24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eka Darmawan | Inspirasi Usaha Sampah Plastik Ternyata dari Kerja+Belajar di Kapal Pesiar

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
April 22, 2022
in Berita
Eka Darmawan | Inspirasi Usaha Sampah Plastik Ternyata dari Kerja+Belajar di Kapal Pesiar

Eka Darmawan | Foto-foto: Kominfosanti Buleleng

Ketika bekerja di kapal pesiar, Eka Darmawan (33) tampaknya punya sambilan juga. Sambilannya, ya, belajar. Bukannya belajar mengelola kapal wisata, atau mengelola bisnis travel, atau mengelola restoran, melainkan ia malah belajar mengelola sampah plastik.

Maka itulah, pulang-pulang ia tidak membuka usaha restoran, atau membangun villa dan penginapan, atau tidak membangun usaha bisnis travel, sebagaimana banyak dilakukan alumni pekerja kapal pesiar di Bali. Eka Dharmawan justru membuka bisnis pengelolaan sampah—sesuai apa yang dipelajari di kapal pesiar.

Pelajaran Daur Ulang Sampah dari Rumah Plastik di Desa Petandakan

Peluang yang ditangkap Eka Darmawan adalah peluang yang tak banyak dilihat orang lain, termasuk oleh sesama pekerja kapal pesiar. Dan, peluang itu ia manfaatkan dengan baik, sehingga kini usaha pengelolaan sampahnya sudah tergolong besar dengan jaringan kerjasama yang luas, bukan hanya di Bali, melainkan juga di luar Bali.

“Di kapal pesiar tempat saya kerja, saya terheran-heran melihat pengolahan sampah plastik,” kata Eka.

Tentu saja terheran-heran. Kata Eka, di kapal pesiar itu semua sampah plastik dikelola dengan baik hingga menjadi cacahan plastik kecil dan bersih untuk kemudian dijual kembali. Sungguh tidak terpikirkan sebelumnya.

Foto: Eka Darmawan dan pemilhan sampah

Dari rasa heran terbitlah inspirasi. Dari inspirasi terbit tekad.

Eka Darmawan bertekad untuk belajar dari pengolahan sampah di kapal pesiar, untuk kemudian hasil pelajaran itu akan diterapkan di daerah asalnya, di Buleleng, Bali, Indonesia.

Tekadnya makin subur, apalagi mengingat Buleleng dan daerah lain di sekitarnya masih punya banyak kendala di bidang pengelolaan sampah plastik yang jumlahnya terus meningkat setiap hari. Apalagi, kebiasaan buruk masyakarat belum sepenuhnya hilang, yakni  kebiasaan masyarakat yang sembarangan membuang sampah

Pulang dari bekerja di kapal pesiar, ia bertekad untuk tinggal di kampung halaman, dan tak balik lagi ke kapal pesiar. Ia membangun tempat pengelolaan sampah plastik dengan nama Rumah Plastik di Desa Petandakan, pinggiran timur Kota Singaraja.

Ibu Sinar Wati | 17 Tahun Memilah Sampah Plastik dan Kini Sudah Ahli

Usaha yang dibangunnya tentu saja punya tujuan mulia: membantu mengurangi volume sampah plastik yang beredar di masyarakat. Tujuan lain yang tak kalah penting adalah membangun bisnis jangka panjang sekaligus ingin membuktikan bahwa pengelolaan sampah plastik adalah bisnis yang menjanjikan.

Eka tidak begitu saja langsung membangun bentuk fisik usahanya, namun ia mengawalinya dengan membangun jaringan bisnis, mempelajari standar kualitas hingga pemasaran cacahan plastik.

Pada tahun 2016, ayah dua anak ini mulai membuat rangkaian mesin pencacah rancanganya sendiri dengan memanfaatkan pengusaha las sekitar tempat tinggalnya. Proses pengolahan sampah plastiknya tentu saja tidak akan berjalan dengan baik tanpa melibatkan peran masyarakat yang selama ini menjadi sumber keberadaan sampah plastik.

