24 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
September 16, 2019
in Khas
Dari Balap Sepeda Porprov Bali 2019: Lintas Desa dan Nenek yang Tiba-tiba Menyeberang

Balap sepeda Porprov Bali 2019 di Desa Apuan, Baturiti, Tabanan. (Foto: dok penulis)

Pinge yang sedang menggeliat. Menata diri sebagai desa wisata yang berpotensi menarik pengunjung. Ditunjuknya banjar kecil di Desa Baru, Marga, Tabanan, Bali ini sebagai arena porprov khusus cabang olah raga balap sepeda, menjadi keberuntungan. Banjar kecil yang bersih, rapi dengan udaranya yang sejuk ini, mendapat berkah.

Atlit-atlit dan pengurus ISSI menginap di rumah-rumah penduduk yang memang sengaja dijadikan pondok wisata. Dan Desa Wisata Pinge akan lebih dikenal sebagai destinasi yang layak disinggahi.

Jumat, 13 September 2019, kampung yang biasanya sepi ini mendadak bergemuruh karena menjadi arena balap sepeda kategori roadrace. Tabanan sedang punya hajatan. Menjadi tuan rumah porprov 2019. Seorang teman mengirimi saya video serunya balapan sepeda di kampung ini. Memutar dari banjar Pinge-Baru-Apuan-Pinge sebanyak 20 kali. Saya tidak sempat nonton karena pas hari kerja.

Sehari sebelumnya nomer ITT diadakan, start dari depan monumen Margarana dan finis di Munduk Andong Kaje. Medan yang didominasi oleh tanjakan-tanjakan. Sungguh sayang memang, Tabanan  paceklik medali di cabor ini. Radit, atlit belia dari Tegal Jadi, yang merupakan wakil andalan Tabanan, harus puas berada di posisi ke lima, dengan selisih waktu tertinggal 5 menit 26 detik dari juara pertama.

Tapi mengingat usia Radit yang memang masih sangat muda, dia mungkin masih punya potensi untuk bersaing merebut medali lagi dua tahun. Tergantung nanti pembinaan dan latihan ke depan.

Desa Apuan

Yang tersisa adalah nomer criterium, yang diadakan di seputaran Desa Apuan. Ini adalah lomba terakhir di cabor balap sepeda. Kebetulan diadakan hari minggu. Jadi banyak orang yang bisa nonton.

Hari minggu pagi itu, 15 September 2019, Desa Apuan nampak ramai. Para atlit, ofisial, panitia dan wasit menyiapkan diri. Para atlit mondar-mandir mencobai lintasan, sambil melakukan pemanasan sebelum otot-otot disiksa sampai batas tertentu. Lalu lintas disterilkan. Polisi banyak berjaga.

Lintasan balapan adalah jalan mulus di depan Pura Natar Sari ke selatan, belok ke kanan, terus sampai di depan jalan menuju Pinge, balik lagi ke timur. Terlihat memang lintasan balapannya kurang layak, karena jalan itu dibagi dua sehingga sirkuit menjadi sangat sempit. Tikungan juga menjadi sangat tajam yang membahayakan para pembalap.

Para penonton sempat melontarkan kritik, karena sebenarnya masih banyak jalan bagus dan lebih lebar yang bisa dipakai sebagai lintasan. Kabarnya sebelumnya sempat mau diadakan di Kediri, di Jalan Ngurah Rai, jalan besar di utara patung Soekarno. Kalau dibagi dua pun, jalannya masih terasa lebar, jadi aman untuk mengadu kecepatan. Tapi entah kenapa dibatalkan pihak panitia.

Lomba pagi tadi sempat mengalami penundaan satu jam karena kabarnya terjadi perdebatan di antara panitia tentang lintasan itu. Tapi akhirnya lomba tetap diadakan.

Diawali balapan di nomer putri. Sorak-sorai para supporter dan pelatih menghidupkan suasana. Penduduk desa yang awam tentang dunia sepeda juga ikut menonton. Banyak juga orang yang terjebak di tempat itu, tidak tahu ada acara balapan porprov, padahal sudah ada petunjuk bahwa jalan di­-stop sementara waktu. Sehingga mereka tidak bisa melintas, kemudian ikut berbaur menjadi penonton. Sungguh meriah.

Yel-yel terdengar saat para pembalap melintas di depan para penonton. Balapan di nomer putri ini harus memutari sirkuit sebanyak 26 kali. Jalan cenderung mendatar. Ada tanjakan ringan di sebelah barat pertigaan Desa Apuan yang juga menguras tenaga. Setelah memutar beberapa lap, peleton mulai terpencar-pencar.

Dua atlit putri Badung memimpin membuntuti marshal yang mengendarai sepeda motor. Jauh meninggalkan peleton. Kalau tidak terjadi halangan, emas dan perak sudah di tangan. Akhirnya, setelah menyelesaikan 26 kali putaran, Rosa Handayani, atlit putri Badung meraih emas.  Perak diraih rekannya sesama atlit Badung. Mereka menang dengan mudah. Sementara perunggu dibawa pulang atlit Karangasem.

