24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Satuan Pendidikan dan Pengelolaan Sampah

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
January 26, 2025
in Esai
Satuan Pendidikan dan Pengelolaan Sampah

Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Media Tanam | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

MASALAH sampah kini menjadi tantangan serius bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Timbunan sampah yang tidak terkelola dengan baik menciptakan berbagai dampak negatif yang kompleks. Dampak tersebut dapat mencakup aspek sosial, kesehatan, pariwisata, hingga politik. Di banyak daerah, tumpukan sampah menjadi simbol kegagalan pengelolaan lingkungan. Sampah tidak hanya mencemari udara, tanah, dan air. Akan tetapi dapat juga menimbulkan keresahan sosial. Keresahan tersebut akibat dari bau busuk yang menyengat, ancaman banjir akibat saluran tersumbat, hingga estetika lingkungan yang rusak. Semuanya menciptakan ketidaknyamanan yang meluas di tengah masyarakat.

Secara kesehatan, sampah yang dibiarkan menumpuk atau dibakar begitu saja akan menimbulkan berbagai penyakit dan mencemari lingkungan. Kondisi ini memperburuk kualitas hidup, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembuangan sampah. Bagi anak-anak, ancaman ini menjadi semakin berbahaya karena daya tahan tubuh mereka yang lebih rentan terhadap infeksi.

Foto ilustrasi pembakaran sampah di kebun | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

Dampak negatif juga terasa dalam sektor pariwisata, khususnya di daerah seperti Bali yang sangat bergantung kepada citra lingkungan yang bersih dan indah. Sampah yang berserakan di pantai, jalan, dan tempat wisata lainnya merusak pengalaman wisatawan dan mencoreng nama baik daerah tersebut. Pariwisata yang terganggu akibat sampah dapat berdampak pada penurunan pendapatan ekonomi masyarakat, mengingat sektor ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian lokal.

Dari sisi politik, masalah sampah sering menjadi isu panas. Bahkan, isu tersebut sering pula menciptakan ketegangan antara masyarakat dan pemerintah. Ketidakmampuan pemerintah untuk menyediakan solusi yang efektif memicu kritik publik, unjuk rasa, dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin mereka. Tidak jarang, isu pengelolaan sampah digunakan sebagai senjata politik dalam berbagai kampanye, dengan janji-janji perbaikan yang sering kali tidak terealisasi.

Dalam situasi ini, peran satuan pendidikan menjadi sangat penting. Sekolah memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan dalam pengelolaan sampah. Melalui satuan pendidikan, dapat dilakukan praktik langsung pengelolaan sampah dan bahkan kolaborasi dengan masyarakat.

Namun kenyataannya, banyak sekolah justru menjadi produsen sampah yang signifikan, terutama sampah plastik. Kantin sekolah misalnya, sering menjadi sumber utama plastik sekali pakai. Penggunaan plastik sebagai pembungkus makanan dan minuman mempercepat timbunan sampah di sekolah-sekolah. Kondisi ini menjadi sangat ironis bahwa lembaga yang seharusnya menjadi teladan dalam pengelolaan sampah, justru berkontribusi pada masalah tersebut. Hal ini menunjukkan perlunya introspeksi mendalam dan perbaikan sistematis agar sekolah benar-benar dapat berperan sebagai agen perubahan.

Sekolah adalah tempat yang ideal untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah. Melalui kurikulum yang berbasis lingkungan, siswa dapat diajarkan konsep-konsep dasar, seperti reduce, reuse, recycle sejak dini. Pendidikan lingkungan tidak hanya membantu siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan. Akan tetapi juga, pendidikan lingkungan membentuk karakter peduli terhadap lingkungan. Selain itu, literasi lingkungan, seperti membaca dan menulis tentang isu sampah, dapat memperluas wawasan siswa mengenai dampak sampah dan cara mengelolanya.

Dalam pengelaolaan sampah, edukasi saja tidak cukup tanpa praktik nyata. Sekolah dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah dengan menerapkan program-program inovatif, seperti bank sampah. Melalui bank sampah, siswa diajarkan untuk memilah sampah dan memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomi. Selain itu, kegiatan seperti membuat kompos dari sampah organik atau menciptakan eco-brick dari plastik yang tidak terpakai dapat menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Pertanyaan yang merupakan tantangan terbesar di sekolah adalah bagaimana mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.

Kebijakan untuk mengganti plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan sering mendapat tantangan.  Salah satu alasan utamanya adalah biaya. Produk alternatif seperti kemasan berbahan dasar kertas atau bahan organik sering kali lebih mahal dibanding plastik. Hal ini menjadi kendala, terutama bagi sekolah dengan anggaran terbatas. Selain itu, ketersediaan bahan ramah lingkungan juga belum merata dan sulit diakses di beberapa daerah. Resistensi dari pengguna, baik siswa maupun tenaga pendidik, juga menjadi faktor lain. Mereka cenderung memilih bahan yang praktis dan murah. Kebiasaan menggunakan plastik rupanya memang sulit diubah tanpa edukasi, niat dan dukungan penuh dari semua pihak. Semua itu perlu proses dan harus diterapkan secara konsisten agar sekolah benar-benar menjadi contoh yang baik.

