25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Jang Sukmanbrata | Lirik Gagak Rantauan

Jang Sukmanbrata by Jang Sukmanbrata
November 19, 2022
in Puisi
Puisi-puisi Jang Sukmanbrata | Lirik Gagak Rantauan

SURGA BUATAN ORANG

Surga bunga, dimanakah gerangan sayang?
Bunga-bunga itu mencariku….
Tunggu kau disana! Jangan layu ya,
dan tolaklah yang memetikmu
Aku kan masuk tamanmu,
dan hanya aku menatap – menghirup wangimu.

Jangan bergerak hai bungaku!
Apa kau sayang pada kembara makhluk jantan bersayap hitam
Bunga dan taman tak menjawabnya,
dunia sedang sibuk berpesta
Kalau begitu, redakan kemarahan orang miskin kampung urban;
berikan ribuan ikat bunga krisan dan mawar
Mawar itu bunga Fatimah di surga
ditanam di bumi untuk obat pusing si pecundang, hiburan para pemenang undian kebenaran.

/Babakan Cinta, 15 Juni 2020

SAJAK LAHIR SEPERTI KANAK

Ini desir hati mengantarkan puisi
Kata kata dari hening tembus langit
Anak burung mencari pakan sendiri

Ini denyut jantung meniupkan kidung
Selaksa nafsu dibatas dikurung
Puisi adalah kuda dipandu
Kabut lembut menurun

sehelai sayap
seliar asap hutan
suhunan rumah
jiwa merah kembara
sajak membuka taman

Anak-anak itulah taman bunga di dunia
Kejujurannya, suara Tuhan di benak.

/bukit Padalarang, 21-22 Mar.2020

MENYUSURI LABIRIN

musim panas ke musim dingin,
tak menentu, prakiraan muskil
kemarau pergi, hujan setiap hari
ke pasar kerap dirundung sedih,
jalan masuk kampung, o kuyup perih
malam-malamnya dikuasai mimpi sedih,
rasa kemalangan sempurnakan tangis
arus air terakhir masuk ke laut pasang;
lari-lari di labirin, senyap padat merayap
Gulmanya sibuk membangun istana lembab,
aku salut pada rumput liat – tulus mencintai kabut,
bila tidur, ia lelap di celah batu batu situs berlumut
Ucapkan pada musim buah-buahan!
dirimu tak takut kehilangan kesementaraan,
Tuhan maha setia menemani di jalan kebun jajahan
yang terjauh, terpencil dari incaran bujuk rayu,
tanpa kata kata menjamuku dengan anggur ungu.
Kepedihan habis di angkut debu gedung
yo kita bernyanyi! Ratap sesal bisa memilih waktu

mengitari labirin batu-batu putih,
aku sering memelototi budak Azazil abad ini:
dibawa angin
di hembus panas dingin
lelap di bumi

/bukit Padalarang, 13Juli2022

DIGITAL ITU HEWAN KOTA

: perkawinan emosi

Digital ya digital itu kota dijajah hewan
Ada sistim sarap, otak, mata, tangan gatal,
dan naluri berkuasa, kata memasung mata
Digital ada bahasa kota yang sama,
bunyinya persis derai derai cemara tua
Orang desa ikutan kerbau di layar gawai
Digital ya kota semua rasa, berputarnya roda cinta, sedang kepalsuan, kesementaraan, kebencian, menanti berhamburannya berita rahasia yang galak, yang susah ditebaknya – kapal ajalnya
Warta cepat menyebar masuk darah,
seperti kanak kanak haus pujian, terus berlarian
ingin cepat menyampaikan kabar,
lebih keras dari teriakan wanita nakal yang keluar pagar rumahnya,
jumpa pelampiasan – turun di jalanan
Digital, ya digital itu kota dijajah hewan.

Aku menatapmu di tengah gelap
cahaya seluler jadi tumpuan jalan
Tak kubiarkan sajak lepas sendirian
sebelum semuanya jadi sampah,
aku balikkan ke tanah biar jadi sejarah,
sementara matamu terpaut layar,
cahaya buatan jadi dewa pujaan
Ah dunia menantang kita

Tak perlu ciut, atau berangasan
Pengharapan dan penghiburan,
keduanya bisa ada dimana saja
juga di kuyup radiasimu, sayang.

/Padalarang, September 2021

KORAN KENANGAN DIGITAL

cepat dikirimkan
sajaknya beterbangan
dimuat cahya
mesin ketik kenangan
hurufnya berloncatan
Oh penyair muda ditinggal ibunya!

singgah sejenak
kolom penyair muda
koran kenangan
maut tema sajaknya
kereta sebagai rumah
Oh penyair gelandangan malin kundang!

lama menghilang
media cetak jejak
koran majalah
berpindah ke cahaya
puisi dunia maya
Oh penyair gelandangan layar kaca!

senyum diunggah
yang jauh pun mendekat
puisi kaca
tanpa menunggu lama
jempol biru emote merah
Oh penyair dipeluk dicium digital!

Bandung, September 2021

LIRIK GAGAK RANTAUAN

gagak hitam di mata manusia
bukanlah kerna kemiskinan mendera
lecutan cemeti ujungnya batu
harapan rakyat kerap dibungkus lagu
daun guguran di batu berlumut
Kukalahkan hasrat ingin unggul
tak lebih tipuan pesona wanita cabul

menapak situs
cermin di saku jatuh
terkubur lumpur

burung gagak di dahan kering
suara – seirama ranting terbanting
o alis tipismu paling mudah kulukis
matamu itu jutaan tahun mengerling
tanpa kenal keakuan yang setipis kulit ari;
mengaji ribuan kitab, menulis sabda para nabi
terkencing dalam irama musik etnik

/bukit Padalarang, 26 April 2020

[][][]

BACA puisi-puisi lain

Puisi-puisi Ida Bagus Dharmadiaksa | Biarlah Kita Abadi Begini
Puisi-puisi Santi Dewi | Di Bawah Pohon Hujan
Karya Rupa dan Puisi-puisi Bakti Wiyasa | Purnama Kapat
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Roadshow Karma & Reinkarnasi Singaraja, Bawa Solusi Andalan Urai Masalah Kehidupan

Next Post

Luh Jalir | Cerpen Mas Ruscitadewi

Jang Sukmanbrata

Jang Sukmanbrata

Jang Sukmanbrata nama pena Ujang Satyariga Sukmanbrata. Lahir di kota Bandung, 17 Agustus 1964. Menulis puisi, esai dan artikel. Karyanya tersebar di media cetak, majalah digital - medsos dan di buku-buku antologi. Pembaca puisi balada, maktal, naratif dan pendongeng anak.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Luh Jalir | Cerpen Mas Ruscitadewi

Luh Jalir | Cerpen Mas Ruscitadewi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co