6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Malam Seni Kopi Banyuatis: Melestarikan Seni dan Mempromosikan UMKM

Jaswanto by Jaswanto
February 13, 2023
in Panggung
Malam Seni Kopi Banyuatis: Melestarikan Seni dan Mempromosikan UMKM

Penampilan anak-anak SMK 2 Singaraja dalam acara Malam Seni Kopi Banyuatis di Hotel Bali Taman, Lovina, Sabtu, 11/2/2023

DI ATAS PANGGUNG dengan dekorasi khas Bali itu, grup akustik Tritune sedang asyik membawakan lagu Payung Teduh, Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan. Suara gitar, saksofon, dan suara khas vokalisnya, bersahut-sahutan dengan ombak Pantai  Lovina yang tenang.

Sore itu, pada Sabtu, 11 Februari 2023, bertempat di  Hotel Bali Taman Beach Resort & Spa Lovina, Kopi Banyuatis─salah satu perusahaan kopi terbesar di Kabupaten Buleleng, Bali─menggelar malam pentas seni yang rencananya akan diselenggarsetiap bulan.

 Acara “Malam Seni Banyuatis” dimulai tepat pukul 16.00 Wita dengan penampilan Tritune sebagai pembuka acara. Grup akustik ini tampil hampir 60 menit sebelum MC mempersilakan pemilik Kopi Banyuatis untuk memberikan sambutan.

Penampilan Sanggar Santi Budaya

Gede Pusaka Harsadena, Pemilik Kopi Banyuatis, melangkah dengan tenang menuju panggung, lalu ia menuturkan, “Malam seni  Banyuatis akan kami laksanakan setiap bulan sebagai wadah seniman-seniman dan sanggar yang ada di Buleleng.”

Hubungan Kopi Banyuatis dengan kesenian Bali sepertinya memang akrab dan dekat. Hubungan itu terjalin bukan hanya karena dukungan moril maupun materiil kepada kesenian Bali, tetapi, dikutip dari tatkala.co,  generasi pertama Kopi Banyuatis memang berasal dari seorang seniman.

Produk Kopi Banyuatis di Rumah Kopi

Sekadar informasi, Kopi Banyuatis dimulai oleh Jero Dalang, sang seniman dalang, yang kelak mewariskan kebun kopi kepada anaknya, Putu Dalang, yang baru mulai mengembangkannya menjadi bisnis kopi bersama istrinya. Sampai diwariskan kepada Ketut Englan yang membesarkan kopi ini ke seluruh Bali. Bahkan kini, di bawah kendali generasi keempat, Gede Pusaka Harsadena, Banyuatis telah menjadi ikon kopi Bali bahkan hingga ke Nusa Tenggara Barat.

Melestarikan Kesenian

Komitmen Kopi Banyuatis terhadap pelestarian kesenian Bali─khususnya Buleleng─memang tak perlu diragukan lagi. Perusahaan kopi yang dirintis sejak tahun 1960 dengan cara tradisional ini, hampir selalu hadir sebagai sponsor dalam setiap kegiatan pertunjukan seni. Hal tersebut semakin terang saat Kopi Banyuatis menyelenggarakan Malam Seni Banyuatis, Sabtu kemarin.

“Untuk tujuan acaranya sebenarnya sederhana . Kopi Banyuatis ingin memberi wadah bagi anak-anak muda Buleleng, untuk menampilkan pementasan seni terbaiknya. Kami juga memberikan uang saku kepada para pengisi acara yang kami anggap cukup untuk mengganti biaya latihan, misalnya, atau mengganti sewa kostum dan lain-lain. Jadi bukan sekadar meminta mereka untuk pentas secara gratis, tidak,” kata Radinna Wikantari, CEO Kopi Banyuatis.

Penampilan anak-anak SMAN 1 Singaraja

Pentas seni yang diikuti SMKN 3 Singaraja, SMKN 2 Singaraja, SMAN 1 Singaraja, UKM Teater UNDIKSHA, dan Sanggar Shanti Budaya, itu berjalan bersama hujan yang lumayan lebat.

Sesaat setelah SMKN 3 Singaraja, SMKN 2 Singaraja dan SMAN 1 Singaraja menampilkan seni tari kreasi, hujan semakin deras. Tetapi berkat kesigapan panitia penyelenggara, acara tetap berlangsung─walaupun sempat jeda sejenak.

Memasuki malam, bersama gerimis yang masih mengguyur panggung kecil Hotel Bali Taman, UKM Teater UNDIKSHA mementaskan pertunjukan Wanita Mayaloka. Naskah Wanita Mayaloka yang ditulis Made Pandu Deva Kusuma Wardana ini, sudah dipentaskan sebanyak empat kali di tempat yang berbeda. Pentas pertama di BKKBN Singraja, lalu di acara final pemilihan Duta Genre, dan di acara Dies Undiksha ke-30.

