26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Mario yang Tak Banyak Diketahui: Bertemu Soekarno dan Embrio Kebyar Duduk dari Busungbiu

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 17, 2024
in Khas
Tentang Mario yang Tak Banyak Diketahui: Bertemu Soekarno dan Embrio Kebyar Duduk dari Busungbiu

Mario dalam chanel youtube WISPAS

KETUT Marya atau biasa ditulis dengan nama Maria, atau Mario, punya sejarah hidup dan sejarah kesenimanan yang panjang, bahkan cenderung kompleks. Tak heran, banyak hal yang tak diketahui dari kehidupan Mario, sang seniman tari yang menciptakan Tari Igel Jongkok/Kebyar Duduk dan Oleg Tamulilingan itu.

Budayawan I Made Bandem, atau biasa dipanggil Prof Bandem, punya cerita banyak tentang Mario, termasuk cerita-cerita yang selama ini jarang diketahui orang. Dalam konferensi pers festival bertajuk ”The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya” di ITB Stikom Bali, Sabtu, 13 April 2024, Bandem bercerita tentang Mario dan hal-hal yang belum banyak diketahui.

Festival ”The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya” sendiri akan digelar di Puri Kaleran Tabanan, 26-28 April 2024, dan Prof Bandem akan bercerita lebih lengkap pada festival yang diadakan Mulawali Institute itu.

Namanya I Ketut Marya, biasa juga ditulis Maria, Hanya peneliti-peneliti dari Eropa dan AS — dengan lidah Barat, tentunya — menyebutnya dengan nama I Mario. Nama itu kemudian lebih populer dari nama sesungguhnya. Nama I Mario abadi, karena nilai pemberontakannya yang kental terhadap gerak-gerak tari Bali. Ia dianggap pencipta karakter gerak yang khas, keras sekaligus romantis.

Ada banyak tulisan tentang Mario. Namun Prof Bandem punya banyak cerita tentang sejumlah hal yang sepertinya belum banyak diketahui orang. Apa saja itu?

Cerita menarik salah satunya adalah pertemuan Mario dengan Soekarno. Ceritanya, sejak usia 25 tahun, Mario terkena penyakit kencing batu. Mario yang lahir pada tahun 1897 itu sempat berobat ke rumah sakit di Wangaya, Denpasar.  Namun dokter di Wangaya tidak bisa mengobatinya, dan akhirnya teman-teman terbaik Mario, seperti José Miguel Covarrubias, ia kemudian diajak untuk berobat ke Surabaya. Di situ ia diobati oleh dr. Soetomo yang kemudian kita kenal sebagai pendiri Budi Utomo, sehingga penyakit kencing batu yang dikeluhkan Mario sembuh.

Saat bertemu dr. Soetomo itulah Mario bertemu Soekarno yang kemudian kita kenal sebagai Proklamator Kemerdekaan dan Presiden RI. Saat itu Soekarno sedang bersama dr. Soetomo, tapi bukan untuk urusan berobat.  

“Bung Karno tidak berobat melainkan rapat dengan tentang perjuangan kemerdekaan kita itu,” cerita Prof Bandem.

Saat itulah Mario bertemu dengan Soekarno atau Bung Karno. Mario ditanya oleh Bung Karno, “Kamu itu pasti orang Bali ya? Karena kamu pakai kancut, pakai udeng!“

Saat itu Mario belum bisa berbahasa Indonesia dengan baik, jadi Soekarno menyimpulkan, “Ini orang Bali”.

Bung Karno kemudian cerita ke Mario bahwa ia juga orang Bali.  

“Saya juga orang Bali. Bapak saya orang Jawa, ibu saya orang Bali,” kata Soekarno.

Embrio Kebyar Duduk Diduga Tercipta di Busungbiu

Embrio tari Igel Jongkok/Kebyar Duduk, terutama gerakan jongkok yang diciptakan Mario diduga terjadi pertama kali di wilayah Busungbiu, Buleleng. (Kemungkinan ini di Desa Kedis — tambahan dari penulis)

Prof. I Made Bandem saat bercerita tentang Mario dalam konferensi pers terkait acara Festival ”The (Famous) Squatting Dance: Merayakan Marya” | Foto: Hizkia

Prof Bandem menceritakan,  dr. Anak Agung Made Djelantik pernah meng- interview Mario ketika Mario mengajarkan Ayu Bulan Trisna menari sekira tahun 1962. Bulan Trisna adalah anak dr. Anak Agung Made Djelantik yang kemudian dikenal sebagai penari hebat.

