26 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kelas Kosong, Segala Haru dan Romantis Tumpah Ruah di Lapangan : Cerita HUT SMPN 2 Sawan

Komang Sujana by Komang Sujana
November 15, 2024
in Khas
Kelas Kosong, Segala Haru dan Romantis Tumpah Ruah di Lapangan : Cerita HUT SMPN 2 Sawan

Aksi romantis HUT SMPN 2 Sawan

DI bawah cerah langit kemarin, ruang-ruang kelas di SMPN 2 Sawan tampak kosong. Segala suara ramai yang lalu-lalang, suasana romantis yang bikin histeris, sampai sepilihan kata-kata yang bikin merinding tumpah ruah di lapangan sekolah.

Pagi itu, lebih dari delapan ratus pasang mata tertuju pada siswa-siswi yang melenggak-lenggok di lapangan. Mereka menjadi model berseragam sekolah yang baik dan benar dalam ajang lomba fashion show seragam sekolah serangkaian kegiatan akhir semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025, Kamis, 14 November 2024, kemarin. Acara ini juga dalam rangka perayaan HUT ke-40 SMP Negeri 2 Sawan yang jatuh pada tanggal 20 November nanti.

Sebanyak 20 pasang siswa perwakilan kelas VII, VIII, dan IX melangkah dengan gagah dan anggun. Mereka bergantian tampil mengenakan seragam sekolah hari Senin (putih-biru), Selasa (batik), dan Rabu (Pramuka).

Saat berada pada titik pusat pandang dari kerumunan siswa dan guru, mereka saling beradu adegan. Tampak satu pasangan saling bergantian mengenakan topi Pramuka. Ada juga yang memberi pasangannya seikat bunga. Saling melempar senyum ranum.  Seperti kejutan membuat semua takjub. Memantik tepuk tangan. Histeris.

“Bikin salting,” cerita Kadek Indah Dwi Pertiwi siswa kelas VII F dengan gemas, Jumat (15/11/2024) pagi, menanggapi adegan romantis—Krisna saat menyerahkan seikat mawar putih kepada pasangannya, Elsa,—perwakilan kelas VII D.

Lantas bagaimana dengan peserta? Seperti apa perasaan mereka mengikuti jalannya kegiatan?

Pastinya timbul rasa deg-degan bercampur aduk dengan rasa senang. Bagaimana tidak bahagia, ada rasa bangga karena bisa terpilih dan dapat tampil di hadapan ratusan siswa. Sungguh pengalaman berharga yang akan melekat dalam setiap ingatan mereka.

“Seru sih Pak, banyak yang ikut. Pakaiannya juga beragam. Variasinya keren-keren. Ada yang ngasi bunga,” kata Made Widi Pangestu, peserta perwakilan kelas VIII G.

Fashion show dengan pakaian sekolah | Foto: Dok panitia

Aksi romantis siswa pada fashion show | Foto: Dok. panitia

Ia berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi pada waktu-waktu mendatang. Tapi dengan pakaian yang berbeda.

“Kalau ada lagi mungkin pakaiannya bukan pakaian sekolah saja. Mungkin pakaian adat Bali atau pakaian bebas,” katanya dengan senang.

Kegiatan fashion show, kata kepala sekolah, dilaksanakan dalam rangka HUT SMPN 2 Sawan untuk menumbuhkan lingkungan sekolah yang lebih kondusif.

“Untuk menanamkan kedisiplinan, mengapresiasi siswa, dan juga menanamkan rasa kebanggaan terhadap identitas sekolah,” kata Kasek Ni Nyoman Kartikawati, S.Pd., melalui pesan singkat, Jumat (15/11/2024).

Apakah kegiatan ini diselenggarakan karena tingkat indisipliner berpakaian siswa yang masih tinggi?

Wakasek Kesiswaan, Ketut Suwara S.Pd.B., mengatakan kesadaran siswa dalam berpakaian sudah semakin meningkat. Namun, ia tidak memungkiri jika masih ada beberapa siswa yang melanggar tata tertib berpakaian dengan berbagai alasan. Namun, jumlahnya semakin sedikit.

