13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sebelas Perupa Merespons Pandemi di Rumah Paros

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
January 1, 2021
in Pertanian
Sebelas Perupa Merespons Pandemi di Rumah Paros

Blind In Paradise karya I Gede Made Surya Darma

Penghabiasan tahun 2020, sebelas perupa memprakarsai pergelaran pameran bersama yang bertajuk “ Diarama Cronic “ di rumah Paros, Jl. Margapati, Br. Palak, Sukawati, Gianyar, Bali.

Sebelas perupa tersebut yakni I Kadek Rudiantara (Aboetd ), Made Astika Yasa, Putu Adi Suweca (CYX Daeng),  I Kadek Dedy Sumantra Yasa, Ito Joyo Atmojo, I Gede Made Surya Darma, I Made ‘’Lun’’ Subrata, I Ketut Putra Yasa, I Gusti Made Wisatawan, Raden Bagus Surya Ningrat. Mereka menampilkan karya berupa lukisan, patung dan seni Instalasi.

Made “Kaek” Dharma Susila, founder Rumah Paros merespons positif semangat para perupa untuk memamerkan karyanya.  Rumah Paros merupakan sebuah ruang seni yang dibangun berdasarkan konsep Asta Kosala Kosali,  sistem arsitektur rumah Bali yang dibangun sejak 20 tahun yang lalu.  Bale daja Rumah Paros yang biasanya digunakan  untuk menerima tamu, difungsikan sebagai ruang berkesenian.  Sebab, seni dan budaya sebagai dasar hospitality sangat penting dilestarikan.

‘’Pameran kali ini sangatlah penting sebagai penutup tahun 2020.  Saya menyambut baik semangat teman seniman yang begitu tinggi, di tengah kondisi pandemi. Mereka ikut mempersiapkan pameran ini secara kilat yang digagas I Kadek Dedy Sumantra Yasa,” kata Made Kaek yang juga seniman dan pelaku pariwisata ini.

“Kami  memfasilitasi ruangnya sebagai tempat untuk menampilkan karya kreatifnya. Tentu dengan segala keterbatasan di masa pandemi ini. Kami harapkan semua pengunjung menerapkan protokol kesehatan dengan 3 D—memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, menimbang kasus COVID-19 masih melanda dunia,’’ tambahnya.

I Ketut Putrayasa, dengan karya Instalasi dengan judul “Apa Pertimbanganya”

Dalam kesempatan itu Made Kaek juga mendorong seniman untuk selalu bersemangat. Jangan menyerah memperkaya kegiatan seni dan budaya di Indonesia melalui jalur kesenian. ‘’Sebab,  itu merupakan panggilan batin kalian, salah satu dengan membuat karya seni. Kita membuat legacy dalam hidup ini,’’ ujarnya Made Kaek yang sudah melalang buana mengikuti kegiatan kesenian dan juga terlibat dalam pameran Made Wianta dan kawan kawan di Venice Bienale.

Merespons Pandemi

Tema Diorama Cronic itu diambil sebagai respons atas situasi Pandemi Covid 19 yang sudah kronis melanda dunia. Diorama diartikan sebagai benda miniatur, tiga dimensi untuk menggambarkan suatu pemandangan atau suatu adegan. Sedangkan kronis yang biasanya banyak dipakai dalam istilah kedokteran, menunjukkan kondisi atau sifat penyakit yang telah lama terjadi.  Pada kondisi ini, penyakit bersifat persisten dan biasanya telah berdampak pada beberapa sistem tubuh.  Sebelas seniman yang berpameran tersebut merespons kondisi dunia yang kronis, dengan karya dua dimensi dan tiga dimensi.

Dalam karya seni yang tiga dimensi bukan lukisan, ada karya dari I Gede Made Surya Darma yang merespon krisisnya dunia di masa Pandemi ini dengan menampilkan karya berupa foto performative, dengan judul blind In Paradise, dengan memotret sosok dirinya yang matanya ditutup dengan kain putih, yang sedang makan salad buah dan toest berupa pulau, sebagai simbul akan Bali yang bergelimang pariwisata, kita dibutakan dengan kenyamanan pariwisata tersebut, dan akhirnya di masa Pandemi ini Bali mendapat pukulan keras ekonomi, karena Bali pengasilan utamanya Pariwisata.

