24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Seni Rupa “Megibung”: Kolaborasi dan Kesadaran Berbagi dalam Proses Berkarya

tatkala by tatkala
October 31, 2021
in Ulasan
Pameran Seni Rupa “Megibung”: Kolaborasi dan Kesadaran Berbagi dalam Proses Berkarya
  • Judul                     Megibung
  • Seniman              Suksma Bali, O.Prasi x Anggara Mahendra, Penawar Racun, Black Menu x Kadapat, MPSR UPMI
  • Kurator                 I Made Susanta Dwitanaya
  • Venue                  Bagia Art Space, Jalan Raya Sanggingan, Ubud, Bali
  • Jadwal                  23 Oktober – 13 November 2021

Seni rupa hari ini juga terbuka bagi hadirnya peluang kolaborasi baik secara internal (antar bidang seni rupa), secara eksternal yang melibatkan perjumpaan kreatif lintas disiplin termasuk interaksi yang lebih cair antara seni rupa dengan publik penikmatnya sehingga menghasilkan karya yang interaktif dimana publik juga hadir berbagi peran dengan seniman sebagai sang subjek didalam sebuah karya berjenis interaktif ini. Pendek kata praktik seni rupa hari ini kian beragam dan mengarah pada kecenderungan lintas media.

Pembukaan Pameran Megibung, 23 Oktober 2021

Megibung adalah peristiwa pameran yang mempertemukan para perupa muda Bali yang tergabung dalam beberapa kelompok dengan basis kekaryaan dan media seni rupa yang beraneka ragam. Ada lima kelompok perupa muda yang hadir dalam pameran ini.

Antara lain Suksma Bali yang berfokus pada pilihan media dan metode berkarya di ruang publik khususnya graffiti; Komunitas Oprasi yang intens dengan karya prasi yakni karya seni gambar daun lontar; Penawar Racun kelompok perupa yang juga intens dengan profesi art handler; Black Menu dengan karya kolaboratif lintas disiplin; serta MPSR UPMI dengan karya recycle berbahan dasar sampah plastik kresek. Momentum pameran ini merupakan perjumpaan berbagai komunitas perupa muda dengan beragam karakteristik kekaryaan.

Dari kecenderungan karya yang ditampilkan oleh lima perupa terbaca ada dua model kolaborasi yang dihadirkan. Yang pertama adalah model kolaborasi campuran, model kolaborasi ini mempertemukan gagasan dan karya yang tidak lagi menunjukkan jejak-jejak individu didalamnya. Layaknya campuran air dan gula kita tak bisa lagi mampu mengurai antara air dan gula. Demikian pula dengan karya kolaboratif model ini, tiap-tiap individu yang berkarya dalam satu karya bersama sudah tak didapat lagi jejak-jejaknya.

Sebagian besar komunitas dalam pameran ini menghadirkan model kerja kolaboratif campuran ini seperti Oprasi, Black Menu, MPSR UPMI dan Suksma Bali. Sedangkan kelompok Penawar Racun hadir dengan karya kolaboratif model gabungan. Dimana dalam model kerja kolaboratif ini tiap-tiap individu melalui jejak-jejak identitas kekaryaanya masih terasa kehadiranya. Yang mengikat mereka dalam kolaborasi ini adalah bahwa mereka sama-sama menghadirkan karya yang menjadikan packing sebagai elemen karya yang instalatif. Aspek inilah yang menyatukan karya dan model presentasi mereka.

Suksma Bali adalah sebuah kelompok yang berdiri sejak 2019, kelompok aktif mengorganisir diri dan berinisiatif menggelar berbagai event graffiti, salah satu event mereka yang paling berkesan adalah event yang bertajuk Suksma Bali akhirnya publik lebih mengenal kelompok ini, sebagai kelompok Suksma Bali yang kemudian menjadi identitas kelompok yang mereka bawa hingga kini.

Dalam pameran ini Suksma Bali menghadirkan sebuah karya interaktif dengan mengajak publik untuk terlibat dan menjadi bagian karya mereka, mereka merancang sebuah permainan yang mengajak publik untuk memilih semacam undian yang salah satunya akan terdapat reward berupa benda-benda keseharian, merchandise hingga  karya yang dapat dimiliki oleh para pengunjung yang ingin mencoba terlibat dalam permainan yang mereka tawarkan.

Menurut salah satu perupa anggota Suksma Bali karya ini adalah upaya untuk mengajak kita merenungkan keseharian kita. Hidup kita terkadang telah terbiasadan akrab bermain dengan ketidakpastian. Layaknya sebuah permainan lotre kita tak pernah tahu kemenangan dan kekalahan apa yang akan menyapa hidup kita. Semuanya datang silih berganti, dan mari nikmati semuanya sebagai sebuah permainan hidup. Sebab karenanya hidup menjadi terus bergerak.

