7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesan Kamboja Usai Ditebang di Kampus Bawah: Keiklasan Melepas Kenangan

Agus Wiratama by Agus Wiratama
February 2, 2018
in Feature

Foto: Mursal Buyung

SETIAP orang memiliki kenangan. Entah itu kenangan indah atau kenangan pahit. Termasuk kenangan terhadap pohon kamboja di Kampus Bawah Undiksha Singaraja.

Saya sendiri sedih ketika pohon kamboja tua di Kampus Bawah itu kini sudah ditebang dan menjadi serpihan-serpihan kecil yang mungkin saja siap menjadi kayu bakar. Sangat banyak kenangan yang disimpan oleh pohon tua itu.

Mungkin juga kenangan yang sama terhadap pohon kamboja itu dimiliki oleh banyak mahasiswa lain, yang sedang kuliah atau pernah kuliah di Kampus Bawah itu. Mahasiswa itu mungkin kini menjadi guru, kini menjadi pengusaha, kini menjadi pejabat birokrat, kini menjadi wartawan, kini menjadi petani dan tinggal di desa, tapi mereka mengingat pohon kamboja itu dengan lekat.

Setiap orang memberi makna tersendiri terhadap kamboja itu. Ketika sudah ditebang, banyak orang yang mengunggah foto pohon tua itu di media sosial dengan keterangan melankolis, misalnya, “kini pohon kamboja tua tak lagi menyaksikanku” atau yang sejenisnya.

Menurut saya hal ini tidaklah berlebihan karena sesungguhnya pohon kamboja dan maknanya adalah milik masing-masing orang. Saya pun demikian. Bagi saya Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang menyarankan untuk menumbangkan pohon itu adalah utusan Tuhan yang sangat memahami saya.

Beliau begitu paham mengenai kenangan saya di balik rentanya kamboja itu. Saya yang sudah hampir empat tahun berada di kampus ini telah memiliki banyak sekali kenangan yang indah sekaligus kenangan pahit yang disaksikan pohon tua itu.

Saya mengenal kamboja tua yang seakan-akan menjadi maskot Kampus Bawah itu pertama kali adalah ketika OKK fakultas. Aneh, adalah kata pertama dalam benak saya ketika melihat pohon itu. Pohon tua yang sudah tidak memiliki daun, apa lagi bunga, seolah-olah hanya siap untuk ditebang, tetapi justru dirawat bahkan dihias dengan aneka kreativitas.

Memang aneh, tetapi kali pertama saya berkenalan dengan pohon itu, saya sudah merasa nyaman melihatnya dengan berbagai pernak-pernik yang menghiasinya.

Pohon tua itu menjadi saksi ketika saya harus menangis pada saat kakak-kakak kelas menyanyikan lagu Kampus Bawah Undiksha yang dibawakan oleh Komunitas Cemara Angin. Saat itu adalah saat saya pertama kali harus meninggalkan kampung halaman dan memilih untuk tinggal di Kota Singaraja.

Terlebih lagi, saya bertemu dengan gadis yang kemudian menemani hari-hari di Singaraja. Kamboja itu bagaikan memori yang menyimpan banyak hal di dalamnya.

Pohon kamboja yang tua itu tak juga ditebang meskipun terlihat semakin hari semakin renta, tetapi semakin terlihat indah pula dari tahun ke tahun. Sebab, ada saja hal baru yang membuatnya tampak hidup. Mulai dari perahu yang dipasang di atas pohon itu, kemudian kepala yang terbuat dari buah kelapa, hingga wajah yang terbuat dari kaleng-kaleng bekas. Semua perhiasan untuk kamboja itu seolah-olah membuatnya terlihat abadi.

Tidak hanya itu, kamboja tua yang berada di tengah-tengah kampus bawah itu menjadi saksi banyak hal bagi saya. Selain menjadi saksi ketika kegiatan orientasi kampus dengan kesenangan dan kesedihannya, pohon kamboja itu juga menjadi saksi ketika banyaknya kegiatan yang dilaksanakan di wantilan.

Pohon itu merekam adanya banyak tawa dan tangisan yang membuatnya kokoh berdiri di depan wantilan Kampus Bawah. Bagi saya yang merupakan seorang perantau, kampus adalah rumah kedua. banyak kegiatan yang saya lakukan di bawah pohon tua yang tak berdaun itu, mulai dari kegiatan Bulan Bahasa, latihan-latihan, dan banyak hal lainnya. Pohon itu bukan sekadar pohon kamboja lagi, bagi saya pohon itu adalah pohon kenangan.

