24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harga Sembako Naik, Pasar Pangan Murah Solusinya

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
March 7, 2024
in Khas
Harga Sembako Naik, Pasar Pangan Murah Solusinya

Masyarakat berbelanja di Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah | Foto: Yudi Setiawan

WAJAH kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pagi itu tampak berbeda, tak seperti hari-hari biasanya. Setelah pada malam harinya sebagian besar Kota Singaraja diguyur hujan deras, di antara becek tanah yang masih menggenang, tenda-tenda berwarna merah telah terpasang apik, lengkap dengan meja dan kursinya.

Di atas meja-meja itu pula, sembako-sembako itu ditata dengan rapi. Di antaranya ada beras, minyak, cabai, bawang, buah-buahan, serta jajanan lain khas dari Buleleng.

Meskipun pada dasarnya kawasan Pelabuhan Tua Buleleng sebenarnya bukan pasar, tapi pagi itu mendadak menjadi pasar. Tetapi, jika monumen Yudha Mandalatama yang menjadi ikon kawasan tersebut dibangun untuk mengenang jasa perjuangan laskar Buleleng dalam merebut kemerdekaan Indonesia, maka apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng pagi itu barangkali adalah sebuah bentuk perjuangan lain dalam usaha mempertahankan kesejahteraan pangan masyarakat Buleleng di tengah-tengah harga sembako yang mulai melambung tak terkendali.

Ya, pagi itu, di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Pemerintah Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan pelaku UMKM di wilayah tersebut, mengadakan kegiatan “Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah”.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Buleleng untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kenaikan harga sembako, khususnya di Buleleng, Bali. Benar, kegiatan tersebut memang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga yang terbilang cukup jauh dibandingkan dengan harga pasar pada umumnya.

Salah satu warga yang hadir pagi itu adalah Gede Aryana. Lelaki paruh baya asal Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng, itu, mengaku bahwa kehadiran kegiatan Gerakan Pangan Murah itu sangat membantu dirinya.

Masyarakat berbelanja di Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Yudi Setiawan

“Sebagai masyarakat tidak mampu, saya merasa tertolong dengan adanya kegiatan ini,” jelasnya kepada tatkala.co, Kamis (7/03/2024) pagi.

Dengan menenteng dua kantong belanja berisi beras 5 kg di tangan kiri dan kanannya, Aryana mengaku bahwa harga sembako yang ditawarkan pada kegiatan tersebut terbilang sangat murah dibandingkan dengan harga pasar.

“Kalau di pasar, beras yang lima kg itu bisa sampai harga tujuh puluhan. Sedangkan di sini, untuk yang lima kg hanya sekitar lima puluhan. Makanya saya beli dua,” jelasnya sembari tertawa.

Aryana berharap, kegiatan-kegiatan yang membantu masyarakat seperti Gerakan Pangan Murah ini bisa berkelanjutan. Sebab, di tengah-tengah ekonomi yang semakin sulit dan harga sembako yang naik drastis, mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah merupakan solusi yang tepat untuk masyarakat sepertinya, katanya.

Sementara aparatur negara sedang sibuk mengatur kendaraan yang mulai berdatangan di kawasan tersebut, di bawah rintik hujan dan debur ombak yang terus bertabrakan, beberapa masyarakat yang lain mulai berdatangan, lengkap dengan kantong belanjaanya.

Seperti Ketut Yunerti, misalnya. Perempuan dengan setelan baju jas hujan—pagi itu gerimis belum juga reda—itu mengaku sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Bersama dengan suaminya, Made Yasa, dirinya merasa bersyukur dengan adanya kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut.

“Saya jauh-jauh ke sini dari Banyuning, memang mau belanja kebutuhan dapur. Mumpung harganya murah,” katanya. Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan, “Kalau beli di warung atau di pasar, harganya mahal, lumayan, ada uang lebih untuk bapak beli rokok.” Lalu ia tertawa sembari mencolek pinggang suaminya.

Benar, secara nasional, harga kebutuhan pokok menjelang hari raya Kuningan dan bulan Ramadan sedang naik-naiknya. Di semua sektor kebutuhan pangan, seperti beras, minyak, cabai, dan lain-lain, mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan. Maka tak heran, kegiatan-kegiatan yang berupa penurunan harga sembako seperti kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut sangat diminati oleh masyarakat.

