic tourism atau tutur cerita dalam wisata.

Storynomics tourism adalah konsep yang menggabungkan penuturan cerita dengan ekonomi pariwisata untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan menarik bagi wisatawan. Istilah ini mengacu pada cara-cara di mana industri pariwisata menggunakan narasi atau cerita untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata, memperkaya pengalaman pengunjung, dan memberikan nilai lebih dalam perjalanan mereka.

Dalam storynomics tourism, destinasi atau atraksi wisata tidak hanya menawarkan tempat atau pemandangan, tetapi juga cerita yang menghubungkan tempat tersebut dengan sejarah, budaya, atau mitos lokal. Cerita-cerita ini menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat antara wisatawan dan destinasi, membuat pengalaman mereka lebih berkesan dan memikat.

Storynomics tourism seringkali melibatkan pengenalan lebih mendalam terhadap budaya lokal melalui cerita-cerita tradisional, legenda, atau pengalaman sejarah. Ini tidak hanya membuat perjalanan lebih menarik, tetapi juga mendidik wisatawan tentang nilai-nilai dan tradisi masyarakat setempat.

Potensi

Indonesia memiliki banyak potensi alam dan budaya yang dapat dinarasikan dalam tutur cerita wisata. Semua potensi itu jika dituturkan dengan baik akan membuat wisatawan bukan hanya kagum, namun juga merasa menjadi bagian dari alam dan budaya itu.

Semua gunung di Indonesia memiliki cerita yang menarik. Ketinggian gunung, kandungan mineral, keragaman flora dan fauna, serta sejarah erupsinya merupakan sebagian dari materi yang dapat dituturkan dalam storynomics tourism. Begitu pula dengan beragam mitos yang biasanya menyertai di setiap gunung.

Sungai, pantai, dan danau di Indonesia begitu indah. Jika wisatawan hanya sekadar menikmati keindahannya, perjalanan wisata tidak menimbulkan kesan yang mendalam. Padahal perairan Indonesia banyak menyimpan potensi yang dapat diceritakan kepada wisatawan, mulai dari kedalaman, keragaman satwa, maupun mitos tentang air yang dipercaya masyarakat Indonesia.

Indonesia juga memiliki banyak curug yang luar biasa indah. Namun storynomics tentang curug belum begitu maksimal. Hampir semua postingan di media sosial tentang curug lebih memamerkan keindahan air terjunnya. Sementara tutur cerita tentang curug belum disajikan kepada wisatawan.

Bukan hanya alam, potensi budaya dan sejarah di Indonesia begitu melimpah. Tarian, tradisi, candi, bangunan tua, dan situs bersejarah perlu dibuat storynomics agar wisatawan bukan hanya menyaksikan, tetapi juga merasakan pengalaman kultural. Bali dengan “seribu pura”-nya, Borobudur, dan Prambanan menjadi terkenal di mancanegara karena storynomics yang dituturkan dengan baik.

Kuliner daerah akan menjadi daya tarik wisata yang menjanjikan bila mampu dikemas dalam storynomics. Korea Selatan, Jepang, dan Thailand menjadi destinasi andalan di Asia lantaran narasi tentang kuliner mereka yang begitu bagus. Sementara Indonesia memiliki beragam kuliner yang akan menambah kuat citra destinasi wisata jika dibumbui dengan tutur cerita kuliner.

Busana daerah sebagai bagian dari budaya dan tradisi di Indonesia juga begitu banyak. Namun storynomics tentang busana daerah masih belum optimal. Barangkali wisatawan hanya mengenal batik. Padahal ragam busana daerah begitu banyak. Korea Selatan berhasil menarasikan Hanbok sebagai pakaian tradisional yang diminati wisatawan, sebagaimana Jepang menarasikan Kimono.

Kendala

Storynomics, tutur cerita, atau menarasikan sebuah objek dan daya tarik wisata tidak semudah menulis caption dalam media sosial. Diperluham pemahaman yang sangat mendalam terkait objek dan daya tarik wisata yang hendak diceritakan. Pemahaman yang tak memadai dapat menghasilkan cerita yang subjektif.

Narasi yang digunakan dalam storynomics akan menjadi bias bila bersifat subjektif, karena dapat diinterpretasikan secara berbeda oleh berbagai individu atau kelompok. Hal ini dapat berakibat pada kebingungan wisatawan untuk mendapatkan kebenaran cerita terhadap suatu destinasi.

Autentikasi cerita menjadi kendala tersendiri dalam storynomics. Bisa saja terjadi, cerita tentang destinasi wisata hanya untuk memenuhi keinginan pasar wisata. Mitologi lokal maupun cerita tentang tradisi dapat disesuaiakn dengan selera wisatawan, sehingga kehilangan keaslian narasinya.

Sensitivitas dalam storynomics melahirkan persoalan etika dalam bercerita tentang alam, budaya, dan tradisi kepada wisatawan. Kontroversi bisa saja terjadi antara masyarakat dan wisatawan berkaitan dengan isu-isu sensitif dalam cerita itu. Maka dari itu perlu pemahaman tentang latar belakang sosial budaya wisatawan.

Upaya

Menjadikan destinasi wisata sebagai bagian dari storynomics tourism perlu upaya mengintegrasikan prinsip-prinsip bertutur dalam strategi pesasaran dan pengalaman wisata. Setiap destinasi memiliki sejarah, budaya, dan keunikan tersendiri. Mengembangkan narasi yang memikat tentang destinasi wisata tertentu dapat menarik perhatian wisatawan. Cerita ini bisa melibatkan mitos lokal, legenda, atau peristiwa sejarah yang berkesan.

Upaya yang berbasis komunitas perlu dilakukan, agar tidak terjadi saling klaim kebenaran narasi cerita tentang destinasi. Setiap daerah perlu membuat kesepakatan secara dialogis di antara tokoh masyarakat tentang asal-usul destinasi dan tokoh-tokoh yang berperan dalam narasi cerita.

Strategi pemasaran destinasi wisata perlu dilengkap dengan pengalaman sejarah dan budaya di satu destinasi. Paket wisata tematik merupakan salah satu upaya membangun storynomics. Wisatawan diajak mengunjungi destinasi wisata dengan tema tertentu, seperti alam, sejarah, budaya, maupun kuliner yang didasarkan pada alur cerita.

Di era digital, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai upaya membangun cerita. Beragam platform media sosial sering digunakan untuk berbagi cerita. Narasi autentik tentang destinasi dapat tersebar secara cepat dan masif.

Manusia pada hakikatnya adalah homo narrans, begitu kata Walter Fisher. Manusia adalah makhluk pencerita. Lewat tutur cerita manusia akan menghasilkan makna. Dan, destinasi wisata yang bermakna adalah yang mampu bercerita kepada wisatawan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Study Tour”, Bukan Remah-Remah dalam Pariwisata
“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata
Desa Wisata, Ujung Tombak yang Tumpul?
Waspada “Cancel Culture” di Sektor Pariwisata
Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?
“Influencer” dan Promosi Pariwisata
Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Tags: PariwisataStorynomics Tourism
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sujiwo Tejo, Kim Nam Joon, dan Najwa Shihab:  Siapa yang Didengar, Siapa yang Ditiru?

Next Post

Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails
Next Post
Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Kala Bukit Kini Berbuku, Inisiatif Literasi di Jimbaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co