23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Movieland sebagai Destinasi Wisata: Mungkinkah?

Chusmeru by Chusmeru
January 29, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PRODUKSI film nasional Indonesia mengalami pasang surut sepanjang masa. Ada masanya Indonesia menghasilkan film berbobot yang mendapat penghargaan internasional, namun sepi penonton.

 Ada pula film nasional yang laris manis di pasaran, namun kualitasnya dipertanyakan. Alhasil, investasi di sektor perfilman hanya mengejar target keuntungan; ditonton banyak orang, soal kualitas belakangan.

Begitu pula dengan produksi sinema elektronik atau sinetron di televisi. Dunia sinetron maupun sandiwara televisi sempat mengalami kejayaan. Serial televisi berjudul Losmen yang tayang tahun 1980-an medapat apresiasi penonton yang luar biasa.

Memasuki tahun 1990 hingga 2005 kembali tampil sinetron Keluarga Cemara yang juga ditonton banyak pemirsa. Tahun 1994 muncul pula Si Doel Anak Sekolahan, sinetron yang berlatar budaya Betawi dan Jawa. Beberapa contoh sinetron tersebut bukan hanya sukses lantaran banyak ditonton, tetapi juga sarat dengan nilai edukasi, moral, dan budaya.

Menyikapi perkembangan perfilman dan pertelevisian Tanah Air, beberapa investor membangun movieland di Lido City Bogor, Jawa Barat dan di Jababeka Cikarang, Jawa Barat. Movieland adalah pusat industri film dan televisi terintegrasi yang menyediakan semua fasilitas studio dan taman film seperti layaknya Universal Studio di Amerika Serikat.

Movieland dapat menjadi pilihan industri perfilman, baik film layar lebar, sinetron maupun iklan. Movieland di Jababeka misalnya, dilengkapi bangunan dan fasilitas yang membantu kebutuhan syuting, baik berlatarbelakang perkotaan, perkantoran, rumah, hingga pedesaan. (Berita Satu.com, 10 Juli 2023)

Akankah movieland dapat menjadi destinasi wisata? Paling tidak, itulah harapan Menteri Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Saat meresmikan Jababeka Movieland, dia berharap akan menjadi pusat perfilman dan destinasi pariwisata baru dengan basis perfilman dan industri keratif.

Potensi

Persaingan para pengembang kawasan untuk membangun movieland di Indonesia perlu disambut positif. Kehadiran movieland di Tanah Air akan membawa dampak sosial ekonomi maupun budaya. Movieland dapat membuka peluang lapangan kerja di daerah tersebut maupun nasional.

Movieland dapat pula menjadi sumber pendapatan daerah maupun devisa negara dari sektor perfilman dan industri kreatif. Keberadaan movieland juga dapat memacu produktivitas film nasional serta memacu proses berkesenian insan film Indonesia.

Potensi pengembangan movieland sebagai industri kreatif sangat besar, mengingat SDM perfilman di Indonesia sangat banyak. Kita memiliki banyak artis nasional dan daerah, mulai dari usia anak, remaja, maupun artis senior.

 Indonesia memiliki sutradara-sutradara handal yang telah banyak menghasilkan film-film berkualitas dan  box office. Produser yang menganggap film sebagai industri bisnis yang menguntungkan juga banyak.

Terkait minat produser dan sutradara nasional sangat tergantung dari disain dan harga sewa movieland. Apakah secara arsitektural disain movieland bisa mendekati kondisi natural Indonesia? Jangan sampai movieland yang ada sangat kentara artfisialnya.

Misalkan saja, film yang bertematik Bali. Akan sulit dilakukan syuting film di movieland, karena bukan hanya menyangkut alam dan pemandangan fisik yang bisa direkayasa secara arsitektural. Perlu gambaran tentang kehidupan sosial, budaya, dan adat  seperti yang dilakukan masyarakat Bali sehari-hari.

Biaya sewa movieland juga akan berpengaruh pada demand sutradara dan produser. Semestinya biaya sewa movieland bisa kompetitif dibandingkan lokasi syuting di daerah aslinya. Oleh sebab itu pengembang perlu memberi insentif kepada para sineas terkait biaya.

Pemerintah pusat dan daerah perlu mendorong movieland untuk menjadi destinasi wisata alternatif maupun wisata edukasi. Movieland bisa menjadi produk wisata yang bisa dijual ke pasar wisata domestik maupun mancanegara.

Politik Kebudayaan

Sesungguhnya yang diperlukan bukan hanya movieland. Indonesia membutuhkan politik kebudayaan yang mendukung perfilman sebagai ekosistem pariwisata dan industri kreatif. Politik kebudayaan diperlukan untuk melakukan counter culture terhadap beragam produk budaya asing.

Secara ideal, politik kebudayaan perfilman  diharapkan dapat menciptakan Indonesian Wave, sebagaimana Korea Selatan telah menghasilkan Korean Wave. Industri kreatif perfilman Korea telah sukses menghasilkan film dan drama Korea yang digemari masyarakat di berbagai negara.

Imbasnya, angka kunjungan wisata ke Korea Selatan melonjak, karena wisatawan ingin napak tilas mengunjungi lokasi syuting, menikmati kuliner, dan membeli busana Korea. Selain menjadi destinasi wisata alam, Korea Selatan juga menjadi destinasi wisata drama.

Banyak produksi film nasional yang mempromosikan alam dan budaya. Film Laskar Pelangi yang diproduksi tahun 2008 mampu menyedot banyak penonton, dan menjadikan Kepulauan Bangka Belitung menjadi destinasi wisata baru.

Begitu pun dengan film Denias, Senandung di Atas Awan. Film yang diproduksi tahun 2006 ini bercerita tentang anak-anak, pendidikan, alam, dan budaya di kaki pegunungan Jayawijaya, Papua. Film ini juga telah mengangkat citra pariwisata di Papua dan kabupaten lain.

Terbaru, serial web Gadis Kretek yang diproduksi tahun 2023 telah mampu menciptakan destinasi wisata baru di Indonesia. Drama seri yang tayang di Netflix ini dibintangi oleh artis papan atas seperti Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Arya Seloka, dan Putri Marino. Lokasi syuting Gadis Kretek menjadi sasaran wisatawan domestik.

Politik kebudayaan dan movieland Indonesia harus membuka peluang kepada para sineas luar negeri untuk melakukan pembuatan film di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berbagai kementerian, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dikbudristek, Kementerian Dalam Negeri,  BUMN, pengembang  movieland serta para sineas.

Para pengembang sendiri diharapkan dapat memberi insentif kepada sineas soal biaya pemanfaatan movieland. Sinergi bersama ini didukung olek politik kebudayaan yang jelas arahnya akan dapat menghasilkan produksi film dan pariwisata sebagai satu paket.

Mungkinkah movieland dapat menjadi destinasi wisata Indonesia? Tidak ada yang tak mungkin dalam industri pariwisata.  Kuburan massal Holocaust di Jerman menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Mengapa movieland tidak? [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Berkomunikasi Lewat Busana
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Klaim Desa Wisata Demi Kue Pariwisata
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: filmfilm pariwisatamovielandPariwisatapariwisata film
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Metamorfosis Imajinasi: Sebuah Catatan Kreativitas Guru

Next Post

Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co