23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PETALA

Oka Rusmini by Oka Rusmini
September 16, 2019
in Esai
RIPUH

Edisi 16/9/19

KOPLAK meringis sambil menatap wajahnya yang terlihat aneh karena rambut hitam yang tumbuh di atas kepalanya membuat Koplak merasa sangat bersalah pada waktu. Koplak merasa dia sedang memanipulasi waktu untuk tampil lebih wah. Dan terlihat trendi, kata Kemitir kalau dipotret biar terlihat lebih gaya dan instagramable. Istilah apa pula itu? Terus kalau sudah terlihat instagramable apa Koplak akan berjasa dan minimal bisa membantu orang-orang yang melihatnya jadi instagramable?

Koplak mengernyitkan alisnya, dan mengkerutkan dahinya. Terlihat jelas ada satu-dua alisnya yang sudah memutih. Rasanya nikmat melihat warna melihat beberapa kerut juga menegaskan bahwa dia sudah tidak muda lagi. Bukan seorang lelaki muda yang tidak jelas perasaannya. Koplak menggelengkan kepalanya ke kiri sambil menyatukan kedua alisnya. Terasa wajahnya telah banyak berubah.

Apakah setiap lipatan kerut yang mengulas wajahnya bisa bercerita mengurai lapis demi lapis masa lalunya? Teringat Ni Luh Wayan Langir, perempuan satu-satunya yang memahami seluruh perasaannya. Perempuan satu-satunya yang telah menyerahkan tubuhnya dengan kepercayaan yang penuh untuk Koplak. Perempuan yang mengorbankan hidupnya untuk hidup yang lebih baik. Hidup Kemitir, perempuan keras kepala dengan aturan-aturan yang membuat kepala Koplak berdenyut. Perempuan paling nyinyir dan banyak sekali bicaranya pokoknya jika Kemitir datang Koplak merasa sangat terjajah.

Koplak merasa tidak lagi memiliki kenikmatan-kenikmatan di rumah sendiri. Apakah Koplak salah? Apakah bibitnya yang salah?

Koplak melayangkan matanya ke depan Jendela, terlihat bunga mataharinya berayun-ayun cantik. Bukankah kata orang bibit yang baik akan menghasilkan tumbuhan yang baik? Koplak kembali mengeryitkan alis, aneh sekali alisnya sudah berwarna agak kelabu, tetapi rambutnya hitam pekat. Hitam yang sangat terang. Koplak selalu sulit berkomunikasi dengan bibitnya, si Kemitir. Langir tidak pernah macam-macam, Langir perempuan yang lebih banyak diam dan menyimak. Pekerjaan mengurus suami dan rumah selalu beres, hasilnya sangat memuaskan, masakannya juga enak.

“Kau dan Langir kawin kan baru beberapa tahun, belum genap jumlah jari tanganmu. Belum ada gesekan, belum ada kepandiran-kepandiran yang tidak masuk akal. Jika kau menikah dengan mengabungkan seluruh jari tangan dan kakimu baru tahu rasa kau!” Kata teman Koplak ketika dia bercerita tentang sulitnya menjadi orangtua yang beradaptasi dengan anak-anak muda.

“Bape jangan norak?” suatu hari Kemitir memiliki kosa kata yang aneh lagi. Norak? Memangnya sebagai ayahnya selama ini Koplak berlaku aneh-aneh? Sebgai Kades juga Koplak merasa Kades yang baik.

“Ah, kamu belum jadi Kades yang baik.” Sahut suara teman yang lain. Koplak mengernyitkan alis. Belum jadi Kades yang baik? Perasaan Koplak jadi tidak enak, apakah perjuangan selama ini tidak ada artinya? Jauh sebelum ada aturan dari pak Wali Kota, Koplak sudah melarang warga desa membuang sampah sembarangan. Sebaiknya buatlah lubang untuk sampah kering dan sampah basah. Botol plastik bisa ditimbang. Sampah rumah tangga yang basah bisa ditimbun dibuatkan lubang, itu kan baik untuk kesuburan tanah. Jika tanah subur tentu mudah untuk menanam segala macam. Tidak perlu takut kehabisan bahan makanan yang akan dimasak. Pohon pisang juga gampang tumbuh, daunnya bisa untuk tekor, tempat makan. Bisa juga untuk membungkus ini-itu. Lebih fresh dan sehat tidak juga mencemari lingkungan. Sehingga tidak mungkin warga desanya mengalami kejadian  seperti yang didengar Koplak di TV.