Kini, sudah lama saya berkenalan dengan pohon itu, sudah banyak cerita yang terajut di bawah pohon itu. Sudah hampir empat tahun saya berada di Kampus Bawah Undiksha untuk merajut banyak kenangan. Namun, tepat di hari kasih sayang, pohon itu harus menyudahi tugasnya menjadi saksi bisu segala kenangan yang entah mengenakan atau tidak mengenakkan di Kampus Bawah.

Sesuai dengan perintah Ibu Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, pohon itu akhirnya ditebang dan digantikan dengan pohon kamboja yang baru. Saya rasa kesedihan atas penebangan pohon ini tidak hanya saya seorang yang merasakannya, tetapi teman-teman yang selalu saya ajak gradag-grudug di kampus merasakan hal yang sama.

Kembali lagi, pohon itu milik setiap orang. Bagi saya penebangan itu searah dengan apa yang telah saya rasakan. Pohon itu sesungguhnya hidup dengan banyak kenangan saya. Kenangan-kenangan yang memang harus ditumbangkan.

Kamboja bukanlah sekadar kamboja, ia hidup bersama imajinasi setiap orang yang melihatnya. Kenangan saya bersama teman-teman bahkan gadis yang bertemu ketika orientasi kampus telah direkam oleh pohon kamboja itu.

Ketika saya harus memulai hal yang baru tanpa harus bergumam dengan segala kenangan, Ibu Dekan yang seakan memahami hal itu menyarankan untuk menumbangkan pohon kamboja dan diganti dengan kamboja yang baru.

Lagi-lagi, dalam imajinasi, pohon kamboja tua itu, melalui Ibu Dekan, memberi saya pesan. Hal yang indah itu memang patut dikenang, tetapi hal itu harus dilepas dengan segala keiklasan. Siap tidak siap, hal yang baru harus dijalani. Pesan itu saya tangkap ketika memandangi ranting-ranting pohon kamboja itu ketika sudah ditebang dan segala kenangan yang terlintas kembali. Kemudian, pohon bamboja yang baru, ditanam ditempat yang sama dengan pohon kamboja tua awalnya berdiri.

Yang membuat saya sedih adalah ketika saya tidak menyaksikan penebangan pohon itu. Sudah pasti saya tidak dapat menyaksikan penebangan itu, karena pohon itu ditebang pada pagi hari. Sayang, bangun pagi adalah hal sulit bagi saya. Jadi, saya harus mengiklaskan diri untuk melihat pemandangan hanya ketika pohon itu sudah tumbang dan sudah dipotong pendek-pendek untuk kemudian siap diangkut dengan mobil.

Kini pohon kenangan itu sudah diganti dengan pohon kamboja yang baru yang akan menjadi pohon kenangan untuk mahasiswa yang sedang berproses di Kampus Bawah Undiksha. (T)

Tags: kampuslingkunganmahasiswapohon
Share1576TweetSendShareSend
Previous Post

Anakmu Bukan Hak Milikmu – Tak Mestilah Pintar Berhitung

Next Post

Punk Kwala Ngibur: Pesan Moral di Balik Kisah Genit Erni dan Reni

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

by tatkala
March 6, 2026
0
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

Read moreDetails

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

by tatkala
March 6, 2026
0
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

Read moreDetails

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Suara Anak Gianyar Tahun 2026: Menolak Normalisasi Perkawinan Anak Hingga Etika Penggunaan ‘Artificial Intellegence’ Pada Anak

by Wahyu Mahaputra
March 2, 2026
0
Suara Anak Gianyar Tahun 2026: Menolak Normalisasi Perkawinan Anak Hingga Etika Penggunaan ‘Artificial Intellegence’ Pada Anak

SUDAH empat belas tahun Forum Anak Daerah (FAD) Gianyar hadir sebagai salah satu wadah partisipasi anak di Kabupaten Gianyar, dan...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Sasolahan “I Sigir Jlema Tuah Asibak” bakal menutup perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung selama sebukan penuh, 1-28...

Read moreDetails
Next Post

Punk Kwala Ngibur: Pesan Moral di Balik Kisah Genit Erni dan Reni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co