Karya I Kadek Dedy Sumantra Yasa ini bermakna bahwa dalam masa susah ini, ada satu jalan yaitu berserah kepada-Nya, hanya menggunakan kekuatan apa adanya simbul dari satu senar tersebut.

Karya I Kadek Dedy Sumantra Yasa

I Ketut Putrayasa, dengan karya Instalasi dengan judul “Apa Pertimbanganya” menampilkan Krupuk sebagai representasi masyarakat kelas bawah , yg mana pada saat – saat situsi kronik ( kronis)  mereka  perlu adanya  sebuah kepastian bukanya selalu di gantung seperti miniatur( diorama) kehidupan  yang di pertontonkan, dan seakan – akan kesulitan mereka hal yg seksi , gurih dan renyah .

Kehadiran dasi mewakili eksistensi kaum elit dan hak dalam  meregulasi kebijakan , namun seringkali kebijakan hari ini terasa  renyah ditelinga namun esok hari , Karya I Kadek Rudianta (Aboet) menampilkan karya Modipikasi Motor, yang dia rubah seperti monster makhluk imajiner, baginya dengan berkembangya indusitri yang begitu pesat, terkadang di masa Pandemi ini, dia rasakan industry itu seperti meneror kehidupan kita layaknya monster, motor modifikasi itu simbul dari kegelisahannya tersebut, karya dari Ito Joyoatmojo. Seniman Indonesia yang lama tinggal di Swiss ini meresponsnya dengan membuat lukisan yang bertema makanan dengan microdetail.

Modipikasi Motor, karya Kadek Rudianta (Aboet)

Baginya, dengan melukiskan objek makanan secara macro, sebagai simbol untuk merespons bahwasannya di berbagai daerah, dalam menjalankan hidup di masa pandemic, makanan itu sangat penting. Banyak keluarga harus berjuang keras untuk mendapatkan makanan. Karena itu, berbagi di masa pandemi sangatlah penting. 

Made Lun Subrata menampilkan lukisan abstrak yang memperlihatkan seperti pulau yang sesak dengan kehidupan, namun di sisi lain ada cahaya. Ini mengandung pesan bahwa di masa yang susah ini,  tentu masih ada jalan terang untuk kita bertahan hidup.

Seniman Buyung Mentari, meresponsnya dengan lukisan batik yang berbentuk abstrak, menyimbulkan tidak menentunya masa depan yang dia rasakan.  Made Surata meresponsnya dengan melukiskan kejayaan buah Vanila. Dulu buah vanilla Bali adalah emas hijau yang paling bagus diekspor ke berbagai negara. Baginya, sebagai seorang seniman dan sekaligus petani, ia ingin menyampaikan kegelisahannya bahwa vanili Bali sudah mulai langka. Ini perlu dibudidayakan untuk menopang kehidupan petani. 

Begitu juga seniman lainnya seperti  Made Astika Yasa, Putu Adi Suweca (CYX Daeng ) I Gusti Made Wisatawan, Raden Bagus Surya, meresponsnya dengan karya lukisan dengan mix media untuk mengungkapan kegelisahanya tentang masalah COVID-19 yang kronis tersebut. Tentu dengan kegiatan kreatif ini,  kita bisa release suasana hati yang sumpek, sebagai curahan jiwa yang serba terbatas. [T} [*]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Bali, “Jam Malam” Lebih Baik Dimajukan Lagi Jadi “Jam Sandyakala”

Next Post

Pergantian Tahun ala “New Hope From The Island of God”

Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pecinta kampung halaman. Tinggal di Sampalan, Nusa Penida

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Pergantian Tahun ala “New Hope From The Island of God”

Pergantian Tahun ala “New Hope From The Island of God”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co