Karya Suksma Bali, ”Lotre”, 2021, Interactive art, Instalation View

Kesadaran untuk berbagi tentang proses berkarya kepada publik tampak pada presentasi karya yang dihadirkan oleh komunitas Oprasi. Komunitas perupa muda yang intens dengan eksplorasi dan jelajah media prasi (seni gambar daun rontal) dan berdiri di Singaraja pada tahun 2018 ini menghadirkan presentasi tentang proses pembuatan sebuah karya prasi. Sebagai sebuah material yang spesifik daun rontal membutuhkan perlakuan khusus sebelum siap diolah menjadi karya prasi.

Perlakuan khusus dalam proses penyiapan material ini adalah sebuah pengetahuan yang secara sadar coba dibagikan kepada publik oleh komunitas Oprasi. Maka dalam pameran ini mereka mendisplay aneka material dan alat yang terkait dengan penyiapan rontal menjadi karya prasi. Dalam presentasi itu mereka juga berkolaborasi dengan fotografer Anggara Mahendra yang intens terlibat dalam pendokumentasian lontar bersama dengan Gede Bayu Gita Purnama, seorang peneliti lontar yang juga merupakan kawan diskusi dari komunitas Oprasi ini.

Karya kelompok Oprasi, ”Reramon Prasi”, Biji Kemiri-Daun lontar-Tembikar-foto-foto arsip 2021, Installation View ,

Sebuah karya seni rupa tak pernah lepas dari objek-objek pendukungnya, karya dua dimensional misalnya dibangun dari bidang gambar, material, spanram, bingkai, hingga packingnya. Kelompok Penawar Racun dalam presentasi karya mereka menghadirkan objek packing sebagai satu kesatuan dengan karya personal mereka masing-masing.

Karya-karya mereka tampak instalatif menjadikan packing sebagai elemen artistik menyatu dengan karya. Packing pada karya Penawar Racun menerabas sekat-sekat antara fungsi sekaligus elemen artistik. Melalui presentasi karya ini, mereka seperti hendak bertutur kepada apresiator betapa packing dalam karya seni merupakan elemen yang penting dan tak bisa begitu saja diabaikan perannya.

Karya kelompok Penawar Racun, ”Mengemas Gagasan”, Instalasi Packingan Karya, 2021

Persoalan Packing juga dihadirkan oleh Black Menu sebuah kelompok yang berfokus pada seni rupa dan pangan ini menghadirkan sebuah presentasi karya yang berkolaborasi dengan kelompok musik Kadapat, sebuah kelompok musik kontemporer yang memadukan instrumen musik tradisional dengan elektronik.

Kelompok Black Menu dalam pameran ini menampilkan sebuah karya packing khusus untuk instrumen musik dari komunitas Kadapat. Ketika packing ini dibuka maka akan hadir pula seperangkat instrumen musik yang siap dimainkan didalamnya. Party Box, begitulah karya ini mereka namai. Sebuah gagasan yang mempertemukan packing dan dunia musik yang dapat mempermudah instrumen ini dibawa kemana mana. Pada titik ini Black Menu menawarkan sebuah model kolaborasi dimana satu karya bisa saling menyokong karya yang lain. Sebuah jalinan keterhubungan yang saling mendukung.

Karya Black Menu x Kadapat, ”Music Box”, Packing Instrumen Musik dan Performing, 2021

MPSR UPMI adalah komunitas yang terdiri dari para mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa UPMI. Sejak tahun 2020 Prodi Pendidikan Seni Rupa UPMI menghadirkan program Ruang Plastik sebuah program yang berfokus pada pengolahan sampah plastik khususnya kresek menjadi karya seni rupa dan produk kreatif lainya.

Dalam pameran ini MPSR UPMI menghadirkan sebuah karya kolaboratif dengan menampilkan objek berupa siluet lebah berbahan dasar plastik kresek yang dipress dan dikonstruksi dengan besi berbentuk segi enam yang merupakan abstraksi dari rumah lebah. Karya ini adalah simbol dari kerja kolektif yang secara Bersama-sama membangun satu visi dan tujuan.

Karya MPSR UPMI, ”Koloni”, Plastik kresek dan plat besi, Instalasi, 2021

Pada akhirnya pameran yang merupakan inisiatif dari para anak muda Bali untuk bertemu dan menghadirkan peristiwa pameran bersama ini adalah sebuah upaya untuk menawarkan berbagai pengalaman dalam menyimak karya seni dan metode presentasinya. Peristiwa pameran ini juga menjadi momentum untuk menggali dan mengelaborasi kembali kata kolaborasi dengan berbagai pendekatan penciptaan karya seni rupa. {T]

Tags: PameranPameran Seni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Lukisan Goenawan Mohamad, Tentang Usia 80 dan Potret

Next Post

Merefleksikan Etika Melalui Kebajikan Universal Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Merefleksikan Etika Melalui Kebajikan Universal Bali

Merefleksikan Etika Melalui Kebajikan Universal Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co