25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Mario yang Tak Banyak Diketahui: Bertemu Soekarno dan Embrio Kebyar Duduk dari Busungbiu

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 17, 2024
in Khas
Tentang Mario yang Tak Banyak Diketahui: Bertemu Soekarno dan Embrio Kebyar Duduk dari Busungbiu

Mario dalam chanel youtube WISPAS

KETUT Marya atau biasa ditulis dengan nama Maria, atau Mario, punya sejarah hidup dan sejarah kesenimanan yang panjang, bahkan cenderung kompleks. Tak heran, banyak hal yang tak diketahui dari kehidupan Mario, sang seniman tari yang menciptakan Tari Igel Jongkok/Kebyar Duduk dan Oleg Tamulilingan itu.

Budayawan I Made Bandem, atau biasa dipanggil Prof Bandem, punya cerita banyak tentang Mario, termasuk cerita-cerita yang selama ini jarang diketahui orang. Dalam konferensi pers festival bertajuk ”The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya” di ITB Stikom Bali, Sabtu, 13 April 2024, Bandem bercerita tentang Mario dan hal-hal yang belum banyak diketahui.

Festival ”The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya” sendiri akan digelar di Puri Kaleran Tabanan, 26-28 April 2024, dan Prof Bandem akan bercerita lebih lengkap pada festival yang diadakan Mulawali Institute itu.

Namanya I Ketut Marya, biasa juga ditulis Maria, Hanya peneliti-peneliti dari Eropa dan AS — dengan lidah Barat, tentunya — menyebutnya dengan nama I Mario. Nama itu kemudian lebih populer dari nama sesungguhnya. Nama I Mario abadi, karena nilai pemberontakannya yang kental terhadap gerak-gerak tari Bali. Ia dianggap pencipta karakter gerak yang khas, keras sekaligus romantis.

Ada banyak tulisan tentang Mario. Namun Prof Bandem punya banyak cerita tentang sejumlah hal yang sepertinya belum banyak diketahui orang. Apa saja itu?

Cerita menarik salah satunya adalah pertemuan Mario dengan Soekarno. Ceritanya, sejak usia 25 tahun, Mario terkena penyakit kencing batu. Mario yang lahir pada tahun 1897 itu sempat berobat ke rumah sakit di Wangaya, Denpasar.  Namun dokter di Wangaya tidak bisa mengobatinya, dan akhirnya teman-teman terbaik Mario, seperti José Miguel Covarrubias, ia kemudian diajak untuk berobat ke Surabaya. Di situ ia diobati oleh dr. Soetomo yang kemudian kita kenal sebagai pendiri Budi Utomo, sehingga penyakit kencing batu yang dikeluhkan Mario sembuh.

Saat bertemu dr. Soetomo itulah Mario bertemu Soekarno yang kemudian kita kenal sebagai Proklamator Kemerdekaan dan Presiden RI. Saat itu Soekarno sedang bersama dr. Soetomo, tapi bukan untuk urusan berobat.  

“Bung Karno tidak berobat melainkan rapat dengan tentang perjuangan kemerdekaan kita itu,” cerita Prof Bandem.

Saat itulah Mario bertemu dengan Soekarno atau Bung Karno. Mario ditanya oleh Bung Karno, “Kamu itu pasti orang Bali ya? Karena kamu pakai kancut, pakai udeng!“

Saat itu Mario belum bisa berbahasa Indonesia dengan baik, jadi Soekarno menyimpulkan, “Ini orang Bali”.

Bung Karno kemudian cerita ke Mario bahwa ia juga orang Bali.  

“Saya juga orang Bali. Bapak saya orang Jawa, ibu saya orang Bali,” kata Soekarno.

Embrio Kebyar Duduk Diduga Tercipta di Busungbiu

Embrio tari Igel Jongkok/Kebyar Duduk, terutama gerakan jongkok yang diciptakan Mario diduga terjadi pertama kali di wilayah Busungbiu, Buleleng. (Kemungkinan ini di Desa Kedis — tambahan dari penulis)

Prof. I Made Bandem saat bercerita tentang Mario dalam konferensi pers terkait acara Festival ”The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya” | Foto: Hizkia

Prof Bandem menceritakan,  dr. Anak Agung Made Djelantik pernah meng- interview Mario ketika Mario mengajarkan Ayu Bulan Trisna menari sekira tahun 1962. Bulan Trisna adalah anak dr. Anak Agung Made Djelantik yang kemudian dikenal sebagai penari hebat.