Foto: Eka Darmawan dan hasil cacahan sampah plastik

Yang menarik, ia tidak mau menerima kiriman sampah perorangan. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya persaingan harga yang dapat menjatuhkan nilai jual sampah plastik di Buleleng, dan secara umum di Bali.

 Mereka yang ingin menjual sampah plastik wajib membentuk kelompok bank sampah terlebih dahulu. Jika belum terbentuk, Eka siap memberikan edukasi kepada masyarakat yang punya keinginan membentuk kelompok bank sampah.

“Ini penting untuk menjaga nilai jual sampah di pasaran Buleleng dan Bali. Kenapa begitu? Karena kami menerima sampah itu dengan harga yang lebih tinggi dari kebanyakan,” terang Eka.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Eka memberikan kesempatan bebas kepada warga Desa Petandakan secara perorangan untuk menjual sampah plastiknya. Tidak hanya itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bergabung dalam usahanya, mulai dari memilah jenis dan warna sampah hingga sampai pada proses pencacahan dan pengemasan cacahan sampah plastik.

Ada Sampah Plastik, Ada Kepedulian, Terciptalah Kaki Palsu dari Sampah Plastik

Hingga kini sudah banyak masyarakat sekitar ikut membantu usahanya, baik itu remaja maupun lansia. Ia selalu membuka pintu lebar-lebar jika ada warga yang ingin bekerja membantu memilah sampah plastik.

Eka bercerita, memang terdapat beberapa anak kecil dan lansia yang bekerja memilah sampah plastik. Mereka membantu tanpa aturan yang ketat seperti karyawan, misalnya tidak ada aturan ketat mereka harus mencapai target hasil tertentu saat melakukan pemiilahan sampah.

“Ada beberapa anak SD sepulang sekolah ikut memilah sampah di sini, mereka kumpulkan perkarung, jika sudah cukup saya berikan upah. Saya sangat senang melihat semangat mereka, apalagi ketika menerima upah atas jerih payahnya sendiri,” kata Eka.

Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Kini pria inspiratif ini telah mampu meningkatkan kapasitas mesinnya jauh lebih besar hingga mencapai 500 kilogram per jam dan mengatasi 30 kelompok bank sampah di Buleleng, serta kelompok bank sampah lainnya di Bali. Atas kerjasama dengan pihak industri besar di Bandung, sejak tahun 2017 ia secara berkelanjutan mengirim hasil cacahan plastik dengan kualitas full grade berjumlah minimal 14 ton. [T][*/Ado]

Tags: Bank Sampahdaur ulang sampah plastikRumah Plastiksampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memotret Gandrung, Mengabadikan Tari Sakral Penangkal “Grubug” di Desa Suter

Next Post

Trekking Dulu Lewat Pematang, Lalu Temukan Air Terjun Tanah Putih di Desa Galungan

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

Lantik 123 PNS Formasi 2024, Bupati Sutjidra: Junjung Tinggi Nilai BerAKHLAKdan Pelayan Terbaik bagi Masyarakat Buleleng

by tatkala
June 15, 2026
0
Lantik 123 PNS Formasi 2024, Bupati Sutjidra: Junjung Tinggi Nilai BerAKHLAKdan Pelayan Terbaik bagi Masyarakat Buleleng

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra secara resmi mengambil sumpah/janji serta menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi...

Read moreDetails

Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

by Dede Putra Wiguna
June 15, 2026
0
Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

JARI-jari mereka bergerak cepat di atas layar gawai dan laptop. Di beberapa ruang kelas SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam),...

Read moreDetails

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

by tatkala
June 15, 2026
0
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Om Swastyastu, Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng dan pribadi, kami I Nyoman Sutjidra, Bupati Buleleng, bersama Gede Supriatna, Wakil Bupati...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails

Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

by tatkala
June 12, 2026
0
Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada...

Read moreDetails

OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

by Dede Putra Wiguna
June 12, 2026
0
OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali...

Read moreDetails

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
0
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

Read moreDetails
Next Post
Trekking Dulu Lewat Pematang, Lalu Temukan Air Terjun Tanah Putih di Desa Galungan

Trekking Dulu Lewat Pematang, Lalu Temukan Air Terjun Tanah Putih di Desa Galungan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co