24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diplomasi Kontra-Presional untuk Menghadapi Kebijakan Tarif Trump

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 2, 2025
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

KEBIJAKAN tarif resiprokal 32% yang diumumkan Presiden Donald Trump terhadap Indonesia pada April 2025 telah menciptakan gejolak ekonomi yang signifikan. Meskipun kemudian ditunda selama 90 hari dengan penerapan tarif sementara 10%, kebijakan ini tetap mengancam sektor ekspor padat karya Indonesia yang mempekerjakan jutaan orang.

Pendekatan diplomatik yang ditempuh pemerintah Indonesia perlu diperkuat dengan strategi kontra-presional, sebuah pendekatan yang menggabungkan unsur tekanan balik sebagai respons terhadap tekanan ekonomi dari negara lain. Konsep ini relevan karena Indonesia membutuhkan posisi tawar yang lebih kuat dalam menghadapi kebijakan “America First” yang cenderung mengabaikan diplomasi konvensional.

Ketidakseimbangan kekuatan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat menciptakan posisi tawar yang tidak menguntungkan dalam perundingan tarif bilateral. Indonesia dengan PDB sekitar 1,3 triliun dolar AS berada pada posisi lemah ketika berhadapan dengan Amerika Serikat yang memiliki PDB 30 triliun dolar AS. Kesenjangan ini diperburuk oleh strategi negosiasi AS yang memanfaatkan kekuatan ekonominya sebagai senjata utama.

Buktinya, meskipun Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa United States Trade Representative (USTR) sangat mengapresiasi posisi Indonesia yang bersedia berdialog, realitas menunjukkan bahwa pendekatan diplomatik seringkali kurang efektif menghadapi kebijakan Trump yang unilateral. Dengan demikian, Indonesia harus mengakui keterbatasan fundamental dari pendekatan diplomatik konvensional.

Pendekatan Saat ini

Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto telah memilih jalur diplomasi dengan membentuk tiga satgas (satuan tugas) khusus untuk menangani masalah ini. Menurut pernyataan Airlangga, satgas tersebut meliputi satgas perundingan perdagangan investasi dan keamanan ekonomi, satgas perluasan kesempatan kerja dan mitigasi PHK, serta satgas deregulasi kebijakan.

Pembentukan satgas ini menunjukkan keseriusan pemerintah, namun belum memasukkan elemen tekanan balik yang diperlukan dalam menghadapi kebijakan tarif Trump. Respons singkat Prabowo terhadap laporan Sri Mulyani tentang negosiasi tarif, hanya dengan mengatakan “good, bagus”, menunjukkan pendekatan yang terlalu hati-hati. Konsekuensinya, Indonesia perlu memperkuat strateginya dengan elemen kontra-presional agar mampu menegosiasikan hasil yang lebih menguntungkan.

Strategi pivot geopolitik ke China dapat menjadi elemen kontra-presional yang kuat untuk meningkatkan posisi Indonesia. Amerika Serikat memiliki kepentingan vital untuk mempertahankan pengaruhnya di kawasan Indo-Pasifik dalam konteks rivalitas dengan China. Faktanya, Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapat penundaan tarif sementara menjadi 10%, berbeda dengan China yang tarifnya dinaikkan secara signifikan, mengindikasikan faktor geopolitik turut dipertimbangkan dalam kebijakan tarif Trump.

Oleh karena itu, Indonesia dapat memanfaatkan situasi ini dengan memberikan sinyal kuat tentang kemungkinan pendalaman hubungan strategis dengan China jika tarif tinggi tetap diberlakukan.

Taktik koalisi regional melalui kerja sama ASEAN dapat menjadi pendekatan kontra-presional lainnya yang efektif. Indonesia sebagai salah satu dari beberapa negara yang terkena dampak kebijakan tarif Trump dapat mengambil inisiatif membangun koalisi regional untuk melakukan tekanan kolektif.

Koordinasi respons dari negara-negara ASEAN terdampak akan menciptakan kompleksitas yang lebih besar bagi Amerika Serikat. Hal ini terbukti dari pernyataan Airlangga bahwa Indonesia “tidak membedakan satu negara dengan negara lain” yang dapat dimaknai sebagai kesediaan untuk membangun solidaritas regional. Dengan demikian, front bersama ASEAN akan jauh lebih efektif dalam mendorong Amerika Serikat meninjau kembali kebijakan tarifnya secara menyeluruh.