Dari hasil interview itu, Mario bercerita, salah satunya tentang gerakan jongkok pada tarian Kebyar Duduk.

Mario pada masa mudanya dikenal sebagai penari gandrung yang hebat. Tubuh dan wajahnya sangat pas dengan tarian gandrung. Wajahnya manis, tubuhnya bagus dan tinggi.

Suatu hari ia diundang menari gandrung di daerah Busungbiu, Buleleng. Banyak penabuh gong kebyar Busungbiu menonton Mario menari gandrung.

Keesokan malamnya Mario dicari oleh penabuh atau tukang kendang dari Busungbiu.  

“Pak Mario, ayo besok, saya ada latihan di Busungbiu, tolong menarikan tabuh kebyar yang saya punya, bisa atau tidak?” kata si tukang kendang.

Ditantang seperti itu membuat Mario senang dan kendel. Mario adalah orang yang suka sekali membagikan pengetahuannya. Nah, jadilah gong kebyar latihan, di Busungbiu itu. Mario datang ke tempat latihan.

Karena hanya latih, maka perangkat gong tidak diletakkan secara teratur. Letak terompong, gangsa, reong, dan alat-alat gamelan lainnya diletakkan pada posisi sesuka penabuhnya, artinya tidak diatur seperti pada saat pentas di atas panggung.

Ketika penabuh-penabuh dari Busungbiu itu memainkan gamelan gong kebyar, Mario menari dengan improvisasi, dengan mengikuti tambuh-tabuh kekebyaran yang dimainkan penabuh-penabuh dari Busungbiu.  

Karena Mario penari gandrung, ia melakukan improvisasi dengan menunjuk salah satu penonton untuk ikut diajak menari. Nah, ketika Mario mau mencari penonton untuk diajak menari, ia tidak bisa keluar karena geraknya dibatasi oleh alat-alat gamelan.

Ia tak bisa keluar, maka ia melakukan improvisasi mencari tukang kendang. Yang dicari tukang kendang wadon. Tukang kendang itu diajak menari.

Nah, tukang kendangnya tak bisa berdiri karena harus tetap main kendang, maka saat itu Mario berinisiatif untuk jongkok. Saat itulah terjadi gerakan kipuk-kipukan, penari gandrung mengipuk yang satu, yakni tukang kendang ini.

Gerakan mengipuk itu tidak dilakukan dalam waktu yang lama, maka berpindahlah Mario ke tempat yang lain.

“Ketika berpindah inilah terjadi suatu gerakan yang sangat original dalam karya Mario, yakni nyeregseg,” kata Prof. Bandem.

Nyeregseg adalah gerakan berpindah satu satu ke tempat lain dengan tetap pada posisi jongkok.

Jongkok atau squatting itu bisa disebut sebagai ciri khas dari gaya penciptaan Mario, sehingga kemudian terciptalah tari Kebyar Duduk yang pada awalnya bernama Igel Jongkok.

Dalam gambuh, kata Prof Bandem, juga terdapat gerakan jongkok, misalnya ada jongkok kadian, ada jongkok panji, dan ada jongkok-jongkok yang lain. Jongkok dalam tarian gambuh memang banyak bentuknya, bahkan jongkok lucu juga ada.

Ketika Mario jongkok saat menari di Busungbiu itulah diduga menjadi inspirasi untuk menciptakan Tari Kebyar Duduk atau Tari Jongkok.

“Gerakan nyeregseg, berpindah dalam posisi jongkok, dengan gerakan kaki disilang ini menjadi originalitas Tari Kebyar Duduk yang diciptakan Mario,” kata Prof Bandem. [T]

Reporter: Hizkia Adi Wicaksono/Rusdy Ulu
Penulis/Editor: Adnyana Ole

Mari Merayakan Ketut Marya dan Igel Jongkok di Tabanan, 26-28 April 2024
Oleg Tambulilingan dari “Sleeping Beauty”, dan Perubahan-Perubahannya Kemudian
“I Ketut Maria Pahlawan Seni Kebyar Bali”, Buku dari Prof. Dibia
Pelajaran Menjadi Setengah: Sebuah Catatan Perjalanan ke Bali, 20 Maret – 9 April 2023
Menjelajahi Laku Jongkok dalam Koreografi “The (Famous) Squatting Dance : Jung Jung te Jung” di Teater Salihara
Tags: biografi ketut marioKebyar Dudukkesenian baliKetut MarioProf Made Bandemsejarahsejarah tari kebyar duduk
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ribuan Karateka Serbu Tanding di Gendo Law Office Open Karate Championship 2024

Next Post

Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co