24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bola dan Kegagalan yang Menghantui

Komang Adnyana by Komang Adnyana
May 5, 2021
in Ulasan
Bola dan Kegagalan yang Menghantui

Foto darisitus uefa.com

Laga pertama semifinal Liga Champions 2020-2021 baru berjalan sembilan menit, ketika Timo Werner mendapat umpan cantik dari Christian Pulisic dalam kondisi yang begitu bebas di kotak penalti Real Madrid. Lalu jeger! Alih-alih menjadi gol, tendangan volinya justru mengarah tepat ke kaki kiper Los Blancos, Thibaut Courtouis.

What a big miss. A sitter missed.

Ibarat makanan empuk yang sudah terhidang di piring, tinggal menyendok dan menyuapkannya ke mulut saja, sendok masih bisa meleset. Media Inggris yang terkenal nyinyir, pundit, dan penggemar Chelsea, ramai-ramai menyayangkan peluang yang disia-siakan itu (terlepas dari penyelamatan yang dilakukan Courtouis). Sementara penggemar Madrid barangkali juga tertawa terkekeh-kekeh meledek Werner yang belakangan memang rajanya gagal mengkonversi peluang menjadi gol. Bahkan sekumpulan vidio soal peluang-peluang yang disia-siakannya sepanjang musim ini bisa dengan mudah ditemukan di youtube.

Lalu jelang leg kedua semifinal di Stamford Bridge Kamis (06/05) ini, banyak yang berandai-andai sekaligus bertanya-tanya. Andai saja tembakan Werner menjadi gol, andai saja The Blues bisa lebih klinis di depan gawang, andai saja dominasi mereka di pertandingan yang berakhir dengan imbang 1-1 itu bisa lebih dimaksimalkan, barangkali, iya… barangkali… langkah mereka menatap leg kedua sekaligus untuk lolos ke final akan lebih ringan. Keunggulan satu gol tandang saja jelas bukanlah modal yang cukup signifikan untuk bisa menghentikan tim sekelas Madrid yang sarat pengalaman di Liga Champions.   

Andai nanti Madrid berhasil mencetak satu gol saja di Stamford Bridge, sementara mesin gol Chelsea kembali seret atau bahkan mandul, dan Chelsea benar-benar gagal ke final, tidakkah tim kota London ini akan menyesali peluang Werner yang terbuang sia-sia di leg pertama? Tidakkah itu akan menjadi semacam penyesalan massal untuk para penggemar Si Biru, begitu juga untuk Werner sendiri?

Sepakbola, sekalipun dia permainan strategi, mungkin memang selalu berkelindan antara harapan-harapan, mimpi-mimpi, pengandaian-pengandaian, hiburan dan tak luput juga kesalahan, kegagalan sekaligus penyesalan. Selalu ada aksi-aksi heroik yang diharapkan bisa melampaui ambang keterbatasan sekaligus juga pengingat akan keterbatasan.

“Ada jutaan orang dengan hal yang lebih berat lainnya untuk dihadapi, daripada sekadar peluang yang disia-siakan itu. Inilah bagusnya olahraga, tak akan ada yang peduli hal itu besok.”

Thomas Tuchel, pelatih Chelsea, sebagaimana dikutip Daily Mail, boleh saja berkata begitu, untuk menghibur Werner dan menyemangati anak asuhnya. Tapi sepakbola mencatat, beberapa kesalahan dan kegagalan yang membuat orang-orang yang terlibat di dalamnya bisa menyesal sekaligus mengalami malam-malam panjang yang menyesakkan, dan tidur yang tak enak bahkan setelah mereka tidak lagi aktif bermain.

 “Bahkan sampai hari ini, aku masih terjaga di tengah malam, dan bertanya-tanya, “oh kenapa”. Antara jam dua atau jam tiga pagi. Aku mengalami banyak hal bagus, tapi satu hal itu tetap saja mengganggu.”

John Terry, mantan kapten Chelsea bercerita dalam salah satu wawancara dengan media Inggris tahun lalu. Terry mengenang upayanya mengeksekusi penalti saat melawan Manchester United di final Liga Champions 2008. Di Moskow kala itu, harusnya tendangan Terry bisa membawa Chelsea merengkuh tropi Si Kuping Besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah setelah di pihak lawan, eksekusi penalti Cristiano Ronaldo gagal.

Naas, permukaan lapangan yang licin karena hujan, dan strateginya mengubah caranya mengeksekusi penalti menjadi mirip gaya panenka justru membuat keseimbangan tubuhnya buruk. Alhasil, ia pun terpeleset. Bola menggelincir ke samping kiri mistar gawang Edwin Van der Sar. Sang kapten tak bisa menahan emosi dan berurai air mata melihat kapten United kala itu, Rio Ferdinand yang justru akhirnya mengangkat trofi juara.

