24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Winar Ramelan | Aqil Baligh

Winar Ramelan by Winar Ramelan
March 1, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Winar Ramelan | Aqil Baligh

Winar Ramelan

AQIL BALIGH

Saat itu tiba
Entah menjadi kelahiran
Atau malah menuju kematian
Setelah menjagamu sembilan bulan sepuluh hari
Dalam rahim yang hangat

Tujuh hari setelah kelahiran
Kujauhkan infeksi dari tali pusarmu
Agar tak berdarah dan bernanah
Sebelum potongan kecil kepus
Kuupacari dengan sesaji dan mantra tolak balak
Lalu kutempatkan dalam Dulang Kumara
Dengan sebilah pandan berduri sebagai penjaga

Satu bulan tujuh hari pertamamu
Kutimang dan kuruap dengan doa
Untuk menuju bulan ganjil bulan ketiga
Dimana untuk pertama kali kaki kaki mungilmu secara simbolik memijak pertiwi
Agar menjadi kuat menuju bulan ke enam

Bulan pertama engkau merasai manis asin garam
Tidak hanya air susu yang engkau sesap
Tapi tutur lembut
Dan kasih sayang kau serap

Tiba di aqil baligh
Aku meruwatmu dengan tatar dan tutur
Mengantarmu pada jalan dharma
Tidak hanya rambut dan gigi yang dirapikan dalam upacara mesangih
Tetapi juga ucap dan lakumu
Berharap engkau siap menuju dewasamu

Tetapi anakku
Apakah ini awal kelahiranmu menjadi dewasa
Menjadi anak Saputra
Atau malah menuju kematianmu
Atas kegagalanku sebagai ibu
Yang tak mampu membekalimu
Dengan adab dan ilmu

Pada masa ini
Adalah gerbang bagimu menjadi dewasa
Yang menyelaraskan tutur dan laku
Dengan menjalankan swadharma sebagai manusia
Bukan berjalan dengan adharma
Dengan seratus Kurawa
Yang menjadikanmu gagal sebagai manusia

Denpasar. Desember 2024

 

SUKA DUKA LARA PATI

Ia seperti jarum jam di dinding
Melewati detik waktu dengan segala kisahnya
Melepas dan meraih
Meraih lalu melepas
Ia mengiringi setiap denyut nadi
Berdetak berdetak sampai di penghujung waktu

Tak ada yang ajeg
Karena ia adalah lingkaran
Warna dari semesta hadirkan
Meski di dalamnya ada sebab akibat
Hak dan kewajiban
Serta takdir sebagai akhir
Atas upaya dan kepasrahan

Denpasar. 2024

 

SEPI DI TENGAH RIUH

Rasanya berbanding terbalik
Ketika rasa hampa itu menyelinap
Pada jalan jalan padat dengan kebisingan serta ketergesaan
Setitik gelap pada gemerlap lampu warna warni
Dan hiruk pikuk suara suara yang menggema

Aku, si penghuni di pulau ini
Pulau dengan gemerlap kemewahan
Serta tujuan untuk mengungsikan segala lelah
Menjadi tawa gembira
Pulau surga bagi si pecinta keindahan
Entah debur laut
Atau ramah tamah
Serta khusyuhnya sebuah upacara
Yang menjadi bingkai indah di angan para pendatang
Entah sebagai urban atau wisatawan

Tawanya adalah hampaku yang tak mampu kubendung
Setelah pematang tempat aku memijak
Yang dulu diupacari Biu Kukung
Dan ditancapkan Lelakut agar burung burung takut
Senyatanya, pematang itu kini dicacah
Lalu menghilang dan berganti wajah

Aku pun merasa sungkan
Walau hanya untuk melintas pada tanah yang sebermula menjadi tanah lahirku
Tanah tempat aku bermain dan menancapkan mimpi mimpi
Kini malih rupa menjadi kafe, hotel atau villa

Asing, itulah yang terjadi akhirnya
Dengan kehampaan yang tak berujung
Gemerlapnya hanya mampu dilihat dari kejauhan
Untuk mendekat pun rasanya sudah tak percaya diri