Dari hasil interview itu, Mario bercerita, salah satunya tentang gerakan jongkok pada tarian Kebyar Duduk.

Mario pada masa mudanya dikenal sebagai penari gandrung yang hebat. Tubuh dan wajahnya sangat pas dengan tarian gandrung. Wajahnya manis, tubuhnya bagus dan tinggi.

Suatu hari ia diundang menari gandrung di daerah Busungbiu, Buleleng. Banyak penabuh gong kebyar Busungbiu menonton Mario menari gandrung.

Keesokan malamnya Mario dicari oleh penabuh atau tukang kendang dari Busungbiu.  

“Pak Mario, ayo besok, saya ada latihan di Busungbiu, tolong menarikan tabuh kebyar yang saya punya, bisa atau tidak?” kata si tukang kendang.

Ditantang seperti itu membuat Mario senang dan kendel. Mario adalah orang yang suka sekali membagikan pengetahuannya. Nah, jadilah gong kebyar latihan, di Busungbiu itu. Mario datang ke tempat latihan.

Karena hanya latih, maka perangkat gong tidak diletakkan secara teratur. Letak terompong, gangsa, reong, dan alat-alat gamelan lainnya diletakkan pada posisi sesuka penabuhnya, artinya tidak diatur seperti pada saat pentas di atas panggung.

Ketika penabuh-penabuh dari Busungbiu itu memainkan gamelan gong kebyar, Mario menari dengan improvisasi, dengan mengikuti tambuh-tabuh kekebyaran yang dimainkan penabuh-penabuh dari Busungbiu.  

Karena Mario penari gandrung, ia melakukan improvisasi dengan menunjuk salah satu penonton untuk ikut diajak menari. Nah, ketika Mario mau mencari penonton untuk diajak menari, ia tidak bisa keluar karena geraknya dibatasi oleh alat-alat gamelan.

Ia tak bisa keluar, maka ia melakukan improvisasi mencari tukang kendang. Yang dicari tukang kendang wadon. Tukang kendang itu diajak menari.

Nah, tukang kendangnya tak bisa berdiri karena harus tetap main kendang, maka saat itu Mario berinisiatif untuk jongkok. Saat itulah terjadi gerakan kipuk-kipukan, penari gandrung mengipuk yang satu, yakni tukang kendang ini.

Gerakan mengipuk itu tidak dilakukan dalam waktu yang lama, maka berpindahlah Mario ke tempat yang lain.

“Ketika berpindah inilah terjadi suatu gerakan yang sangat original dalam karya Mario, yakni nyeregseg,” kata Prof. Bandem.

Nyeregseg adalah gerakan berpindah satu satu ke tempat lain dengan tetap pada posisi jongkok.

Jongkok atau squatting itu bisa disebut sebagai ciri khas dari gaya penciptaan Mario, sehingga kemudian terciptalah tari Kebyar Duduk yang pada awalnya bernama Igel Jongkok.

Dalam gambuh, kata Prof Bandem, juga terdapat gerakan jongkok, misalnya ada jongkok kadian, ada jongkok panji, dan ada jongkok-jongkok yang lain. Jongkok dalam tarian gambuh memang banyak bentuknya, bahkan jongkok lucu juga ada.

Ketika Mario jongkok saat menari di Busungbiu itulah diduga menjadi inspirasi untuk menciptakan Tari Kebyar Duduk atau Tari Jongkok.

“Gerakan nyeregseg, berpindah dalam posisi jongkok, dengan gerakan kaki disilang ini menjadi originalitas Tari Kebyar Duduk yang diciptakan Mario,” kata Prof Bandem. [T]

Reporter: Hizkia Adi Wicaksono/Rusdy Ulu
Penulis/Editor: Adnyana Ole

Mari Merayakan Ketut Marya dan Igel Jongkok di Tabanan, 26-28 April 2024
Oleg Tambulilingan dari “Sleeping Beauty”, dan Perubahan-Perubahannya Kemudian
“I Ketut Maria Pahlawan Seni Kebyar Bali”, Buku dari Prof. Dibia
Pelajaran Menjadi Setengah: Sebuah Catatan Perjalanan ke Bali, 20 Maret – 9 April 2023
Menjelajahi Laku Jongkok dalam Koreografi “The (Famous) Squatting Dance : Jung Jung te Jung” di Teater Salihara
Tags: biografi ketut marioKebyar Dudukkesenian baliKetut MarioProf Made Bandemsejarahsejarah tari kebyar duduk
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ribuan Karateka Serbu Tanding di Gendo Law Office Open Karate Championship 2024

Next Post

Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co