23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan

Chusmeru by Chusmeru
August 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

INDUSTRI pariwisata dunia diwarnai dengan femonena dark tourism yang mulai populer. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Ukraina, Kolombia, dan Kamboja memiliki objek dark tourism sebagai daya tarik wisata. Begitu pula dengan Indonesia yang memiliki banyak objek dark tourism.

Dark tourism merupakan perjalanan wisata ke tempat-tempat yang berkaitan dengan kejadian tragis atau memilukan, objek wisata yang menyimpan kegelapan. Tempat dan kejadian itu dapat berupa perang, bencana alam, genosida, maupun kejahatan. Lokasi yang berhubungan dengan kematian atau pembunuhan biasanya diburu oleh wisatawan dark tourism.

Tujuan utama dari dark tourism tidak hanya untuk rekreasi atau hiburan, tetapi juga untuk refleksi, pendidikan, dan penghormatan terhadap korban-korban atau peristiwa yang terjadi di tempat-tempat tersebut. Meski tidak seramai destinasi wisata konvensional, objek dark tourism kini banyak diminati.

Beberapa objek dark tourism di dunia menjadi incaran wisatawan. Hiroshima Peace Memorial Park di Jepang, mengingatkan wisatawan pada serangan bom atom pada tahun 1945. Auschwitz-Birkenau di Polandia, tempat kamp konsentrasi selama Perang Dunia II di mana jutaan orang khilangan nyawa.

Amerika Serikat memiliki Ground Zero di New York City. Situs ini merupakan bekas World Trade Center yang runtuh pada serangan 11 September 2001. Bencana nuklir Chernobyl , Ukraina pada tahun 1986 menjadikan kota terbengkalai Pripyat dikunjungi sebagai objek dark tourism.

Kasus genosida Khmer Merah di Kamboja membuat Tuol Sleng Genocide Museum, Phnom Penh ramai dikunjungi wisatawan. Begitu pula Memorial Genosida di Rwanda. Museum yang berdiri tahun 1995 ini memajang dan mengawetkan 50.000 mayat.

Indonesia juga mempunyai objek dark tourism. Museum Tsunami Aceh memamerkan barang-barang dan foto yang berhubungan dengan bencana besar tsunami pada tahun 2004, menewaskan ribuan orang. Tsunami Aceh mengundang keprihatinan banyak negara untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Papua memiliki Monumen Perang Dunia ke-II di kota Biak. Monumen ini didirikan untuk mengenang ribuan serdadu Jepang yang gugur selama berlangsungnya perang di Biak. Terdapat prasasti dalam tiga bahasa: Inggris, Jepang dan Indonesia yang bertuliskan  “Monumen untuk mengingatkan umat manusia tentang kekejaman perang dengan segala akibatnya agar tidak terulang lagi”.

Sedangkan di Bali terdapat monumen Ground Zero di Jalan raya Legian, Kuta. Tugu Peringatan ini didirikan untuk mengingat Tragedi Bom Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002. Lebih dari 200 orang meninggal dalam tragedi itu, yang terdiri dari berbagai negara.

Pemantik

Dark tourism menjadi populer karena beberapa faktor. Persepsi dan minat orang dalam berwisata menjadi salah satu pemantik wisata kegelapan ini. Latar belakang sejarah yang kompleks dan sisi gelap masa lalu suatu peristiwa mendorong wisatawan mengunjungi objek dark tourism.

Media sosial juga turut memantik popularitas wisata kegelapan. Banyak wisatawan yang mengunggah kunjungan ke objek dark tourism lewat media sosial. Film dokumenter tentang suatu tragedi ikut memicu minat orang mengunjungi objek wisata ini.

Munculnya kesadaran baru tentang sejarah memantik orang untuk mempelajari sisi gelap dari satu peristiwa. Dengan mengunjungi objek wisata kegelapan, orang akan mencoba memahami implilkasi sosial, politik, dan ekonomi dari satu tragedi.

