24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PKM ISI Denpasar: “Ngodakin” Bersama Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” di Kerambitan

tatkala by tatkala
October 28, 2024
in Budaya
PKM ISI Denpasar: “Ngodakin” Bersama Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” di Kerambitan

Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong”

JANGAN kaget kalau sering menyaksikan pementasan Okokan dalam pawai budaya, festival atau acara penyambutan tamu penting. Termasuk hiburan kepada para turis. Okokan sebagai salah satu kesenian tradisional Bali, memang memiliki keunikan, baik bentuk, cara memainkan serta suara yang dihasilkan.

Okokan sebagai alat musik tradisi terbuat dari bahan kayu menyerupai kentongan yang bagian dalamnya dilobangi sebagai sumber bunyi, kemudian diisi pemukul yang disebut palit. Kesenian ini dimainkan secara masal, sehingga dalam satu barungan itu terdiri dari okokan yang besar dan ada yang berukuran kecil.

Okokan dimainkan dengan cara menggantungkan pada leher, lalu mengayunkan ke depan dan ke belakang, sehingga mengeluarkan suara “klok, klok, klok” yang saling bersautan antara yang satu dengan lainnya. Kalau, okokan yang kecil disebut keroncongan yang biasa dikalungkan pada hewan sapi atau kerbau.

Kesenian okokan dimainkan oleh beberapa orang dilengkapi dengan permainan kendang untuk menghasilkan suara yang lebih indah. Kesenian okokan, pada awalnya digunakan sebagai sarana hiburan saat menunggu panen padi tiba, selanjutnya dipercaya sebagai sarana untuk mengusir wabah penyakit.

Sekaa kesenian okokan lebih banyak ditemukan di Kabupaten Tabanan yang merupakan daerah agraris di Bali. Sebut saja, Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” yang berada di Banjar Dinas Kukuh Kangin, Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan masih lestari hingga kini.

Sayangnya, kesenian okokan “Omelan I Kayu Bolong” mengalami kendala, sehingga perlu upaya peningkatan kualitas visual alat musik untuk menjaga kelestariannya. “Karena itu, kami melakukan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) pada kelompok seni okokan ini,” kata Ketua PKM Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Wayan Swandi, M.Si.

Kelompok Seni Okokan Omelan I Kayu Bolong biasa dipentaskan pada acara-acara penting, seperti lomba desa, perayaan 17 Agustus, penyambutan pejabat, serta pementasan untuk wisatawan. Okokan juga dipentaskan pada ritual mengusir wabah penyakit disebut “ngerebeg” sebuah  memainkan okokan mengelilingi desa.

Sayangnya, kondisi catnya sudah memudar, sehingga perlu penyempurnaan dan memerlukan pemeliharaan lanjutan. Sebab, umurnya sudah tua, serta intensitas kegiatan cukup tinggi. “Kami merasa perlu tindakan untuk melakukan perbaikan terutama dalam mengembalikan visual ornamen okokan yang sudah mulai meredup,” paparnya.

Apalagi, para pendukung kesenian ini, masih mengandalkan pertanian sebagai sumber kehidupan utama. “Kami memilih Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” menjadi mitra dalam usulan pengabdian ISI Denpasar kali ini,” ujar Prof. Swandi.

Okokan milik Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” | Foto: Ist

Dalam PKM ini, melibatkan mahasiswa ISI Denpasar karena terkait dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Keterlibatan mahasiswa ini, untuk dapat memberikan mereka kesempatan untuk belajar di luar kampus, dan menjadi kesempatan untuk menambah pengetahuan pemecahan kasus (case method dan project base) yang signifikan.

Pendanaan PKM berasal dari hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) tahun 2024.

PKM ini melibatkan keilmuan Desain Komunikasi Visual, terkait budaya visual dan desain merchandise, dan seni kriya untuk peningkatan kualitas visual. “Dalam PKM ini, kami berupaya mengatasi dua jenis permasalahan yang dihadapi, yakni upaya peningkatan kualitas visual alat musik, dan menumbuhkan kemampuan kreatif para pelaku,” ucapnya.

Dengan begitu, para pelaku dapat membiayai upaya pelestariannya tersebut secara mandiri, dan membawa citra (image) desa sebagai pelestari kesenian langka. “Pertama, kami meredesain ornamen visual pada alat musik Okokan yang kondisi existing terlihat kurang estetik.

Penerapan teknik sigar (gradasi) untuk menjadikan desain lebih estetik. Termasuk menghasilkan desain merchandise, sehingga dapat dijual. Upaya ini menumbuhkan kemampuan kreatif para pelaku agar dapat membiayai upaya pelestariannya secara mandiri.

