7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ada yang Tercecer dari Sebuah Kecepatan

Agus Noval Rivaldi by Agus Noval Rivaldi
January 20, 2020
in Esai
Ada yang Tercecer dari Sebuah Kecepatan

Catatan awal tahun ini adalah catatan kedua saya bersama Teater Kalangan, itu berarti ini adalah tahun kedua saya berproses bersama teman-teman di Teater Kalangan. Banyak hal yang saya pribadi lalui di tahun 2019, seolah-olah hari demi hari terasa begitu berat dan dengan tensi yang begitu cepat saat menjalani segala proses. Tapi yang kadang saya herankan adalah kenapa saya melakukanya juga, entah atas dasar apa semua hal-hal yang lalu terjadi begitu saja di tahun 2019.

Setelah melihat ke belakang kembali baru timbul perasaan bahwa hal yang padat, cepat, dan berat ternyata saya lewati tanpa sadar. Yang kemudian akan menjadi titik timbang untuk ke depanya ketika berproses kembali bersama teman-teman di Teater Kalangan di 2020. Banyak sekali hal yang saya dapatkan dalam tahun 2019 ini. Bagaimana semua hal-hal tersebut terjadi tanpa saya pikirkan dampaknya untuk ke depan, baik itu untuk saya maupun Teater Kalangan.

Saya merasa apa yang terjadi kemarin itu murni atas kemauan dan kesadaran sendiri, yang memang benar tanpa adanya pola berpikir ini untuk apa ke depanya. Kalau saya hitung-hitung kembali, ada beberapa hal besar yang terjadi dalam diri saya ketika melihat apa yang saya dan teman-teman lainya lakukan di 2019.

Entah itu misalnya soal membangun jaringan kepada segala macam lintas disiplin, saya merasakan bahwa merawat jaringan dengan komunitas-komunitas lainya adalah hal yang berdampak besar yang memang terlihatnya sederhana. Tapi ketika saya membaca ulang soal pertemuan-pertemuan saya pribadi maupun atas nama Teater Kalangan. Ketika sekedar bertemu maupun sedikit bertukar pandangan dengan kelompok di luar lingkaran saya di Teater Kalangan. Ada hal yang muncul ketika saya menyadari setiap pertemuan saya dengan orang di luar kelompok saya, ada semacam pandangan berbeda dalam menyikapi kesenian khususnya.

Karena tentu saja dengan proses kreatif berbeda dapat menimbulkan pengetahuan baru, semisal kesenian di pandangan mahasiswa perfilman atau bahkan kesenian dalam pandangan musik metal. Dan pandangan-pandangan lain soal proses kreatif kesenian. Pada saat sadar akan dampak kinerja merawat dan membangun jaringan itu ternyata begitu bagus untuk kesenian muda-mudi seperti saya. Sebab pada ruang-ruang yang kecil biasanya kelompok-kelompok multi disiplin tersebut berkumpul karena ada acara kesenian. Seperti teater, musik, pameran lukis atau bahkan pemutaran film. Acara-acara tersebut kadang menjadi sebuah nilai lebih bagi seniman muda, sebab yang saya rasakan adalah timbulnya sebuah keakraban yang kadang bisa membicarakan hal serius sekali bahkan tidak serius sama sekali. Tapi akhirnya dari obrolan-obrolan dengan latar belakang yang berbeda tersebut, timbul juga perasaan ingin mencoba berproses kreatif bersama dengan latar belakang berbeda semacam kolaborasi. Akhirnya sebuah acara bisa jadi semacam batu loncatan dari sebuah pertemuan, selain mendapat pengetahuan baru soal pementasan tersebut.

Kemudian saat proses kolaborasi itu terjadi pasti akan ada sebuah pembicaraan serta tawar menawar tiap multi disiplin. Saya sering sekali diajak kolaborasi individu tanpa mengajak teman Teater Kalangan lainya, walaupun tetap ada Teater Kalangan sebagai latar belakang. Tapi akhirnya itu menjadi PR besar untuk membawa segala macam pandangan kami di dalam Teater Kalangan untuk kemudian mencocokan diri atau tawar menawar dalam proses kolaborasi. Semisal pada pengalaman saya, ketika diajak untuk mengikuti sebuah garapan film dari mahasiswa ISI. Ketika masuk ke dalam sebuah kelompok yang baru dengan proses kreatif yang berbeda dengan kelompok saya, tentu ada sebuah ketegangan dan temuan lain dalam melihat proses kreatif kelompok lain. Akhirnya pengalaman-pengalaman memasuki kelompok lain itu menjadi bekal baru untuk sekiranya dibicarakan pada kelompok saya. Tentu yang dibicarakan adalah hal-hal yang memang berkaitan dengan teater dan hal-hal di sekitarnya. Untuk menjadi sebuah wawasan baru dalam kelompok. Itu mungkin salah satu cara membangun kelompok.

Tapi saya baru menyadari pentingnya mencari pengalaman di luar kelompok itu pada tahun 2019 lalu. Sebab dalam pandangan saya, apa yang didapat dalam sebuah kolompok itu akan menjadi kaku jika tidak ada kesadaran untuk mencoba bertukar pikiran dengan kelompok lainya. Itu seperti menjadi sebuah refleksi terhadap apa yang sudah dilakukan selama ini, apakah yang dilakukan dengan kelompok beserta tiap anggotanya itu adalah hal yang tepat dalam berproses kreatif. Saya menemukan jawaban tersebut ketika berkunjung ke kelompok lain. Kadang dalam pertemuan dengan anggota kelompok lain saya merasa ada proses pencarian yang lebih tegang, ketimbang pertemuan dengan kelompok sendiri sebab mungkin sudah memiliki visi misi yang sama. Tapi dalam pertemuan dengan kelompok lain itu malah berbeda, selalu ada pementalan-pementalan yang menarik untuk dibahas.