Motif Berkunjung

Setiap wisatawan memiliki motif yang berbeda, tergantung objek wisata kegelapan yang dikunjunginya.  Selain itu motivasi berkunjung ke objek dark tourism dipengaruhi oleh minat dan latar belakang wisatawan.

Secara spesifik ada beberapa motif berkunjung. Wisatawan acapkali mengunjungi situs dark tourism untuk menghormati dan mengenang korban atau peristiwa penting. Misalnya mengunjungi Holocaust Memorial di Jerman, Ground Zero di New York, atau pun Tugu Peringatan Bom Bali.

Pengalaman spiritual dan mistis menjadi motivasi orang berkunjung. Ada orang yang tertarik dengan aspek spiritual wisata kegelapan dengan mengunjungi situs bersejarah yang dianggap memiliki nuansa paranormal, seperti Kastil Bran  atau Dracula’s Castle, di Rumania. Begitu pula pengalaman mistis di objek wisata Trunyan, Bali serta situs makam Gunung Kemukus di lereng Gunung Lawu, Solo.

Motif medis atau kesehatan mendorong wisatawan mengujungi tempat-tempat terkait penyakit, bencana kesehatan, maupun praktik medis yang kontroversial. Tujuan mereka adalah memperluas pengetahuan tentang sejarah medis. Contohnya adalah Chernobyl Exclusion Zone di Ukraina, Museum Jamu, beberapa rumah sakit jiwa, dan praktik perdukunan di daerah Indonesia.

Motif pendidikan dan penelitian sering dijadikan alasan wisatawan mengunjungi lokasi wisata kegelapan. Bahkan investigasi kriminal sebagai motif orang mengunjungi lokasi yang terkait dengan kejahatan atau penjara bersejarah, seperti Alcatraz Island, San Francisco, Amerika Serikat yang sekarang dijadikan museum.

Hikmah di Baliknya

Mengunjungi wisata kegelapan bukan sekadar menyaksikan bukti sejarah yang menyeramkan. Ada hikmah di balik setiap objek dark tourism. Objek wisata semacam ini dapat menjadi media yang efektif untuk pendidikan sejarah. Banyak hal yang tidak diperoleh di bangku sekolah maupun kuliah. Melalui kunjungan itu orang dapat belajar secara langsung peristiwa-peristiwa tragis.

Menghormati dan mengenang korban dari satu tragedi juga merupakan hikmah berkunjung ke objek wisata kegelapan. Hal ini menjadi penting untuk mempertahankan kenangan wisatawan, dan memastikan bahwa peristiwa-peristiwa tersebut tidak untuk dilupakan.

Hikmah lain di balik kunjungan ke objek dark tourism adalah pembelajaran tentang resiliensi manusia. Dengan mengunjungi Monumen Tsunami Aceh, wisatawan dapat memahami bagaimana masyarakat dan individu bertahan dan pulih dari tragedi.

Kunjungan ke objek dark tourism juga sebagai upaya refleksi dan perenungan diri. Menyaksikan Monumen Bom Bali, wisatawan akan merenungkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, keadilan; dan tentunya tentang bahaya terorisme.

Meski demikian, objek wisata kegelapan ini juga mengundang masalah jika tidak dikelola dan dipromosikan dengan benar. Dark tourism mengandung isu yang sensitif dan kontroversial. Nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan penghormatan terhadap korban harus menjadi point of view dalam berwisata.

Resiko terjadinya eksploitasi dan turistifikasi terhadap objek dark tourism sangat besar. Apalagi jika manfaat ekonomi lebih menjadi prioritas. Wisatawan berkunjung hanya untuk rekreasi, tanpa mampu menyibak hikmah dari kegelapan suatu peristiwa. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film
Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Belajar Desa Wisata dari Bali
Wisata “Overland”Jelajah Negeri
Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Tags: dark tourismilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024, Panggung Kebebasan Itu Telah Dibuka

Next Post

Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co