3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
June 2, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

MOMEN HARI lahirnya Pancasila 1 juni 2023 dan bulan Juni sebagai bulan Bung Karno yang kita peringati bersama adalah momen penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Dan dalam perjalanannya, peran Bung Karno memang sangat penting.

Sejarah menyatakan bahwa di dalam diri Bung Karno mengalir darah Buleleng, Bali, karena Bung Karno lahir dari rahim wanita asli buleleng.

Agar kita semua mengerti dan memahami, maka pada tulisan ini, saya akan diuraikan sejarah singkat kelahiran Bung Karno yang dimulai dari perjalanan kisah cinta dari kedua orang tuannya    .

***

Dikisahkan, seorang bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo berasal dari Blitar, Jawa Timur. Setelah menerima Surat Keputusan/Besluit dari Pemerintah Belanda tertanggal 10 Oktober 1891, Raden Soekemi di angkat sebagai Guru dan ditugaskan mengajar di Buleleng, (SR No. 1 Banjar Paketan, Sekolah Rakyat Pertama yang ada di Bali/1875, sekarang bernama SD No. 1 Kelurahan Paket Agung).

Berbekal Surat Keputusan tersebut, Raden Soekemi berangkat menuju Buleleng melalui Pelabuhan Buleleng. Setibanya di Buleleng, Raden Soekemi disambut oleh masyarakat Buleleng, salah satunya yaitu Nyoman Peteng yang merupakan Penjaga Sekolah SR No. 1 Banjar Paketan.

Raden Soekemi menempati rumah kontrakan/kost di Jalan Gunung Batu No. 1 Br. Paketan, yang jaraknya kurang lebih 300 m dari tempat beliau mengajar.

Sebagaimana pesan dari Pejabat Pemerintah Belanda, setibanya di Buelelng, Raden Soekemi diminta untuk menemui sesepuh Belanda di Buleleng yang bernama Van der Tuuk.

Van der Tuuk adalah sesepuh Belanda yang menetap di Buleleng. Beliau adalah penekun Sastra Bali/Bahasa Kawi dan Penggemar Falsafah Hindu/Pewayangan.

Raden Soekemi ditemani satu-satunya orang yang setia menemani kemanapun beliau pergi, yaitu Nyoman Peteng. Bersama Nyoman Peteng, ia berkunjung menuju rumah Van der Tuuk di Br. Beratan.

Kunjungan berlanjut hingga Raden Sukemi larut dan tertarik untuk belajar Sastra Bali maupun Falsafah Hindu sebagaimana ditekuni oleh Van der Tuuk.

Dan juga dalam kaitan mencari murid, Raden Sukemi keluar masuk kampung termasuk ke Br. Baleagung.

Suatu hari, ketika ke Br. Baleagung, Raden Soekemi mulai jatuh hati ketika melihat sosok seorang gadis bernama Nyoman Rai Srimben. Namun saat itu, upaya untuk bertemu dengan Nyoman Rai Srimben masih sulit dilakukan.

Selama beraktifitas di Br. Baleagung, Raden Soekemi berkenalan dengan Made Lastri yang merupakan sepupu dari Nyoman Rai Srimben dan putu Kaler dari baleagung. Melihat Raden Sukemi dan Nyoman Rai Srimben saling jatuh hati, Made Lastri dan Putu kaler pun mendukung hubungan mereka.

Suatu hari, ada upacara Piodalan Ageng/Upacara besar di Pura Desa Baleagung, dan Raden Soekemi turut menyaksikan upacara tersebut.

Melihat Nyoman Rai Srimben menari, semakin kuat dorongan, niat dan tekadnya untuk mendapatkan Nyoman Rai Srimben sebagai istrinya. Secara diam-diam hubungan mereka berlanjut semakin dekat semakin dekat, atas perantara Made Lastri

Seiring perjalanan waktu, persoalan muncul pelik dan rumit. Hubungan/pernikahan tidak mendapat restu dari orang tua, keluarga Baleagung. Karena sejatinya, Nyoman Rai Srimben akan dijodohkan dengan beberapa pejabat/tokoh- tokoh terpandang yang ia tidak sukai.

Begitu juga pada pihak Raden Soekemi, Raden Harjodikromo, orang tua Raden Sukemi di Tulungagung, telah menyiapkan wanita-wanita sebagai calon istri Raden Soekemi. Sehingga Raden Sukemi dan Nyoman rai Srimben sepakat memilih jalan kawin lari, walau di rasakan akan banyak rintangan.