Denpasar. Pebruari 2025

 

KISAH POHON TUMBANG

Tentunya
Bukan musim yang salah
Ketika ia menggugurkan calon buah
Bunga yang bermekaran dihempasnya dari pohon naung
Tempat ia menggelayutkan nasib
Untuk membesar, manis dan berguna

Siapa yang menyulut kepedihan ini
Hingan angin datang sekencang pusaran
Menimpali hujan yang tumpah dari ketinggian
Bukan hanya bunga yang terpelanting ke tanah
Pohon pun tumbang tercerabut bersama akar

Lelahkah bumi merengkuh akar
Hingga membiarkan pohon terhempas
Menyudahi swadharmanya
Menaungi dan memberi bagi umat manusia

Kini hempasan itu menjadi patahan
Kampak menjelajah, mencacah
Menjadikan potongan potongan
Entah akan menjadi kayu bakar atau arang
Atau rumah baru bagi para rayap
Untuk merayap dan membiak
Lalu punah bersama seluruh kisah

Denpasar. Januari 2025

 

PADA DANAU MATAMU

Pada danau matamu yang bening
Kulihat seekor kupu kupu
Hinggap pada kuntum padma biru
Ia riang
Hinggap terbang berulang

Bolehkah aku menjelma menjadi ikan
Agar bisa berenang dan mendekatimu
Menyentuh akarmu
Agar tahu seberapa dalam tabahmu

Wangi telah mekar dari kelopak itu
Seakan musim telah menjadikanmu seayu itu
Tak ada surut atau susut
Oleh ombak atau kemarau
Bahkan gemulung mendung

Kuyakini
Musim telah menempa
Agar tubuhmu sekuat karang
Meski oleh amuk gelombang
Danau itu tetap bening
Meski kerap dilingkari sekam dan bara
Dengan sekuntum padma
Yang tak pernah layu di dalamnya

Denpasar. Januari 2025

 

HUJAN PADA SENJA YANG LENGANG

Menjelang senja
Hujan hadir dengan dinginnya
Angin pun tak luput untuk ikut
Menggoyangkan daun hati yang erat bergelayut

Senja telah merangkum kisah fajar dan siang yang terang
Berganti malam berawan
Karena hujan menari di pelataran

Sunyi pun terasa kental
Setelah seperangkat gamelan tersimpan
Gedong pun tertutup rapat
Tak lagi terdengar suara gong yang mendebarkan dada
Atau suara seruling yang menyayat

Katakan
Mantra apa yang harus kurapal
Untuk menyudahi senyap ini
Menjadi senja yang berwarna
Untuk melengkapi kelir mimpi
Atau mantra apa yang harus dirajah di dada
Agar riuh tak menjadi jadi
Riuh yang selalu berpusar di diri

Katakan sekali lagi sebagai kepastian
Di purnama ke berapa
Seperangkat gamelan dimainkan kembali
Agar debar di dada karena suara gong menggema
Menembus kisi kisi sampai tiba di sanubari

Denpasar. Pebruari 2025

Penulis: Winar Ramelan
Editor: Adnyana Ole

  • Baca PUISI LAIN dari penyair Indonesia
Puisi-Puisi Abed Ilyas | Rencana Bermain
Puisi-puisi Willy Fahmy Agiska  |  Alerta
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tanamlah Musim dalam Jiwamu
Puisi-puisi IGA Darma Putra dari Paris | Kepada Sunyi, Kabut, Hujan
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menghidupkan Narasi yang Lama Tersimpan | Dari Peresmian dan Aktivasi Museum Sarkofagus di Gianyar, Bali

Next Post

Penyair Memanfaatkan Pengalaman

Winar Ramelan

Winar Ramelan

Lahir di Malang 05 Juni, kini tinggal di Denpasar. Menulis kumpulan puisi tunggal dengan judul Narasi Sepasang Kaos Kaki. Puisinya dimuat di berbagai media lokal dan nasional

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Penyair Memanfaatkan Pengalaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co