2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sebelas Perupa Merespons Pandemi di Rumah Paros

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
January 1, 2021
in Pertanian
Sebelas Perupa Merespons Pandemi di Rumah Paros

Blind In Paradise karya I Gede Made Surya Darma

Penghabiasan tahun 2020, sebelas perupa memprakarsai pergelaran pameran bersama yang bertajuk “ Diarama Cronic “ di rumah Paros, Jl. Margapati, Br. Palak, Sukawati, Gianyar, Bali.

Sebelas perupa tersebut yakni I Kadek Rudiantara (Aboetd ), Made Astika Yasa, Putu Adi Suweca (CYX Daeng),  I Kadek Dedy Sumantra Yasa, Ito Joyo Atmojo, I Gede Made Surya Darma, I Made ‘’Lun’’ Subrata, I Ketut Putra Yasa, I Gusti Made Wisatawan, Raden Bagus Surya Ningrat. Mereka menampilkan karya berupa lukisan, patung dan seni Instalasi.

Made “Kaek” Dharma Susila, founder Rumah Paros merespons positif semangat para perupa untuk memamerkan karyanya.  Rumah Paros merupakan sebuah ruang seni yang dibangun berdasarkan konsep Asta Kosala Kosali,  sistem arsitektur rumah Bali yang dibangun sejak 20 tahun yang lalu.  Bale daja Rumah Paros yang biasanya digunakan  untuk menerima tamu, difungsikan sebagai ruang berkesenian.  Sebab, seni dan budaya sebagai dasar hospitality sangat penting dilestarikan.

‘’Pameran kali ini sangatlah penting sebagai penutup tahun 2020.  Saya menyambut baik semangat teman seniman yang begitu tinggi, di tengah kondisi pandemi. Mereka ikut mempersiapkan pameran ini secara kilat yang digagas I Kadek Dedy Sumantra Yasa,” kata Made Kaek yang juga seniman dan pelaku pariwisata ini.

“Kami  memfasilitasi ruangnya sebagai tempat untuk menampilkan karya kreatifnya. Tentu dengan segala keterbatasan di masa pandemi ini. Kami harapkan semua pengunjung menerapkan protokol kesehatan dengan 3 D—memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, menimbang kasus COVID-19 masih melanda dunia,’’ tambahnya.

I Ketut Putrayasa, dengan karya Instalasi dengan judul “Apa Pertimbanganya”

Dalam kesempatan itu Made Kaek juga mendorong seniman untuk selalu bersemangat. Jangan menyerah memperkaya kegiatan seni dan budaya di Indonesia melalui jalur kesenian. ‘’Sebab,  itu merupakan panggilan batin kalian, salah satu dengan membuat karya seni. Kita membuat legacy dalam hidup ini,’’ ujarnya Made Kaek yang sudah melalang buana mengikuti kegiatan kesenian dan juga terlibat dalam pameran Made Wianta dan kawan kawan di Venice Bienale.

Merespons Pandemi

Tema Diorama Cronic itu diambil sebagai respons atas situasi Pandemi Covid 19 yang sudah kronis melanda dunia. Diorama diartikan sebagai benda miniatur, tiga dimensi untuk menggambarkan suatu pemandangan atau suatu adegan. Sedangkan kronis yang biasanya banyak dipakai dalam istilah kedokteran, menunjukkan kondisi atau sifat penyakit yang telah lama terjadi.  Pada kondisi ini, penyakit bersifat persisten dan biasanya telah berdampak pada beberapa sistem tubuh.  Sebelas seniman yang berpameran tersebut merespons kondisi dunia yang kronis, dengan karya dua dimensi dan tiga dimensi.

Dalam karya seni yang tiga dimensi bukan lukisan, ada karya dari I Gede Made Surya Darma yang merespon krisisnya dunia di masa Pandemi ini dengan menampilkan karya berupa foto performative, dengan judul blind In Paradise, dengan memotret sosok dirinya yang matanya ditutup dengan kain putih, yang sedang makan salad buah dan toest berupa pulau, sebagai simbul akan Bali yang bergelimang pariwisata, kita dibutakan dengan kenyamanan pariwisata tersebut, dan akhirnya di masa Pandemi ini Bali mendapat pukulan keras ekonomi, karena Bali pengasilan utamanya Pariwisata.