Dan pada waktu Menjelang malam tanggal 15 Juni 1897, Raden Soekemi nekat membawa lari Nyoman Rai Srimben, hingga membuat penduduk Br. Baleagung gempar. Dalam pelarian diliputi perasaan gundah, tahu dirinya bahwa, kakek/orang tua/keluarga Baleagung akan marah dan mencarinya.

Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben berlindung ke Kantor Polisi. Di hadapan Polisi, Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben menyatakan bahwa dirinya kawin lari atas dasar suka sama suka atau saling mencintai.

Kemudian kakek/orang tua/keluarga Baleagung mendatangi Polisi, meminta agar Nyoman Rai Srimben kembali pulang ke rumah Baleagung. Polisi tak menyetujui hal tersebut dan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Raja.

Sidang Pengadilan raja pun di gelar. Raden Sukemi diputuskan bersalah, karena membuat onar dan kegaduhan di masyarakat, Raden Sukemi pun dikenakan denda sebesar 25 ringgit. Keluarga Br. Baleagung pun hanya bisa pasrah dalam keadaan tersebut sembari merenungi bahwa mungkin ini memang jodohnya Nyoman Rai.

Singkat cerita dan seiring berjalannya waktu, upacara pernikahan Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben dilangsungkan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Setelah itu Raden Soekemi kembali mengajar di Buleleng. Raden Soekemi bersama Nyoman Rai kembali menempati rumah kontrakan semula di jalan gunung batur No. 1, Br. Paketan.

Setahun kemudian, tepatnya 29 Maret 1898, Nyoman Rai Srimben melahirkan anak perempuan di Singaraja yang diberi nama Raden Soekarmini.

Selanjutnya, atas keinginan sendiri, Raden Soekemi pindah/kembali ke Surabaya. Ketika itu Nyoman Rai Srimben dalam keadaan hamil mengandung anak kedua, dan pada tgl 6 Juni 1901, Nyoman Rai Srimben melahirkan anak kedua di Surabaya diberi nama Soekarno yang dikenal dengan Putra Sang Fajar.

Kembalinya Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben ke Surabaya lanjut ke Blitar, hubungan kekerabatan/silahturahmi keluarga Baleagung dengan Raden Soekemi terjalin dengan baik melalui surat-menyurat/kunjung-mengunjung berlanjut sampai generasi sekarang.

***

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar, dan melanjutkan masa hidup dengan melanjutkan pendidikan hingga memperjuangkan kemerdekaan Rakyat Indonesia.

Bung Karno adalah salah satu tokoh nasional yang memiliki peran dalam perjalanan lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

Bermula dari sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diadakan pada tanggal 28 Mei–1 Juni 1945, dan beberapa tokoh menyampaikan pidatonya terkait perumusan dasar negara, diantaranya Moh Yamin, Soepomo dan Soekarno.

Pada 1 juni 1945, Soekarno memperkenalkan 5 sila yang terdiri dari Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri kemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, kesejahtraan sosial dan Ketuhanan Yng Maha Esa. Inilah momen Pancasila dikenalkan pertama kalinya.

Kekuatan dari Pancasila sudah teruji, berbagai masalah kebangsaan yang dihadapi bangsa Indonesia yang mengancam keutuhan Bangsa Indonesia bisa teratasi dan terlewati.

Bung Karno pernah berkata bersama sahabatnya Presiden Yugoslavia Josef Broz Tito, “Aku tidak khawatir, karena aku telah mewarisi bangsaku dengan sebuah way of live, yaitu Pancasila.”

Selamat Hari Lahirnya Pancasila 1 juni 2023, dan Bulan bhakti Bung Karno, kami benar-benar bangga karena penggali dasar negara Pancasila dan proklamator bangsa lahir dari rahim seorang ibu dari Buleleng.[T]

Soekarno Lahir dari Drama Cinta Jawa-Bali yang Romantis
Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [1]
Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [2] : Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Tags: Bung KarnoesaiPatung SoekarnoRai SrimbenSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tubuh, Kecantikan, dan Tentang Menyusui

Next Post

Puisi-puisi Azman H. Bahbereh | Cinta

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Azman H. Bahbereh | Cinta

Puisi-puisi Azman H. Bahbereh | Cinta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co