Setelah menjalani perawatan di Puskesmas Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, 14 santriwati Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Desa Pangadegan, yang diduga keracunan limbah B3 sebanyak 14 orang santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah itu sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas setempat karena diduga keracunan limbah B3 sejak Rabu malam, 28 Agustus hingga Kamis malam 29 Agustus lalu. Mereka dilarikan ke Puskesmas karena mengeluh mual dan pusing setelah menghirup udara di sekitar.

Dari hasil pemeriksaan sementara tim, kata Hendra, disimpulkan rata-rata para santri baru masuk pesantren itu dan kebanyakan ada riwayat alergi serta menderita asma. Tim juga mendapat keterangan dari warga bahwa sebelumnya ada bau yang sangat menyengat tertiup angin dan kemungkinan sumber bau dari limbah pabrik yang dialirkan ke sungai. Saat dicek, sungai itu airnya hitam pekat berminyak seperti oli dan berbau menyengat.

 Sementara air sungai di kampung Koplak masih berbau harum, warnanya juga bening. Ikan-ikan juga bebas bercengkrama sambil bersenggama untuk menaburkan telur-telur di seluruh lapisan air sungai.

“Kau itu harus jadi pemimpin yang menyuarakan suara rakyat. Suara rakyat itu harus kamu dengar, Koplak. Tanpa suara kami, memangnya bisa kamu jadi Kades? Setelah kami mendududukkan kamu di kursi Kades harusnya kamu merasa malu, minimal suara kita di dengarlah. Pemimpin itu wakil rakyat. Bukan menjelma jadi bangsawan yang harus disembah. Kursi yang kau dapatkan itu berasal dari suara kita. Jangan seperti pemimpin-pemimpin yang lain yang hanya kenal dan sok akrab dengan kita hanya pada saat pemilihan.”

Suara temannya itu membuat Koplak terdiam. Masih di depan cermin, Koplak melihat bagaimana hiruk-pikuknya rakyat memberi masukan kepada sang Pemimpin agar memilih ketua KPK yang benar-benar bersih, anehnya setelah diobrak-abrik kiri-kanan. Justru pemenangnya yang penuh catatan.

Koplak terdiam ketika beragam rusuh mengurai pikirannya. Apakah aku sudah menjadi pemimpin yang diinginkan rakyat desaku? Apakah aku sudah memenuhi beragam janji yang kuurai waktu kampaye? Apakah aku siap melayani para pemilih dan yang tidak memilih aku dengan keseriusan yang sama? Apakah aku hanya mendengarkan suara pemilihku saja? Karena kalau mendengarkan suara bukan pemilihku aku bisa stres? Koplak terdiam sambil mengusap alisnya yang kelabu. Juga mengusap kerut dikeningnya. Kenapa manusia suka sekali korupsi, termasuk  takut menjadi tua dengan memoles diri. Apakah mereka sadar korupsi itu harus dikikis dulu dalam diri sebelum mengurainya untuk orang lain.

Koplak terdiam. Kemitir pasti akan berkata, “ oh, berarti menyemir rambut dan merwat diri itu korupsi, Bape?” Koplak mendelik. Merasa tersengat. [T]

Tags: daur ulang sampah plastikdesafilsafatfilsafat baliSampahsampah plastik
Share26TweetSendShareSend
Previous Post

Porprov Bali 2019 di Pantai Kelecung: Ini Satu-Satunya Pertandingan Berlatar Sunset

Next Post

Antimadat, Penyelamatan Holistik

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Antimadat, Penyelamatan Holistik

Antimadat, Penyelamatan Holistik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co