10 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menghitung Penghasilan Bondres Rarekual | Pra Pandemi & Pas Pandemi

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
January 4, 2021
in Khas
Menghitung Penghasilan Bondres Rarekual | Pra Pandemi & Pas Pandemi

Bondres Rarekual [Foto: Ist]

Rarekual adalah grup lawak dari Buleleng yang biasa naik panggung dengan gaya bebondresan yang bebas tanpa pakem ketat. Nama grup ini sebenarnya Rarekual Topeng, tapi terkenal dengan nama singkat Bondres Rarekual.

Rarekual ini grup lawak papan atas di Bali. Pentolnya, eh, pentolannya empat seniman sebaya, seiman dan seirama, meski kadang tak seiya-sekata. Ketua bondresnya Ngurah Indra Wijaya yang di atas panggung berperan sebagai Ngurah Joni dengan topeng yang giginya amburadul. Lalu ada Kadek Agus Ria Arnawan sebagai Slowly yang lambannya minta ampun. Kemudian Made Artana sebagai Bojes dan Made Sukantara Arpin memainkan karakter perempuan binal bernama Ayuk. 

Sebelum pandemi Covid-19, grup ini naik panggung nyaris setiap hari, kadang siang, dan tentu lebih sering malam-malam. Jajahannya di seantero Bali, sesekali ke luar Bali, sesekali ke luar negeri. Dalam satu tahun, yakni tahun 2019, grup lawak ini pentas sampai 225 kali.

Syandan, merebaklah virus korona yang masuk ke Indonesia mulai Maret 2020. Pandemi pun ditetapkan. Dan sejak itu, para seniman Rarekual itu terpaksa dirumahkan alias merumahkan diri sendiri. Tahun 2020, mulai Januari dan Februari, grup ini naik panggung sebanyak 30 kali, atau rata-rata sekali dalam dua hari.

Nah, sejak Maret, sejak pandemi menyusup di Bali, hingga akhir Desember 2020, grup ini hanya pentas 10 kali. Artinya, dalam sebulan hanya sekali naik panggung.  

Penghasilan Rarekual pun terjun bebas. “Ah, sebet yen tuturan!” Begitu kata Ngurah Indra Wijaya saat ditanya melalui Whatshap, Selasa, 29 Desember 2020.

Bondres Rarekual [Foto Ist]

Mari iseng-iseng menghitung penghasilan/pendapatan/honor/gaji Bondres Rarekual sebelum pandemi atau pra pandemi. Tahun 2019, Rarekual pentas sebanyak 225 kali, ditambah bulan Januari dan Februari 2020 sebanyak 30 kali, maka terhitung 14 bulan sebelum pandemi Rarekual naik panggung sebanyak 255 kali.

Tarif resmi Rarekual sekali pentas Rp 4 juta hingga 5 juta. Itu pada saat hari-hari biasa. Pada saat hari agak luar biasa, misalnya pada acara perayaan menjelang akhir tahun atau acara menyambut Tahun Baru, tarifnya bisa menggelembung tiga kali lipat.

Mari kita rata-ratakan saja tarifnya sebesar Rp 4,5 juta untuk sekali pentas. Sehingga hitung-hitungan kasarnya, Rp 4,5 juta dikalikan jumlah pentas sebanyak 255 kali. Totalnya menjadi Rp 1.147.500.000.

Wow. Banyak juga ya. Ssssst, jangan keras-keras. Nanti didengar petugas pajak.

Bondres Rarekual bersama GGH [Foto: Ist]

Tapi, tunggu, tunggu dulu. Perolehan angka-angka itu masih hitungan kasar. Jumlah pengasilan sebesar itu harus dibersihkan dulu dengan menghitung juga potongan biaya transportasi, biaya konsumsi, biaya perbaikan topeng (misalnya jika ada gigi topeng yang kecong), biaya laundry kostum, servis wig alias rambut palsu, dan banyak lagi biaya tak terduga, semisal saat bepergian ke tempat pentas mereka tiba-tiba ingin minum GGH.

Taruhlah biaya lain-lain itu sampai setengah dari jumlah penghasilan kasar, maka penghasilan bersih mereka menjadi sebesar Rp 573.750.000. Setelah dibagi empat, maka masing-masing personel topeng itu mengantongi penghasilan Rp 143.437.500

Ingat, penghasilan itu dihitung selama 14 bulan sebelum pandemi. Dengan hitung-hitungan seperti itu, maka satu pelawak dalam grup Rarekual punya penghasilan sekitar Rp. 10.245.535 dalam sebulan. Hasil itu diperoleh dari Rp 143.437.500 dibagi 14 bulan.