“Hasil penjualan nantinya dapat digunakan sebagai modal perawatan alat musik ataupun pengadaan seragam komunitas yang lebih tematik. Konsep ini diharapkan mampu menumbuhkan upaya pelestarian kesenian langka yang berkelanjutan secara mandiri,” sebutnya.

Karena itu, Tim PKM melakukan rekonstruksi alat musik Okokan dengan melakukan pengecatan ulang pada dasarnya, kemudian memberikan ornamen kembali sesuai objek ornamen sebelumnya dengan teknik sigar, namun dibuat lebih detail tanpa menghilangkan unsur lamanya. Jumlah alat musik Okokan yang akan di rekonstruksi berjumlah total 30 buah.

Okokan dibuat dalam bentuk miniatur yang dapat dijadikan souvenir atau merchandise kepada wisatawan yang berkunjung ke wilayah Desa Kukuh Kerambitan. “Kami menawarkan solusi untuk membuat okokan dalam versi mini sebagai benda oleh-oleh,” tegasnya.

Souvenir okokan ditargetkan berjumlah 30 buah dari 3 varian ukuran dan ilustrasi ornamennya. Merchandise yang ditargetkan adalah 5 jenis varian dari identitas visual Okokan berdasarkan ukuran dan jenis ornamen yang diterapkan. “Masing-masing varian menghasilkan 6 buah sampel yang siap sebagai percontohan untuk dapat diproduksi secara massal,” imbuhnya.

Prof. Dr. Drs. I Wayan Swandi, M.Si, yang memiliki kepakaran dibidang Budaya Visual yang berfokus pada Estetika Visual menerjemahkan konsep desain merchandise dalam konteks kekinian. Prof. Dr. Drs. I Wayan Mudra, M.Sn yang memiliki kepakaran di bidang Kriya Produk berfokus pada penyelesaian rekonstruksi alat musik Tari Okokan dan ilustrasi ornament.

Sedangkan Dr. I Nyoman Larry Julianto, S.Sn., M.Ds memiliki kepakaran di bidang Desain berfokus pada Visual Branding dan Interaksi Visual, sehingga mampu menerjemahkan konsep desain merchandise dalam konteks kekinian berbasis identitas visual Tari Okokan Desa Kukuh Kerambitan.

Proses pewarnaan alat Musik Tari Okokan disebut dengan istilah “ngodakin”, sebagai tahap pewarnaan ulang. Mulai dari pemberian warna dasar, pemberian warna pengawak, pemberian warna dradasi, lalu tahap nyawi dan manyu selanjutnya prada penggunaan warna emas sesuai karakter dan tingkatan topeng yang dibuat.

Untuk hiasan ornamen dilihat dari kepentingannya, yaitu untuk kepentingan keagamaan Hindu, kepentingan pementasan, dan untuk kepentingan masyarakat umum sebagai souvenir. “Alat musik okokan sebagai souvenir  dibuat menarik dan memiliki kekhasan,” sebutnya. [T]

Kolaborasi ISI Denpasar dengan Dollina Charlotty Resort and Spa pada Program Magang MBKM di Polandia
PKM ISI Denpasar : Pembinaan Gending Bopong Gaya Kayumas di Sanggar Tabuh Kembang Waru Denpasar
Drama Tari “Kesempatan Kedua” dari ISI Denpasar di Living World
Tags: Desa Kukuh KerambitanISI DenpasarKerambitanseni okokantabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Percakapan Invisible” Karya Emi Suy: Berbisik dengan Bayang, Bercengkerama dengan Masa Lalu

Next Post

Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

by tatkala
March 17, 2026
0
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

by tatkala
March 12, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

Read moreDetails

Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

by tatkala
March 12, 2026
0
Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melaksanakan upacara Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu...

Read moreDetails

Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

by Nyoman Budarsana
March 7, 2026
0
Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

Anak-anak itu datang dengan wajah ceria. Busananya sopan, terlihat nyaman dan segar. Jika diajak bicara mereka sangat ramah, dan cepat...

Read moreDetails

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
0
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

Read moreDetails

Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

GUBERNUR Bali secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 28 Pebruari...

Read moreDetails

Selama Bulan Bahasa Bali 2026, Penyuluh Bahasa Bali Berhasil Konservasi 486 Cakep Lontar

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

SELAMA pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, Februari 2026, Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berhasil melakukan konservasi dan...

Read moreDetails

‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

ANAK-anak yang terdiri dari laki-laki dan perempuan duduk melantai di Wantilan Taman Budaya Propinsi Bali. Meski dari sekolah yang berbeda,...

Read moreDetails

Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

STAND Gotra Pangusada Bali yang ada dalam pameran Bulan Bahasa Bali VIII menjadi favorit pengunjung. Sejak pameran itu dibuka bersamaan...

Read moreDetails
Next Post
Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co