Setelah itu, Sanggar Shanti Budaya, selain mementaskan Tari Purwaka Santhi, Tari Suweta Bangkaja, Tari Trunajaya dan Tari Kecak, sanggar seni yang pernah pentas di Thailand Internatisional Folklore Festival 2022 itu, juga mementaskan Tari Barong Bangkal dan Rangda.

Dalam acara tersebut, Kopi Banyuatis berhasil memadukan kesenian tradisional dengan kesenian modern. Kolaborasi antara keduanya semakin meneguhkan bahwa  perusahaan kopi yang dikelola secara turun-temurun ini memang berkomitmen untuk melestarikan kesenian, entah kesenian tradisional, modern, maupun percampuran antara keduanya.

Penampilan Teater Kampus Undiksha

Memang, seni dan kopi merupakan dua komponen yang bisa saling berkesinambungan. Dan Kopi Banyuatis, melalui acara Malam Seni Banyuatis 2023, telah membuktikannya. Bahkan, Owner Kopi Banyuatis, Gede Pusaka Harsadena, sebelum mengakhir sambutannya, ia berharap malam gerlar seni ini dapat menjadi momentum penting pengembangan seni budaya yang melibatkan generasi muda.

“Semoga hari ini bisa menjadi momentum penting dan ke depannya lebih baik lagi dalam hal pengembangan budaya Bali,” kata Radinna.

Mempromosikan UMKM

Selain bertujuan untuk melestarikan kesenian, acara pentas seni yang dimeriahkan Rare Kual, FDJ Vie Crist, Tritune, dan Not So Koplo ini, seperti kata Gede Pusaka Harsadena,  juga melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Buleleng. Ini adalah bentuk dukungan Kopi Banyuatis terhadap UMKM asli Buleleng dengan cara open booth gratis.

 “Pada kesempatan ini kami hanya menyediakan tiga stand, tapi untuk malam gelar seni selanjutnya akan kami tambah,” kata Gede Pusaka saat memberikan sambutan pembukaan acara malam seni Banyuatis.

Stand UMKM

Hal senada juga disampaikan Radinna Wikantari, bahwa Kopi Banyuatis membuka kesempatan kepada para UMKM Kuliner buleleng untuk berjualan secara gratis. “Kami tidak memungut bayaran apa pun kepada pihak UMKM. Sehingga harapannya, dengan crowd yang kami ciptakan, bisa turut membantu para UMKM ini semakin dikenal namanya oleh masyarakat Buleleng,” tambahnya.

Benar memang, dengan adanya acara yang diselenggarakan Kopi Banyuatis, UMKM seperti Joyfresh, Jamur Station, dan Kebab Bagus─tiga UMKM yang berpartisipasi─berkesempatan untuk mempromosikan dan mengembangkan bisnisnya. [T/adv]

Tags: bulelengkesenian balikopi banyuatisUMKM
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ratusan Siswa SD dan SMP Bergembira Ikuti Festival Tunas Bahasa Ibu di Jakarta

Next Post

Jalan Dharma Sedang Bangkit dan Teruji

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Sasolahan “I Sigir Jlema Tuah Asibak” bakal menutup perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung selama sebukan penuh, 1-28...

Read moreDetails

Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

LAMPU panggung menyala. Seorang penari perempuan masuk panggung. Ia membaca puisi bahasa Bali. Suaranya menggema dari panggung ke seluruh ruangan....

Read moreDetails

‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

MESKI tetap menampilkan suasana magis ala Bali, Drama "Basur" yang dipentaskan Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan (Smasta) sesungguhnya lebih...

Read moreDetails

‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

SANGGAR Nong Nong Kling adalah kelompok seni pertunjukan yang lebih sering mementaskan drama gong, misalnya di ajang Pesta Kesenian Bali...

Read moreDetails

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
0
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi....

Read moreDetails

Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

by Dede Putra Wiguna
February 19, 2026
0
Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

SORE itu, di atas panggung utama, lima penari perempuan berdiri dalam sikap anggun nan tegas. Jemari mereka lentik, sorot mata...

Read moreDetails

Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 17, 2026
0
Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

PESERTA Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Gedung Ksirarnbawa, Taman Budaya Bali,...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

by tatkala
February 16, 2026
0
Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

DI Bali, seni tumbuh seperti napas: alami, dekat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun tidak semua seni mendapat panggung...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya...

Read moreDetails

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
0
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok...

Read moreDetails
Next Post
Orang Mau Bayar Mahal Untuk Memalsukan Diri

Jalan Dharma Sedang Bangkit dan Teruji

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co