Selain menjadi pusat pendidikan, halaman sekolah dapat dimanfaatkan sebagai kawasan multifungsi yang memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung. Kawasan hijau dapat diciptakan dengan menanam berbagai jenis tanaman yang tidak hanya memperindah lingkungan tetapi juga berfungsi sebagai penyerap polutan. Kawasan produksi, seperti kebun sekolah, dapat digunakan untuk menanam sayuran, buah, atau tanaman obat, yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh warga sekolah. Sementara itu, kawasan rekreasi dengan penataan yang apik, seperti taman bermain atau area relaksasi, akan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Penambahan elemen edukatif dapat dilakukan melalui gerakan aksi nyata setiap saat. Selain itu perlu adanya pemasangan slogan “Hidup Bersih Tanpa Sampah” atau papan informasi atau poster tentang pentingnya menjaga kebersihan. Semua itu dapat memperkuat pesan kepada siswa dan pengunjung sekolah. Dengan demikian, halaman sekolah tidak hanya menjadi tempat yang indah, tetapi juga sarat manfaat dan mendukung terciptanya budaya hidup bersih. Selain itu, tentu diharapkan dapat mempersempit ruang bagi perilaku membuang sampah sembarangan, apalagi sampah plastik.

Peran kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan adalah kunci sukses dari gerakan bebas sampah di setiap satuan pendidikan. Kewibawaan mereka seyogianya dapat dijadikan contoh yang baik bagi siswa. Ketika semua guru dan pegawai mampu menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan menerapkan budaya hidup tanpa sampah maka siswa mudah dapat diarahkan menuju ke budaya tersebut. Penegakan kesepakatan kelas atau kesepakatan sekolah perlu dilakukan secara tegak lurus dan kontinu. Sikap tegas para guru dalam menanamkan budaya literasi lingkungan yang bersih tentu lebih mudah ditaati oleh seluruh warga sekolah. Dengan keteladanan yang konsistensi dari para pendidik, siswa akan lebih mudah memahami dan menerapkan nilai-nilai kebersihan di lingkungan mereka.

Selain itu, peran komite sekolah juga menjadi amat krusial dalam menyukseskan gerakan bebas sampah di sekolah. Banyak sekolah tidak memiliki lingkungan yang cukup dalam pengelolaan sampah secara internal. Ketika sampah mesti dipindahkan ke TPA dan perlu biaya jasa atau retribusi angkutan, di sinilah diperlukan sinergi antara sekolah dan komite.

Seharusnya, peran sekolah tidak hanya terbatas di lingkungan internal. Sekolah dapat menjadi pusat edukasi bagi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Program seperti pelatihan atau workshop untuk orang tua siswa dan masyarakat sekitar dapat meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik. Selain itu, kerja sama dengan pemerintah dan komunitas lokal dapat memperkuat program pengurangan sampah yang lebih luas. Harapannya, siswa pun dapat menjadi agen perubahan di rumah dan lingkungannya, menyebarkan ilmu yang mereka pelajari di sekolah.

Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Media Tanam | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

Ketika sekolah berhasil menerapkan pengelolaan sampah yang baik, manfaatnya akan dirasakan oleh semua pihak. Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman. Kesadaran siswa akan pentingnya menjaga lingkungan juga meningkat. Pada akhirnya, semua akan berdampak pada perilaku masyarakat di sekitarnya. Selain itu, pengelolaan sampah yang baik dapat membuka peluang ekonomi baru, seperti pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai.

Sekolah adalah tempat strategis untuk membangun kesadaran tentang pengelolaan sampah. Dengan mengintegrasikan edukasi, praktik langsung, dan kolaborasi dengan masyarakat, sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Generasi muda yang dididik dengan nilai-nilai peduli lingkungan akan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masa depan. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Agus dan Yogi, Anak Muda Desa Memimpin Pengelolaan Sampah TPS 3R Desa Panji
Di Desa Sinabun, Ada Teknologi Inovasi Pengelolaan Sampah Bernama Trashkleng
Film “Teba Modern” dari Yayasan Rumah Berdaya Saraswati: Tentang Langkah Kecil Pengelolaan Sampah

 

Tags: Pendidikanpengelolaan sampahSMKN 1 Petang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Makna Siwaratri  [Mencari Terang dalam Kegelapan]: Menuju Peleburan Papa Klesa

Next Post

Misteri Layar Lebar: Mengapa Film Horor Merajai Bioskop Indonesia?

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Misteri Layar Lebar: Mengapa Film Horor Merajai Bioskop Indonesia?

Misteri Layar Lebar: Mengapa Film Horor Merajai Bioskop Indonesia?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co