Strategi Ekonomi

Pendekatan “economic triage” melalui kebijakan tarif balasan selektif terhadap produk dari swing-states Amerika Serikat dapat menciptakan tekanan politik internal yang efektif. Trump sangat sensitif terhadap dukungan politik domestik, terutama dari negara-negara bagian yang menjadi basis pendukungnya. Penerapan tarif tinggi secara selektif terhadap produk pertanian dari Wisconsin atau Iowa dapat menciptakan tekanan dari konstituen Trump sendiri.

Data menunjukkan bahwa produk-produk ini memiliki nilai strategis tinggi dalam ekonomi politik domestik AS. Hasilnya, strategi ini dapat mendorong pemerintah AS untuk lebih kompromi dalam negosiasi tarif dengan Indonesia.

Implementasi strategi kontra-presional perlu dilakukan secara bertahap dan terukur untuk menghindari eskalasi yang kontraproduktif. Indonesia tidak perlu langsung menerapkan seluruh elemen kontra-presional secara bersamaan, melainkan dapat mengadopsi pendekatan bertahap yang dimulai dengan diplomasi lunak kemudian secara progresif meningkat menjadi strategi yang lebih tegas.

Sebagai langkah awal, perlu ditetapkan parameter dan red lines yang jelas sebagai trigger point, misalnya jika AS menolak menurunkan tarif di bawah tingkat tertentu setelah periode tertentu. Akibatnya, Indonesia akan memiliki kerangka kerja yang sistematis untuk eskalasi strategis tanpa merusak hubungan bilateral secara keseluruhan.

Ketahanan Domestik

Langkah-langkah mitigasi domestik harus berjalan paralel dengan strategi kontra-presional untuk menghadapi kemungkinan kegagalan negosiasi. Pembentukan satgas perluasan kesempatan kerja dan mitigasi PHK menunjukkan kesadaran pemerintah akan risiko domestik dari kebijakan tarif Trump.

Indonesia perlu mempersiapkan paket stimulus ekonomi yang komprehensif untuk sektor-sektor terdampak, termasuk insentif fiskal dan program pelatihan ulang tenaga kerja. Berdasarkan pengalaman negara-negara yang menghadapi perang dagang, ketahanan ekonomi domestik merupakan prasyarat bagi keberhasilan diplomasi kontra-presional.

Dengan demikian, pemerintah perlu mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk memperkuat ketahanan sektor-sektor yang rentan terdampak kebijakan tarif Trump.

Pendekatan kontra-presional tidak berarti Indonesia harus meninggalkan jalur diplomatik secara total. Keseimbangan antara ketegasan dan pragmatisme tetap menjadi kunci dalam menghadapi kebijakan tarif Trump.

Pernyataan Airlangga bahwa Presiden Prabowo mengarahkan Indonesia untuk menawarkan win-win solution tetap relevan, namun perlu diperkuat dengan strategi kontra-presional sebagai insurance policy. Indonesia masih dapat memanfaatkan jalur diplomasi formal seperti Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) sambil mempersiapkan elemen kontra-presional. Hasilnya, Indonesia dapat memaksimalkan hasil negosiasi tarif tanpa mengorbankan hubungan bilateral jangka panjang dengan Amerika Serikat.

Dalam era ketidakpastian global saat ini, Indonesia perlu mengembangkan kapasitas diplomasi kontra-presional sebagai bagian dari arsitektur politik luar negerinya. Pemerintah Indonesia sebaiknya mempertimbangkan secara serius integrasi elemen kontra-presional dalam strategi diplomatiknya, tidak hanya untuk menghadapi kebijakan tarif Trump tetapi juga sebagai persiapan menghadapi tantangan serupa di masa depan.

Pengalaman dari kasus tarif Trump dapat menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya memiliki berbagai opsi diplomatik dalam menghadapi kekuatan ekonomi besar. Oleh karena itu, diplomasi kontra-presional harus menjadi bagian integral dari kebijakan luar negeri Indonesia yang adaptif dan berdaulat. [T]

Penulis: Elpeni Fitrah
Editor: Adnyana Ole

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Inisiatif 6 Negara, 1 Tujuan: Tantangan Baru bagi Kepemimpinan Indonesia di ASEAN?
Bersiaplah Menghadapi 5 Pergeseran Diplomasi Global di Era Trump 2.0
Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek
Tags: Amerika SerikatDonald Trumpekonomipolitik luar negeri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Kita Sedang Tersesat?

Next Post

Bali Blackout, Romantisme Gelap Bersama Strongking, Lilin dan Lentera

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Bali Blackout, Romantisme Gelap Bersama Strongking, Lilin dan Lentera

Bali Blackout, Romantisme Gelap Bersama Strongking, Lilin dan Lentera

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co