“Itulah yang menjadi alasan melaksanakan kegiatan ini untuk lebih menyadarkan kembali bagaimana pentingnya mentaati tata tertib sekolah untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi semua siswa,” ungkapnya.

Setelah kegiatan fashion show itu, suasana di lapangan yang riuh mendadak tenang. Kali ini semua tertuju pada seorang siswi yang melangkah dengan pelan. Di tangannya ada secarik kertas tertulis sajak yang ia genggam erat. Langkahnya terhenti di depan stan mic di tengah lapangan. Ia adalah Marvlylia Devani Naramessakh. Siswa kelas VII B yang akrab disapa Vivi.

Vivi membaca puisi | Foto: Dok. panitia

Pebri membaca puisi | Foto: Dok panitia

Tak lama kemudian, pembacaan puisi telah dimulai. Kata demi kata pada sajak Mengeja Singaraja karya Wulan Dewi Saraswati dibaca sekuat kepak sayap, kuku, dan taring Singaraja. Seperti saat ia membawakan puisi itu di panggung lomba baca puisi tingkat SD pada Singaraja Literary Festival (SLF) tahun 2023. Keberhasilannya mengeja perasaan Wulan saat itu, membuat dewan juri mengapresiasinya sebagai pembaca terbaik II.

Tepuk tangan mengiringi langkah Vivi meninggalkan lapangan. Tapi puisi tak berhenti sampai di sini. Semua kembali tenang bahkan tegang saat puisi Suara Saking Sétra karya Madé Sanggra mulai dibacakan oleh Ni Luh Pebri Ani Suwarsini, siswa kelas VIII A yang merupakan salah satu siswa berprestasi SMPN 2 Sawan.

Seperti mendapat restu matahari yang memancar ke lapangan, dengan penuh penghayatan puisi yang ia baca mampu membius seisi lapangan. Seperti saat ia berhasil membuat semua yang hadir di Kalangan Angsoka Taman Werdhi Budaya Art Centre, Februari 2024 lalu, berdiri bulu kuduknya. Saat itu, ia berhasil meraih juara II Wimbakara Ngwacen Puisi Bali Anyar Bulan Bahasa Bali 2024, setelah membawakan puisi berjudul Bali karya Ngurah Yudha Panik dan Suara Saking Setra. Rekaman videonya dapat ditonton di saluran youtube SMPN 2 Sawan: @smpn2sawan.

“Bikin merinding,” kata Ni Made Yuliani, S.Pd., guru PJOK, setelah menyimak pembacaan puisi khususnya saat Pebri menampilkan suara ngeréh yang magis itu.

Oh ya, pada SLF tahun 2023 lalu, Pebri juga menjadi satu di antara 10 peserta berbakat pada ajang lomba baca puisi tingkat SMP. Dua siswa jebolan SLF yang menjaga nyala api puisi di sekolah yang terletak di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, itu.

Mengapa Vivi dan Pebri menyukai puisi? Bukankah masih banyak yang memandang sastra (puisi, cerpen, dan karya fiksi lainnya) sebelah mata, tak lebih penting dari IPA atau Matematika?

“Puisi membuat saya bisa mengekspresikan diri melalui selembar kertas,” kata Vivi menjawab pertanyaan dari Nyoman Weda Safitri, S.Pd., guru yang memandu acara.

Sedangkan menurut Pebri, puisi sebagai media untuk mengungkapkan perasaan dengan jujur. Mewakili rasa suka, duka, sedih maupun senang.

“Puisi dapat mewakili isi hati,” katanya dihadapan teman-temannya.

Apa yang diungkapkan Vivi dan Pebri, benar. Sains dan sastra sama pentingnya. J.S. Khairen—penulis peraih penghargaan Best Writer of the Year 2024 dari IKAPI—, seperti dikutip dari akun mendosnya mengatakan jika bacaan non-fiksi dapat mengasah nalar dan pemikiran. Maka bacaan fiksi dapat mengasah empati dan komunikasi.

