3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Undisputed Poetry Surabaya : Kita Mewujud Puisi

Putu Dinda Ayudia by Putu Dinda Ayudia
December 19, 2022
in Khas
Undisputed Poetry Surabaya : Kita Mewujud Puisi

Suasana di Undisputed Poetry di Surabaya | Foto-foto: Dinda

Kembali ke Surabaya, mengantongi perkenalan-perkenalan baru.

10 Desember 2022 aku berkesempatan menghadiri sebuah poetry slams yang diadakan oleh Undisputed Poetry. Hari itu kali pertamanya aku menyaksikan acara poetry slams di Surabaya, dan kebetulan salah seorang teman menjadi panitianya.

Acara itu menggunakan sebuah ruangan di bagian pojok C2O Library dan dibuat terbuka, jadi siapapun yang datang ke C2O bisa hadir menyaksikan termasuk apabila ingin menjadi poet dadakan. Untuk bisa membacakan puisi disini, tak perlu registrasi beberapa hari sebelumnya, cukup dengan persiapan puisi karya sendiri dan pendaftaran dibuka saat hari itu juga.

Setelah bincang-bincang, mereka biasanya memang rutin mengadakan event open mic puisi dengan C2O sebagai “rumah” bagi anak-anak Undisputed. Saat ini mereka tengah menyiapkan tim mereka untuk kembali rutin mengadakan openmic puisi setelah vakum sekian waktu.

Mengenal event Undisputed Poetry adalah hasil dari snowballing relasi di Instagram, singkatnya, hasil scrolling IG berlama-lama.  Pada saat itu aku sedang memikirkan sesuatu hal apalagi yang bisa aku coba di Surabaya. Memikirkan bahwa aku berkuliah di Surabaya tanpa main-main yang agak jauh rasanya pasti akan selalu tidak pas.

Main-main yang kumaksud disini adalah, pertemuan-pertemuan baru, dan tentu saja perbincangan-perbincangan baru. Karena jelas, sejauh ini nongkrong dan berbincang masih menjadi bagian dari metode belajar paling jelas. Alhasil, bertandanglah aku ke Undisputed Poetry untuk pertama kalinya, bersama beberapa kawan teater kampus.

Kami datang lebih awal, membantu beberapa panitia membereskan beberapa perintilan, ruangan akan dibuat lengang untuk orang bisa menyaksikan poetry slams sambil lesehan. Panggung dibuat hanya beralaskan karpet, satu mic, dan satu lampu sorot.

Orang-orang pada saat itu begitu melebur, dari poet (sebutan untuk pembawa puisi), penonton, dan beberapa pengunjung C2O. Ruangan itu tak besar, namun justru dengan itu memudahkan kita untuk membangun keintiman dan saling nimbrung dengan yang lainnya. Ruangan terisi penuh, banyak antusiasme tertampung malam itu.

Para pengunjung di selasar C2O Library

Undisputed poetry datang dengan konsep yang menarik. Dua acara yang menjadi pentolan Undisputed adalah open mic dan poetry slams. Openmic akan diselenggarakan 2 bulan sekali, disusul poetry slams sebagai acara penutup tahun. Malam itu aku merasakan peleburan yang ada di Undisputed menjadi suatu katarsis, puisi adalah katarsis. Selain ia adalah bentuk karya seni, namun lebih dari itu dia menyentuh hati tiap orang yang mendengarkannya.

Hal yang ingin aku coba gambarkan adalah, Undisputed menjadi wadah bagi tiap orang menyampaikan kejujuran yang paling telanjang melalui puisi-puisi mereka tanpa keharusan pada aturan sastrawi yang teoritis. Tak ada puisi yang bukan puisi selama ia menampung kejujuran. Pun aku pukau dengan leburnya suasana yang mungkin ditemukan setelah beranjak dari ruangan ini.

