2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menghitung Penghasilan Bondres Rarekual | Pra Pandemi & Pas Pandemi

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
January 4, 2021
in Khas
Menghitung Penghasilan Bondres Rarekual | Pra Pandemi & Pas Pandemi

Bondres Rarekual [Foto: Ist]

Rarekual adalah grup lawak dari Buleleng yang biasa naik panggung dengan gaya bebondresan yang bebas tanpa pakem ketat. Nama grup ini sebenarnya Rarekual Topeng, tapi terkenal dengan nama singkat Bondres Rarekual.

Rarekual ini grup lawak papan atas di Bali. Pentolnya, eh, pentolannya empat seniman sebaya, seiman dan seirama, meski kadang tak seiya-sekata. Ketua bondresnya Ngurah Indra Wijaya yang di atas panggung berperan sebagai Ngurah Joni dengan topeng yang giginya amburadul. Lalu ada Kadek Agus Ria Arnawan sebagai Slowly yang lambannya minta ampun. Kemudian Made Artana sebagai Bojes dan Made Sukantara Arpin memainkan karakter perempuan binal bernama Ayuk. 

Sebelum pandemi Covid-19, grup ini naik panggung nyaris setiap hari, kadang siang, dan tentu lebih sering malam-malam. Jajahannya di seantero Bali, sesekali ke luar Bali, sesekali ke luar negeri. Dalam satu tahun, yakni tahun 2019, grup lawak ini pentas sampai 225 kali.

Syandan, merebaklah virus korona yang masuk ke Indonesia mulai Maret 2020. Pandemi pun ditetapkan. Dan sejak itu, para seniman Rarekual itu terpaksa dirumahkan alias merumahkan diri sendiri. Tahun 2020, mulai Januari dan Februari, grup ini naik panggung sebanyak 30 kali, atau rata-rata sekali dalam dua hari.

Nah, sejak Maret, sejak pandemi menyusup di Bali, hingga akhir Desember 2020, grup ini hanya pentas 10 kali. Artinya, dalam sebulan hanya sekali naik panggung.  

Penghasilan Rarekual pun terjun bebas. “Ah, sebet yen tuturan!” Begitu kata Ngurah Indra Wijaya saat ditanya melalui Whatshap, Selasa, 29 Desember 2020.

Bondres Rarekual [Foto Ist]

Mari iseng-iseng menghitung penghasilan/pendapatan/honor/gaji Bondres Rarekual sebelum pandemi atau pra pandemi. Tahun 2019, Rarekual pentas sebanyak 225 kali, ditambah bulan Januari dan Februari 2020 sebanyak 30 kali, maka terhitung 14 bulan sebelum pandemi Rarekual naik panggung sebanyak 255 kali.

Tarif resmi Rarekual sekali pentas Rp 4 juta hingga 5 juta. Itu pada saat hari-hari biasa. Pada saat hari agak luar biasa, misalnya pada acara perayaan menjelang akhir tahun atau acara menyambut Tahun Baru, tarifnya bisa menggelembung tiga kali lipat.

Mari kita rata-ratakan saja tarifnya sebesar Rp 4,5 juta untuk sekali pentas. Sehingga hitung-hitungan kasarnya, Rp 4,5 juta dikalikan jumlah pentas sebanyak 255 kali. Totalnya menjadi Rp 1.147.500.000.

Wow. Banyak juga ya. Ssssst, jangan keras-keras. Nanti didengar petugas pajak.

Bondres Rarekual bersama GGH [Foto: Ist]

Tapi, tunggu, tunggu dulu. Perolehan angka-angka itu masih hitungan kasar. Jumlah pengasilan sebesar itu harus dibersihkan dulu dengan menghitung juga potongan biaya transportasi, biaya konsumsi, biaya perbaikan topeng (misalnya jika ada gigi topeng yang kecong), biaya laundry kostum, servis wig alias rambut palsu, dan banyak lagi biaya tak terduga, semisal saat bepergian ke tempat pentas mereka tiba-tiba ingin minum GGH.

Taruhlah biaya lain-lain itu sampai setengah dari jumlah penghasilan kasar, maka penghasilan bersih mereka menjadi sebesar Rp 573.750.000. Setelah dibagi empat, maka masing-masing personel topeng itu mengantongi penghasilan Rp 143.437.500

Ingat, penghasilan itu dihitung selama 14 bulan sebelum pandemi. Dengan hitung-hitungan seperti itu, maka satu pelawak dalam grup Rarekual punya penghasilan sekitar Rp. 10.245.535 dalam sebulan. Hasil itu diperoleh dari Rp 143.437.500 dibagi 14 bulan.