Saya (penulis) bersama Pebri (tengah) dan Vivi (kanan) seusai baca puisi | Foto: Dok. panitia

Nah, kembali lagi ke suasana di lapangan. Setelah puisi membangkitkan imaji, riuh seru hidup kembali. Anak-anak riang bernyanyi mengikuti alunan lagu yang dibawakan oleh guru-guru dan pegawai.

Kemarin, selain anak-anak, pendidik dan tenaga kependidikan juga diadu mentalnya dalam lomba karaoke antarguru dan pegawai. Dengan membawakan lagu andalan masing-masing, 8 guru perwakilan MGMP, 2 perwakilan sekuriti, dan 1 perwakilan staf TU, bergantian menunjukkan suara emasnya di hadapan dewan juri. Oh ya, sebelum lomba dimulai, Wakasek Sarana dan Prasarana, I Gusti Bagus Paramartha, S.Pd., pun turut berpartisipasi menyumbang satu lagu memanaskan semangat para peserta.

Salah satu dewan juri, Ni Ketut Ratnaningsih, S.Pd., guru Bahasa Inggris yang juga pembina ekstrakurikuler vokal ini mengatakan semua peserta memiliki warna suara yang bagus. Hanya saja masih kurang improvisasi.

“Misalnya saat interlud harus ada improvisasi, huu… huu… atau yee…yee… Nada bisa diubah, ditinggikan satu oktaf atau diturunkan satu oktaf,” kata guru yang akrab dipanggil Bu Ratna ini memberi penjelasan, saat ditemui Jumat (15/11/2024) pagi.

Wakasek Kesiswaan, Ketut Suwara, S.Pd.B. | Foto: Dok. panitia

Komang Budiman, Sekuriti sekolah | Foto: Dok. panitia

Apakah hal ini karena ada rasa canggung tampil di hadapan orang banyak yang juga dialami oleh guru dan pegawai?

“Sebuah pengujian mental bagi saya. Walau sedikit grogi tapi luar biasa sangat senang sekali. Anak-anak juga bergembira,” ungkap Komang Budiman, securiti sekolah, melalui pesan singkat, Jumat (15/11/2024), menanggapi penampilannya kemarin.

Yang pasti semua terlibat. Semua senang. Rutinitas belajar mengajar di kelas, tumpukan berkas surat dan laporan di ruang TU kadang membuat hati dan otak menjadi sedikit penat. Fashion show seragam sekolah, baca puisi, dan karaoke adalah katarsis bagi warga sekolah. Apalagi merayakan HUT sekolah adalah bagian dari perwujudan rasa cinta pada lembaga.

Serunya HUT SMPN 2 sawan | Foto: Dok. panitia

Pada tanggal 20 November 2024 nanti, SMPN 2 Sawan menapaki usia yang ke-40 tahun. Sebuah perjalanan yang panjang. Penuh dengan kenangan. Sayang jika tak direnungi dengan mendalam sebagai penguat prestasi yang akan datang.

Kepada warga sekolah, selamat merayakan HUT ke-40 SMP Negeri 2 Sawan. Semoga SMPN 2 Sawan semakin jaya dan eksis. [T]

Penulis: Komang Sujana
Editor: Adnyana Ole

Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan
Menulis Rasa, Merawat Bahasa | Catatan Puisi-puisi Siswa SMPN 2 Sawan
Merdeka Belajar di SMPN 2 Sawan: Belajar Memasak Dulu, Bikin Bazar Kemudian
Tags: PendidikanPuisiSMPN 2 Sawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Made Georgiana Triwinadi, Berkesenian Sejak Dalam Kandungan

Next Post

Pura Pesiraman Desa Aan: Harmoni Alam dan Spiritual di Bawah Naungan Lima Dewa

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

Read moreDetails

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails
Next Post
Pura Pesiraman Desa Aan: Harmoni Alam dan Spiritual di Bawah Naungan Lima Dewa

Pura Pesiraman Desa Aan: Harmoni Alam dan Spiritual di Bawah Naungan Lima Dewa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co