22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Penelitian Komunikasi dan Budaya

Chusmeru by Chusmeru
June 15, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

 Perkembangan dunia teknologi dan informasi membuat segala bentuk komunikasi menjadi semakin efisen. Orang tidak perlu berkomunikasi tatap muka langsung untuk sekadar “to say hello”. Aplikasi percakapan media sosial menyediakan fitur panggilan video.

Begitu penting kehadiran media baru di tengah kehidupan menjadikan komunikasi lain terabaikan. Termasuk komunikasi lintas dan antarbudaya yang tidak diminati, baik untuk dipelajari maupun diteliti.

Kajian media sosial begitu banyak. Sedangkan penelitian komunikasi dan budaya teramat jarang. Padahal jika dicermati, isu-isu budaya acapkali menjadi bagian dari promosi ekonomi dan politik. Sebut saja iklan lembaga atau corporate social responsibility (CSR) yang dilakukan oleh perusahaan besar.

Banyak perusahaan yang membuat company profile dengan latar belakang seni budaya setempat. Begitu pula promosi destinasi wisata. Bukan semata wahana dan pemandangan alam yang dipromosikan. Beragam jenis seni dan budaya juga menjadi bagian dari promosi pariwisata.

Kampanye politik sering pula diwarnai dengan atraksi seni budaya daerah. Para kandidat berjoget bersama masyarakat dalam tarian adat. Penyambutan politisi ke suatu daerah diiringi dengan pemakaian busana adat dan menikmati kuliner tradisional.

Oleh sebab itu, anggapan komunikasi budaya kurang menarik untuk diteliti tentu saja kurang tepat. Justru ketika masyarakat begitu gandrung pada media baru, maka komunikasi budaya diperlukan untuk menjaga identitas bangsa.

Banyak pilihan pendekatan dalam penelitian komunikasi dan budaya. Pilihan-pilihan itu digunakan sesuai dengan latar belakang dan tujuan penelitian. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan sosial, politik, dan ekonomi.

Fenomenologi

Mengenali penelitian komunikasi dan budaya menjadi penting, karena setiap budaya memiliki perspekstif komunikasinya. Penelitian ragam budaya yang ada di Indonesia dapat dilakukan dengan bermacam pendekatan.     

Pendekatan fenomenologi biasa digunakan untuk mengkaji pengalaman hidup seseorang atau  mempelajari bagaimana individu secara subjektif merasakan pengalaman dan memberikan makna dari suatu fenomena. Kajian fenomenologi yang sering digunakan adalah teori Alfred Schutz dan Edmund Husserl.  

Fokus penelitian fenomenologi pada struktur pengalaman kesadaran, berupa realitas objektif yang mewujud dalam pengalaman subjektif seseorang. Pengalaman orang dapat ditelusuri dari motif yang mendasari tindakan (because motive) dan alasan ke depan terhadap tindakan itu (in order to motive).

Pendekatan fenomenologi banyak dilakukan dalam bidang kajian komunikasi dan budaya. Sebelum mengkaji motif atas tindakan dan pengalaman seseorang, perlu dikaji juga proses becoming atau bagaimana muasal tindakan itu.

Penelitian bisa tentang fenomena pelaku seni budaya, seperti penari, dalang, atau sinden yang masih bertahan di era kekinian. Bagaimana proses awal mereka menjadi pelaku seni. Apa motif yang mendasari mereka menggeluti dunia seni, serta apa alasan ke depan sehingga mereka akan tetap menekuni seni budaya.

Etnografi

Kajian etnografi yang dikembangkan oleh Dell Hymes  berusaha untuk menyentuh komunikasi verbal dan nonverbal. Analisis dilakukan untuk melihat tindak ujaran dalam suatu peristiwa komunikasi, seperti pernyataan, permohonan, perintah, dan lambang-lambang nonverbal.

Etnografi komunikasi adalah pengkajian peranan bahasa dalam perilaku komunikatif suatu masyarakat. Mempelajari cara-cara bagaimana bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang berbeda-beda kebudayaannya ( Engkus Kuswarno, 2008).