Jika dibandingkan dengan pekerjaan lain, seperti pekerjaan jadi menteri misalnya, jumlah itu pastilah jauh lebih kecil. Bahkan mungkin lebih kecil dari gaji pejabat daerah di kabupaten yang kecil. Namun sebagai seniman, apalagi seniman di kabupaten kecil, penghasilan itu bolehlah disebut besar. Ya, cukuplah untuk menghidupi keluarga yang sehari-hari ditinggal ngebondres ke mana-mana.

Salah satu video youtube Rarekual Official

Tapi, tunggu, tunggu. Bagaimana penghasilan mereka pas pandemi atau pada saat pandemi?

Tentu saja anjlok, terjun bebas, sampai meguyang. Mulai Maret hingga Desember 2020, mereka hanya pentas di atas panggung rata-rata sekali dalam sebulan. Jika dhitung tarif per pentas Rp 4,5 juta, mereka hanya mengantongi Rp 45 juta dalam waktu 10 bulan. Jika dibagi rata untuk empat pemain, dalam sebulan masing-masing dapat jatah Rp 1.125.000.

Itu masih hitungan kasar, lho. Tarif Rp 4,5 juta sekali pentas itu tarif normal. Itu tarif sebelum pandemi menyerang. Pada saat pandemi, tarifnya mungkin saja tak sebesar itu. Bisa jadi, harga sekali pentas Rp 3 juta, atau bahkan Rp 1 juta pun diembat juga. Dengan begitu, pendapatan Rp 45 juta dalam sebulan itu bisa dikoreksi lagi. Mungkin hanya Rp 30 juta, atau bisa-bisa hanya Rp 20 juta.

Belum lagi dipotong biaya transportasi, biaya konsumsi, biaya perbaikan topeng (misalnya jika ada pipi topeng yang catnya terkelupas), biaya laundry kostum, servis wig alias rambut palsu, dan banyak lagi biaya tak terduga, semisal saat mereka tiba-tiba ingin pesan paket KFC lewat Gojek untuk disantap bersama istri dan anak-anak di teras rumah.

Memang sebet yen tuturang. Dengan hitung-hitungan seperti itu bisa saja masing-masing pebondres, baik Ngurah, Bojes, Slowly, maupun Arpin alias Ayuk, hanya dapat jatah Rp 300 ribu sebulan. Atau bisa jadi hanya Rp 100 ribu. Ha ha, itu setara empat porsi nasi babi guling tanpa es teh.

Dengan hasil sekecil itu, Rarekual tidaklah bangkrut. Paling-paling minum harus dikurangi. Pandemi tak membuatnya hilang akal, dan hilang harapan.

“Pentas” di media sosial, seperti di facebook, IG dan youtube yang dilakukan secara iseng-iseng sejak beberapa tahun lalu, pada masa pandemi ini diseriusi. Mereka serius menggarap berbagai konten dengan proses yang juga serius.

Di IG mereka membuat film-film pendek, tentu saja film komedi, yang tentu saja lucu. Kalau tak lucu, mana mungkin mereka bisa pentas sampai 200 kali setahun pada hari-hari normal.

Nah, dari film-film pendek di IG itu mereka mendapat endorse dari perusahaan rumah makan atau perusahaan minuman. Tarif untuk endorse beda-beda dan lebih banyak “harga timpal”, alias harga pertemenan, bahkan bisa gratis.

Tarif untuk endorse makanan dari Rp 300 hingga Rp 1 jutaan. Besar kecil tarif tergantung susah-ringan permintaan. Jika misalnya permintaannya harus ngajak banyak orang, atau dengan menggunakan kameramen professional dengan hasil video yang mulus, tentu tarifnya lebih besar.

Eh, berapa penghasilan Rarekual dari video-video di media sosial itu? Ssssst, kita hitung nanti-nanti saja ya. [T]

Kontak Rarekual Topeng

  • IG: @Rarekual-Topeng
  • FB: Bondres Rarekual
  • ☎️telepon 081933027172
  • 📱(WA) 081933027172

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Literasi Hadap Masalah

Next Post

Vaksin Tiba Dinihari

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Vaksin Tiba Dinihari

Vaksin Tiba Dinihari

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co