23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

3 Bocah Yatim Rajin Tabung Sampah untuk Beli Alat Sekolah | Ini Kisah Nasabah Bank Sampah Galang Panji

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 10, 2021
in Khas
3 Bocah Yatim Rajin Tabung Sampah untuk Beli Alat Sekolah | Ini Kisah Nasabah Bank Sampah Galang Panji

Agus dibantu adiknya, Daniel, mengirim sampah ke Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji, Suksada, Buleleng [Foto: Gading Ganesha]

Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, punya nasabah dari berbagai usia, mulai dari nenek-nenek hingga bocah-bocah. Nah, mari saya ceritakan tentang tiga bocah dari Banjar Kelod Kauh, Desa Panji. Mereka adalah Agus, Daniel dan Lisa.

Pagi itu, Minggu 8 Agustus 2021, cuaca cukup bersahabat, matahari sedikit terik menyinari,  meskipun begitu, saya sebagai pengelola Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji bersama beberapa rekan mulai mempersiapkan karung sampah, tali plastik dan timbangan.

Sesuai jadwal, setiap Hari Minggu, kami dari Bank Sampah Galang Panji buka di depan balai masyarakat Banjar Kelod Kauh Desa Panji. Dari depan balai banjar itulah kami menerima tabungan sampah dari warga sekitar.

Sambil menunggu nasabah datang, kami biasanya duduk-duduk di warung dekat balai banjar itu,  saya memesan kopi hitam,  sementara rekan yang lain selain memesan kopi hitam juga memesan sebatang rokok. Kami ngobrol ke sana-kemari, seputar berita-berita terbaru tentang warga, tentang pemerintahan,  atau juga tentang acara bola. Malah kami jarang membicarakan sampah.

Setelah beberapa menit menunggu, nasabah mulai datang. Kami memiliki nasabah yang rutin selalu datang dengan sampahnya hampir setiap minggu.  Beberapa nasabah lain datangnya bisa dua minggu sekali,  bahkan malah sebulan sekali.  Ada juga yang datang setahun sekali.

Di antara 200 lebih nasabah yang terdata yang rutin datang membawa sampahnya sekitar 50-60 orang. Dan yang paling rutin membawa sampah setiap minggu, hanya satu nasabah. Nama nasabah itu  Putu Agus Arya Saputra. Ia  cucu pertama dari Dadong Tari.  

Bersama tiga bocah: Agus, Daniel dan Lisa

Agus selalu dayang bersama kedua adiknya, yakni Kadek Daniel  Aryawan dan Komang Lisa Amelia. Agus yang baru berusia 14 tahun itu datang membawa sampah yang telah dikemas dalam karung sampah. Daniel yang usianya 9 tahun membantu Agus membawa sampah. Agus di depan dan Daniel di belakang.

Sementara Lisa ikut mendampingi saja. Jika sampahnya cukup banyak Lisa juga membantu, tapi kali ini mereka datang hanya dengan satu kampil besar. 

Agus yang kelahiran 2007 ini sudah menjadi nasabah sejak pertama Bank Sampah Galang Panji buka di tahun 2014. Saat itu usianya baru 7 tahun. Waktu itu Agus datang menemani neneknya, Dadong Tari.

Siapa Dadong Tari?

Dadong Tari sendiri kini usianya 65 tahun. Di Desa Panji, Dadong Tari dikenal memang sanggat ulet dalam bekerja. Tenaganya seakan tidak ada habis-habisnya.  Kini Dadong Tari sudah jarang ikut membawa sampah ke Galang Panji, tugas membawa sampah sudah sepenuhnya dipercayakan kepada Agus, Daniel dan Lisa.

Dadong Tari sendiri masih tetap bertugas mengumpulkan sampah. Sampah biasanya diperoleh dari rumah-rumah warga yang memberinya pekerjaan. Sehari-hari Dadong Tari memang bekerja di rumah-rumah warga untuk membantu membersihkan rumput,  menyapu halaman,  sampai mencarikan kayu bakar.  Setelah selesai bekerja di perjalanan selalu menyempatkan diri untuk mengumpulkan sampah.