Tapi yang perlu diingat juga adalah bagaimana akhirnya menanamkan kesadaran dalam diri untuk benar-benar merawat dan membangun jaringan tersebut, tentu dengan pendekatan dan pembacaan masing-masing. Serta kesadaran menjaga putaran yang terjadi di kelompok sendiri. Sebab akan menjadi tidak imbang juga ketika terlalu asik bermain di luar hingga lupa soal apa yang sudah dibangun di dalam.

Saya mungkin memang butuh waktu yang lama untuk sadar akan hal ini, sebab sudah berlalu hari demi hari hingga berganti tahun baru mulai menyadari. Padahal  yang sering saya anggap kakak di Teater Kalangan, sering mengingatkan untuk mencoba hal-hal baru dengan kelompok lain. Untuk sekiranya semacam menengok diri sendiri, bagaimana cara bersikap ketika bermain di kelompok lain maupun kelompok sendiri. Untuk sekiranya memberikan jawaban atas pencapaian dan kualitas dalam memahami sesuatu.

Kemudian yang paling mengingatkan tentang 2019 adalah bagaimana kesadaran untuk memperhatikan kedetailan dalam berteater maupun keseharian. Dengan hal yang segalanya begitu cepat kadang sampai tak sempat berpikir sedang melakukan apa, itu juga akhirnya berdampak ke dalam proses keaktoran saya. Sering kali lepas kesadaran dalam membedakan sifat-sifat keaktoran dan sifat-sifat keseharian. Maksudnya begini, dalam kehidupan sehari-sehari kesadaran serta temuan dalam latihan keaktoran bercampur dan kadang menyelinap dalam kegiatan sehari-hari. Itu baik bagi saya karena semacam menjaga dan selalu mengaktifkan antena keaktoran, atau istilah sederhananya adalah latihan bukan pada jam dan ruang latihan. Tapi ketika itu terbalik bagi saya agak sedikit harus dipikirkan, ketika sifat-sifat keaktoran yang sudah dibangun namun ketika pentas dan berada di atas panggung justru ada sifat-sifat keseharian yang muncul. Seperti gerakan alam bawah sadar yang menjadi mekanis saat pentas, detail-detail itu mungkin saya dapatkan ketika berproses dalam setahun ini.

Bagaimana dengan situasi yang seperti apapun seharusnya sifat-sifat keaktoran itu harus dijaga dan dimainkan secara detail. Agar tidak berkesan seperti aktor yang asal melemparkan segala ekspresi serta dialog, tanpa menjaga perasaan saat menemukan arti dan maksud dari kalimat serta ekspresi tersebut. Atau bahkan seperti penari yang menari begitu saja menggerakan tubuhnya, namun dia sendiri tidak mengerti maksud gerakan dan apa yang dirasakanya. Kalau teman saya bilang dalam istilah Bali namanya “Krejang-krejing”. Bergerak begitu bebas, bahkan karena terlalu bebasnya sampai tak sempat mencari lagi bentukan-bentukan lain dan kemungkinanya.

Hal detail itu saya rasa sangat lengket bersarang di pikiran saya. Sebab saat menulis catatan awal tahun ini pun, saya seperti mengingat-ingat kembali apa saja yang sudah saya kerjakan pada tahun 2019. Begitu banyak pementasan, begitu banyak latihan, begitu banyak bertemu teman baru, begitu cepat mengerjakan segala hal padahal saya sendiri sepertinya belum mampu untuk mengerjakan itu. Terbukti dari begitu banyak dan cepatnya proses-proses tahun kemarin, hanya sedikit serpihan yang benar-benar membekas dalam pikiran maupun tubuh saya.

Itu karena saya merasa kurang detail dalam melakukan apapun. Kemudian saya menasbihkan diri sebagaimana orang-orang lain yang selalu berharap ketika bertemu dengan awal tahun, dengan segala doa dan keinginanya untuk hari-hari yang akan datang. Sepertinya sedikit doa dari saya sendiri untuk diri saya sendiri, agar selalu menjadi pengingat untuk diri sendiri agar lebih hati-hati. Mungkin dengan demikian saya dapat menghasilkan segala hasil yang lebih maksimal, dan kemudian berakibat baik untuk kelompok saya dan orang lain di sekitaran. Selamat Tahun Baru 2020 teman-teman, ingat untuk selalu hati-hati dan detail dalam melakukan apapun. Salam. [T]

Tags: TeaterTeater Kalangan
Share22TweetSendShareSend
Previous Post

Laut Natuna, Rebutan Negara Tetangga

Next Post

Sastra Sungsang

Agus Noval Rivaldi

Agus Noval Rivaldi

Adalah penulis yang suka menulis budaya dan musik dari tahun 2018. Tulisannya bisa dibaca di media seperti: Pop Hari Ini, Jurnal Musik, Tatkala dan Sudut Kantin Project. Beberapa tulisannya juga dimuat dalam bentuk zine dan dipublish oleh beberapa kolektif lokal di Bali.

Related Posts

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
0
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

Read moreDetails

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Sastra Sungsang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co