Salah satu performa yang menjadi favoritku adalah puisi dari Mbak Wike, salah seorang pengelola C2O. Beliau berpuisi tentang menjadi seorang Ibu dengan amat jujur. Memulangkan keresahannya pada kata-kata yang amat sederhana. Namun keresahan yang terwujud ke dalam pembawaan puisi itu mampu membuat siapapun di ruangan tak sampai hati melewatkan performa beliau. Fingersnaps after! 

Performa puisi dari Mbak Wike

Undisputed Poetry dibuat dengan rancangan spoken word poetry, partisipan harus membuat karyanya sendiri dan membawakan performanya di panggung. Berbicara spoken word poetry, salah satu yang menarik perhatianku juga adalah sebuah komunitas puisi dari Amerika Serikat, Button Poetry.

Komunitasyang didirikan pada tahun 2011 ini bertujuan mengalihwahanakan puisi ke dalam bentuk audiovisual dan media sosial, pun saat ini telah menjadi komunitas performans dan media puisi terbesar. Beberapa performa yang menjadi favoritku adalah “OCD” dari Neil Hilborn dan “When Love Arrives” dari Sarah Kay dan Phil Kaye. Keduanya menggambarkan sang subyek sekaligus konteks yang melingkungi sikap-sikap subyek melalui cerita yang dibangun serentak dengan performa yang begitu memesona.

Spoken word poetry pada dasarnya seperti bermain peran, seorang poet akan membawakan puisinya dengan kreativitas dan gayanya yang bisa merepresentasikan isi puisi. Performa tak harus dilakukan satu orang, bisa lebih, dan bisa mengggunakan properti yang mendukung performa. Dalam acara poetry slam, ketika sang poet membacakan puisi mereka, masing-masing juri yang diambil dari penonton akan memberikan penilaian dari rentang angka 0 sampai 10.

Suasana di Undisputed Poetry

Aku suka puisi, dan selalu suka puisi. Menghadiri Undisputed memperluas pandanganku bahwa puisi bisa menjadi sangat luwes; bukan hanya tentang diksi yang meliuk-liuk atau rima yang konstan. Lebih dari itu, puisi adalah penelanjangan pada warna-warni tubuh si penulis. Ragam puisi saat itu beranjak dari segala keresahan. Tentang isu perempuan, sosial, percintaan, pencarian jati diri. Semuanya membaur dalam ruangan, yang baru bergabung, yang telah lama bergabung, menjadi ruang aman bagi semua.

Ekosistem ini pikirku menjadi penting untuk dikembangkan menjadi pemantik gairah ide dan kepenulisan puisi. Karena menulis pada awalnya dimulai dengan eksplorasi pada diri sendiri, mengenal diri sendiri untuk kemudian bisa turut tenggelam dalam cerita-cerita lain dan mendorong pada pembacaan yang lebih luas.

Aku jadi teringat pada salah satu kutipan puisi dari Rumi yang selalu aku suka, “Only from the heart, can you touch the sky” [T]

Surabaya, 16 Desember 2022

“Bali Poetry Slam” di Singaraja: Mengucapkan yang Ragu-ragu Diucapkan di Panggung
Ketegangan Bahasa pada Baca Puisi vs Poetry Slam vs Palawakya
Tags: poetrypoetry slamPuisisastraSurabayaUndisputed Poetry
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Cultural Dining” di Hotel Tugu Bali, Perkenalkan Seni Pertunjukan Bali

Next Post

Menapak Jejak Konsep Purusa-Pradana di Lereng Gunung Rawung

Putu Dinda Ayudia

Putu Dinda Ayudia

Mahasiswa ilmu komunikasi tahun ketiga. Menyukai fenomena dengan isu perempuan, adat, serta pendidikan. Saat ini punya dua hobi: main sama kucing dan nonton anime.

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Menapak Jejak Konsep Purusa-Pradana di Lereng Gunung Rawung

Menapak Jejak Konsep Purusa-Pradana di Lereng Gunung Rawung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co