26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerpen “Sumur” Eka Kurniawan | Air Dengan Segala Persoalan yang Ditimbulkan

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
January 1, 2022
in Ulasan
Cerpen “Sumur” Eka Kurniawan | Air Dengan Segala Persoalan yang Ditimbulkan

Siapa pun akan sepakat bahwa air merupakan salah satu sumber kesejahteraan bagi mahluk hidup, spesies apa pun itu. Kehadiran air dapat memudahkan mahluk hidup, khususnya manusia—bahkan tubuh manusia pun didominasi oleh cairan yang harus dijaga keseimbangannya. Apa jadinya jika manusia kekurangan air? Apa dampak yang sekiranya diakibatkan jika air absen dalam kehidupan manusia? Poin-poin inilah yang diangkat dalam cerita berjudul “Sumur” (2021) karya Eka Kurniawan.

Cerita setebal 48 halaman, dilengkapi dengan beberapa ilustrasi ini menggambarkan satu kampung yang mulanya dilimpahkan kesejahteraan dan kesuburan. Namun itu dulu, kini kampung tersebut mengalami krisis air. Segala permasalahan sosial pun timbul ke permukaan—perebutan aliran air ke lahan persawahan salah satunya. Krisis air pun menyulut berbagai konflik di tengah masyarakat. Mulanya adu mulut, dilanjutkan dengan saling tebas parang dan clurit yang kemudian diiringi dengan semburah darah dari tubuh lawan.

Bukan Air, Tapi Darah yang Mengalir

Sejak mula darah sudah dipertontonkan, perkelahian tersebut dilakukan oleh dua orang—Ayah Toyib dan Ayah Siti yang belakangan diceritakan sebagai sepasang sahabat semasa kecil.  Kematian Ayah Siti, dan nasib Ayah Toyib yang berakhir di bui menjadi titik balik kisah asmara dari Toyib dan Siti.

Air menjadi hulu dari persoalan tersebut. Tidak hanya tercabutnya nyawa Ayah Siti, dan terenggutnya kebebasan Ayah Toyib, air juga berhasil menjauhkan Toyib dan Siti. Mengalirnya darah Ayah Siti harus dibayar mahal dengan renggangnya hubungan antar dua keluarga yang mulanya baik-baik saja. Krisis air nampak seiring sejalan dengan krisis sosial yang dihadapi oleh masyarakat kampung, salah satunya adalah Toyib.

Kota Menjadi Tempat Menjanjikan Nasib Lebih Baik

Saya rasa, narasi di atas tidaklah asing kita dengar. Bahkan sampai detik ini narasi tersebut masih dirasakan daya magisnya. Semakin menyusutnya keberadaan air di kampung yang menyisakan satu sumur sebagai sumber air satu-satunya, membuat banyak warga mengambil keputusan untuk meninggalkan kampung beserta lahan mereka, dan menjajal peruntungan di kota. Nyatanya nasib baik tidak banyak dirasakan warga kampung di tanah rantau. Siti menjadi salah satu contoh yang disuguhkan Eka Kurniawan dalam ceritanya. Bekerja sebagai pesuruh di salah satu warung makan, ia malah dipertemukan oleh sopir truk yang kesengsem karenanya. Tidak berhenti sampai di sana, kesialan nampaknya kembali menimpa Siti. Nyatanya, ia menikahi seseorang yang telah beristri—bukan hal yang ia harapkan terjadi dalam hidupnya.

Menjajal peruntungan juga dilakukan oleh Toyib. Krisis di kampungnya benar-benar mengharuskan mereka (Toyib dan Ayahnya) menjajal bidang selain pertanian. Meski pada akhirnya niat itu gagal karena cuaca ekstrem yang berhasil merenggut hidup ayahnya, belakangan Toyib tetap menjajal peruntungannya di kota—dengan hanya bermodalkan semangat, sisanya ya serahkan pada yang di atas (baca: Tuhan).

Kalau Cinta Katakan Saja, Sebelum Berakhir Pada Penyesalan

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Ya, saya coba mengutip judul buku dari Eka Kurniawan yang pada akhir tahun 2021 juga telah difilmkan karena relevan dengan kisah Toyib dan Siti. Rindu merupakan efek dari rasa cinta. Saat jatuh cinta, selain hormon-hormon semacam estrogen, dan testosteron, tubuh juga melepaskan adrenalin, dopamin, dan serotonin. Dopamin inilah yang menciptakan perilaku ksatria pada pria dan keterikatan yang dalam pada wanita.

Tentu produksi hormon-hormon tersebut menciptakan efek ketagihan—ya kurang lebih sama efeknya dengan narkoba atau rokok (ya hanya mengira-ngira saja, kan saya tidak pernah merasakan efek narkoba atau rokok, hahaha). Jika rindu obatnya adalah bertemu, kalau merasakan cinta, maka perasaan tersebut haruslah diungkapkan—kalau tidak bisa saja menimbulkan “sakaw” bagi orang yang merasakannya. Hal tersebut pun dilakukan oleh Toyib dan itu bisa dilihat pada halaman 44:

“Kau tahu,” kata Toyib. Ia tak bisa menahannya lebih lama lagi. “Aku mencintaimu.”

“Aku juga, dari dulu,” kata Siti. Ia tersenyum sambil menundukkan wajahnya, lalu berjongkok membelakangi ember air setelah menutupnya, mengikatnya dengan kain. Ia berdiri berpegangan kepada pokok kayu, dan berjalan meninggalkan Toyib sebelum lelaki itu mengatakan apa pun lagi.”

Persoalan Laten dan Absennya Pemerintah

Buat saya, air hanya digunakan oleh Eka Kurniawan sebagai pengantar dalam menyampaikan pesan kepada pembacanya, bahwa persoalan yang diceritakan dalam “Sumur” ini skerap kali dijumpai di tengah masyarakat—terutama di Indonesia. Kemiskinan struktural masih menghantui masyarakat, mengingat tingkat pendidikan masih rendah; juga soal tidak hadirnya pemerintah sebagai problem solver di setiap persoalan yang dihadapi masyarakat kecil.

Pendidikan menjadi sangat penting. Melalui pendidikanlah Sumber Daya Manusia (SDM) dapat meningkatkan kualitasnya, jika kualitas SDM baik, maka kualitas hidupnya pun membaik. Tidak hanya berguna untuk dirinya sendiri, tapi pengetahuan yang dimiliki oleh setiap orang juga dapat berguna untuk sekitarnya.

Melalui cerita ini, saya melihat Eka Kurniawan bermaksud untuk memberi teguran kepada pemerintah. Pemerintah baiknya jangan hanya sibuk mencitrakan diri merakyat dengan berbagai aktivitas yang “terlihat” dekat dengan rakyat atau hanya sekadar memasang gambar diri di baliho dengan kata-kata minus manfaat buat rakyat. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah menghadirkan kebijakan (public policy) yang dapat menyelesaikan permasalahan masyarakat. Bener nggak sih? Kalau menurut kalian bagaimana? Hehe. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ciwa Ratri, Momentum Menghentikan Proses Pembusukan Diri

Next Post

SAṂPRADĀYA VAIṢṆAVA (JUGA) MERAYAKAN ŚIVARĀTRI

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Lontar Mpu Kuturan | Sosok Historis atau Mitos?

SAṂPRADĀYA VAIṢṆAVA (JUGA) MERAYAKAN ŚIVARĀTRI

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co