Objek penelitian etnografi komunikasi bisa berupa masyarakat tutur (speech community). Indonesia banyak sekali memiliki masyarakat tutur yang mempunyai kaidah  berbeda-beda. Masyarakat Jawa memiliki banyak bahasa yang berbeda kaidah antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Begitu pula masyarakat Bali, memiliki bahasa daerah yang intonasi dan dialeknya berbeda antara Tabanan dan Buleleng.

Aktivitas dan komponen komunikasi juga menjadi objek penelitian etnografi. Semua daerah di Indonesia memiliki tradisi dan ritual adat sebagai aktivitas komunikasi. Etnografi akan mengkaji tujuan, lokasi, waktu, musim ritual itu, siapa saja pesertanya, apa pesan yang disampaikan, urutan prosesi adat, serta norma-norma terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam tradisi itu.

Dramaturgi   

Kajian tentang komunikasi dan budaya dapat dilakukan dengan mengenali pendekatan dramaturgi. Pendekatan ini dipopulerkan oleh Erving Goffman. Asumsi pendekatan ini adalah, bahwa orang berinteraksi untuk menyajikan gambaran diri yang akan diterima orang lain.

Orang akan mempresentasikan dirinya dengan berbagai atribut atau tindakan tertentu, seperti pakaian, tempat tinggal, perabot rumah, cara berjalan, dan gaya bicara. Intinya, setiap orang ingin melakukan pertunjukan bagi orang lain, sehingga ia menjadi aktor yang tampil untuk memberi kesan terbaik bagi orang lain.

Seorang aktor dalam pertnjukannya akan memainkan panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage). Panggung depan akan diwarnai dengan setting berupa dekorasi dan latar belakang panggung yang diperlukan.

Selain itu juga terdapat personal font, berupa pakaian, jenis kelamin, usia, suku, bentuk tubuh, ekspresi, dan gerakan tubuh. Itu semua diperlukan aktor untuk melengkapi setting individualnya. Begitu pula penampilan dan gaya yang akan digunakan untuk menggambarkan status dan peranannya.

Panggung belakang adalah wilayah belakang layar seorang aktor. Wilayah ini merupakan tempat atau peristiwa yang dipersiapkan orang untuk tampil di panggung depan. Panggung belakang dapat pula berupa wilayah pribadi orang yang tidak ingin diketahui orang lain, seperti bersantai atau menikmati rekreasi.

Dramaturgi dapat digunakan untuk mengkaji berbagai pelaku seni budaya yang seringkali mendapatkan stigma ketika berada di panggung depan. Misalnya penari Jaipong di Jawa Barat, Lengger di Jawa Tengah, dan penari Joged Bumbung di Bali. Para penari tersebut memiliki panggung depan dan panggung belakang yang berbeda, dan dikelola untuk menciptakan impresi orang lain.

Masih banyak teori maupun pendekatan yang dapat digunakan untuk meneliti komunikasi dan budaya, seperti Konstruksi Sosial, Interaksionisme Simbolik, serta Manajemen Komunikasi. Pendekatan tersebut biasanya digunakan tergatung pada masalah, tujuan, dan hasil yang diharapkan.

Menjadi bagian dari media baru memang keniscayaaan saat ini. Namun bukan lantas melupakan budaya. Novelis Amerika Norman Mailer berujar, tanpa budaya kita semua adalah binatang totaliter. [T]

BACA artikel lain dari penulis  CHUSMERU

Membincang Etika Komunikasi
Studi tentang Pesan dalam Komunikasi Tradisional
Komunikasi Internasional lewat Janji
Makna Komunikasi dalam Makanan Tradisional
Komunikasi Lingkungan: Ikhtiar Merawat Semesta
Tags: Budayailmu komunikasikomunikasipenelitian komunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jalang [yang] Tak Lagi Lajang

Next Post

Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan -- Konsos PMM 4 Inbound Unud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co