27 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Relawan Kelas Inspirasi Bali: “Sehari Menjadi Guru SD”

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
April 6, 2020
in Esai
Relawan Kelas Inspirasi Bali: “Sehari Menjadi Guru SD”

Nengah Suarmanayasa

Layar TV nasional sering menampilkan cerita tentang anak muda yang menjadi relawan. Relawan kemanusiaan saat terjadi bencana alam, saat adanya gunung meletus, saat adanya banjir dan banyak gerakan lainnya. Banyak juga anak muda yang bergerak dan tergerak sebagai upaya untuk ikut mencerdaskan anak bangsa. Acara Kick Andy yang dipandu oleh Andy F. Noya adalah salah satu acara TV yang sering mengangkat cerita ini.

Cerita yang ditampilkan adalah cerita-cerita yang luput dari perhatian publik dan luput dari pemberitaan media. Banyak relawan dan pejuang kemanusiaan yang bergerak dan berkarya dalam kesunyian. Bergerak tanpa berharap pujian dan berkarya tanpa kepentingan apa-apa. Acara ini selalu menghadirkan kisah-kisah inspiratif yang layak untuk diikuti. Tidak heran jika kehadiran acara TV ini selalu ditunggu oleh penonoton setianya. Saya adalah satu dari jutaan penonton itu.

Mungkin ini adalah sebuah skenario alam. Tanpa sengaja, saat menonton Bali TV, ternyata saat itu sedang berlangsung acara dialog khusus yang menyiarkan gerakan Kelas Inspirasi Bali (KIB). KIB merupakan gerakan menjadi guru SD selama satu hari. Pada hari yang disepakati, orang-orang sukses dan yang peduli diminta datang ke sekolah, tetapi tidak untuk mengajar matematika, bahasa Indonesia, atau Ilmu Pengetahuan Alam. Cukup bercerita tentang kisah profesi yang sedang digeluti. Kehadiran relawan diharapkan akan menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak SD.

Kehadiran relawan untuk membangkitkan mimpi anak-anak SD itu. Mengajak mereka bermimpi tentang masa depannya. Mengajak mereka berani memiliki cita-cita besar. Relawan hadir di kelas itu untuk menanamkan bibit mimpi mulia bagi anak-anak bangsa. Lewat kelas inspirasi ini, relawan langsung turun tangan, bergandengan tangan dengan para profesional lain di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Bali.

Acara TV tersebut seolah-olah mengetuk kepedulian saya untuk segera menjadi bagian dari gerakan mulia ini. Awalnya saya tidak banyak berharap untuk bisa diterima menjadi bagian dari gerakan KIB. Maklum karena melihat umur dan minimnya pengalaman yang dimiliki.

Saat itu umur saya baru 28 tahun dan saya merasa belum banyak berkiprah dan jauh tertinggal dari orang kebanyakan. Saya adalah salah satu dosen muda yang mengajar di jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Ganesha, yang ada di Bali Utara. Mulai bulan September 2012 saya tercatat sebagai salah karya siswa program doktor (S3) di Universitas Udayana Bali.

Gerakan KIB dikomandoi oleh Prof. Muninjaya seorang dosen Fakultas Kedokteran yang sangat enerjik. Pelaksanaan KIB saat itu (tahun 2013) untuk tahun kedua. KIB dilaksanakan di kabupaten Bangli. Khususnya di sekolah-sekolah SD yang berada di pinggiran kota Bangli.

Setelah dilakukan seleksi, saya dinyatakan lolos dan dipercaya menjadi koordinator kelompok relawan di SD N 3 Pengotan, Bangli. Tugas saya mengkoordinir teman-teman relawan dan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terutama dengan kepala sekolah.

Sehari sebelum dilaksanakannya gerakan KIB, saya berkunjung ke lokasi dan bertemu dengan kepala sekolah serta guru-guru. Senang dan kagum melihat respon pihak sekolah yang begitu antusias menunggu kedatangan relawan. Hal itu ditunjukkan dengan matangnya persiapan yang dilakukan seperti menyiapkan peralatan LCD, membersihkan ruangan kelas dan sejenisnya. Adanya kerjasama dan niat yang baik berdampak pada lancarnya pelaksanaan gerakan KIB tanggal 11 Juni 2013.

Awalnya saya bingung dan tidak percaya diri untuk mengajar di hadapan anak-anak SD. Saya belum pernah dan membayangkan pun tidak pernah untuk mengajar anak-anak SD. Saat pelaksanaan KIB, saya mendapat jadwal mengajar dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.