Selain itu, ia sendiri juga mencari sendiri sampah sampai di pinggir-pinggir jalan dan sungai di sekitar wilayah Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji. Dulu, Dadong Tari membawa sendiri sampahnya ke bank sampah, cucunya hanya ikut-ikutan. Tapi kini tugas membawa sampah diberikan ke Agus, dan dua adiknya membantu.

Agus mengaku cukup bersyukur ada bank sampah di desanya. Karena dengan begitu, dia dan adik-adiknya jadi punya uang tambahan.

Sejauh ini mereka hanya bergantung dari penghasilan ibunya,  Made Pujiani, serta penghasilan neneknya, Dadong Tari, yang bekerja serabutan. Ayahnya sudah meninggal hampir 6.5 tahun lalu karena sakit.

“Uang dari hasil menabung sampah, selain untuk jajan juga digunakan untuk membeli kelengkapan sekolah, seperti alat praktek,” kata Agus agus yang kini bersekolah di SMPN 4 Singaraja.

Sementara itu, Kadek Daniel Aryawan usianya baru 9 tahun, kini duduk di kelas 4 di SDN No 1 Panji. Sekolahnya hanya 300 meter dari rumahnya, Daniel cukup rajin membantu Agus dan membantu Dadong Tari untuk mengumpulkan sampah sekaligus membawa sampah ke bank sampah.

Daniel yang murah senyum itu jika bertemu kami di Bank Sampah Galang Panji selalu tampak gembira. Jika ditanya uangnya dari hasil sampah buat apa, jawabannya sederhana khas anak-anak. “Buat belanja di warung beli jajak/cemilan,” begitu katanya.

Sementara yang paling bungsu si cantik Komang Lisa Amelia yang biasa dipanggil Lisa Usianya baru 7 tahun,  gadis kecil ini juga bersekolah di SDN No 1 Panji dan sudah kelas 2 di tahun ini.

Sebelum bersekolah Lisa sering ikut neneknya bekerja di rumah tetangga,  sering juga ikut mencari sampah bersama Dadong Tari. Setiap minggu selalu ikut ke Balai Banjar walaupun tidak membawa sampah. Anak itu memang selalu ikut ke mana saja Agus dan Daniel pergi.

Agus memang selalu mengajak kedua adiknya ke balai banjar untuk menabung sampah, karena ibu dan neneknya cukup sibuk bekerja. Sesekali uang yang d tarik digunakan untuk belanja makanan ringan dan bekal sekolah.

Jumlah sampah yang dibawa Agus setiap minggunya berkisar 10-20 Kg sampah plastik yang di Bank Sampah Galang Panji dihargai Rp 2.000,00 per kg-nya. Jadi, dalam seminggu Agus dan adiknya bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp. 20.000 hingga 40.000.

Selain untuk dirinya sendiri, dari uang tabungan sampahnya juga diberikan kepada Ibu dan neneknya, untuk keperluan sehari-hari.

“Uangnya saya kasih Dadong, buat belanja sehari-hari. Tapi kalau masih ada sisa Dadong ngasih saya dan adik-adik untuk belanja,” kata Agus yang punya cita-cita ingin jadi seorang polisi.

Setelah selesai menimbang sampah di Bank Sampah Galang Panji,  Agus menyampaikan untuk menarik tabungannya.  Total tabungannya  sudah mencapai Rp. 82.000. Ia tarik Rp. 50.000.

Begitulah Agus dan adik-adiknya. Ia memang tidak pernah menyimpan tabungannya berlama-lama. Dua minggu sekali atau sebulan sekali pasti menarik tabungannya. [T]

Tags: Bank Sampah Galang PanjilingkunganSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kidung, Coki dan Lana | Ekspedisi Garis Langit Melewati Nusantara dan Asia Tenggara

Next Post

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co