Bahkan disebut-sebut, momen yang dikenal sebagai John Terry’s penalty slip ini menjadi salah satu cikal bakal munculnya era meme-meme lucu yang kemudian bersliweran di lini masa media sosial setiap kali ada kejadian menarik di dunia olahraga. Ada juga yang menyebutnya sebagai kelahiran komedi gelap online dalam dunia sepakbola. Sesuatu yang berat dalam sejarah karier sang pemain tentunya, namun kenangan manis sekaligus lucu bagi suporter rival.    

 Tapi sebagai penggemar Chelsea, saya juga pernah ikut-ikutan terhibur ketika ramai-ramainya orang membicarakan tentang terpelesetnya Steven Gerrard yang dianggap sebagai pemicu kegagalan Liverpool meraih gelar Liga Premier Inggris pada 2014 yang sejatinya sudah dinanti-nantikan sejak lama. Musim masih menyisakan tiga pertandingan ketika itu, dan The Reds unggul lima poin atas Chelsea di puncak klasemen. Kemenangan dari Chelsea akan menambah jarak di pucuk klasemen sekaligus cukup hasil imbang sebetulnya untuk membuat Chelsea keluar dari kontestasi juara.

Apes, di penghujung babak pertama, dalam kondisi tanpa tekanan, Gerrad salah mengantisipasi umpan Mamadou Sakho, dan saat mencoba mengejar, ia terpeleset, bola lebih dulu diserobot Demba Ba untuk kemudian menjebol gawang Simon Mignolet. Chelsea menang 2-0, dan di akhir musim Manchester City yang juara. Jarang sekali skipper sekelas Gerrard melakukan kesalahan mendasar seperti itu, apalagi di saat-saat krusial. Sontak media heboh, pundit heboh, dan betapa tipis batas antara pihak yang pedih dan ria. The agony and the ecstasy. Bahkan hingga kini, insiden Gerrard’s slip ini masih sering sekali menjadi bahan cemoohan antar suporter. Potongan klipnya bersliweran di sana-sini.

“Aku sudah mengacuhkannya, tapi terus saja kembali, sepanjang waktu,” kata Gerrard mengenang peristiwa itu, bertahun-tahun setelahnya, setelah dia jadi manajer Rangers sekali pun. “Kariermu membawamu ke titik rendah sesekali. Akan mudah jika bisa seperti mengangkat karpet, lalu membenamkan dibawahnya dan kita tidak pernah memikirkannya lagi. Tapi aku pikir itu tidak akan pernah terjadi,” lanjutnya lagi, sembari mencoba berdamai.

Membandingkan peluang yang disia-siakan Werner, dengan kegagalan dua orang itu, dan juga masih banyak lagi mungkin kegagalan dan kesalahan pemain lain pada momen-momen yang jauh lebih krusial, barangkali tak berimbang dan tak penting-penting amat mengingat dampaknya yang memang belum terasa saat ini. Toh, baru fase semifinal. Tapi satu kesamaan yang bisa jadi ingin dinikmati sebagai penggemar sepakbola, adalah determinasi setelah kegagalan itu. Determinasi.

Tulisan kecil ini pasti bias, karena saya penggemar Chelsea. Tapi tak mengapa. Tak ada yang meragukan pengalaman Madrid, rajanya Eropa dengan 13 gelar Liga Champions dan juara empat kali dalam tujuh musim terakhir, plus sederet pemain sarat pengalaman. Los Blancos dan Zinedine Zidane tidak akan bertamu ke Stamford Bridge tanpa rencana dan tidak akan mudah menyerah sebagaimana mereka menyingkirkan Liverpool.

Saya masih berharap, Chelsea bisa meredam trio gelandang Luka Modric, Toni Kroos, dan Casemiro seperti laga pertama, meski disadari, tak mungkin mereka mau terjebak pada hal yang sama untuk kedua kalinya (bermain high pressing dan meninggalkan lubang di lini tengah). Pun untuk urusan menjaga lebih ketat striker veteran macam Karim Benzema, yang dalam sepersekian detik kesempatan bisa mengubah keadaan. Dan syukur-syukur setelah laga kedua berakhir nanti, saya tidak memiliki banyak pengandaian yang menggantung-gantung dan menghantu-hantui.  [T]

Tags: ChelseaLIga ChampionReal Madridsepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

GeNose dan Tahu Bulat Digoreng Dadakan

Next Post

Arya Sugiartha & Kun Adnyana | Dua Pendekar Seni Tukaran Kursi dan Pedang

Komang Adnyana

Komang Adnyana

Penikmat cerita, yang belajar lagi menulis cerita.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Arya Sugiartha & Kun Adnyana | Dua Pendekar Seni Tukaran Kursi dan Pedang

Arya Sugiartha & Kun Adnyana | Dua Pendekar Seni Tukaran Kursi dan Pedang

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co