Saya berbagi ilmu dan pengalaman dengan menggunakan bantuan beberapa video. Media tersebut sangat membantu, terlihat dari respon anak-anak saat menonton video tersebut. Mengajar anak-anak kelas 1 – 3 relatif lebih susah dibandingkan dengan anak-anak kelas 4 – 6. Saat mengajar, saya menekankan pentingnya arti pendidikan, sehingga saya sarankan agar anak-anak melanjutkan sekolah sampai sarjana. Memiliki cita-cita penting tapi berproses untuk menggapi itu jauh lebih penting. Diperlukan kerja keras, semangat dan usaha yang terus menerus dan tentunya perjuangan yang pantang menyerah untuk bisa mencapai impian.

Sebagian besar anak-anak sudah memiliki cita-cita walaupaun ada beberapa anak yang masih bingung menentukan cita-citanya. Dokter dan guru adalah profesi yang selalu diidamkan di setiap kelas. Mungkin karena profesi ini yang paling akrab ditelinga anak-anak. Melihat keluguan dan kepolosan anak-anak SD tentunya menyiratkan makna betapa pentingnya peran guru dalam mendidik dan mengarahkan mindset anak-anak. Guru SD adalah garda terdepan dalam hal menanamkan nilai-nilai mulia kepada anak-anak, sehingga pemerintah harus memprioritaskan perhatiannya pada guru SD.

Secara pribadi saya merasa senang dan berterima kasih kepada KIB. Gerakan ini membangkitkan kembali kenangan masa-masa waktu saya SD. KIB menyadarkan akan pentingnya arti berbagi. Selain itu, kehadiran dan partisipasi langsung Bupati Bangli, Bapak Made Gianyar untuk menjadi guru sehari memberi inspirasi tersendiri.

Kehadiran Bupati membuat kami para relawan merasa tertantang untuk lebih bersemangat dalam hal berbagi. KIB juga menunjukkan jalan agar berani berbagi dan bertingkah laku yang nantinya layak dijadikan inspirasi bagi generasi penerus. Langkah menjadi panutan, ujar menjadi pengetahuan, pengalaman menjadi inspirasi. Terima kasih KIB. [T]

Tags: Pendidikansekolah dasar
Share31TweetSendShareSend
Previous Post

Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Next Post

Jalan Kaki Tirtagangga-Tianyar-Trunyan – [Kenangan Lagu “Berita Kepada Kawan”]

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

by Chusmeru
July 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

Read moreDetails

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
0
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

Read moreDetails

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
0
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

Read moreDetails

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

Read moreDetails

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

Read moreDetails

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

by Pande Susan
July 24, 2026
0
Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

KEMERIAHAN saya sebagai generasi milenial dalam berpakaian pada masa kanak kanak sangat jauh berbeda dengan gen alpha dan gen beta...

Read moreDetails

Ketika Negara Kehilangan Hak untuk Dipercaya

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BEBERAPA waktu terakhir, publik menyaksikan pemberitaan mengenai penyitaan barang bukti berupa emas dan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar...

Read moreDetails

Sejak Kapan Pemerintah Mengurus Orientasi Seksual Warganya?

by Surfian Rahmat AP
July 24, 2026
0
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

Salah satu indikator paling nyata dari kemunduran tata kelola pemerintahan adalah ketika negara lebih disibukkan mengatur moralitas di ruang privat...

Read moreDetails

Menyelami Air, Menyelami Kehidupan —Catatan dari Tepi Kolam tentang Klub Selam Dolphin Singaraja

by Dewa Rhadea
July 23, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Air memiliki cara mendidik yang tidak dimiliki ruang kelas. Ia tidak pernah meninggikan suara ketika mengajarkan manusia tentang kesabaran. Ia...

Read moreDetails

Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

by Wayan Gde Yudane
July 23, 2026
0
Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

KETIKA kebebasan berbicara terbuka tanpa batas, yang terbebaskan bukan hanya kemampuan manusia untuk menyampaikan gagasan, tetapi juga insting purba kesukuan...

Read moreDetails
Next Post
Jalan Kaki Tirtagangga-Tianyar-Trunyan – [Kenangan Lagu “Berita Kepada Kawan”]

Jalan Kaki Tirtagangga-Tianyar-Trunyan - [Kenangan Lagu "Berita Kepada Kawan"]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan
Tualang

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

by Chusmeru
July 27, 2026
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa
Esai

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi
Ulas Buku

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan
Khas

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

by Angga Wijaya
July 27, 2026
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego
Esai

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan
Khas

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris
Khas

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co