Selanjutnya nomer putra dimulai. Para penonton lebih serius. Memperbaiki tempat duduk mereka. Siap-siap dengan smartphone di genggaman, untuk membidik momen terbaik. Beberapa orang membawa kamera DSLR, untuk meyakinkan gambar-gambar terbaik. Secanggih-canggih sebuah smartphone, belum bisa menggeser fungsi sebuah kamera digital.


Tikungan tajam dengan beton di sebelah kanan, sungguh berbahaya bagi para pembalap (Foto dok. Agus Marlisetia)

Ada rasa was-was, karena tikungan sirkuit begitu tajam. Semoga tidak terjadi apa-apa. Ini adalah balapan putra, tentu lebih kenceng dan berani. Dan biasanya laki-laki lebih krosokan. Tapi ternyata mereka sangat profesional. Di tikungan tajam mereka hati-hati, kemudian saat jalan datar dan lurus mereka memacu kecepatan. Syukurlah sampai lomba selesai, tidak terjadi apa-apa.

Cuma tadi ada insiden yang tak disangka. Seorang nenek tiba-tiba menyebrang jalan. Pas rombongan pembalap datang dengan kecepatan tinggi. Di tengah jalan terlihat tubuh nenek itu diapit para pembalap. Sungguh mengerikan. Stang-stang sepeda hanya beberapa senti dari tubuhnya. Untunglah beliau tenang, sehingga selamat. Sedikit saja, bisa fatal. Orang-orang terkejut dan berteriak dengan spontan. Para penonton meneriaki marshal yang menjaga lintasan, yang begitu teledor dan tidak konsentrasi.

Dari pinggir jalan kelihatan wajah sang marshal merah. Malu dan menyesal. Mungkin dalam hati mengutuki keteledorannya. Menjadi marshal harus selalu konsentrasi. Bisa dibayangkan, sedikit saja salah, satu pembalap menyenggol tubuh nenek tadi, pastilah semua peserta jungkir balik.

Selama 36 putaran itu, atlit Denpasar Kevin Dani Maulana memimpin jauh sendirian. Kevin yang bertubuh kecil, lajunya melesat seperti kijang. Mengendarai roadbike berwarna hitam dengan tulisan merek Cervelo warna putih besar, Kevin terus memacu kecepatan. Jerseynya yang berwarna hitam dipadu putih, helem yang putih bersih, kelihatan sepadan dengan roadbike yang dia pakai. Yel-yel yang menyebut namanya terus bergema.

Radit

Beberapa atlit mengalami overlap, gugur dan harus keluar lintasan. Kevin terus jauh memimpin. Di belakangnya ada peleton dari atlit Badung, Denpasar, Buleleng dan Tabanan. Peserta Tabanan yang tersisa hanya Radit. Sebelumnya ada Diva, tapi kemudian harus keluar lintasan karena gugur. Radit harus berjuang sendirian, bersaing dengan atlit-atlit lain yang lebih senior darinya. Sedangkan Ngurah, atlit cilik dari Selemadeg yang ikut membela Tabanan, harus gigit jari tidak bisa turun balapan karena kesalahan teknis.

Sesekali  Radit sempat melaju dari peleton. Untuk dua lap dia sempat memimpin bersama salah satu atlit Badung. Harapan medali perak atau perunggu bisa dia bawa pulang. Tapi sisa lap masih banyak. Lawan-lawannya mulai bangkit dan berusaha mengejar. Radit kembali tertelan ke dalam peleton. Agaknya dia kelelahan. Melaju sendirian dari peleton dan melawan arah angin sendirian, membuat energinya terkuras.


Radit Foto: dok penulis)

Dia membutuhkan pemulihan, untuk menyiapkan energi pada sprint terakhir yang akan menentukan raihan medali. Tapi sampai putaran terakhir, energinya betul-betul telah habis. Saat sprint terakhir pada lap ke 38 atau putaran penghabisan, dia tidak bisa melaju. Medali perak dan perunggu jatuh di genggaman atlit Badung.

Sungguh miris. Tak ada tersisa medali untuk tuan rumah. Satu-satunya berita hiburan adalah saat kabar Dewa Putu Prana Angira berhasil meraih perak di nomer downhill. Iya, satu-satunya medali di cabor balap sepeda untuk kabupaten tercinta kita, Tabanan.

Tapi tidak apa-apa. Lawan-lawan memang sungguh tangguh. Tugas ISSI Tabanan nanti untuk melecut diri, agar bisa menghasilkan serdadu-serdadu siap tempur untuk dua tahun lagi. Tidak boleh patah semangat. Asa selalu ada ketika kita mau berusaha.

Sepuntul-puntul tiuk, yen sube terus sangih, pasti lakar mangan. [T]

Tags: balap sepedaDesa ApuanDesa Pingedesa wisataPorprov Balitabanan
Share153TweetSendShareSend
Previous Post

Pacaran, Penting, Tidak Penting…

Next Post

Porprov Bali 2019 di Pantai Kelecung: Ini Satu-Satunya Pertandingan Berlatar Sunset

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails
Next Post
Porprov Bali 2019 di Pantai Kelecung: Ini Satu-Satunya Pertandingan Berlatar Sunset

Porprov Bali 2019 di Pantai Kelecung: Ini Satu-Satunya Pertandingan Berlatar Sunset

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co