Kenaikan harga sembako secara nasional tersebut tidak hanya berdampak kepada masyarakat saja, tapi pelaku UMKM juga merasakan dampak dari kenaikan harga tersebut. Seperti Agus, misalnya. Sebagai kepala gudang CV. Resvila Singaraja—distributor minyak goreng di Singaraja—ia mengaku bahwa stok minyak di gudangnya mengalami kemacetan dalam hal pemasaran.

Interaksi antara pedagang dan pembeli di Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Yudi Setiawan

“Di toko-toko tempat kami mengirim barang masih penuh, jadinya barang di gudang tidak keluar dengan lancar,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena saat ini masyarakat mulai membatasi pembelian minyak goreng di warung-warung maupun di toko kelontong akibat dari kenaikan harga sembako tersebut. Ya, hal itu yang menyebabkan Agus, sebagai pelaku UMKM, merasakan seperti apa yang dirasakan masyarakat pada umumnya.

“Karena kami juga merasakan dampaknya, jadinya kami ingin ikut berpartisipasi di acara ini,” katanya. Menurutnya, pihaknya sering terlibat dengan kegiatan-kegiatan serupa. “Kalau ada kegiatan pasar murah, biasanya kami selalu dihubungi oleh dinas untuk ikut join ke dalam kegiatannya,” ucapnya.

Selain itu, Ketut Lihadnyana, selaku PJ Bupati Buleleng, juga turut hadir dalam kegiatan Gelar Pangan Lokal dan Gerakan Pangan Murah tersebut. Beserta jajarannya, Lihadnyana mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan terus dilanjutkan.

Lihadnyana juga mengatakan, oleh sebab menjelang hari raya Kuningan dan Nyepi, serta bulan Puasa, pihaknya akan terus berupaya mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah di Buleleng. “Saya nanti minta, kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap minggu,” katanya.

Selama memantau kegiatan tersebut, ia mengatakan bahwa harga kebutuhan sembako yang dijual di kegiatan pagi itu, sebagian besar harganya sudah mulai turun.

“Kalau beras, bawang merah, dan minyak goreng, ada kecenderungan harganya turun. Namun, yang perlu menjadi perhatian kita adalah cabai merah besar. Harganya masih belum stabil, karena hanya bisa ditanam di daerah-daerah dataran tinggi,” jelasnya.

Mengenai hal tersebut, ia menjelaskan bahwa perlunya ada semacam terobosan adopsi teknologi yang bisa memproduksi cabai merah besar pada saat musim hujan. Sehingga, ia berharap, ke depannya musim hujan maupun musim kemarau tidak menjadi penghalang produksi cabai merah besar di Buleleng.

“Maka, dengan begitu, pemerintah daerah berusaha melakukan upaya-upaya untuk mengatasi kenaikan harga cabai merah besar tersebut. Seperti, kemarin, kami telah menanam cabai serentak, sehingga kenaikan harga cabai ke depannya tidak berulang,” tegasnya.

Benar. Di mana pun dan kapan pun, jika harga sembako mengalami kenaikan, kegiatan-kegiatan pasar murah seperti yang dilakukan oleh Pemkab Buleleng itu akan terus diterima dengan senang hati oleh masyarakat.

Buktinya, meski gerimis masih terus mengguyur dengan manja, kawasan Pelabuhan Tua Buleleng itu masih sibuk menghadapi riuh orang-orang berbelanja sampai pada siang hari. Satu pergi, satu datang. Begitu seterusnya. Dan tentu masih dengan senyum yang sama: bahagia—walaupun mungkin hanya sementara.[T]

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Tags: balibulelengGerakan pangan murahKetut LihadnyanaPasar murahPemkab BulelengPJ Bubati Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Puisi Penyair Kupu-Kupu : Ulasan Kumpulan Puisi I Made Suantha “Kukubur Hidup Hidup Puisiku Dalam Hidupku”

Next Post

Himne Seorang Gadis di Wapress Bulungan Sastra Reboan

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Himne Seorang Gadis di Wapress Bulungan Sastra Reboan

Himne Seorang Gadis di Wapress Bulungan Sastra Reboan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co