Karya I Kadek Dedy Sumantra Yasa ini bermakna bahwa dalam masa susah ini, ada satu jalan yaitu berserah kepada-Nya, hanya menggunakan kekuatan apa adanya simbul dari satu senar tersebut.

Karya I Kadek Dedy Sumantra Yasa

I Ketut Putrayasa, dengan karya Instalasi dengan judul “Apa Pertimbanganya” menampilkan Krupuk sebagai representasi masyarakat kelas bawah , yg mana pada saat – saat situsi kronik ( kronis)  mereka  perlu adanya  sebuah kepastian bukanya selalu di gantung seperti miniatur( diorama) kehidupan  yang di pertontonkan, dan seakan – akan kesulitan mereka hal yg seksi , gurih dan renyah .

Kehadiran dasi mewakili eksistensi kaum elit dan hak dalam  meregulasi kebijakan , namun seringkali kebijakan hari ini terasa  renyah ditelinga namun esok hari , Karya I Kadek Rudianta (Aboet) menampilkan karya Modipikasi Motor, yang dia rubah seperti monster makhluk imajiner, baginya dengan berkembangya indusitri yang begitu pesat, terkadang di masa Pandemi ini, dia rasakan industry itu seperti meneror kehidupan kita layaknya monster, motor modifikasi itu simbul dari kegelisahannya tersebut, karya dari Ito Joyoatmojo. Seniman Indonesia yang lama tinggal di Swiss ini meresponsnya dengan membuat lukisan yang bertema makanan dengan microdetail.

Modipikasi Motor, karya Kadek Rudianta (Aboet)

Baginya, dengan melukiskan objek makanan secara macro, sebagai simbol untuk merespons bahwasannya di berbagai daerah, dalam menjalankan hidup di masa pandemic, makanan itu sangat penting. Banyak keluarga harus berjuang keras untuk mendapatkan makanan. Karena itu, berbagi di masa pandemi sangatlah penting. 

Made Lun Subrata menampilkan lukisan abstrak yang memperlihatkan seperti pulau yang sesak dengan kehidupan, namun di sisi lain ada cahaya. Ini mengandung pesan bahwa di masa yang susah ini,  tentu masih ada jalan terang untuk kita bertahan hidup.

Seniman Buyung Mentari, meresponsnya dengan lukisan batik yang berbentuk abstrak, menyimbulkan tidak menentunya masa depan yang dia rasakan.  Made Surata meresponsnya dengan melukiskan kejayaan buah Vanila. Dulu buah vanilla Bali adalah emas hijau yang paling bagus diekspor ke berbagai negara. Baginya, sebagai seorang seniman dan sekaligus petani, ia ingin menyampaikan kegelisahannya bahwa vanili Bali sudah mulai langka. Ini perlu dibudidayakan untuk menopang kehidupan petani. 

Begitu juga seniman lainnya seperti  Made Astika Yasa, Putu Adi Suweca (CYX Daeng ) I Gusti Made Wisatawan, Raden Bagus Surya, meresponsnya dengan karya lukisan dengan mix media untuk mengungkapan kegelisahanya tentang masalah COVID-19 yang kronis tersebut. Tentu dengan kegiatan kreatif ini,  kita bisa release suasana hati yang sumpek, sebagai curahan jiwa yang serba terbatas. [T} [*]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Bali, “Jam Malam” Lebih Baik Dimajukan Lagi Jadi “Jam Sandyakala”

Next Post

Pergantian Tahun ala “New Hope From The Island of God”

Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pecinta kampung halaman. Tinggal di Sampalan, Nusa Penida

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Pergantian Tahun ala “New Hope From The Island of God”

Pergantian Tahun ala “New Hope From The Island of God”

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co