Jika dibandingkan dengan pekerjaan lain, seperti pekerjaan jadi menteri misalnya, jumlah itu pastilah jauh lebih kecil. Bahkan mungkin lebih kecil dari gaji pejabat daerah di kabupaten yang kecil. Namun sebagai seniman, apalagi seniman di kabupaten kecil, penghasilan itu bolehlah disebut besar. Ya, cukuplah untuk menghidupi keluarga yang sehari-hari ditinggal ngebondres ke mana-mana.

Salah satu video youtube Rarekual Official

Tapi, tunggu, tunggu. Bagaimana penghasilan mereka pas pandemi atau pada saat pandemi?

Tentu saja anjlok, terjun bebas, sampai meguyang. Mulai Maret hingga Desember 2020, mereka hanya pentas di atas panggung rata-rata sekali dalam sebulan. Jika dhitung tarif per pentas Rp 4,5 juta, mereka hanya mengantongi Rp 45 juta dalam waktu 10 bulan. Jika dibagi rata untuk empat pemain, dalam sebulan masing-masing dapat jatah Rp 1.125.000.

Itu masih hitungan kasar, lho. Tarif Rp 4,5 juta sekali pentas itu tarif normal. Itu tarif sebelum pandemi menyerang. Pada saat pandemi, tarifnya mungkin saja tak sebesar itu. Bisa jadi, harga sekali pentas Rp 3 juta, atau bahkan Rp 1 juta pun diembat juga. Dengan begitu, pendapatan Rp 45 juta dalam sebulan itu bisa dikoreksi lagi. Mungkin hanya Rp 30 juta, atau bisa-bisa hanya Rp 20 juta.

Belum lagi dipotong biaya transportasi, biaya konsumsi, biaya perbaikan topeng (misalnya jika ada pipi topeng yang catnya terkelupas), biaya laundry kostum, servis wig alias rambut palsu, dan banyak lagi biaya tak terduga, semisal saat mereka tiba-tiba ingin pesan paket KFC lewat Gojek untuk disantap bersama istri dan anak-anak di teras rumah.

Memang sebet yen tuturang. Dengan hitung-hitungan seperti itu bisa saja masing-masing pebondres, baik Ngurah, Bojes, Slowly, maupun Arpin alias Ayuk, hanya dapat jatah Rp 300 ribu sebulan. Atau bisa jadi hanya Rp 100 ribu. Ha ha, itu setara empat porsi nasi babi guling tanpa es teh.

Dengan hasil sekecil itu, Rarekual tidaklah bangkrut. Paling-paling minum harus dikurangi. Pandemi tak membuatnya hilang akal, dan hilang harapan.

“Pentas” di media sosial, seperti di facebook, IG dan youtube yang dilakukan secara iseng-iseng sejak beberapa tahun lalu, pada masa pandemi ini diseriusi. Mereka serius menggarap berbagai konten dengan proses yang juga serius.

Di IG mereka membuat film-film pendek, tentu saja film komedi, yang tentu saja lucu. Kalau tak lucu, mana mungkin mereka bisa pentas sampai 200 kali setahun pada hari-hari normal.

Nah, dari film-film pendek di IG itu mereka mendapat endorse dari perusahaan rumah makan atau perusahaan minuman. Tarif untuk endorse beda-beda dan lebih banyak “harga timpal”, alias harga pertemenan, bahkan bisa gratis.

Tarif untuk endorse makanan dari Rp 300 hingga Rp 1 jutaan. Besar kecil tarif tergantung susah-ringan permintaan. Jika misalnya permintaannya harus ngajak banyak orang, atau dengan menggunakan kameramen professional dengan hasil video yang mulus, tentu tarifnya lebih besar.

Eh, berapa penghasilan Rarekual dari video-video di media sosial itu? Ssssst, kita hitung nanti-nanti saja ya. [T]

Kontak Rarekual Topeng

  • IG: @Rarekual-Topeng
  • FB: Bondres Rarekual
  • ☎️telepon 081933027172
  • 📱(WA) 081933027172

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Literasi Hadap Masalah

Next Post

Vaksin Tiba Dinihari

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Vaksin Tiba Dinihari

Vaksin Tiba Dinihari

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co